Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tukang Bangunan Kelurahan Sadeng Dengan Pendekatan Partisipatif Nana Patria, Agustinus Sungsang; Dewi, Kemmala; Krisdiyanto, Aris; Lombardoaji Sidiq, Alif; Almoris Baene, Master; Fajrotul Bahiroh, Inna
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3472

Abstract

Sadeng Village, Gunungpati, is still facing challenges in implementing Occupational Safety and Health (K3) among builders. Lack of understanding and awareness of the importance of K3 causes risky work practices and has the potential to cause work accidents. This Community Service Program (PPM) aims to increase the competency of builders in implementing K3 principles. The method used is an integrated and participatory approach, including outreach and direct visits to projects and laboratories. The results of activities show increased compliance with K3 principles. It is hoped that this program can be the first step to building a safe and healthy work culture among builders in Sadeng Village, as well as encouraging sustainable implementation of K3 in the future. Keywords: Occupational Safety and Health; K3; Construction Workers; Laboratory; Community Service Abstrak: Kelurahan Sadeng, Gunungpati, masih menghadapi tantangan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan tukang bangunan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya K3 menyebabkan praktik kerja yang berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang bangunan dalam menerapkan prinsip-prinsip K3. Metode yang digunakan adalah pendekatan terpadu dan partisipatif, meliputi sosialisasi dan kunjungan langsung ke proyek dan laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip K3. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di kalangan tukang bangunan di Kelurahan Sadeng, serta mendorong penerapan K3 yang berkelanjutan di masa mendatang.Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja; K3; Pekerja Konstruksi; Laboratorium; Pengabdian Masyarakat
Analisis Kuat Lentur Balok Beton Bertulang dengan Perkuatan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Menggunakan Program Abaqus Patria, Agustinus Sungsang Nana; Pangestuti, Pramesta Armanisag; Sarida, Anggun Dwi; Baene, Master Almoris
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i1.843

Abstract

Strengthening is needed to restore structural capacity such as installing GFRP. This research aims to analyze the flexural strength of reinforced concrete beams using the Abaqus 2017 finite element program, experimental and theoretical results, in the form of maximum load, maximum moment and crack patterns. The research object uses secondary data from experiments by Djamaluddin (2011) in the form of five beam variants, namely normal beams without GFRP, beams with 1 layer of GFRP along the span, beams with 1 layer of GFRP along the span plus 2 layers in the middle of the span, beams with 3 layers of GFRP along the span, and 3 layers of GFRP beams along the span plus 2 layers in the middle of the span. Researchers modeled the five beam variants in the Abaqus program and carried out theoretical calculations. Analysis of the three methods showed that the more layers of GFRP installed, the greater the maximum load and maximum moment. There are differences in the values of the three methods which are possible because the bonding (gluing) is less than perfect in installing the GFRP, and the distribution of the elements (meshing) of the model in Abaqus is less dense so that the stress distribution is less even. Apart from that, it was also seen that there was no difference in the crack pattern between the experiment and Abaqus, namely that the crack pattern in all models started from the middle of the span and then spread along the span.
Penyuluhan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Konstruksi Bangunan Gedung Untuk Perencanaan Dan Pembangunan Desa Kemuning Agustinus Sungsang Nana Patria; Amrita Winaya Shita Dewi; Pramesta Armanisag Pangestuti; Thomasonan Lutfie Prananto
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 2 (2025): Juni: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/70y0qk77

Abstract

Desa Kemuning merupakan salah satu Desa yang terletak di Kec. Ngargoyoso, Kab. Karanganyar Jawa Tengah. Desa Kemuning mempunyai potensi dalam bidang pariwisata yang dikenal luas oleh masyarakat. Dalam proses pengembangan desa, salah satu permasalahan yang ada pada Desa Kemuning adalah kurangnya perhatian masyarakat tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses konstruksi. Sehingga Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Semarang melaksanakan kegiatan pengabdian yang berlokasi di Desa Kemuning yang berupa penyuluhan terkait pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses pembangunan dan pengembangan Desa Kemuning. Metode kegiatan yang digunakan untuk tercapainya tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah survei untuk mengetahui kondisi masyarakat dan lingkungan, analisis mengenai penyuluhan yang terkait pengetahuan masyarakat mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penyusunan materi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kemuning. Berdasarkan hasil dari proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kemuning yang berupa penyuluhan mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk pelaksanaan konstruksi, dapat memberikan tambahan pengetahuan dan peningkatan sikap kehati-hatian dalam bekerja dibidang konstruksi dan warga semakin tahu item-item yang wajib digunakan dalam memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pengaruh Variasi Ukuran dan Penempatan Void Plat Lantai terhadap Perilaku dan Kekuatan Gedung Bertingkat Pangestuti, Pramesta Armanisag; Patria, Agustinus Sungsang Nana; Sholikhin, Ilham Putra
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i2.970

