Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERSEPSI PERAWAT TENTANG MELENGKAPI PENGKAJIAN AWAL DI SATU RUMAH SAKIT SWASTA INDONESIA [NURSE PERCEPTION OF EARLY ASSESSMENT COMPLETION AT ONE PRIVATE HOSPITAL IN INDONESIA] Juskena Martha Ulina; Ni Gusti Ayu Eka; Maria Maxmila Yoche
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v8i1.2724

Abstract

Admission or early assessment is an early stage in the nursing process. Assessment should be done systematically by collecting individual data comprehensively and holistically including assessment of biological, psychological, social, and spiritual. This assessment is important for both patients’ condition and nurses’ performance. The assessment should be completed within 24 hours after the patient admitted in the room. A complete and proper admission assessment will help and facilitate the nurse to determine nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The purpose of this research was to describe nursing perception in completing admission or early assessment of new patients. Data was collected using the interview method using a handphone for recording. The participant of this research was all nurses at the inpatient ward in one private hospital in Indonesia. The sample of this study used a purposive sampling with inclusion criteria such as a bachelor education background and at least one- year work experience. This study was recruited, twelve nurses. Data analysis was applied by the reduction of the data using the thematic analytical process. Two themes emerged in this study including assessment implementation by nurses and the importance of conducting the assessment. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pengkajian awal merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Pengkajian harus dilakukan secara sistematis dengan mengumpulkan data individu secara komprehensif dan holistik yang meliputi biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Pengkajian awal merupakan hal yang penting dilakukan perawat dan harus selesai dalam 24 jam setelah pasien masuk ke ruangan. Dengan pengkajian awal yang lengkap dan dilakukan dengan benar akan membantu dan mempermudah perawat untuk menentukan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan persepsi perawat melengkapi pengkajian awal pasien baru. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara semi-struktur yang direkam menggunakan handphone. Partisipan adalah perawat rawat inap di satu rumah sakit swasta di Indonesia dengan latar pendidikan S1 Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal satu tahun di Rumah Sakit Swasta di Indonesia Tengah. Sampel penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi perawat dengan latar belakang pendididikan sarjana dan mempunyai pengalaman kerja minimal satu tahun. Penelian ini merekruit 12 orang perawat. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data dengan menggunakan proses analisis tematik. Hasil penelitian ini diperoleh dua tema yaitu pelaksanaan pengkajian awal oleh perawat dan pentingnya melakukan pengkajian awal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lagi tentang pentingnya ketersediaan penerjemah dalam mendukung pengkajian awal di ruang rawat inap.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PESERTA DIDIK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 PRIA Juhdeliena Juhdeliena; Maria Susila Sumartiningsih; Ian Rudy Mambu; Christie Lidya; Maria Maxmila Yoche
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.195 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1280

Abstract

Lembaga Pembinaan Khusus Anak klas I (LPKA) merupakan lembaga yang memiliki program pembinaan, pengasuhan dan pendampingan pada anak-anak yang mendapat sanksi hukuman, namun pada program tersebut tidak terdapat komponen yang berkaitan dengan pemenuhan kesehatan. Sekitar 50% dari 283 anak di LPKA Provinsi X mengalami scabies, beberapa kasus diare dan typhus abdominalis yang menggambarkan pemenuhan kebersihan yang kurang terpenuhi. Padahal dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang-Nasional tahun 2005 - 2025 dicantumkan bahwa: Pembangunan bidang kesehatan diarahkan pada kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya dapat terwujud (Undang - undang Nomor 17 Tahun 2007). Upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka dilakukan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan jumlah peserta 62 peserta. Materi diberikan melalui ceramah dan demonstrasi tentang cara melakukan cuci tangan secara benar. Hasil yang didapatkan sekitar 95% peserta menunjukkan kemampuannya melakukan demonstrasi cara melakukan cuci tangan dengan benar.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Belet Lydia Ingrit; Christie Lidya Rumerung; Dwi Yulianto Nugroho; Komilie Situmorang; Maria Maxmila Yoche A; Marisa Junianti Manik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1461

