Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Desa, Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi Terhadap Belanja Desa Bidang Pekerjaan Umum dan Pertanian (Studi Empiris di Seluruh Desa Se-Kabupaten Sukoharjo) Heppy Purbasari; Bramudya Wisnu Wardana; Ilham Adhi Pangestu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.044 KB)

Abstract

Implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desamerupakan suatu tonggak baru peningkatan kemandirian desa. Padaera sekarang dimana UU tentang Desa baru saja diimplementasikan,menjadikan masih sangat kurangnya penelitian tentang pelaksanaanUndang-undang Desa khususnya bagaimana pengaruh Pendapat Desa(PADes), Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bagi HasilPajak dan Retribusi (BHPR) terhadap pengalokasian Belanja Desakhususnya bidang pekerjaan umum (BDPU) dan Belanja Desakhusunya di bidang pertanian (BDP). Penelitian ini mencoba untukmenggali dan meneliti bagaimana pengaruh pendapatan desasebagaimana di atas dengan pengalokasian belanja bidang perkejaanumum dan pertanian di desa.Penelitian ini mengambil obyek pada 150desa di Kabupaten Sukoharjo.Berdasarkan hasil pengujian initerdapat 2 variabel independen yang berpengaruh terhadap BDPUyaitu variabel PADes dan DD, dan 2 variabel yang berpengaruhterhadap BDP, dimana PADes dan DD dapat berpengaruh terhadapBDPU karena terkait dengan kemandirian desa maka desa dapatmenentukan PADesnya untuk pembangunan infrastruktur, walaupundesa sudah memiliki kemandirian dalam hal pengaturan pembangunandi wilayahnya, secara riil masih terdapat arahan-arahan dan titipanprioritas pembangunan di perdesaan. PADes berpengaruh denganBDP karena Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu lumbungpadi di Solo Raya sehingga desa-desa di Kabupaten Sukoharjomengalokasikan PADesnya di bidang pertanian, selain itu BHPRberpengaruh negative terhadap BDP karena jumlah BHPR yangditerima Desa relative seragam, dan BHPR digunakan untukpengembangan di bidang kesehatan dan pendidikan maka secarastatistik trend besaran berbanding terbalik dengan jumlah alokasiBelanja Pertanian.
Analisis Pendapatan Asli Desa (PaDes), Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi (BHPR) terhadap Belanja Modal Desa di Kabupaten Wonogiri Tahun 2017 Heppy Purbasari; Dewita Puspawati; Susi Lestari; Ketut Pratiwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.59 KB)

Abstract

Undang-Undang (UU) No. 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan tonggak baru dalam reformasi desa. Dengan diberlakukannya UU No.6 tahun 2014 diharapkan masyarakat desa lebih dapat mencapai kemandirian desa. Penelitian ini memiliki tujuan khusus bahwa UU No.6 baru dijalankan, maka peneliti ingin menggali lebih dalam mengenai APBDesa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desa yang ada di Kabupaten Wonogiri, sedangkan purposive sampling digunakan sebagai metode sampel dengan sampel yang digunakan adalah Desa yang ada di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2016. Berdasarkan kriteria yang diajukan peneliti, sampel yang diperoleh sebesar 231 Desa. Sampel yang diperoleh kemudian di olah dengan menggunakan analisis regresi berganda, dari hasil pengujian regresi berganda diperoleh hasil bahwa hanya PADes dan ADD yang dapat berpengaruh terhadap Belanja Modal Desa. Sedangkan Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Belanja Modal Desa.
Pengembangan Sistem Pengelolaan Keuangan Bumdesa di Desa Sidowayah Kabupaten Klaten Ihwan Susila; Andy Dwi Bayu Bawono; Heppy Purbasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.407 KB)

