Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF Herman Herman; Bastian Rikardo Parhusip; Yohanis Rampo; Jemmy Charles Kewas
GEARBOX: Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 2 No. 1: Juni 2021
Publisher : Pendidikan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.383 KB) | DOI: 10.53682/gj.v2i1.989

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan model mind mapping pada siswa jurusan teknik kendaraan ringan kelas XI SMK Negeri 2 Bitung. Metode penelitan yang di gunakan adalah quasi experimental design dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control-group design. Sampel yang di ambil dari kelas XI peneliti dengan jumlah 24 siswa. Kemudian sampel tersebut diberikan perlakuan pretest , setelah itu di berikan treatment secara bertahap. Setelah di berikan treatment, sampel tersebut di berikan posttest untuk mengukur hasil belajar pada kelompok. Perbedan hasil pretest dan posttest menunjukan hasil dari perlakuan yang di berikan. Hasil penelitian ini menujukan data yang di peroleh melalui analisis pengujian hipotesis di mana: thitung =6.38 dan harga ttabel =1.717144 dengan db () -2 = 12 + 12 – 2 = 22 pada taraf signifikan α = 0,05. Artinya :thitung = 6.38 >ttabel = 1.717144. maka dapat di simpulkan penggunaan model pembelajaran mind mapping memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa teknologi dasar otomotof di SMK Negeri 2 Bitung.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR GAMBAR TEKNIK SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 2 BITUNG Fahrurrozi Rozi; Bastian RIkardo Parhusip; Yohanis Rampo; Herdy Liow
GEARBOX: Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 2 No. 1: Juni 2021
Publisher : Pendidikan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.542 KB) | DOI: 10.53682/gj.v2i1.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media pembelajaran video tutorial terhadap hasil belajar gambar teknik jurusan teknik pemesinan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan desain penelitian pretest-posttest control-group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI teknik pemesinan dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa. Kemudian sampel tersebut diberikan pretest, setelah itu diberikan treatment secara bertahap. Setelah diberikan treatment, sampel tersebut diberikan posttest untuk mengukur hasil belajar pada kelompok tersebut. Perbedaan hasil pretest dengan posttest tersebut menunjukan hasil dari perlakuan yang telah diberikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran video tutotial terhadap hasil belajar gambar teknik siswa berdasarkan analisis yang diperoleh. Ini dibuktikan melalui analisis pengujian hipotesis dimana thitung = 15,40 dan harga ttabel = 1,671553 dengan db (n1 + n2) -2 taraf signifikan = 0,05. thitung = 15,40 > ttabel = 1,671553. Artinya bahwa H0 diterima dan H1 ditolak Kata Kunci : Media Pembelajaran Video Tutorial, Hasil Belajar
Penerapan Aspek-Aspek Ergonomi Pada Workshop Pengelasan Di LPKA Kelas II Tomohon I Wayan Gede Suarjana; Moh Fikri Pomalingo; Bastian Rikardo Parhusip; Muh Muhdi Attaufiq
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.796 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i2.5893

