Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMOTRETAN PRE-WEDDING CASUAL DENGAN LATAR BELAKANG ALAM PULAU NUSA PENIDA I Wayan Ranu Baskara; Ida Bagus Candrayana; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2132

Abstract

Foto Pre - wedding adalah sebuah moment “ Sakral ” yang akan diabadikan oleh seorang Fotografer yang dimana akan menghasilkan sebuah karya dalam menangkap sebuah moment yang akan menjadi sebuah kenang kenganan untuk selamanya bagi pasangan Dua Sejoli yang akan mengarungi bahtera rumah tangga. Pre - wedding kini sudah menjadi tradisi turun temurun bagi pasangan yang akan menikah. Sekitar tahun 90an, awal mula Foto Pre - wedding untuk pertama kalinya berkembang di Asia yaitu di China. Dalam hal ini, AnitaPhoto dalam industri fotografi prewedding, sering kali mengambil foto prewedding dengan tema casual. Disamping itu AnitaPhoto memiliki tone warna yang “clean” atau bersih. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat tema prewedding casual. Selain itu cara AnitaPhoto menata pose dari kedua pasangan terlihat sangat rapi dan komunikatif. Casual sendiri merupakan sebuah gaya berpakaian yang dikenakan di waktu santai. Pakaian casual adalah pakaian yang memiliki bahan yang nyaman dipakai, tidak terlalu banyak detail dan desainnya sederhana namun tetap dapat menarik perhatian. Gaya pakaian yang terkesan ‘adaptif’ ini bahkan sering dipakai pada kegiatan-kegiatan formal, sehingga dapat disebut pakaian casual-formal. Pakaian casual ini selalu identik dengan kaos, celana jeans, sandal atau sepatu sneakers. Pakaian casual adalah pakaian yang memiliki bahan yang nyaman dipakai, tidak terlalu banyak detail dan desainnya sederhana namun tetap dapat menarik perhatian.
PEMBUATAN UKIRAN TEMBAGA KHAS BALI DALAM FOTOGRAFI SENI DENGAN TEKNIK DOUBLE EXPOSURE I Made Abdi Wijaya; Ida Bagus Candrayana; I Made Bayu Pramana
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 2 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i2.2699

Abstract

Fotografi adalah proses untuk menghasilkan foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Fotografi seni merupakan kegiatan transfer pesan secara visual yang berdasarkan pengalaman sang fotografer yang merangkap sebagai komunikator kepada penyampaian pesan secara visual. Teknik Double Exsposure adalah teknik yang melapiskan dua eksposur berbeda pada sebuah gambar, menggabungkan dua foto menjadi satu. Salaka Parwa adalah sebuah usaha jasa yang bergerak di bidang layanan kesenian. Salaka Parwa sudah memulai usaha ini sejak maret 2021 serta didukung oleh para seniman yang handal dibidangnya masing masing. Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. Tembaga (CU) adalah logam transisi Golongan IB dengan nomor atom 29 dan berat atom 63,55 g/mol. Teknik Double Exposure dengan cara menggabungkan 2 foto menjadi satu dan melakukan editing di kecerahan dan kontras. Teknik Double Exposure digunakan agar proses pertama dan proses kedua dapat terlihat dalam satu foto dan mudah dipahami. Pada saat pemotretan, penulis melakukan penataan objek dan mengambil gambar menggunakan beberapa sudut pandang kemudian menggabungkan foto tersebut agar menjadi foto double exposure. Setelah melalui semua tahapan penciptaan karya yang penulis lakukan, terdapat 15 karya yang terpilih untuk kemudian dideskripsikan berdasarkan pesan atau makna foto yang dihasilkan beserta beberapa pengaturan kamera yang digunakan untuk menghasilkan foto tersebut.
Pemotretan Pakaian Tradisional Adat Bali Dalam Karya Fotografi Prewedding Di Maxhelar Photography Anindya Ratna Sari; Ida Bagus Candrayana; Farhan Adityasmara
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3259

