Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Juridical Analysis Of The Legal Standing Of Sharia Financial Institutions – Cash Waqf Recipients Of Sharia Banks Post-Establishment Of Indonesian Sharia Bank Hidayatullah Hidayatullah; Muhammad Aini; Nasrullah Nasrullah
International Journal of Law, Environment, and Natural Resources Vol. 2 No. 2 (2022): October Issue
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51749/injurlens.v2i2.23

Abstract

The selection of Sharia banks in accepting cash waqf is because in general Sharia banking has several advantages being expected for optimizing the operations of the cash waqf. However, since the election of Sharia banks in accepting cash waqf, in general, Sharia banking has several advantages which expected for optimizing the operations of the cash waqf. On the one hand, the merger raises questions regarding the legal standing and system of cash waqf Recipient by the Sharia banks themselves as Sharia Financial Institutions-Cash Waqf Recipient (SFI-CWR), which used to stand separately and are now incorporated in one management. This study aims to provide an overview of the legal standing and management system of the SFI-CWR of the Sharia banks post-establishment of Indonesian Sharia Bank which is a combination of the SFI-CWR of sharia banks. This research is a normative legal research, in which the data are secondary data sourced from laws and regulations, books and other references. Analysis method of the data used is content analysis, which analysing the content of the subject matter studied. From this research activity, it will be found how the status, legal standing and management system of SFI-CWR of Sharia Banks after the establishment of ISB.
MICRO WAQF BANK: IMPLICATIONS FOR WAQF LAW IN INDONESIA Hidayatullah Hidayatullah; Nasrullah Nasrullah; Muhammad Muhammad; Ary Chandra Kristiyawan
Al-Adl : Jurnal Hukum Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-adl.v17i1.16832

Abstract

The Micro Waqf Bank (BWM) initiative in Indonesia aims to expand financial inclusion for low-income communities, particularly around Islamic boarding schools (pesantren). By providing Sharia-compliant microfinancing, BWM supports micro-entrepreneurs who face barriers in accessing conventional banking services. However, the use of the term “waqf” in BWM's branding raises significant legal implications concerning Indonesia's waqf law. Traditionally, waqf assets are meant to be managed perpetually, with the principal maintained intact and only the benefits utilized. BWM’s rotational fund management system deviates from this concept, causing potential misunderstandings among the public about the legal status of waqf within BWM. This study utilizes a normative legal research method, examining statutes and regulatory frameworks to analyze BWM's compliance with waqf regulations. Key findings highlight that BWM operates under Sharia microfinance regulations but is not recognized as a waqf institution under Law Number 41 of 2004 on Waqf, leading to regulatory overlaps and legal ambiguity. The paper recommends harmonization between the Financial Services Authority (OJK) and the Ministry of Religious Affairs to clarify the regulatory status of BWM, ensuring legal certainty and public understanding of waqf and Sharia-compliant finance.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SMP ISLAM NURUL HIJRAH JORONG DAN SMP TAHFIDZ BILINGUAL DARUL QUR’AN ISTIQOMAH PELAIHARI Nasrullah Nasrullah; Didi Susanto; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22317

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada sekolah berbasis pondok pesantren yang menekankan pembinaan karakter dan nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah berbasis pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan melalui studi multi kasus di SMP Islam Nurul Hijrah Jorong dan SMP Tahfidz Bilingual Darul Qur’an Istiqomah Pelaihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah di kedua sekolah bercirikan kepemimpinan spiritual yang berlandaskan nilai-nilai pesantren, seperti keteladanan, kedisiplinan, dan religiusitas. Kepala sekolah berperan strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan program kepesantrenan. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah meliputi kuatnya budaya religius, dukungan yayasan dan guru, serta keteladanan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan kesiapan guru, serta tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis pesantren merupakan model kepemimpinan yang kontekstual dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan nilai spiritual.