Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI KUALITAS AIR SUMUR MASYARAKAT KECAMATAN SORENG KOTA PAREPARE Rahmawati Rahmawati; Jasman Jasman; Abdul Jabbar
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.542 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisiskualitasairsumur biasa dan sumur bor untuk parameterfisika, dankimia, hubungan perilakumasyarakat dengan kualitasairsumur bor dan sumur biasa.Dalam penelitian ini pengambilan sampel air sumurdilakukan dengan menggunakan timba dan botol aqua yang berkapasitas 1500 ml yang telah diberi label nama di setiap Kelurahan untuk sumur bor dan sumur biasa sehingga memudahkan analisis.Sampel air langsung dibawa kelaboratorium kesehatan Kota Parepare dan segera dilakukan pengujian dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan semua air sumur tidak berbau, rasa, suhu, warna, kekeruhan, besi (Fe), dan kalsium (Ca) memenuhi Standar Kualitas Air Bersih Indonesia. Perilaku masyarakat secara signifikan berhubungan dengan kualitas air sumur di Kecamatan Soreang sangat baik. Tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada masing-masing titik pengamatan kualitas air sumur bor dan sumur biasa.
Studi Karakteristik Beton Pasca Kebakaran Kadriani Kadriani; Jasman Jasman; Mustakim Mustakim
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-2.1634

Abstract

Beton merupakan bahan struktur yang sering digunakan dalam sebuah konstruksi. Meskipun memiliki banyak kelebihan, kebakaran pada konstruksi merupakan bencana yang pemicunya semakin beragam dan sulit diantisipasi. Kebakaran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur pada struktur beton dan mempengaruhi kekuatan sebuah konstruksi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan dan tarik belah beton pasca kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kuat tekan dan tarik belah beton pasca kebakaran yang diuji pada saat umur beton mencapai 28 hari dengan cara pembakaran benda uji menggunakan tungku (drum) yang dibakar secara bertahap yaitu membakar 3 benda uji, dimana benda uji tersebut masing-masing akan diangkat dan diukur suhunya menggunakan termometer di waktu pembakaran 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Nilai kuat tarik bellah untulk beton normal yaitu 12% dari nilai kuat telkan beton, belton delngan lama pelmbakaran 2 jam yaitu 13% dari nilai kuat telkan belton, belton delngan lama pembakaran 4 jam yaitu 14% dari nilai kulat telkan belton dan belton dengan lama pembakaran 6 jam yaitu 9% dari nilai kuat telkan beton dengan demikian nilai kulat tarik belah belton 9% - 15 % dari nilai kulat telkannya.
Analisis Durabilitas Bata Ringan Berbasis Fly Ash Sebagai Material Konstruksi Ramah Lingkungan Zidan Rafsanjani; Hamsyah Hamsyah; Kasmaida Kasmaida; Jasman Jasman; Hendro Widarto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3466

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat produksi semen, yang menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) tinggi, dengan memanfaatkan fly ash untuk menggantikan sebagian penggunaan semen. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis durabilitas bata ringan berbasis fly ash sebagai material konstruksi ramah lingkungan. Jernis pernerlitian yang digurnakan pada pernerlitian ini adalah erksperrimern kurantitatif dengan menentukan komposisi terbaik dari campuran bata ringan dengan tambahan fly ash yang di lakukan penelitian di labolatorium program studi teknik sipil dengan menggunakan variasi campuran fly ash pada bata ringan (CLC). Pengujian meliputi daya serap air, kuat tekan, dan keausan setelah masa umur 28 hari. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan fly ash 0%, 5%, 10%, 15% menghasilkan persentase optimal yang mampu menurunkan daya serap air sebesar 8,60% sehingga lebih tahan terhadap kelembapan air dan meningkatkan kuat tekan sebesar 5,33 MPa. Selain itu, keausan bata ringan cenderung menurun seiring bertambahnya kadar fly ash, hal ini ditunjukkan pada peningkatan ketahanan aus sebesar 7,60%. Variasi campuran dengan persentase fly ash tertentu terbukti memberikan performa terbaik, sehingga limbah industri ini berpotensi dimanfaatkan sebagai material konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan mendorong pertumbuhan pembangunan yang berkelanjutan.
The Influence of Zone and Size of Sea Sand Aggregate on the Production of Self Compacting Concrete Technology Adnan Adnan; Jasman Jasman; Salasiah Salasiah
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v1i4.1276

