Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TEKNIKA

PERENCANAAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM MENGGUNAKAN TENAGA SURYA (SOLAR CELL) UNTUK ALTERNATIF PENERANGAN JALAN TALANG PETE PLAJU DARAT Indra Bayu Sukma; Abdul Azis; Irine Kartika Pebrianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.297 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.184

Abstract

Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya/Solar Cell (PJUTS) adalah sebuah alternatif yang digunakan sebagai sumber energi listrik penerangan. Pada PJUTS, matahari merupakan media kerja yang sangat penting dimana panel surya menerima cahaya/sinar matahari dan kemudian diubah menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic. Pada saat ini lampu penerangan di Kampus Jalan Talang Pete Plaju Darat tepatnya Pemukiman warga pada malam hari penerangannya masih minim. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk merancang dan mendeskripsikan PJUTS berbasis LED. Semoga perancangan ini juga bisa dirasakan warga, dan sekitarnya. Sebagai sarana pendukung aktifitas penerangan jalan terutama di malam hari. Metode penelitian yang digunakan pada PJUTS ini yaitu metode rekayasa nilai (value engineering). Metode yang digunakan dalam analisis dengan cara Metode Observasi dari berbagai sumber yang diperoleh. Dari hal tersebut dilakukan penenlitian untuk mengetahui 1). Sudut kemiringan stang ornament sebesar 9,6°. 2). Perhitungan daya lampu berbasis LED 60 Watt a). Intensitas cahaya sebesar 477,70 cd, b). Iluminasi cahaya sebesar 11,35 lux, c). Luminasi cahaya sebesar 1,16 cd/m, dan d). Menghitung titik lampu yang dibutuhkan sebanyak 12 Tiang. Kata Kunci: PJUTS , Lampu LED, Solar cell
EVALUASI SISTEM PENERANGAN LAPANGAN BOLA BASKET DI TAMAN DHARMA WANITA PALEMBANG Irine Kartika Pebrianti; Dendi Indirwan; Perawati Perawati; Abdul Azis
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.231

Abstract

Sistem penerangan buatan merupakan pencahayaan yang sengaja dibuat untuk menerangi tempat yang gelap pada saat malam hari maupun siang hari, bila saat penerangan alami tidak memungkinkan untuk menerangi tempat tersebut. Salah satu tempat yang memerlukan sistem penerangan yang sesuai dengan standar pencahayaan adalah lapangan bola basket. Penelitian dilaksanakan pada Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang. Hasil penelitian adalah intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil pengukuran sore hari adalah 130,87 Lux, malam hari adalah 83,93 Lux, dan menjelang tengah malam adalah 64,67 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil perhitungan 55,3047 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang baik dari hasil pengukuran maupun dari hasil perhitungan tersebut belum memenuhi standar yang direkomendasikan SNI 02-3647-1994 yaitu untuk tingkat penerangan horizontal pada lapangan bola basket satu meter diatas permukaan lantai untuk latihan dibutuhkan minimal 200 Lux. Kata kunci : Evaluasi, Penerangan, Lapangan Bola Basket
STUDI KINERJA RELAI ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH PALEMBANG Abdul Azis; Reksi Anjasmara; Perawati Perawati; Irine Kartika Pebrianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.228

Abstract

Relai Arus Lebih merupakan peralatan yang mensinyalir adanya arus lebih, baik yang disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat yang dapat merusak peralatan sistem tenaga listrik yang berada dalam wilayah proteksinya. Relai Arus Lebih digunakan hampir pada seluruh pola pengamanan sistem tenaga listrik, dan dapat juga digunakan sebagai pengaman utama ataupun pengaman cadangan. Penelitian dilaksanakan pada Penyulang Beo Transformator-1 30 MVA 70/20 kV Gardu Induk Seduduk Putih Palembang. Hasil penelitian adalah saat gangguan hubung singkat 3 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,7568. Kemudian saat gangguan hubung singkat 2 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,9223. Besar kecilnya selisih waktu kerja tersebut dipengaruhi jauh dekatnya lokasi gangguan. Dimana semakin jauh lokasi gangguan, maka akan semakin besar selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming, dan apabila semakin dekat lokasi gangguan maka semakin kecil selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming. Hal ini bertujuan memberi kesempatan pada relai outgoing untuk bekerja terlebih dahulu sebagai pengaman utama (main protection) apabila terjadi gangguan hubung singkat di penyulang, dan relai incoming akan bekerja sebagai pengaman cadangan (back-up protection) apabila relai outgoing tidak bekerja. Hasil perhitungan dengan data yang ada dilapangan masih dalam kondisi yang sesuai dengan perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja Relai Arus Lebih yang ada dilapangan masih dalam kondisi baik.
ANALISA KAPASITAS PEMUTUS TENAGA SISI 20 KV PADA PENYULANG KUTILANG GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH Pebrianti, Irine Kartika; Azis, Abdul; Rhamadhon, Muhammad Syahrul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.279

Abstract

Pemutus Tenaga merupakan peralatan yang berfungsi sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat terjadi arus gangguan (hubung singkat) pada jaringan atau peralatan lain. Pemutus Tenaga umumnya dirancang untuk berbagai kapasitas arus nominal pemutusan. Arus nominal pemutusan menunjukkan seberapa besar arus maksimum yang Pemutus Tenaga dapat putuskan tanpa mengalami kerusakan. Hasil penelitian adalah arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan di dalam Transformator 30 MVA #2 70/20 kV adalah 15,7502 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi transformator adalah 25,2003 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 31,5 kA. Arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan pada Busbar 20 kV adalah 6,9728 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi busbar adalah 11,1565 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 12,5 kA. Arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan pada Busbar 20 kV adalah 6,9728 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi busbar adalah 11,1565 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 12,5 kA. Perbandingan antara kapasitas Pemutus Daya hasil perhitungan dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang menunjukkan bahwa rating Pemutus Tenaga yang terpasang lebih besar dari kapasitas Pemutus Daya hasil perhitungan, sehingga Pemutus Tenaga yang terpasang masih mampu untuk memutuskan arus hubung singkat tiga fasa yang terjadi di lokasi pemutus daya tersebut terpasang.