Abstract

Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa atau dikenal dengan Undang-undang Desa beserta peraturan turunannya telah merubah dan mendorong pola kemandirian di desa. Dalam pola pengaturan tersebut, salah satunya adalah tentang pengelolaan keuangan desa yang menjadi titik tumpu akuntabilitas keuangan di desa. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat ini, menyiratkan bahwa pengelolaan keuangan di tingkat Desa sudah semakin baik dengan ditandai adanya korelasi dan pengaruh elemen-elemen pendapatan terhadap elemen belanja maupun pembiayaan dan ditandai dengan perubahan pada kultur pengalokasian belanja yang semakin mapan. Akan tetapi, pola pengelolaan keuangan desa sebagaimana diatur oleh Permendagri 20 tahun 2018 sebagai pengganti Permendagri 113 tahun 2014, belum dapat menjangkau secara detail pada pengelolaan keuangan BUMDesa/BUMDesaa, hal ini dikarenakan kewenangan BUMDesa yang terpisah dari desa sebagai kekayaan yang dipisahkan membuat pola pengelolaan keuangan BUMDesa tidak sama dengan pengelolaan keuangan desa. Pengaturan BUMDesa sendiri saat ini masih menjadi domain Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia No 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Pada saat ini, BUMDesa merupakan salah satu roda penggerak dan ujung tombak bukti kemandirian desa dalam men-generate pendapatan desa yang tentunya sebagai sebuah organisasi modern berbasis masyarakat desa, sudah selayaknya BUMDesa memiliki basis pengelolaan keuangan yang baik. Pengabdian ini disusun untuk mencoba memecahkan permasalahan yang sama yang dihadapi oleh BUMDesa “SINERGI” dari Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, tentang manajemen pengelolan BUMDesa secara umum dan pengelolaan keuangan BUMDesa secara khusus didasarkan pada hasil observasi awal yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Berdasarkan observasi tersebut, permasalahan pengelolaan keuangan BUMDesa di BUMDesa “SINERGI” perlu mendapatkan solusi berupa pelatihan akuntansi, pembuatan sistem pengelolaan keuangan dengan program MySQL sekaligus pelatihan dan pendampingan sistem yang baru yang akan dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Hasil dari Pengabdian di tahun pertama, Bumdes Sidowayah, khususnya bendahara-bendahara telah mampu menghasilkan nomer akun, nama akun yang tertuang dalam laporan keuangan, memahami pencatatan secara cash basis dan accrual basis dan flowchart yang akan dijadikan dasar dalam pembuatan sistem. Selain itu Bumdeas Sidowayah melakukan batch model dalam pencatatan transaksi keuangan
Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Desa, Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi Terhadap Belanja Desa Bidang Pekerjaan Umum dan Pertanian (Studi Empiris di Seluruh Desa Se-Kabupaten Sukoharjo) Purbasari, Heppy; Wardana, Bramudya Wisnu; Pangestu, Ilham Adhi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desamerupakan suatu tonggak baru peningkatan kemandirian desa. Padaera sekarang dimana UU tentang Desa baru saja diimplementasikan,menjadikan masih sangat kurangnya penelitian tentang pelaksanaanUndang-undang Desa khususnya bagaimana pengaruh Pendapat Desa(PADes), Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bagi HasilPajak dan Retribusi (BHPR) terhadap pengalokasian Belanja Desakhususnya bidang pekerjaan umum (BDPU) dan Belanja Desakhusunya di bidang pertanian (BDP). Penelitian ini mencoba untukmenggali dan meneliti bagaimana pengaruh pendapatan desasebagaimana di atas dengan pengalokasian belanja bidang perkejaanumum dan pertanian di desa.Penelitian ini mengambil obyek pada 150desa di Kabupaten Sukoharjo.Berdasarkan hasil pengujian initerdapat 2 variabel independen yang berpengaruh terhadap BDPUyaitu variabel PADes dan DD, dan 2 variabel yang berpengaruhterhadap BDP, dimana PADes dan DD dapat berpengaruh terhadapBDPU karena terkait dengan kemandirian desa maka desa dapatmenentukan PADesnya untuk pembangunan infrastruktur, walaupundesa sudah memiliki kemandirian dalam hal pengaturan pembangunandi wilayahnya, secara riil masih terdapat arahan-arahan dan titipanprioritas pembangunan di perdesaan. PADes berpengaruh denganBDP karena Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu lumbungpadi di Solo Raya sehingga desa-desa di Kabupaten Sukoharjomengalokasikan PADesnya di bidang pertanian, selain itu BHPRberpengaruh negative terhadap BDP karena jumlah BHPR yangditerima Desa relative seragam, dan BHPR digunakan untukpengembangan di bidang kesehatan dan pendidikan maka secarastatistik trend besaran berbanding terbalik dengan jumlah alokasiBelanja Pertanian.
Analisis Pendapatan Asli Desa (PaDes), Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi (BHPR) terhadap Belanja Modal Desa di Kabupaten Wonogiri Tahun 2017 Purbasari, Heppy; Puspawati, Dewita; Lestari, Susi; Pratiwi, Ketut