Abstract

ABSTRACT: IDENTIFICATION OF ERGONOMIC ASPECTS AT WELDING WORKSHOP AT LPKA KELAS II TOMOHON Introduction: LPKA Kelas II Tomohon Is a Special Children's Development Institution that has the duties and functions of to build, guide and protect every student who has problems with the law. One of the coaching programs implemented is welding process training to improve the creativity of community students. Purpose: This research aims to identify the application of eight aspects of ergonomics to welding workshop participants in LPKA Kelas II Tomohon.Method: The design of this study is an observational analytical approach that is observation without intervention to uncover the facts of a cause and effect described descriptively. This research was conducted by observing the workings and work environments including, human interaction of machines, and the physical environment. This research is focused on the training process of welding practice. Respondents from this study amounted to 14 respondents who took welding training. The study was conducted from May 2021 to June 2021.Result: Based on observations and measurements that are known that in working conditions in welding workshops are still not ergonomic, it can be seen from the absence of physiological work attitude arrangements when doing activities, irregular rest arrangements, lack of muscle stretching activity at rest, and the use of welding glasses and masks that have not been applied when doing the welding process. Conclusion: Based on the identification of the application of 8 aspects of ergonomics that are still a priority of attention that are at risk of health problems in worksop participants, namely from aspects of work attitudes that are still not in accordance with physiological / ergonomic attitudes, the social condition of the participant's work culture is still lacking in the culture of the use of personal protective equipment to ensure work safety, and human-machine interaction is still not appropriate, namely from the correct use of tools in accordance with their function,  Work facilities such as desks have not met, fiber working conditions that can still pose health risks to workers that need to be a concern. Keywords: ergonomic aspects, occupational health, welding    INTISARI : IDENTIFIKASI ASPEK-ASPEK ERGONOMI DI WORKSHOP PENGELASAN DI LPKA KELAS II TOMOHON Pendahuluan: LPKA Kelas II Tomohon adalah Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang memiliki tugas dan fungsi utnuk mebina, membimbing dan mengayomi setiap anak didik permasyarakatan yang bermasalah dengan hukum. Salah satu program pembinaan yang dilaksanakan yaitu pelatihan proses pengelasan untuk meningkatkan kreatifitas anak didik permasyarakatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan delapan aspek ergonomi pada peserta workshop pengelasan di LPKA Kelas II Tomohon.Metode: Rancangan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan analitik-observasional yaitu pengamatan tanpa intervensi untuk mengungkap fakta suatu sebab-akibat yang diuraikan secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi terhadap cara kerja dan lingkungan kerja meliputi, interaksi manusia mesin, dan lingkungan fisik.Hasil: Berdasarkan Pengamatan dan Pengukuran yang dilakaukan diketahui bahwa pada program pengelasan dilihat dari penerapan aspek-aspek ergonomi yaitu Status gizi, sikap kerja, penggunaan tenaga otot, kondisi lingkungan, kondisi waktu, kondisi sosial, kondisi informasi dan kondisi interaksi manusia-mesin telah diterapkan walaupun dibeberapa aspek yang masih perlu diterapkan untuk terciptanya kondisi kerja yang aman, nyaman, sehat, efisen dan efektif.Simpulan: Berdasarkan identifikasi penerapan 8 aspek ergonomi yang masih menjadi prioritas perhatian yang berisiko terjadinya gangguan kesehatan pada peserta worksop yaitu dari aspek sikap kerja yang masih belum sesuai dengan sikap fisiologis/ergonomis, kondisi social budaya kerja peserta masih kurang dalam budaya penggunaan alat pelindung diri untuk menjamin keselamatan kerja, serta interaksi manusia-mesin masih belum sesuai yaitu dari penggunaan alat yang benar sesuai dengan fungsinya, fasilitas kerja seperti meja kerja belum memenuhi, serat kondisi kerja yang masih dapat menimbulkan risiko kesehatan pekerja yang perlu menjadi perhatian. Kata Kunci : aspek ergonomi, kesehatan kerja, pengelasan
Impact of Work from Home on Work Stress Symptoms in Employees X of North Sulawesi Province I Wayan Gede Suarjana; Suehartono Syam; Bastian Rikardo Parhusip; Richard Andreas Palilingan; Dewo Agung Nugroho Narosaputra; Siti Fathimah; Anne Indiarti Banjar Nahor
International Journal of Science and Society Vol 4 No 1 (2022): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v4i1.434

Abstract

Work stress is an imbalance of task demands with a person's work ability that creates tension through physical and emotional responses. The purpose of this study was to find out the impact of Work from Home on the symptoms of worker work stress. The research method used is quantitatively descriptive with cross-sectional design. The sample in this study was 63 employees who had filled out research instruments. The research intrusion used is an online questionnaire filled out through Google Form through the WhatsApp Group platform. Variable Work from Home uses two indicators, namely the work environment factor and workload. Using a statistical analysis of multiple linear regression statistics, researchers stated that the work environment had no significant effect on employee work stress symptoms and that work had a positive and significant effect on employee work stress symptoms during Work from Home.
ANALISIS GEJALA STRESS KERJA PADA SAAT WORK FROM HOME I Wayan Gede Suarjana; Suehartono Syam; Bastian Rikardo Parhusip; Richard Andreas Palilingan
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.297 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18522

