Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PRODUKSI FON ANAK DOWN SYNDROME DALAM BELAJAR BAHASA elva Febriana Anggraeny; Mintowati; Kisyani Laksono; Didik Nurhadi
Buana Bastra Vol 9 No 2 (2022): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol9.no2.a6576

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrisikan dan menjelaskan produksi fon anak down syndrome dalam belajar bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif. Penelitian ini menggunakan data berupa ujaran anak penyandang down syndrome yang diambil dengan teknik pancing, catat, rekam, dan transkripsi fonetis. Keberhasilan memproduksi fon subjek down sindrome pada rentang usia 10 sampai dengan 12 tahun berdasarkan tingkat rektardasi mental, masa terapi belajar bahasa adalah semakin tinggi tingkat kecerdasan anak, maka tingkat keberhasilan produksi fon akan semakin tinggi. Semakin rendah tingkat kecerdasan dan semakin singkat masa terapi belajar bahasa, tingkat keberhasilan produksi fon akan semakin rendah.
Pendampingan Penyusunan Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Bahasa Mandarin bagi Guru Bahasa Mandarin di Surabaya dan Sekitarnya Tiffany Qorie; Subandi; Mintowati; Muhammad Farhan Masrur; Cicik Arista
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.27732

Abstract

Abstrak Evaluasi belajar adalah proses pendidik untuk menentukan nilai belajar yang dilaksanakan melalui kegiatan penilaian atau instrumen tertentu. Berdasarkan hasil pengamatan penulis, masih banyak guru bahasa Mandarin yang kurang memahami bagaimana menyusun instrumen penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan pendampingan ini adalah membantu, menuntun dan memberikan saran-saran agar guru bisa menyusun instrumen dengan baik, yang bisa digunakan secara praktis pada proses kegiatan belajar mengajar. Instrumen yang baik akan meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran, mempermudah guru mengukur keberhasilan siswa dan membantu mengembangkan program pembelajaran, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong peningkatan keterampilan masing-masing siswa.
Factors Influencing Chinese Dialect Variation: An SLR Based on a Multidisciplinary Approach Dimas Fajar Praditya; Handika Cahaya Danuarta; Dwiki Wahyudi; Muhammad Reza Rahmansyah; Mintowati; Rokhishotul Amaliyah
Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & Linguistics Vol. 5 No. 1 (2026): Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature, & Linguistics
Publisher : Yayasan Kyadiren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58989/plj.v5i1.88

Abstract

This study examines the factors influencing Chinese dialect variation from a sociolinguistic perspective. Despite the establishment of Putonghua as the national standard language, various dialects such as Yue, Min, Wu, and Hakka continue to be used in daily communication, reflecting linguistic and cultural diversity within Chinese society. This research aims to identify and synthesize the main factors affecting dialect variation through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Relevant articles published between 2020 and 2025 were collected and analyzed from reputable academic sources. The findings reveal that Chinese dialect variation is shaped by four major factors: social factors, including urbanization, mobility, and language contact; geographical factors, such as regional isolation and topographical conditions; historical-political factors, including migration patterns and language policies; and language identity factors related to cultural attachment and community belonging. The study also indicates that the dominance of Mandarin has contributed to language shift among younger generations.
The Representation of Emotional Disturbances and Their Implications on the Language Abilities of the Character Hendra in the Film My Idiot Brother Modi Eli Sabel; Ananda Putri Amelia; Muhammad Bintang Afrizal; Mintowati; Sahrul Romadhon
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.10913

Abstract

This study explores the emotional disturbances experienced by Hendra, a fictional character in the Indonesian film “My Idiot Brother” (2014) and their impact on his receptive and productive language abilities. The research aims to investigate how emotional states such as anxiety, frustration, and confusion influence Hendra’s ability to understand (receptive) and express (productive) language. Using a descriptive qualitative method, this study analyzes selected scenes from the film through content analysis to identify verbal and non-verbal patterns affected by emotional disruptions. Data were collected through observational documentation and categorized based on emotional themes and language functions. Findings reveal that Hendra’s receptive language is notably impaired in emotionally intense situations, reflected in delayed or incorrect responses to verbal instructions. Meanwhile, his productive language is characterized by avoidance of speech, disorganized sentence structures, and limited verbal expression, particularly under emotional stress. The analysis shows an evident interdependence between emotional regulation and linguistic performance, with emotional instability disrupting comprehension and verbal output. These results emphasize the importance of integrating emotional intelligence and language therapy in communication-based interventions. This study contributes to the interdisciplinary understanding of how emotional conditions influence language skills in media narratives. It supports the development of inclusive approaches for individuals with similar challenges in real-life contexts.   Penelitian ini mengeksplorasi gangguan emosional yang dialami oleh Hendra, tokoh fiksi dalam film Indonesia “My Idiot Brother” (2014), dan dampaknya terhadap kemampuan bahasa reseptif dan produktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana keadaan emosional seperti kecemasan, frustrasi, dan kebingungan memengaruhi kemampuan Hendra untuk memahami (reseptif) dan mengekspresikan (produktif) bahasa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis adegan-adegan terpilih dari film tersebut melalui analisis konten untuk mengidentifikasi pola verbal dan non-verbal yang dipengaruhi oleh gangguan emosional. Data dikumpulkan melalui dokumentasi observasional dan dikategorikan berdasarkan tema emosional dan fungsi bahasa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa bahasa reseptif Hendra sangat terganggu dalam situasi yang sangat emosional, tercermin dalam respons yang tertunda atau salah terhadap instruksi verbal. Sementara itu, bahasa produktifnya ditandai dengan penghindaran bicara, struktur kalimat yang tidak teratur, dan ekspresi verbal yang terbatas, terutama di bawah tekanan emosional. Analisis menunjukkan saling ketergantungan yang jelas antara regulasi emosional dan kinerja linguistik, dengan ketidakstabilan emosional yang mengganggu pemahaman dan keluaran verbal. Hasil ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kecerdasan emosional dan terapi bahasa dalam intervensi berbasis komunikasi. Studi ini berkontribusi pada pemahaman interdisipliner tentang bagaimana kondisi emosional memengaruhi keterampilan bahasa dalam narasi media dan mendukung pengembangan pendekatan inklusif bagi individu dengan tantangan serupa dalam konteks kehidupan nyata.
Pelatihan Strategi Literasi Lintas Mata Pelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Baca Siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia Fafi Inayatillah; Hespi Septiana; Mintowati
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3082