Abstract

Adolescence is a transition from childhood to adulthood that involves changes in physical and psychological aspects. Keeping healthy reproductive is very important, especially for adolescents, Lack of education on reproductive health will trigger health problems like pregnancy at a young age and abortion in adolescent girls. This community service activity is to increase adolescent knowledge about the growth and development of adolescents in general and also to increase knowledge about reproductive health for boys and girls with the health education method and also using the pretest, post-test, online reproductive health education, and question-and-answer method with a total of 118 teenagers attending. The results from this activity from the pretest and posttest showed an increase in the change in value seen from the pretest and posttest scores by 10 points, from a value of 80 to 90. The increasing score indicates the increasing cognitive abilities of participants and they understand the topic given. This Community Service went smoothly starting from preparation, during the webinar, and during questions and answer sessions. At the end of the activity, participants can explain again the information that had been given by the Community Service team such as the stages of adolescent development and growth, and knowing the health reproduction in adolescents. Furthermore, hopes that this Community Service activity can be sustainable by taking up new topics related to reproductive health in couples of childbearing age.
OCCUPATIONAL HEALTH: HYPERTENSION EDUCATION FOR EMPLOYEES IN STEEL DISTRIBUTION COMPANY Maria Maxmila Yoche Arkianti; Theresia Theresia; Fransiska Ompusunggu; Gracia Akti Manihuruk; Lina Berliana Togatorop; Dimas Krisbiantoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1473

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian dini di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko dari hipertensi diantaranya stress, pola makan, kurang aktivitas dan pekerjaan. Hipertensi bisa mempengaruhi kinerja seseorang dalam bekerja. Hipertensi bisa terjadi di tempat kerja. Oleh karena itu, adanya edukasi serta skrining risiko terkait hipertensi diharapkan dapat membantu pekerja untuk mejaga kesehatan sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat dikerjakan secara optimal. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada karyawan PT.Panca Logam Sukses Mandiri terkait hipertensi, melihat pengetahuan karyawan terhadap hipertensi melalui skrining dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan edkasi dilakukan dalam bentuk pemaparan materi serta tanya jawab terkait hipertensi. Di akhir sesi, peserta melakukan skrining terkait risiko dengan mengisi kuisioner serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan edukasi rata-rata pengetahuan peserta terkait hipertensi mengalami peningkatan sebesar 29 poin, 45 % peserta berusia 26-35 tahun (dewasa awal), klasifikasi tekanan darah peserta berada dalam rentang normal sebesar 50 %, 90 % peserta berjenis kelamin laki-laki, 55% IMT dalam nilai normal dan 60 % peserta mempunyai nilai kolesterol ≤ 200 mg.
PEKERJA SEHAT, PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI PANDUAN ERGONOMI KEPADA KARYAWAN Gracia Aktri Margareth Manihuruk; Theresia Theresia; Maria Maxmila Yoche; Fransiska Ompusunggu; Lina Berliana Togatorop; Fernaldi Dopong; Varel Hizkia Putra Rahawarin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1494

Abstract

Ergonomi bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas karyawan. Pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai prinsip ergonomi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang akan merugikan pekerja dan organisasi. Edukasi program ergonomi dinilai efektif dalam mengurangi masalah kesehatan akibat pekerjaan terutama di bidang konstruksi sehingga hal ini diharapkan menciptakan perilaku serta budaya kerja yang aman. Pekerja di warehouse dan di kantor berisiko mengalami gangguan otot, sendi, dan tulang akibat pola gerak yang tidak ergonomis. Para pekerja yang belum pernah menerima edukasi panduan ergonomi dan skrining kesehatan serta K3 yang belum terselenggara menjadi perhatian bagi tim PKM. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui status kesehatan dan meningkatkan pengetahuan para pekerja mengenai ergonomi di lingkungan kerja. Kegiatan edukasi panduan ergonomi terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, pemberian poster, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan nilai rerata post-test sebesar 2.74 apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test. Selain itu, setelah edukasi terjadi peningkatan nilai minimum dari 25 pada pre-test menjadi 50 pada post-test. Sebagian besar peserta pemeriksaan kesehatan berada dalam kategori obesitas (47%). Hal ini menjadi masukan serta bahan pertimbangan bagi mitra dalam pengambilan keputusan untuk keselamatan karyawan dan efisiensi perusahaan
PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA PESERTA UMUM MELALUI NUTRISI TOMBONG KELAPA DI PUSKESMAS BINONG Desman Berkati Larosa; Sumiaty Aiba; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Christie Lidya Rumerung; Komilie Situmorang
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1590