Abstract

Fotografi prewedding telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam perayaan pernikahan modern, dimana pasangan calon pengantin mengabadikan momen-momen indah sebelum hari pernikahan mereka. Budaya Bali dengan segala keunikan dan keelokannya, menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis. Pakaian adat tradisional Bali tidak hanya sebuah penanda identitas, tetapi juga merupakan karya seni yang tinggi. Setiap detil pada pakaian ini mencerminkan sejarah panjang dan kearifan lokal masyarakat Bali. Oleh karena itu, penulis merasa terdorong untuk melakukan eksplorasi dan mendalami keindahan pakaian adat tradisional Bali yang terfokus pada fotografi prewedding bukan hanya mencerminkan ketertarikan personal penulis, tetapi juga merupakan upaya untuk merangkul dan memahami perbedaan budaya. Penulis melakukan penelitian ini di Maxhelar Photography dengan pertimbangan memilih tempat magang tersebut karena studio berfokus pada pemotretan prewedding pakaian tradisional adat Bali dan dapat memberikan pengalaman berharga dalam pemahaman proses kreatif di balik karya-karya fotografi prewedding yang mengesankan. Penulis memilih Maxhelar Photography karena studio ini tidak hanya memotret pernikahan dengan pakaian adat, tetapi juga menciptakan konsep foto prewedding yang sangat unik. Keunggulan Maxhelar Photography yaitu menggabungkan nuansa kerajaan dengan bentuk koreo dan komposisi, memberikan sentuhan dramatis yang kuat dalam proses editing. Proses ini ibarat meracik sebuah masakan yang nikmat di pandang mata dengan rasa tersirat, menciptakan karya fotografi yang memukau dan mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan laporan magang ini memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek fotografi prewedding, terutama dalam konteks penggunaan pakaian tradisional adat Bali di Maxhelar Photography.
Menggabungkan Pengalaman Masa Kecil Dengan Teknik Montase Dalam Karya Fotografi Seni Aulia Tegar Nusantara; I Made Saryana; Ida Bagus Candrayana; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3400

Abstract

Dalam era di mana teknologi semakin dominan, penggunaan montase sebagai bentuk seni visual dapat menjadi medium yang efektif untuk merangkai dan merefleksikan kembali kenangan serta pengalaman masa kecil. Fokus utama p ini adalah mengidentifikasi cara-cara di mana fotografi montase dapat digunakan sebagai alat untuk menggambarkan keunikan dan kompleksitas pengalaman masa kecil. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali cerita-cerita pribadi dan kenangan masa kecil partisipan sebagai bahan dasar untuk menciptakan karya seni montase yang berarti dan mendalam. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi seni montase sebagai alat untuk menggambarkan dan merayakan keanekaragaman pengalaman masa kecil. Selain itu, tugas akhir ini juga membahas konsep estetika dalam fotografi montase dan bagaimana elemen-elemen tersebut dapat digunakan untuk mengekspresikan nuansa dan emosi yang terkandung dalam kenangan masa kecil. Pembahasan ini akan melibatkan tinjauan literatur tentang seni montase dan fotografi serta konsep-konsep psikologi yang terkait dengan ingatan dan pengalaman masa kecil. Dengan menggabungkan aspek teknis fotografi dengan elemen emosional dan naratif dari pengalaman masa kecil, penelitian ini berharap dapat menghasilkan karya seni montase yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menyampaikan pesan mendalam tentang keunikan dan kompleksitas setiap perjalanan kehidupan. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perkembangan seni visual, khususnya dalam konteks penggabungan pengalaman pribadi dengan teknik fotografi yang inovatif.
Penggunaan Filter Kreatif Dalam Pemotretan Fotografi Alam Dimas Haryadi; Ida Bagus Candrayana; Amoga Lelo Octaviano
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.3515