Abstract

Banyak di antara guru SIKL Malaysia masih merasa kesulitan menerapkan strategi literasi lintas mata pelajaran. Padahal, kemampuan baca siswa SIKL masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan pelatihan strategi literasi lintas mata pelajaran pada siswa sekaligus memberi model kepada guru. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu workshop, diskusi, dan pendampingan. Workshop bertujuan untuk mengasah kemampuan menerapkan strategi literasi lintas mata pelajaran. Diskusi dimaksudkan untuk menajamkan konsep strategi literasi lntas mata pelajaran. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk mendampingi peserta dalam pembuatan infografis dan pemakaiannya di kelas. Setelah mengikuti kegiatan PKM, kemampuan baca siswa meningkat dan guru dapat mengimpelmentasikan strategi literasi lintas matapelajaran. Luaran PKM ini yaitu artikel dalam jurnal JURPIKAT, HAKI, publikasi PKM di youtube, publikasi berita PKM di media online, dan SPK. Kegiatan PKM ini dikatakan berhasil karena pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan strategi literasi lintas mata pelajaran meningkat.
PERAN PENTING INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA DINI Nur Aliza Arianti; Risma Hanin Nur Izzah; Aisyah Salwa Dinda Aulia; Mintowati
Jurnal PENEROKA Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v4i2.3041

Abstract

  This research focuses on analyzing social interactions that influence language acquisition with the aim of finding out how important the influence of social interactions is on first language acquisition in early childhood. The qualitative descriptive method was used to describe the results of data collection with the research subject, namely a girl named Ratna. The research results explain that first language acquisition can occur through several stages, namely the prelinguistic stage (touching period), one word, two word and many word stages. Apart from that, it is also influenced by social interaction, where social interaction has positive and negative impacts, so the role of parents or educators is very necessary in achieving the right stimulus.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN READING GUIDE DALAM PENINGKATAN DAYA INGAT ANAK SLOW LEARNER Mohammad Bagas Nur Cahyo; Isroul Zamzami Fauziyah; Aisyah Salwa Dinda Aulia; Mintowati
Jurnal PENEROKA Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v5i1.3616

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Reading Guide method in improving the memory of slow learners who have difficulty reading. The scope of the study includes the characteristics of slow learners, the learning process, and the supporting and inhibiting factors of this method. The study used a qualitative descriptive approach with secondary data from the YouTube Channel video "Belajar Peduli" which documented the learning of slow learners using the Reading Guide method. Data were analyzed using content analysis techniques. The results showed that slow learners took longer to remember, had short concentration, had difficulty understanding complex processes, and needed a gradual approach. The Reading Guide method effectively improved memory through structured stages (pre-reading, during-reading, post-reading), repetition of information, and visual strategies. Interesting facts show the importance of teacher involvement and interactive materials. This study recommends development methods through teacher training, technology integration, and school-parent collaboration.
Language Production of Children Aged 3-4 Years in Working and Non-Working Parents in Kalikapas Hamlet, Lamongan Regency: A Psycholinguistic Study Agustiansyah Amanda; Mintowati; Agusniar Dian Savitri; Ratih Kirana Suryo Puteri
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v14i3.37065

Abstract

The role of parents is crucial in determining a child's ability to produce speech and develop vocabulary. Socioeconomic changes and parental involvement in work have led to a decrease in the intensity of communication, which has the potential to hinder children's language acquisition and social interaction. This study aims to describe the differences in language production abilities among children aged 3–4 years in Kalikapas Hamlet, Lamongan Regency, between those whose parents are employed and those whose parents are not employed. The research employed a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques that included observation and in-depth interviews with 11 informants. The data were analysed through transcription, speech classification, and social context interpretation with triangulation of sources. The study's results indicate that there are differences in the language production abilities of children from working and non-working families. Children of non-working parents demonstrate better phonological and syntactic skills, can form complex sentences with subject-predicate-object-adverbial structures, and have more precise pronunciation. The study's results indicate that there are differences in the language production abilities of children from households with working and non-working parents. Children of non-working parents demonstrate better phonological and syntactic skills, can form complex sentences with subject-predicate-object-complement structures, and have more precise pronunciation. The results also show that children of working parents tend to have limitations in phoneme pronunciation and simple sentence construction due to lower intensity of interaction. These findings confirm that the frequency and quality of two-way conversations between children and parents play a crucial role in children's language development. A home environment rich in verbal stimulation and simple literacy activities, such as storytelling and reading together, has been shown to support the improvement of children's vocabulary and syntactic structure.