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Masalah hipertensi telah banyak menjadi momok yang menakutkan baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Kasus hipertensi dikalangan masyarakan mulai dari gejala ringan, sedang dan medium belum menjadi prioritas utama dalam pelayanan Kesehatan. Gangguan dan gejala hipertensi baru dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan dari pasien yang inisiatif memeriksakan kesehatan, karena ditandai dengan pusing yang berkepanjangan dan merasa posisi keseimbangan tubuh tidak stabil. Tujuan dari kegiatan upaya pencegahan hipertensi pada peserta umum melalui nutrisi tombong kelapa adalah bagian dari target edukasi hipertensi dan preventif pada ibu hamil melalui tombong kelapa di Puskesmas Binong. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan edukasi, serta pengecekan tekanan darah. Hasil yang didapatkan dari edukasi dan penyuluhan pencegahan hipertensi pada peserta umum melalui nutrisi tombong kelapa, ditinjau dari rentang usia remaja akhir 17-25 tahun, yaitu 21.43%, masa dewasa awal 26-35 tahun berkisar 28,57%, masa dewasa akhir 36-45 tahun mencapai 35.71%, dan masa lansia awal 46-55 tahun sekitar 14.29%, serta memiliki tekanan sistol dan diastol representatif tergolong rendah, dimana kisarannya antara 100/70 mmHg. Kesimpulan: peranan promosi kesehatan tentang edukasi dan penyuluhan hipertensi rentang usia pada masyarakat umum menjadi bagian yang terpenting dampak mencegah dampak dari adanya hipertensi. Kata Kunci: hipertensi, edukasi, penyuluhan, peserta umum, pemeriksaan
EDUKASI DAMPAK HIPERTENSI IBU MENYUSUI, PREVENTIF NUTRISI TOMBONG KELAPA DI PUSKESMAS BINONG Sumiaty Aiba; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Christie Lidya Rumerung; Komilie Situmorang; Desman Berkati Larosa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1593

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah kondisi terjadi peningkatan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri secara kronis atau akut. Kejadian hipertensi pada kesehatan tubuh akan memacu jantung bekerja lebih keras mengedarkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Berkaitan dengan tekanan darah yang meningkat akibat hipertensi dapat menimbulkan bahaya kesehatan pada penderita. Tujuan kegiatan edukasi hipertensi ibu menyusui merupakan bagian dari edukasi dampak hipertensi ibu hamil dan preventif melalui nutrisi tombong kelapa di Puskesmas Binong Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi dan sosialisasi. Data yang diperoleh dari edukasi hipertensi ibu menyusui menunjukkan adanya gejala peningkatan hipertensi dari representatif tekanan sistol dan diastole, yaitu 120/80 mmHg dan 120/90 mmHg. Gejala hipertensi pada peserta dipengaruhi oleh pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi garam berlebih dan penggunaan mie instan sebagai konsumsi harian dipadukan dengan nasi. Disamping itu, kategori usia peserta yang mengikuti kegiatan diperoleh, yaitu masa remaja akhir dengan kisaran 21,33 adalah 17-25 tahun (3 orang) dan masa dewasa awal berkisar 29.71, yaitu 26-35 tahun (10 orang). Kesimpulan: tekanan sistol dan diastol peserta menunjukkan adanya gejala hipertensi, dan rentang usia ibu menyusui berada di masa dewasa awal. Kata kunci: hipertensi, menyusui, usia, sistol, diastol
Asuhan Keperawatan pada Pasien Kanker Kolonrektal:studi kasus Maria Maxmila Yoche Arkianti
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i1.106