Abstract

Stress kerja merupakan ketidakseimbangan tuntutan tugas dengan kemampuan kerja seseorang yang menimbulkan ketegangan melalui respon fisik dan emosional. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis gejala stress kerja pekerja pada saat work from home. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 Pegawai yang telah mengisi instrument penelitian. Intrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner online yang diisi melalui Google Form melalui platform WhatsAppGroup. Variabel gejala stress menggunakan dua indicator stressor yaitu faktor lingkungan kerja dan beban kerja. Tingkat stress dengan kategori tinggi dirasakan oleh responden dengan umur 50 tahun keatas dengan stressor rerata 3,83 untuk stressor beban kerja, dan lingkungan kerja sebesar 3,57, dan yang memiliki pendidikan Strata 2 (S2) dengan kategori tingkat stress tinggi memiliki rerata 3,8 untuk stressor lingkungan kerja dan rerata 3,83 untuk stressor beban kerja.
KARAKTERISTIK FISIK DAN LISTRIK BELIMBING WULUH UNTUK PEMBUATAN AKI ORGANIK Moh Fikri Pomalingo; Elfransius Sinaga; Amos Axel Sinaga; Paulus Pius Pora Dosy; Bastian Rikardo Parhusip; Julfran Devit Damanik; Djami Olii; Desi Rinnawati Sinaga
Steam Engineering Vol. 4 No. 1 (2022): STEAM Engineering, Vol. 4, No. 1, September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.546 KB) | DOI: 10.37304/jptm.v4i1.5630

Abstract

The development of science and technology has made significant advances in the search for alternative energies to replace oil and coal. One of the widely studied alternative energies is electrical energy obtained from plants. The use of electrical energy is due to the increasing population. This increase results in people using electricity to fulfill their activities and lifestyle. An alternative energy from plants is star fruit. Starfruit is acidic and contains many good electrolytes for electricity. The results of the research related to the belief in Wuluh were carried out by researchers. Based on a 2: 1 ratio (earth and star fruit) it can produce 1V of electricity. When this concept is produced in large quantities and connected in series, it can produce greater electrical power. The research was excellent and laid the foundation for the team to develop various concepts. The plan is to manufacture the battery on a large scale so that it can later be used in areas without a power supply. This battery is also said to help illuminate public roads as an alternative to replacing solar panels.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA ERGONOMI MENGGUNAKAN DATA ANTROPOMETRI UNTUK MENGURANGI BEBAN FISIOLOGIS I Wayan Gede Suarjana; Moh. Fikri Pomalingo; Richard Andreas Palilingan; Bastian Rikardo Parhusip
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i2.17755