Abstract

One of the developments in the world of construction is the variety of structural system configuration types to ensure the strength, stability, efficiency, and safety of buildings. An example of a frequently encountered structural configuration variation is the presence of voids or holes in the floor slab of a building. Floor slabs that have voids affect the structural strength. This study aims to analyze the effect of variations in the size and placement of floor slab voids on the behavior and strength of multi-storey building structures. The results of the analysis are expected to be used as a reference in selecting the size and placement of floor slab voids in building planning. The building structure model analyzed is an 8-storey regular building structure with reinforced concrete materials. The height between floors is 4 meters and the total height of the building is 32 meters. The function of the building is an office located in Semarang City. The earthquake-resistant structural system used is the Special Moment Resisting Frame System (SRPMK). The floor plan size is 18x18 meters with a span between columns of 6 meters. The variations used are 6 void models with different sizes and placements. Each structural model is analyzed using ETABS software. The analysis results state that the larger the void size, the smaller the structural period, the smaller the inter-floor shear force value, and the smaller the inter-floor drift value. The recommendation for selecting the most effective size variations and void placement is in a structural model where the void is placed in the middle of the structure with the largest void size being 6x6 meters.
Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tukang Bangunan Kelurahan Sadeng Dengan Pendekatan Partisipatif Nana Patria, Agustinus Sungsang; Dewi, Kemmala; Krisdiyanto, Aris; Lombardoaji Sidiq, Alif; Almoris Baene, Master; Fajrotul Bahiroh, Inna
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3472

Abstract

Sadeng Village, Gunungpati, is still facing challenges in implementing Occupational Safety and Health (K3) among builders. Lack of understanding and awareness of the importance of K3 causes risky work practices and has the potential to cause work accidents. This Community Service Program (PPM) aims to increase the competency of builders in implementing K3 principles. The method used is an integrated and participatory approach, including outreach and direct visits to projects and laboratories. The results of activities show increased compliance with K3 principles. It is hoped that this program can be the first step to building a safe and healthy work culture among builders in Sadeng Village, as well as encouraging sustainable implementation of K3 in the future. Keywords: Occupational Safety and Health; K3; Construction Workers; Laboratory; Community Service Abstrak: Kelurahan Sadeng, Gunungpati, masih menghadapi tantangan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan tukang bangunan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya K3 menyebabkan praktik kerja yang berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang bangunan dalam menerapkan prinsip-prinsip K3. Metode yang digunakan adalah pendekatan terpadu dan partisipatif, meliputi sosialisasi dan kunjungan langsung ke proyek dan laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip K3. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di kalangan tukang bangunan di Kelurahan Sadeng, serta mendorong penerapan K3 yang berkelanjutan di masa mendatang.Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja; K3; Pekerja Konstruksi; Laboratorium; Pengabdian Masyarakat
Pengaruh Kadar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Admixture High Range Water Reducer Nana Patria, Agustinus Sungsang; Haikal, Fikri
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v15i2.210

Abstract

Beton mutu tinggi membutuhkan fas yang rendah dan semen lebih banyak. Namun diperlukan suatu alternatif untuk menggantikan semen karena keterbatasan semen dan harga semen yang semakin tinggi, salah satunya dengan penggunaan fly ash. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fly ash terhadap kuat tekan beton mutu tinggi menggunakan admixture high range water reducer dan mengetahui campuran ideal yang memberi nilai ekonomis. Komposisi variasi penggunaan fly ash sebanyak 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% dari berat semen. Digunakan bahan tambah admixture Tipe F High Range Water Reducer untuk mendapatkan fas rendah dan kemudahan dalam pelaksanaan. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder (diameter 15 cm dan tinggi 30 cm) sebanyak 30 sampel yang terdiri dari 5 variasi, mutu beton rencana fc’ 50 MPa dan diuji pada umur 7 hari dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan umur 7 hari mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar fly ash. Sedangkan kuat tekan umur 28 hari mengalami peningkatan dengan adanya kadar fly ash. Kuat tekan beton umur 28 hari tertinggi pada kadar fly ash 30% dengan nilai 63,32 MPa. Harga beton mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar fly ash yang digunakan. Beton dengan kadar fly ash 40% memiliki harga paling murah yaitu sebesar Rp 909.729,-. Campuran beton yang memiliki kuat tekan tertinggi (optimum) dan harga yang murah (ekonomis) terdapat pada campuran beton dengan kadar fly ash 30%.  
Analisa Perbandingan Penggunaan Beton Self Compacting Concrete (SCC) Dengan Beton Konvensional Pada Struktur Beton Bertulang Nana Patria, Agustinus Sungsang; Putra Pranida, Pipit Skriptianata; Prasetya, Galih Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.831

