Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN GANGGUAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG SKRIPSI Asiah Asiah; Chyntia Gusti Ayu; Supriatin Supriatin; Lin Herlina; Suzana Indragiri; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.269

Abstract

Kebutuhan tidur pada remaja dan orang dewasa usia 18-40 tahun menurut dokter untuk hidup sehat membutuhkan waktu tidur 7 - 8 jam setiap hari. Dampak stres dalam menyusun skripsi adalah keadaan saat mahasiswa merasakan gangguan tidur, kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, sering terbangun di pertengahan malam, dan sering terbangun di awal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsi. Jenis penelitian menggunakan cross sectional non-eksperimental. Populasi sebanyak 31 responden, menggunakan total sampling. Instrumen Depression Anxiety Stres (DASS) untuk tingkat kecemasan dan gangguan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Qualilty Index (PSQI). Analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square.  Hasil penelitian diperoleh 58,1% responden kategori stres sangat berat, dan 45,1% responden mengalami kualitas tidur sedang. Ada hubungan antara tingkat stress dengan gangguan kualitas tidur (p value 0,032). Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan materi pengajaran pada mata kuliah keperawatan jiwa terkait pendalaman teori stress dan pengenalan terapi yang dapat menurunkan tingkat stress yang dapat dipraktikan kepada mahasiswa khususnya tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Kata Kunci: Tingkat Stres; Gangguan Tidur; Mahasiswa Tingkat Akhir AbstractAccording to doctors, the need for sleep in adolescents and adults aged 18-40 years for a healthy life requires 7-8 hours of sleep every day. Studies show that teens who are sleep deprived are more prone to depression, are unfocused and have poor school grades. The impact of stress in writing a thesis is a condition when students feel sleep disturbances, have difficulty sleeping, sleep restlessly, have difficulty holding sleep, often wake up in the middle of the night, and often wake up early. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and sleep quality disorders in final year nursing students who are preparing a thesis. This kind of research uses a non-experimental cross sectional. The population as many as 31 respondents. The sample uses sampling resume. Anxiety level instrument using Depression Anxiety Stress (DASS) and sleep quality disorders using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Bivariate analysis using Chi-Square statistical test. The results obtained 58.1% of respondents with very severe stress category, and 45.1% of respondents experienced moderate sleep quality. There is a relationship between stress levels and sleep quality disorders (p value 0,032). The results of this research can be used as additional teaching materials in mental nursing courses related to deepening stress theory and introduction therapy that can reduce the level of stress that can be practice to students, especially the final year who are compiling a thesis. Keywords: Stress Levels; Sleep Disorders; Final Year Students.
Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap Nilai Ankle Brachial Index pada Pasien Diabetes Mellitus di UPTD Puskesmas Ligung Kabupaten Majalengka Tahun 2024 Uun Kurniasih; Lin Herlina; Sri Lestari; Sumarni Sumarni; Eli Nur Awalliyah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.3180

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia karena tingginya gula darah. DM juga dapat menyebabkan komplikasi. Perubahan patologis yang paling umum terjadi pada ekstremitas bawah termasuk vaskulopati, diabetes kaki, neuropati, dan Peripheral Artery Disease (PAD). PAD dapat diidentifikasi dengan Ankle Brachial Index (ABI). Senam kaki diabetes dapat membantu orang dengan diabetes karena dapat memperlancar peredaran darah di kaki, memperkuat otot kaki, memperbaiki sirkulasi darah di kaki, dan membuat gerakan kaki lebih mudah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap nilai ankle brachial index pada pasien diabetes mellitus di UPTD Puskesmas Ligung Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Eksperimen dengan pendekatan Pretest-Posttest With One Group. Populasi pada penelitian ini pasien diabetes mellitus sebanyak 55 responden, namun penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik Porposive Sampling sehingga jumlah sampel yang diambil sebanyak 35. Instrumen yang digunakan adalah alat spygmomanometer aneroid dan doppler ultrasound. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian diperoleh nilai ABI sebelum perlakuan rata-rata 0,41-0,90 pada kaki kanan dan kiri dengan kategori PAD ringan sampai sedang dan nilai ABI sesudah perlakuan rata-rata 9,1–1,30 pada kaki kanan dan kiri dengan kategori normal. Uji Wilcoxon Signed Rank Test memiliki nilai p-value 0,001. Dengan demikian, dapat disimpulkan ada pengaruh senam kaki diabetes terhadap nilai ankle brachial index pada pasien diabetes mellitus di UPTD Puskesmas Ligung Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Senam kaki diabetes untuk penderita diabetes mellitus sangat disarankan karena membantu melancarkan sirkulasi ekstremitas bawah.