Abstract

Filosofi dasar dari sebuah perancangan fasilitas kerja adalah membuat desain fasilitas kerja yang mengarah pada kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan fisik pekerja.Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain fasilitas kerja berupa meja kerja berdasarkan data antropometri peserta untuk mengurangi gangguan-gangguan fisiologis pada peserta pelatihan pengelasan di LPKA Kelas II Tomohon Sulawesi Utara.Penelitian dilakukan di LPKA Kelas II Tomohon menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah 14 orang peserta pelatihan. Waktu penelitian Mei-Juni 2021. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data antropometri, keluhan musculoskeletal, dan kelelahan subjektif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, Antropometer, Nordic Body Map empat skala likert, dan 30 items of rating scales of general fatique lima Skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan IBM SPSS Versi 25 MacOs dan Microsoft Excel. Hasil penelitian beban fisiologis dilihat dari keluhan musculoskeletal p0 sebesar 55,82, p1 sebesar 41,72. Sedangkan untuk kelelahan subjektif pada p0 sebesar 46,19, p1 sebesar 40,66. Rancangan fasilitas kerja berupa meja kerja ergonomis yang sesuai dengan data antropometri operator/peserta. Spesifikasi perancangan meja kerja yaitu tinggi meja 100,8 cm berdasarkan tinggi siku berdiri, lebar meja 65 cm berdasarkan panjang jangkauan pekerja, panjang meja 120 cm berdasakan duakali lebar bahu pekerja, dan level rak bawah dengan tinggi 46,5 cm berdasarkan tinggi lutut pekerja. Perancangan fasilitas kerja sesuai dengan antropometri peserta mampu menurunkan tingkat keluhan musculoskeletal sebesar 59%. Dan melalui perancangan fasilitas kerja sesuai dengan data antropometri peserta mampu mengurangi kelelahan kerja sebesar 11,9%.
PENGARUH METODE BELAJAR E-LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN SISWA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR) toumahuwjunus; Ibadja P Tamba; Bastian Rikardo Parhusip
GEARBOX: Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 3 No.2: Desember 2022
Publisher : Pendidikan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT                The purpose of this study is to find out whether there is a significant influence between the E-learning methodon the skills of students majoring in light vehicle engineering (TKR) SMK Negeri 3 Tahuan, as well as to find out the learning process of E-learning with the Skills of Students of the Light Vehicle Engineering Department (TKR) SMKNegeri 3 Tahuan. Based on the results of this study, there is a significant positive influence between the E-Learning Method and the Skills of Students of SMK Negeri 3 Tahuna, this can provide implications that with the existence of agood and appropriate E-Learning Method, it will be able to improve Student Skills, especially in the automotive field.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBELEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF DI SMK KRISTEN KAWANGKOAN Farelson Ronal Tuloi; Lenie Ratag; Bastian Rikardo Parhusip
GEARBOX: Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 3 No.2: Desember 2022
Publisher : Pendidikan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan yaitu Bapak Glendy J. Rawis menjelaskan bahwa dengan tugas yang diberikan motivasi siswa dalam mengerjakan sudah nampak namun beberapa siswa masih kurang memperhatikan proses pembelajaran. Siswa juga cenderung masih kurang aktif dan kurang berinteraksi dengan siswa lain selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui adanya peningkatan belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran problem based learning, mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pekerjaan dasar teknik otomotif menggunakan model pembelajar problem based learining. Penelitian ini dilaksanakan melalui rancangan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta teori-teori pendukung dan hasil penelitian terdahulu tersebut maka dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar pekerjaan dasar teknik otomotif di SMK Kristen Kawangkoan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Hasil Belajar Based on interviews with the subject teacher in question, Mr. Glendy J. Rawis explained that with the assignments given, the students' motivation to do the work was visible, but some students still paid less attention to the learning process. Students also tend to be less active and interact less with other students during the learning process. This study aims to determine the increase in student learning by applying the problem based learning model, to find out the improvement in student learning outcomes in the basic work subject of automotive engineering using the problem based learning model. This research was conducted through classroom action design. Based on the results based on research and discussion as well as supporting theories and the results of previous studies, it can be said that the application of problem-based learning models can improve basic learning outcomes of automotive engineering at Kawangkoan Christian Vocational School. Keywords: Problem Based Learning, Result of Learning
KAJIAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FATEK UNIMA Hendrik Sumarauw; Bastian Rikardo Parhusip
GEARBOX: Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 2 No. 1: Juni 2021
Publisher : Pendidikan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan kemampuan berpikir yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa jurusan pendidikan teknik mesin fatek unima dalam proses pembelajaran. Ketrampilan berpikir kritis adalah potensi intelektual yang dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Setiap manusia memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi pemikir yang kritis karena sesungguhnya kegiatan berpikir memiliki hubungan dengan pola pengelolaan diri (self organization) yang ada pada setiap mahluk di alam termasuk manusia sendiri. Dalam era globalisasi ini seseorang dapat memperoleh informasi dengan berbagai cara, tempat, dan waktu. Agar informasi yang diperoleh seseorang dapat berdaya guna dan tidak menimbulkan dampak negatif maka diperlukan “filter” untuk menyaring setiap informasi yang diterima. Salah satu filter tersebut adalah kemampuan berpikir kritis yang dimiliki seseorang. Dengan kemampuan berpikir kritis seseorang akan menentukan serta mempertimbangkan secara hati-hati dan sengaja apakah menerima, menolak, atau menunda menerima suatu informasi. Mengingat pentingnya kemampuan berpikir kritis maka kemampuan berpikir kritis perlu dimiliki oleh setiap orang. Berpikir kritis dapat diartikan sebagai proses juga sebagai suatu kemampuan. Proses dan kemampuan tersebut digunakan untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang didapat atau informasi yang dihasilkan. Kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran. Ketrampilan berpikir adalah salah satu kecakapan hidup (life skill) yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan. Kemampuan seseorang untuk dapat berhasil dalam kehidupannya antara lain ditentukan oleh ketrampilan berpikirnya, terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.