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang (UU) No. 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan tonggak baru dalam reformasi desa. Dengan diberlakukannya UU No.6 tahun 2014 diharapkan masyarakat desa lebih dapat mencapai kemandirian desa. Penelitian ini memiliki tujuan khusus bahwa UU No.6 baru dijalankan, maka peneliti ingin menggali lebih dalam mengenai APBDesa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desa yang ada di Kabupaten Wonogiri, sedangkan purposive sampling digunakan sebagai metode sampel dengan sampel yang digunakan adalah Desa yang ada di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2016. Berdasarkan kriteria yang diajukan peneliti, sampel yang diperoleh sebesar 231 Desa. Sampel yang diperoleh kemudian di olah dengan menggunakan analisis regresi berganda, dari hasil pengujian regresi berganda diperoleh hasil bahwa hanya PADes dan ADD yang dapat berpengaruh terhadap Belanja Modal Desa. Sedangkan Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Belanja Modal Desa.
Pengembangan Sistem Pengelolaan Keuangan Bumdesa di Desa Sidowayah Kabupaten Klaten Susila, Ihwan; Bayu Bawono, Andy Dwi; Purbasari, Heppy
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa atau dikenal dengan Undang-undang Desa beserta peraturan turunannya telah merubah dan mendorong pola kemandirian di desa. Dalam pola pengaturan tersebut, salah satunya adalah tentang pengelolaan keuangan desa yang menjadi titik tumpu akuntabilitas keuangan di desa. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat ini, menyiratkan bahwa pengelolaan keuangan di tingkat Desa sudah semakin baik dengan ditandai adanya korelasi dan pengaruh elemen-elemen pendapatan terhadap elemen belanja maupun pembiayaan dan ditandai dengan perubahan pada kultur pengalokasian belanja yang semakin mapan. Akan tetapi, pola pengelolaan keuangan desa sebagaimana diatur oleh Permendagri 20 tahun 2018 sebagai pengganti Permendagri 113 tahun 2014, belum dapat menjangkau secara detail pada pengelolaan keuangan BUMDesa/BUMDesaa, hal ini dikarenakan kewenangan BUMDesa yang terpisah dari desa sebagai kekayaan yang dipisahkan membuat pola pengelolaan keuangan BUMDesa tidak sama dengan pengelolaan keuangan desa. Pengaturan BUMDesa sendiri saat ini masih menjadi domain Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia No 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Pada saat ini, BUMDesa merupakan salah satu roda penggerak dan ujung tombak bukti kemandirian desa dalam men-generate pendapatan desa yang tentunya sebagai sebuah organisasi modern berbasis masyarakat desa, sudah selayaknya BUMDesa memiliki basis pengelolaan keuangan yang baik. Pengabdian ini disusun untuk mencoba memecahkan permasalahan yang sama yang dihadapi oleh BUMDesa “SINERGI” dari Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, tentang manajemen pengelolan BUMDesa secara umum dan pengelolaan keuangan BUMDesa secara khusus didasarkan pada hasil observasi awal yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Berdasarkan observasi tersebut, permasalahan pengelolaan keuangan BUMDesa di BUMDesa “SINERGI” perlu mendapatkan solusi berupa pelatihan akuntansi, pembuatan sistem pengelolaan keuangan dengan program MySQL sekaligus pelatihan dan pendampingan sistem yang baru yang akan dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Hasil dari Pengabdian di tahun pertama, Bumdes Sidowayah, khususnya bendahara-bendahara telah mampu menghasilkan nomer akun, nama akun yang tertuang dalam laporan keuangan, memahami pencatatan secara cash basis dan accrual basis dan flowchart yang akan dijadikan dasar dalam pembuatan sistem. Selain itu Bumdeas Sidowayah melakukan batch model dalam pencatatan transaksi keuangan
Co-Authors Adhianto, Naura Calista Adhianto Africo Al-Dua Saputra Alifaliyudin, Achmad Torik Ambar Yunita Nugraheni Andity, Vira Sekar Ayu Andri Veno Andy Dwi Bayu Bawono Ardika Yuda Pamungkas Ardika Yuda Pamungkas Atantya Wahyu Santika Atwal Arifin Atwal Arifin, Atwal Banu Witono Berliana, Nadila Bramudya Wisnu Wardana Cholisoh, Zakky Dedi Hanwar Devi Afriantari Puspa Putri Dewita Puspawati Edelwais, Monica Erindyah Retno Wikantyasning Eskasari Putri Fadhilah, Faisa Nur Fauzan . Handayani, Meiga Trisna Ihwan Susila Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Ilham Adhi Pangestu Ilham Rochad Saputra Indah Permatasari Ketut Pratiwi Khabib, Rizal Maulana Kurnia Rina Ariani Kusuma Wijayanto, Kusuma Larasati, Arindra Lintang Kurniawati Mahardhika Yusack Effendi Meiga Trisna Handayani Mila Ramadhanti Muhammad Abdul Aris Mujiyati Mujiyati Muthiatulloh, Maryam Dzakiyah Narda, Anya Cetta Nita Setyawati Nurkhasanah, Fitri Laili Nursiam Nursiam Nursoleha, Eva Ovi Itsnaini Ulynnuha Pangestu, Ilham Adhi Pratiwi, Ketut Pusparini, Tharisya Setya Puspita, Apriliana Sindy Rahma, Alyaa Nurardia Ramadani, Indy Ramadhanti, Mila Ramdani, Tasya Eka Rangga Handika Rima Munawaroh Sanyika, Atantya Wahyu Saputra, Africo Al-Dua Setyo Nurwaini SUSI LESTARI Susi Lestari Suyatmin Suyatmin Suyatmin Waskito Adi Syahrina Noormala Dewi, Syahrina Noormala Triyono Wahyu Utami Wahyudi, Luki Eko Wardana, Bramudya Wisnu Wisnu Bagus Wicaksono Wulan Alawiyah Wulan Alawiyah Wulandari, Risma Ayunda Z Zulfikar, Z Zen, Rischa Rizkita Zulfikar Zulfikar Zulvan, M Fahmi