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular yang dapat membawa pada kematian adalah kanker. Pada laki-laki, kanker kolonrektal merupakan kanker yang paling banyak diderita setelah kanker paru-paru. Teori keperawatan orem merupakan teori keperawatan yang didasarkan pada perawatan diri. Pasien dengan kanker kolonrektal dapat mengalami defisit perawatan diri.Tujuan: untuk memaparkan asuhan keperawatan pada pasien kolonrektal yang didasarkan pada teori keperawatan orem. Metode: Studi kasus digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kolonrektal di RS Swasta X di Jakarta. Hasil: Pasien dengan kanker kolonrektal dapat diberikan asuhan keperawatan yang didasarkan pada teori keperawatan orem dimana pengkajian keperawatan didasarkan pada berkurang perawatan diri pada pasien. Ada tiga masalah keperawatan yang diangkat dimana dalam evaluasinya ketiga masalah keperawatan yang dialami masih belum teratasi. Defisit perawatan diri yang dialami pasien didasarkan pada perawatan diri pasien, yaitu universal self-care. Kesimpulan: Pengkajian teori keperawatan orem dapat digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kanker kolonrektal sehingga perawat dapat menggunakannya dalam praktik di pelayanan kesehatan
The Application Of Telerehabilitation To Post-Stroke Patients In The Covid-19 Pandemic Era Magda Fiske Rumambi; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Christie Lidya Rumerung
Jurnal Keperawatan Malang Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v8i1.201

Abstract

ABSTRACT Background: Stroke is a cerebrovascular disease that causes sudden death. The blockage causes a lack of oxygen supply which can cause rupture of the arteries to the brain and death of the cells. The COVID-19 pandemic has affected stroke care through various aspects, many of which are associated with neurological symptoms and complications that occur due to delays in treatment. Therefore, the application of telerehabilitation can help support and care for patients with stroke by reducing the risk of transmission of COVID-19. Purpose: The aim of this study was to analyse the application of telerehabilitation to post-stroke patients during the COVID-19 pandemic. Method: The research method is in the form of a literature study with literature search using an online database, namely PubMed, Medline, and Google scholar with a range year of 2019 to 2021. The number of articles found was 889 articles with four papers that met the inclusion criteria. Results: The results of this study indicate that telerehabilitation is effective for stroke patients, but providing telerehabilitation must pay attention to the patient's and family's ability to use digital technology, the ability to understand rehabilitation programs, and also various aspects such as functional status: direct motor skills involving the upper extremities, balance, cardiorespiratory fitness, cognitive function, and the level of acceptance and eligibility of teletherapy by users (patients/families) at home so that the therapy program can run optimally. Conclusion: Telerehabilitation is effectively implemented in the era of the COVID-19 pandemic because it can provide support and help patients, families, and health services in providing care for stroke patients while reducing the risk of transmission of COVID-19. Keywords: Stroke; Pandemic; COVID-19; Telerehabilitation
EDUCATING THE IMPACT OF COCONUT SPROUT ON MATERNAL HYPERTENSION IN TANGERANG, INDONESIA: A CASE STUDY Aiba, Sumiaty; Larosa, Desman Berkati; Yoche, Maria Maxmila; Rumerung, Christie Lidia; Sitomorang, Komilie
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 6 No. 2 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v6i2.33514

Abstract

ABSTRACT Background: The effects of hypertension during pregnancy have caused health problems serious to mother and fetus. Hypertension can affect fetal development, and sudden fetal and maternal death. One source of plant nutrients that can optimize the number of blood cells is coconut sprout. Purpose: Coconut sprouts are high in carbohydrates, fiber, and antioxidants that can help optimize maternal health during pregnancy and reduce the risk of hypertension during pregnancy, however, not many women are aware of this information. Methods: This study attempts to inform pregnant women of the benefit of coconut sprout using lectures and demonstration along with primary health centre activities.  A pretest and a posttest were conducted to assess improvement in knowledge. The total number of participants who participated in the activities was 50 people. The age range of pregnant women was 23-38 years old. Result: Knowledge of participants before the presentation of the material were low, with an average score of 35.41%, compared to 64.55% after the explanation. The comparison of participants' knowledge before and after education was 29.14%. The educational activities and dissemination conducted in the Binong Public Health Center area was to add, expand, and improve participants' knowledge of the impact of hypertension during pregnancy. Conclusion: Activities that needed to be continued was checking up urine, protein during pregnancy, direct application of coconut sprouts with controlling laboratory results, and increasing socialization, health promotion about the impact of hypertension, and the use of coconut sprouts to the general public.