Abstract

Aktivitas fotografi alam sebagai media dokumentasi keindahan alam dan lingkungan memberikan dorongan untuk terus mengembangkan teknik dan pendekatan dalam proses pemotretan. Dalam konteks ini, penggunaan filter kreatif menjadi relevan untuk menciptakan dimensi estetika baru pada karya fotografi alam. Filter kreatif, seperti mika, plastik makanan, dan jaring kelambu, memberikan peluang untuk merambah batas-batas konvensional dalam penangkapan gambar, menciptakan efek visual yang unik, dan memberikan makna mendalam pada karya tersebut sehingga aplikasi filter kreatif ini bertujuan agar dapat menghasilkan karya baru yang memiliki makna mendalam secara tersendiri, serta bagi audiens yang melihatnya dapat merasakan rasa dari tangkapan gambar itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan filter kreatif, seperti mika, plastik makanan, dan jaring kelambu, dalam pemotretan fotografi alam. Metode penelitian melibatkan riset kondisi alam, pemilihan bahan, dan penyesuaian bahan dengan lingkungan sekitar. Fokus objek karya adalah alam sebagai respons terhadap perubahan lingkungan. Pengambilan foto dilakukan di lokasi yang merepresentasikan keadaan alam, dengan penerapan elemen-elemen pembentukan tuturan dalam fotografi alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa filter kreatif memberikan dimensi estetika yang mendalam pada karya, melibatkan mika, plastik makanan, dan jaring kelambu. Karya ini merupakan kontribusi terhadap dokumentasi visual tentang keindahan alam yang dapat dijelajahi dan dipreservasi melalui fotografi kreatif. Kesimpulannya, penggunaan filter kreatif dalam fotografi alam dengan mika, plastik makanan, dan jaring kelambu dapat menghasilkan karya yang estetis dan merangsang pemahaman akan kondisi alam yang terus berubah.
Penggunaan Lensa Fish Eye Pada Olahraga Skateboard Di Skatepark Pantai Kuta Desmana Arapenta Sitepu; Ida Bagus Candrayana; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3516

Abstract

Sejak penemuan fotografi pada abad ke-19, perkembangan budaya visual telah mencerminkan kemajuan kompleksitas subjek fotografi. Fungsi fotografi tidak lagi terbatas sebagai alat dokumentasi semata, melainkan telah berkembang menjadi media yang memungkinkan penangkapan dan visualisasi momen atau aktivitas tertentu. Fenomena ini sangat menonjol dalam bidang olahraga, di mana fotografi menjadi sarana untuk merekam dan menggambarkan ragam kegiatan, termasuk olahraga ekstrem seperti skateboard. Penelitian ini memfokuskan pada penciptaan visual yang unik melalui pemanfaatan lensa fisheye, dengan tujuan menonjolkan sudut pandang yang berbeda dalam aktivitas skateboard. Metode penelitian mencakup observasi lapangan untuk memahami fenomena skateboard di Skatepark Pantai Kuta, dilengkapi dengan studi pustaka yang mendukung konsep. Penggunaan medium kamera Fujifilm XT30 dan lensa TTArtisan 7.5mm menjadi landasan utama dalam proses penciptaan karya dengan didukung aplikasi variasi angle dan teknik editing untuk menonjolkan hasil visual yang unik. Karya ini berupaya mengeskplorasi nilai estetika dalam aktivitas skateboard di Skatepark Pantai Kuta, dengan penekanan khusus pada variasi sudut pandang dan interpretasi yang berbeda, memberikan kontribusi signifikan pada wawasan fotografi olahraga.
Teknik Fill in Flash pada Pemotretan Fotografi Fashion Editorial di Sastruga Studio I Kadek Dwi Permana Putra; Putu Agus Bratayadnya; Ida Bagus Candrayana
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4275

Abstract

Salah satu kegiatan untuk mengekspresikan diri adalah melalui Fotografi. Fotografi bukan hanya sekedar kegiatan untuk memotret atau mengambil gambar saja. Namun juga dibutuhkan keahlian untuk dapat menerapkan teknik dasar dan komposisi fotografi dengan baik agar foto yang dihasilkan lebih menarik. Penggunaan flash dalam fotografi dilakukan untuk memberikan cahaya tambahan pada objek dan pengeditan menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Lightroom atau Adobe Photoshop. Adapun hal yang tidak kalah penting yaitu pemilihan posisi dan sudut pengambilan foto, pemilihan perangkat serta peralatan, dan keterampilan Editing dan Post Processing. Penerapan teknik Fill in Flash ini sangat penting karena hasil dokumentasi selama pemotretan digunakan sebagai media utama dalam pembuatan konten terutama dalam pemotretan Fotografi Fashion Editorial di Sastruga Studio.
Tata Kelola Seni Pemotretan Beauty Shoot Foto Prewedding Di Tamas Bali Photo Ida Ayu Putu Trisna Devi; Ida Bagus Candrayana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5160

