Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Frontiers

ANALISIS EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN SOLAR DAN MINYAK KELAPA Kewas, Jemmy Charles; Butarbutar, Augustinus R
FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 3 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.299 KB)

Abstract

Minyak kelapa merupakan salah satu sumber biosolar yang sangat potensial untuk dikembangkan dan berpotensi menggantikan bahan bakar solar dari fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emisi gas buang pada mesin Isuzu Panther 1200 cc dengan menggunakan perbandingan campuran bahan bakar solar (S) dan minyak kelapa (MK) yakni solar murni atau 100% S : 0% MK, 95% S : 5 % MK, 90% S : 10% MK, 85% S : 15% MK. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Smokemeter dengan fungsi mengukur kepekatan asap hasil pembakaran. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan pengujian eksperimental skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembakaran campuran minyak solar murni kepekatan asapnya sebesar 80%, pada campuran bahan bakar 95% S : 5% MK kepekatan asapnya sebesar 95%. Pada campuran bahan bakar 90% S : 10% MK dan campuran bahan bakar 85% S : 15% MK memiliki nilai kepekatan asap yang sama yakni 100%.Kata kunci: Minyak kelapa, solar, emisi gas buang, kepekatan asap
PENGARUH VARIASI PERSENTASE WATER GLASS TERHADAP KARAKTERISTIK CETAKAN CO2 UNTUK APLIKASI PENGECORAN LOGAM AL-CU-SI Kewas, Jemmy Charles
FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4765.955 KB)

Abstract

Proses pengecoran logam secara umum adalah merupakan kegiatan proses produksi dalam mengolah logam dengan cara mencairkan logam dan menuangnya ke dalam cetakan, salah satu logam paduan yang sering diproduksi pada proses pengecoran adalah Al-Cu-Si. Salah satu kemajuan dibidang proses pengecoran logam, yaitu pengecoran dengan cetakan pasir. Faktor yang mendorong pemakaian cetakan pasir dalam pengecoran logam disebabkan karena pembuatan cetakan tidak memerlukan keahlian khusus, pasir murah sehingga ekonomis dan juga bisa dipakai ulang. Cetakan pasir khusus dengan pengikat water glass dibuat dengan campuran pasir silika dengan water glass yang dapat mengeras pada suhu kamar dan menunjukkan kakuatan yang cukup untuk suatu cetakan. Salah satu bahan pengikat yang digunakan adalah jenis water glass yang bertujuan memperbaiki kekuatan geser dan permeabilitas pasir cetak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental skala laboratorium, yang bertujuan untuk mengetahui permeabilitas dan kekuatan geser pada cetakan pasir silika setelah dilakukan penambahan bahan pengikat water glass sebesar 3%, 4%, 5% dan 6% dengan penyemprotan gas CO2 selama 2 menit. Dari hasil analisis data didapatkan hasil bahwa nilai permeabilitas semakin meningkat setelah penambahan water glass 3% dan 4% yakni 111,369 cm3/menit dan 112,764 cm3/menit, kemudian nilai permeabilitas cetakan CO2 mengalami penurunan setelah penambahan water glass 5% dan 6%, yakni 111,543 cm3/menit dan 110,083 cm3/menit. Sedangkan kekuatan geser cetakan CO2 mengalami peningkatan setelah penambahan water glass 3% dan 4%, yakni 17,22 kg.f/cm2 dan 17,52 kg.f/cm2,kemudian kekuatan geser mengalami penurunan setelah penambahan water glass 5% dan 6%, yakni 16,58 kg.f/cm2 dan 9,36 kg.f/cm2.
Analisis Gaya Angkat Akibat Perubahan Kecepatan Aliran Udara Dan Sudut Serang Pada Airfoil Naca 0015 Dalam Wind Tunnel Sub Sonic Kewas, Jemmy Charles; Ali, Mohammad
FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perancangan pesawat terbang, gaya aerodinamika (lift force dan drag force) merupakan parameter yang penting. Stall merupakan masalah utama dalam pemodelan aerodinamika yang menyangkut masalah penerbangan (pesawat). Dalam dinamika fluida stall adalah penurunan gaya angkat yang disebabkan oleh bertambahnya sudut serang (angle of attack), atau meningkatnya sudut serang yang melebihi sudut serang kritis yang memungkinkan terjadinya perlambatan aliran pada bagian bawah sayap pesawat. Perlambatan aliran ini menimbulkan adanya tekanan yang berlawanan di daerah downstream airfoil yang akan menyebabkan separasi secara besar-besaran. Penelitian ini dilakukan pada spesimen uji yang menyerupai bentuk sayap pesawat yaitu NACA 0015 yang ada di Laboratorium Aerodinamika Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Pengujian di titik beratkan kepada pengaruh variasi kecepatan aliran udara dan sudut serang terhadap perubahan gaya angkat dan gaya hambat dari spesimen uji tersebut, sehingga dari hasil uji coba pada terowongan angin sub sonic, akan diperoleh hubungan kecepatan aliran dan sudut serang terhadap perubahan gaya angkat dan gaya hambat pada spesimen uji tersebut. Metode peneltian menggunakan metode eksperimental skala laboratorium dengan variabel-variabel yang diuji diantaranya adalah variabel bebas yang meliputi kecepatan aliran udara dan sudut serang sedangkan variabel terikatnya adalah gaya angkat dan gaya hambat. Dari data hasil pengujian dan analisa perhitungan selanjutnya dilakukan analisa regresi untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut. Dari hasil penelitian didapati bahwa: pertama, gaya angkat terjadi peningkatan seiring bertambahnya kecepatan udara. Gaya angkat (lift force) terbesar didapatkan pada kecepatan udara 16 m/s, pada sudut serang 15-160. Kedua, gaya angkat mengalami peningkatan seiring terjadinya kenaikan sudut serang (angle of attack) oleh airfoil, tetapi pada sudut serang 15-200 terjadi penurunan gaya angkat dan koefisien gaya angkat (CL) atau hal ini disebut dengan Stall. Kondisi stall terjadi pada sudut serang 15-16o untuk hampir semua variasi kecepetan udara, oleh karenanya sudut ini merupakan sudut serang kritis pada airfoil NACA 0015.Kata kunci: Wind Tunnel, Gaya Angkat, Sudut Serang, Airfoil NACA 0015