Abstract

Beton Self Compacting Concrete (SCC) merupakan salah satu hasil inovasi dari teknologi beton saat ini. Namun diperlukan suatu analisis untuk mengetahui perbandingan penggunaan beton SCC dengan beton konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perbandingan penggunaan beton SCC dengan beton konvensional pada struktur beton bertulang proyek Nestle Batik Project, Batang, Jawa Tengah, baik dalam segi biaya, metode pelaksanaan dan waktu pelaksanaan. Objek dalam penelitian ini adalah pembangunan bangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP), Water Tank dan Wastewater Sumpit. Hasil perbandingan menunjukkan biaya penggunaan material beton SCC secara menyeluruh sebesar Rp 1.923.818.616, beton SCC sebagian sebesar Rp1.704.741.804 dan beton konvensional menyeluruh sebesar Rp 1.270.073.150. Sifat beton SCC yang dapat mengalir dengan sendirinya, metode pelaksanaan beton SCC tidak membutuhkan concrete vibrator dan pelaksanaan pengecoran yang cepat sehingga akan mengurangi resiko segregasi, keropos, bleeding pada struktur beton bertulang, mempermudah pekerjaan dan mempercepat waktu pekerjaan. Perbandingan waktu menggunakan beton SCC baik secara menyeluruh atau sebagian akan mempercepat waktu pekerjaan 21 hari dibandingkan penggunaan beton konvensional.
Sosialisasi dan pelatihan konstruksi bangunan pada tanah kritis kepada tukang bangunan di kelurahan Sadeng Patria, Agustinus Sungsang Nana; Baene, Master Almoris; Mardiani, Wahyu Dwi; Wahyuningsih, Eka; Fauziah, Rifa; Legowo, Wahyu Okta; Amaral, Alfonso Naser S. Reis; Rafael, Wilson Edy; Saputra, Riyan Adi; Muttho'an, Arjuna; Bahiroh, Inna Fajrotul; Pangestuti, Ira Sephiana; Alathif, Thomas Azziz; Ramadhan, Rifqi Tri Wahyu; Hanifah, Iffah Nur; Chairudin, Muhamad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26129

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang program sosialisasi dan pelatihan konstruksi bangunan pada tanah kritis yang ditujukan kepada tukang bangunan di Kelurahan Sadeng. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang dalam mitigasi bencana, konstruksi bangunan, dan penggunaan teknologi konstruksi seperti AutoCAD. Program ini menggunakan tiga metode pembelajaran, yaitu ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung. Hasil program yang dicapai adalah 25 tukang bangunan telah mengikuti program sosialisasi mitigasi bencana dan konstruksi, serta pelatihan pembacaan gambar dan program AutoCAD. Kesimpulannya, program ini sangat penting untuk dilaksanakan mengingat masih kurangnya pemahaman tentang tanah kritis dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konstruksi yang aman. Diharapkan program ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang dalam mitigasi bencana, konstruksi bangunan, serta penggunaan teknologi konstruksi seperti AutoCAD, sehingga dapat membangun konstruksi yang lebih aman dan berkelanjutan. Kata kunci: konstruksi bangunan; tanah kritis; konstruksi pondasi; AutoCAD. AbstractThis article discusses a program on socialization and training for building construction on critical land, aimed at construction workers in Sadeng Village. The program aims to improve the understanding and skills of construction workers in disaster mitigation, building construction, and the use of construction technology such as AutoCAD. The program utilizes three learning methods: lectures, question-and-answer sessions, and hands-on practice. The results show that 25 construction workers have participated in the socialization program for disaster mitigation and construction, as well as training in reading blueprints and AutoCAD software. In conclusion, this program is crucial to implement considering the lack of understanding about critical land and public awareness of the importance of safe construction. It is hoped that this program can enhance the understanding and skills of construction workers in disaster mitigation, building construction, and the use of construction technology such as AutoCAD, leading to safer and more sustainable construction. Keywords: : building construction; critical soil; foundation construction; AutoCAD.
Perbandingan Kolom Baja, Beton Bertulang, dan Komposit terhadap Perilaku dan Kekuatan Struktur Gedung Bertingkat Patria, Agustinus Sungsang Nana; Pangestuti, Pramesta Armanisag; Soewito, David Gunarso Bambang
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1267

Abstract

Columns are one of the main structural elements that serve to transfer loads to the foundation. The choice of column material affects the diversity of the structural capacity of multi-story buildings. This study aims to compare steel, reinforced concrete, and composite columns in terms of the behavior and strength of multi-story buildings. This study uses a 7-story building model and a 1-story roof with 3 column model variations, including model 1 steel column, model 2 reinforced concrete column, and model 3 composite column. All three models use steel beams and bondeck floor slabs. The analysis was performed using ETABS v22.0 to compare structural behavior, inter-story shear forces, inter-story deflections, structural safety, and forces in beam and column elements. The results show that the reinforced concrete column model provides the best results for building behavior parameters, including period and translation, as well as internal force values in beams. The steel column model performs best for ground floor shear force parameters. The composite column model performed best in terms of inter-story deflection and internal force values in columns. In addition, no over-stressed structural elements were found in the three models. It was concluded that composite columns had the best structural capacity, combining concrete material that is strong against compression and steel material with high tensile strength to produce a stronger and more efficient structure. Recommendations for further research include using more varied building configurations and reviewing the economic aspects of structural work.