Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI TEKNIK CINEMA THERAPY DI ERA NEW NORMAL PADA KELAS X DI SMK NEGERI 3 AMUNTAI Endang Agustina; Muhammad Yuliansyah; Hj. Nurul Auliah
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 10: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i10.1310

Abstract

Motivasi sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Motivasi menjadi salah satu faktor yang turut menentukan belajar efektif dan menentukan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan bimbingan konseling dan dilaksanakan dalam tiga siklus dengan sampel 15 orang. Dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa melalui teknik cinema therapy memiliki dampak positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan motivasi belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu pada siklus I dengan rata – rata nilai 38.33 % sedangkan hasil pengukuran motivasi belajar siswa dengan rata – rata nilai 38.82 %. Pada siklus II terjadi peningkatan pada aktivitas siswa dengan rata – rata nilai 55.55% sedangakan pada hasil pengukuran motivasi belajar siswa juga terjadi peningkatan dengan rata – rata nilai 51.29%. Pada siklus III terjadi peningkatan untuk aktivitas siswa dengan rata – rata nilai 81.11% sedangkan hasil pengukuran motivasi belajar siswa dengan rata – rata nilai 82.38%
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK BEHAVIORAL CONTRACT UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYONTEK DIKELAS VII SMP NEGERI 9 BANJARBARU Muhammad Khairul Fathi; Muhammad Yuliansyah; Nurul Auliah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.502 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2127

Abstract

Perilaku menyontek merupakan perilaku yang tidak terpuji atau perbuatan curang yang dilakukan oleh seseorang yang dilakukan dengan cara menjiplak, meniru, mencontoh atau pun mengambil hasil pekerjaan orang lain baik dengan izin atau tidak disertai izin nya atau pun membuat catatan khusus yang telah dibuat sendiri sebelum menghadapi ujian atau tugas untuk mencapai keberhasilan. Banyaknya siswa-siswi terbiasa melakukan contek menyontek terhadap temannya yang mana perilaku menyontek ini menjadi penyakit didunia pendidikan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku siswa menyontek sebelum dan sesudah dilakukan layanan konseling kelompok dengan teknik behavioral contract dan keefektifan teknik Behavioral Contract untuk mengurangi perilaku menyontek dikelas VII B. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design. Eksperimen yaitu one-group pretest dan posttest design kemudian ada penelitian sesudah diberi perlakuan atau posttest dengan begitu hasilnya lebih akurat karena membandingkan keadaan sebelum dan sesudah. Berdasarkan hasil penelitian tingkat perilaku menyontek sebelum diberikan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok dengan skor rata-rata 210 (70%) dan sesudah diberikan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok dengan diketahui hasil skor rata-ratanya 240 (80%). Sebagai salah satu rujukan kepada Guru Bimbingan Dan Konseling untuk mengurangi perilaku menyontek siswa disekolah dengan penggunaan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok. Bagi siswa, memberi gambaran akan berperilaku jujur dalam belajar atau kebiasaan siswa menyontek karena kejujuran akan memberikan kebaikan untuk diri sendiri. Bagi mahasiswa, agar menjadi referensi kepada penelitian selanjutnya untuk meneliti permasalahan ini._________________________________________________________ Cheating behavior is behavior that is not commendable or fraudulent committed by someone who is done by plagiarizing, imitating, imitating or taking the work of another person either with permission or not with permission or making special notes that have been made before facing the exam or the task of achieving success. The number of students is accustomed to cheating on their friends whose cheating behavior is a disease in the world of ed. The purpose of this study was to determine the level of behavior of students cheating before and after group counseling services with behavioral contract techniques and the effectiveness of Behavioral Contract techniques to reduce cheating behavior in class VII B. This study uses pre-experimental design. Experiments that is one-group pretest and posttest design then there is research after being treated or posttest so the results are more accurate because it compares the conditions before and after. Based on the results of the research on cheating behavior before being given a behavioral contract technique in group counseling services with an average score of 210 (70%) and after being given a behavioral contract technique in group counseling services, it was found that the average score was 240 (80%). As one of the references to the Guidance and Counseling Teachers to reduce the cheating behavior of students in school by using behavioral contract techniques in group counseling services. For students, give an idea of behaving honestly in learning or the habit of students cheating because honesty will give goodness to yourself. For students, to be a reference to further research to examine this problem.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDU DI KELAS VII B DAN D SMPN 15 BANJARMASIN Khairunnisa Khairunnisa; Muhammad Yuliansyah; Aminah Aminah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.25 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3265