Abstract

The strength and durability that can be achieved by concrete depends on factors such as the quality of the aggregates. This study presents the effect of zone gradation and size of fine aggregates of sea sand as a mixing material for concrete production by the method of aggregate incorporation that will produce maximum compressive strength of concrete. The most important thing in the use of beach sand is the compressive strength of the concrete. If the compressive strength of the test is high, the other properties will be good. The factors that affect the compressive strength of concrete consist of the quality of materials, cement water, aggregates, working methods such as mixing, compaction and curing and the age of testing based on (SNI 03-6468-2000). The application of marine sand as a concrete mix will have a positive impact on coastal and island communities, which have difficulty obtaining sand from rivers.
Pengaruh Substitusi Serbuk Cangkang Pala dan Plasticizer terhadap Kuat Tekan Beton Normal M. Ichwal; Jasman Jasman; Kasmaida Kasmaida; Muh. Jabir Muhammadiyah; Adnan Adnan
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 4 No. 4 (2026): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v4i4.1623

Abstract

The use of nutmeg shell biochar as a partial cement substitution is a strategic step in utilizing agricultural waste to create environmentally friendly concrete and reduce carbon emissions. This research employed an experimental method using 36 cylindrical test specimens measuring 15 x 30 cm. The mixture variations tested included normal concrete (0%) and the addition of nutmeg shell biochar at 2.5%, 5%, and 7.5% as a partial replacement for cement. The tests conducted covered slump tests and concrete compressive strength at 7, 14, and 28 days of age. The test results showed that the slump value increased from 80 mm in normal concrete to 84 mm, 87.67 mm, and 96.67 mm as the percentage of biochar increased, indicating an improvement in concrete workability. At 28 days of age, normal concrete yielded the highest compressive strength of 23.97 MPa, while the 2.5%, 5%, and 7.5% biochar variations produced compressive strengths of 17.17 MPa, 17.55 MPa, and 16.32 MPa, respectively. The 5% variation was identified as the optimum substitution because it provided the highest compressive strength among the biochar variations, reaching 73.22% of the normal concrete compressive strength. Overall, nutmeg shell biochar demonstrates significant potential as a partial cement substitution material to support sustainable and eco-friendly concrete construction.
Evaluasi Kecelakaan terhadap Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Jend. Sudirman Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Hasrullah Hasrullah; Jasman Jasman; Imam Fadly; Andriyani Andriyani; Kasmaida Kasmaida
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1646

Abstract

Enrekang is a regency in South Sulawesi Province. This study focuses on a section of the Sidrap-Enrekang Highway that features a curve prone to traffic accidents—marked by warning signs near the Maiwa Sector Police Station—connecting Enrekang City to Tana Toraja. The study aims to evaluate the road's geometry in relation to accident risks to ensure comfortable passage for road users. The methodology involved site surveys, data collection, and data processing to derive a relevant analysis. The findings indicate a Spiral-Circle-Spiral (SCS) curve configuration, with an existing vehicle speed (V) of 38 km/h and a superelevation of 2.85%. Based on the 1997 Bina Marga standards for flat terrain, the existing speed of 38 km/h falls below the applicable standard range of 70–120 km/h, and the superelevation of 2.85% is well below the 10% maximum; thus, the existing speed and superelevation comply with the 1997 Bina Marga standards (specifically the *Procedures for Inter-City Road Geometric Design*). Consequently, it is concluded that road geometry is not the factor contributing to the accident-prone nature of the Enrekang Highway.