Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Coping Stres Pada Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja PT X Miranda Gista Maharani; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.621

Abstract

Coping stres merupakan strategi individu dalam mengelola tekanan yang muncul akibat situasi dan peristiwa yang menimbulkan stres. Mahasiswa yang bekerja sambil menempuh pendidikan rentan mengalami stres karena harus menyeimbangkan tuntutan akademik dan tanggung jawab pekerjaan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental, motivasi belajar, serta kinerja akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui tingkat coping stres mahasiswa yang bekerja di PT X.  Metode penelitian Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 73 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Brief Coping Orientation to Problem Experienced Inventory (Brief-COPE) yang terdiri atas 28 item pertanyaan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi penggunaan coping adaptif maupun maladaptif. Hasil Sebagian besar mahasiswa (75,3%) menggunakan coping adaptif, sedangkan 24,7% menggunakan coping maladaptif. Nilai rata-rata 1,25 menunjukkan coping stres berada pada kategori baik namun mendekati kurang baik. Variasi yang ditunjukkan standar deviasi 0,434 mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan mahasiswa dalam mengelola stres kesimpulan Mahasiswa yang bekerja berisiko lebih tinggi mengalami stres, sehingga diperlukan skrining rutin dan intervensi kampus untuk mendorong penggunaan coping yang konstruktif.
Kepatuhan Perawat dalam Melakukan Triage di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit X Muhammad Iqbal Habib; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.891

Abstract

Pelayanan triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tahap penting dalam menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatdaruratan. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan triase sangat berpengaruh terhadap keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian penerapan metode triase. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan perawat dalam melakukan triase di IGD Rumah akit X. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bertugas di IGD, dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi kepatuhan triase berdasarkan standar yang berlaku. Data dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, persentase, nilai rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepatuhan kurang, yaitu 17 orang (56,7%), sedangkan 13 perawat (43,3%) memiliki kepatuhan baik. Nilai rata-rata kepatuhan perawat adalah 1,65 dengan standar deviasi 0,505. Kesimpulannya, kepatuhan perawat dalam melakukan triase di di IGD Rumah akit X masih didominasi kategori kurang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan melalui pelatihan dan penyegaran berkala untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan di IGD.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit X Bara, Olivia Florentina; Ricky Riyanto Iksan; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.892

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan psikososial yang sering dialami oleh perawat sebagai akibat dari tuntutan pekerjaan, beban kerja yang tinggi, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kondisi stres kerja yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kinerja perawat, kesehatan fisik dan mental, serta mutu pelayanan keperawatan yang diberikan. Oleh karena itu, identifikasi tingkat stres kerja perawat menjadi hal penting sebagai dasar perencanaan upaya pencegahan dan pengelolaan stres di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit X sebanyak 143 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja perawat, kemudian dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, persentase, nilai mean, dan standar deviasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami stres kerja ringan, yaitu sebanyak 56 responden (96,6%), dengan nilai rata-rata skor stres sebesar 79,1 ± 0,609. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat stres kerja perawat berada pada kategori rendah dan relatif homogen. Tidak ditemukan responden dengan tingkat stres berat. Kesimpulannya, tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung kesejahteraan perawat.