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu di kelas VII B dan D SMPN 15 Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini adalah adanya berbagai macam pandangan atau persepsi siswa terhadap BK di sekolah sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi minat siswa mengikuti layanan konseling individu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment pada program SPSS 26. Sampel yang di gunakan ada 52 orang dari jumlah populasi 60 orang siswa VII B dan VII D dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpul data menggunakan dua buah skala likert melalui kuesioner yang di sebar kepada siswa melalui link WhatsApp. Uji validitas kuesioner menggunakan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu pada kelas VII B dan VII D SMPN 15 Banjarmasin dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05 dan pearson correlation 0,448 > rtabel pada taraf 5% 0,273. Dengan demikian, hipotesis H1 di terima. Sehingga berarti bahwa persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling memiliki hubungan dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu.__________________________________________________________________The purpose pf this study was to determine the relationship between students perceptions of guidance and counseling with student interest in participating in individual counseling services in class VII B and D SMPN 15 Banjarmasin. The background of this research is the existence of a variety of views or perceptions of students towards BK in school so that it affects student interest in participating in individual counseling. This research is a quantitative design using pearson product moment analysis techniques in the SPSS 26 program. The sample used was 52 people from a population of 60 students of class VII B and D with simple random sampling technique. The data collection technique used two Likert scales through a questionnaire distributed to student via the WhatsApp Link. The questionnaire validation and the reliability test uses Cronbach Alpha. The results showed that there was a significant positive relationship between student perception of guidance and counseling with student interest in participating in individual counseling services in class VII B and VII D of SMPN 15 Banjarmasin with a significant value 0f 0,001 < 0,05 and pearson correlation 0,448 > rtable at 5% level 0,273. Thus, the H1 hypothesis is accepted. So that means that student perceptions of guidance and counseling have a relationship with the interests of student following individual counseling services.
TEKNIK SOSIOMETRI DALAM ASESMEN PELAYANAN KONSELING PADA KEPALA SEKOLAH DAN GURU SDN KUIN SELATAN 1 BANJARMASIN Muhammad Yuliansyah; Murdiansyah Herman
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.713 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1453

Abstract

Guru pembimbing sekolah harus memiliki kompetensi profesionalisme dalam kulaifikasi akademik disertai dengan mempunyai kompetensi konselor agar mampu menghadapi berbagai problem sekolah, sehingga guru pembimbing mampu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan dengan berbagai macam dampak yang bisa menghabat perkebangan siswa disekolah.guru pembimbing disekolah bukan suatu yang lahir tanpa syarat,artinya seseuatu hadir begitu saja tanpa proses belajar yang panjang. Proses yang akhirnya menjadikan guru pembimbing sebagai agen pemebelajaran yang memiliki posisi strategis untuk melakukan berbagai perubahan, peningkatan dan pengembangan dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah yang tentunya proses pendidikan disekolah berkesinangbungan dan meningkatkan pengetahuan.__________________________________________________________School guidance teachers must have professionalism competence in academic qualifications accompanied by having counselor competencies to be able to deal with various school problems, so that the mentoring teacher is able to prepare themselves in the face of the development of the world of education with various kinds of impacts that can hinder students' development in schools. who was born unconditionally, meaning someone just present without a long learning process. The process that ultimately makes the tutor teacher as a learning agent who has a strategic position to make various changes, enhancements and development in the implementation of school education is certainly the process of education in schools that are connected and increase knowledge.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI WHATSAPP TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMP NEGERI 15 BANJARMASIN Rizma Yusnita; Muhammad Yuliansyah; Nurmiati Nurmiati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.675 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3261

Abstract

Konflik yang sering dialami dikalangan remaja adalah penyalahgunaan NAPZA, yang diantaranta Narkotika, Psikotropika dan Zat-zat Adikitif lainnya. Memakai Napza menimbukan perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang dan nyaman, tetapi dapat menimbulkan ketergantungan yang di tandai oleh dorongan untuk menggunakan Napza secara terus menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi atau dihentikan secara tiba-tiba, maka menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk: a) Untuk mengetahui bagaiman tingkatan pemahaman pada siswa tentang penyalahgunaan napza dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan kelompok melalui whatsapp terhadap tingkat pemahaman siswa, b) Untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan bimbingan kelompok melalui whatsapp di SMPN 15 Banjarmasin. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah  metode pendekatakan kuantitatif. Desain dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kunatitatif. Karena hasilnya berupa angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penamiplan hasilnya. Populasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kelas VIII F dengan jumlah 29 siswa/i. Sampel yang digunakan peneliti dalam penlitian ini berjumlah 12 siswa yang terdiri diantaranya 10 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan. Temuan pada penelitian menunjukan: a) terdapat peningkatan terhadap tingkat pemahaman siswa tentang penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 15 Banjarmasin menggunakan layanan bimbingan kelompok melalui Whatsapp. b) layanan bimbingan kelompok melalui whatsapp secara signifikan memiliki pengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa tentang penyalahgunaan NAPZA.___________________________________________________________________ Conflicts that are often experienced among adolescents are drug abuse, which is accompanied by Narcotics, Psychotropics and other Addictive Substances. Drug use leads to feelings of pleasure, pleasure, pleasure, happiness, calm and comfort, but it can cause dependency which is marked by the urge to use drugs continuously with increasing amounts to produce the same effect and if its use is reduced or stopped suddenly. , then cause physical and psychological symptoms that are typical.This study aints to: a) To find out how the level understanding of student about drug abuse and to determine whether there is influnce of group guidance through whatsapp on the level of student understanding, b)To determine the efffect of implementing group guidance through whatsapp at SMPN 15 Banjarmasin. In this study the method used by researchs is a quantitative approach method. The design in this research is descriptive quantitative. Because the results are in the form of numbers, starting from data collection, interpretation of the data, and analyzing the results. The population used by researchers in this study was class VIII F with a total of 29 student. The sample used by researchers in this study amounted to 12 students consisting of 10 male students and 2 female students. The finding of the study showed: a) there was an increase in the level of students understanding of drugs abuse in SMP 15 Banjarmasin using group guidance services through Whatsapp, b)group guidance services through Whatsapp significantly have an influence on students level of understanding about drug abuse.
Accountability Guidance and Counseling Program In the City of Banjarmasin Vocational School Muhammad Yuliansyah; I Nyoman Sujana Degeng; Bambang Budi Wiyono; Achmad Supriyanto; Jarkawi Jarkawi; Murdiansyah Herman
International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) 2021: Volume 2 Issue 1
Publisher : Indonesian Academy of Social and Religious Research (IASRR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53639/ijssr.v2i1.36

Abstract

The existence of guidance and counseling is a basic need that must be prioritized in the life of the community Guidance and Counseling Services that are good and right, effective and efficient in developing guidance and counseling missions so that community recognition and trust will increase. Accountability is carried out periodically and in accordance with the provisions with effective documentation through measurement of results from professional activities. Accountability refers to accountability for the success or failure of achieving the results of an organization's program. The guidance and counseling profession as professional counselors masters and realizes their professional practice, the accountability of guidance and counseling must be carried out as an embodiment of the obligation to account for the success or failure of implementing the guidance and counseling program mission in achieving the stated goals and objectives.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM SISWA BROKEN HOME DI KELAS XI MAN 4 BANJAR Rizky Ananda; Muhammad Yuliansyah; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.949 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i1.5266

Abstract

Keluarga yang tidak harmonis (broken home) dapat memberikan dampak yang buruk pada perkembangan anak. Salah satu permasalahan yang terjadi pada anak broken home yakni anak akan memiliki self-esteem yang rendah. Umumnya seseorang dengan self-esteem rendah juga memiliki tingkat ketegasan yang rendah, hal ini akan membuat anak mudah menjadi korban dari perilaku penyimpangan ataupun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-esteem siswa broken home sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training serta mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dalam meningkatkan self-esteem siswa broken home di kelas XI MAN 4 Banjar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini adalah pre-experiment dengan pola One Group Pre-test – Post-test Design. Pre-test diberikan sebelum adanya perlakuan dan post-test diberikan setelah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dapat dilihat dengan cara membandingkan hasil skor pre-test dan post-test yakni 450% < 595% atau dengan rata-rata 56% < 74%, dengan demikian (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training efektif dalam meningkatkan self-esteem siswa broken home di kelas XI MAN 4 Banjar.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK BIBLIOTHERAPY UNTUK MENGURANGI SMARTPHONE ADDICTION PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 MARTAPURA Salsabila Imtinani; Muhammad Yuliansyah; Ainun Heiriyah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.716 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i1.3318

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif kemajuan teknologi dapat memberikan kemudahan seperti akses data dan informasi, kursus online, buku elektronik, ujian online dan lain sebagainya. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi secara berlebihan dapat memicu timbulnya efek samping seperti smartphone addiction. Dan salah satu cara untuk mengurangi hal tersebut yaitu dengan pengalihan fokus dari menggunakan smartphone ke aktivitas lain. Dalam hal ini, aktivitas tersebut adalah bibliotherapy atau terapi bacaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat smartphone addiction yang dialami siswa sebelum diberikan perlakuan dan setelahnya, serta efektivitas bibliotherapy untuk mengurangi smartphone addiction. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental one group pretest posttest. Desain ini dipilih karena paling sesuai dengan variabel penelitian. Dari analisis hasil penelitian menggunakan metode wilcoxon signed rank test, diperoleh hasil negative rank N=3 dengan mean 3,67 dan positive rank N=5 dengan mean 5,00. Hasil tes statistik berdasarkan negative rank dengan Z=-0,981 dan signifikansi 0,326 >0,05 H1 ditolak dan H0 diterima. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan hasil bahwa konseling kelompok dengan teknik bibliotherapy yang telah dilakukan tidak efektif untuk mengurangi smartphone addiction pada siswa.
MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA KELAS VIII MTS AL-AZHAR KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Wulan Tiara Savitri; Muhammad Yuliansyah; Zainal Fauzi
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.779 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v4i1.1324

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini ialah, masih adanya kecerdasan interpersonal siswa di Mts Al-Azhar yang tergolong kurang, beberapa ciri yang menunjukkan bahwa siswa tersebut kurang dalam kecerdasan interpersonalnya ialah seperti, belum mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah, kurang bisa menghargai orang lain, dll. Tujuan penelitian ini ialah, untuk mengetahui kecerdasan interpersonal siswa antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, serta apakah layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa kelas VIII di Mts Al-Azhar Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala tahun 2017/2018. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pre-eksperimental design, dengan menggunakan rancangan one group pretes and post-test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa kelas VIII Mts Al-Azhar Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala yang masih kurang dalam kecerdasan interpersonalnya. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji wilcoxon signed ranks test. Dari hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank diperoleh hasil Zhitung sebesar -2.521 dengan taraf signifikansi 5% yaitu 0,05 dan Asymp.Sig = .012. Karena nilai Asymp.Sig = .012 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa.
SOSIALISASI PENINGKATAN AKREDITASI BAN PAUD DAN PNF DENGAN WEBSITE SISPENA 3.1 DIKABUPATEN TAPIN Kasyful Anwar; Muhammad Yuliansyah; Ratna Fadhilatul Abida; Rusmawarti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i2.2671

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menetapkan bahwa program-program pendidikan dan kebudayaan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan. Hal tersebut penting untuk menghadapi tantangan pembangunan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global yangmenuntut dilakukannya pembaharuan pendidikan secara terencana,terarah dan berkesinambungan. Negara bertanggung jawab atas penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan untuk setiap jalur pendidikan yang saling melengkapi dan memperkaya serta dapat diselenggarakan dengan sistem terbuka