Abstract

Tata kelola dalam fotografi merupakan proses sistematis yang bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dengan memadukan prinsip-prinsip manajemen, seperti perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Dalam konteks fotografi prewedding, tata kelola menjadi elemen penting untuk memastikan hasil foto berkualitas, terutama dalam sesi beauty shoot yang mengutamakan penciptaan gambar elegan dengan fokus pada keindahan visual pasangan. Proses ini melibatkan koordinasi yang erat antara fotografer, makeup artist, dan berbagai pihak terkait untuk menghasilkan foto yang memenuhi standar kualitas dan etika. Dalam penelitian ini, Tamas Bali Photo dipilih sebagai mitra untuk memahami lebih dalam tentang implementasi tata kelola dalam pemotretan beauty shoot, serta untuk mempelajari tahapan-tahapan yang terlibat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai praktik tata kelola yang diterapkan oleh Tamas Bali Photo, serta faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan pemotretan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang tata kelola seni dalam konteks pengelolaan seni yang efektif dan efisien. Melalui magang di Tamas Bali Photo, penulis tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kualitas kerja di industri fotografi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan tata kelola seni dalam industri fotografi, khususnya dalam sesi pemotretan prewedding.
Foto Prewedding Bali Dengan Gaya Hitam Putih Putu Raka Narendra Dinata; I Nengah Wirakesuma; Ida Bagus Candrayana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5237

Abstract

Foto prewedding dengan gaya hitam putih di Bali mencerminkan perpaduan antara kreativitas fotografer dan keindahan budaya lokal Bali. Dalam hal ini, foto prewedding tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai ekspresi identitas dan simbolisme yang kaya akan makna. Laporan ini mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen estetika, seperti pose mempelai pasangan, ragam bangunan Bali dan keindahan alam bali, menemukan nuansa baru dalam pengambilan gambar untuk menciptakan karya yang unik. Gaya hitam putih dalam foto prewedding memberikan nuansa klasik dan dramatis, memungkinkan penekanan pada interaksi antara pasangan. Penggunaan teknik pencahayaan yang tepat serta komposisi yang matang menjadi kunci dalam menghasilkan gambar yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga menyampaikan cerita yang mendalam. Dengan demikian, foto prewedding bali dalam gaya hitam putih menjadi medium penting untuk mengekspresikan keindahan dan kreativitas foto prewedding, sekaligus memperkuat identitas lokal dalam era modern yang terus berkembang.
Etnofotografi Motif Tenun A’kai manfafa’ dan Panbuat Di Desa Nekmese, Amarasi Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur Bani, Anselans Petervi; Saryana, I Made; Yana, Ida Bagus Candra
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendokumentasikan identitas lokal masyarakat Desa Nekmese melalui pendekatan etnofotografi, dengan fokus pada motif-motif tenunan tradisional A’kai Manfafa’ dan Panbuat. Tenun A’kai Manfafa dan Panbuat merupakan dua jenis motif yang memiliki makna budaya yang dalam, yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, sejarah, dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat. Dalam penelitian ini, etnofotografi digunakan sebagai metode untuk menangkap dan menginterpretasikan nilai-nilai tersebut melalui gambar dan foto, dengan menekankan pentingnya visualisasi dalam memahami fenomena sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi foto terhadap proses pembuatan dan pemakaian tenunan A’kai Manfafa’ dan Panbuat. Analisis dilakukan dengan mengkaji makna simbolis dari motif-motif tersebut serta kaitannya dengan identitas budaya masyarakat desa Nekmese. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana makna dari motif-motif tersebut agar masyarakat dapat memahami dan tidak disalahgunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenunan A’kai Manfafa’ dan Panbuat tidak hanya berfungsi sebagai produk kerajinan tangan, tetapi juga sebagai media ekspresi budaya yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam serta struktur sosial dalam masyarakat Desa Nekmese. Melalui etnofotografi, terlihat jelas bagaimana motif tenunan ini berperan penting dalam mempertahankan tradisi, sekaligus menjadi simbol identitas yang membedakan masyarakat Nekmese dari komunitas lain. Identitas lokal yang terwujud dalam tenunan ini tidak hanya berakar pada masa lalu, tetapi juga berkembang seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah.