Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK SIRUP JAHE NIRA KELAPA TERFERMENTASI DELAPAN JAM (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI SARI JAHE) [IN PRESS JULI 2015] Rizky Febriyanti; Wahono Hadi Susanto; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nira kelapa adalah cairan bening yang keluar dari bunga kelapa yang pucuknya belum membuka. Didalam nira mengandung gula, lemak, dan protein yang merupakan media terbaik untuk pertumbuhan mikroorganisme dari lingkungan sekitarnya. Nira yang telah mengalami proses fermentasi tidak dapat diolah dan dicetak menjadi gula batok yang berkualitas baik. Nira yang mengalami fermentasi dapat diolah menjadi sirup namun memiliki rasa yang masam sehingga perlu ada penambahan perasa. Penambahan  jahe dapat memperbaiki kualitas dari sirup nira kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan varietas jahe dan konsentrasi sari jahe dalam pembuatan sirup nira kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan tersarang (Nested Design). Faktor 1 adalah varietas jahe (jahe merah, jahe gajah, dan jahe emprit) sedangkan faktor 2 merupakan konsentrasi penambahan sari jahe dengan 3 level (5%,10%,15%). Hasil perlakuan terbaik kemudian diuji dengan Metode Multiple Attribut. Perlakuan terbaik menurut parameter fisiko-kimia diperoleh pada perlakuan varietas jahe merah dengan penambahan konsentrasi sari jahe 10%.   Kata Kunci: Nira Terfermentasi, Sari Jahe, Sirup , Varietas Jahe
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA CABAI MERAH DAN KOMBINASI TEPUNG DALAM PROPORSI TEPUNG KETELA POHON KERING DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP SIFAT KIMIA FISIK ORGANOLEPTIK KERUPUK CEKEREMES [IN PRESS JULI 2015] Yunda Aria Distira; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk cekeremes merupakan usaha masyarakat Desa Kedung Bunder Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa timur. Terdapat 127 pengrajin yang setiap harinya mampu menghasilkan kerupuk  Kg / hari. Kerupuk cekeremes dengan bahan baku tepung ketela pohon kering ini memiliki kenampakan yang kurang menarik dan tekstur yang keras, selain itu terdapat penggunaan bahan pewarna yang membahayakan tubuh bila di konsumsi. Upaya untuk memperbaiki kualitas dilakukan dengan penambahan pasta cabai merah dan kombinasi tepung dalam proporsi tepung ketela pohon kering dan tepung mocaf dalam pembuatan kerupuk cekeremes. Meningkatnya kualitas kerupuk dapat dilihat dari warna yang lebih baik, terkandungan betakaroten, lebih renyah dan kadar pati yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial  dengan dua faktor yaitu penambahan pasta cabai merah (10%,20%, dan 30%) dan proporsi tepung ketela pohon kering dan tepung mocaf (30g:70g, 50g:50g, dan 70g:30g). Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan dianalisis menggunakan ANOVA dengan menggunakan uji lanjut atau uji DMRT (α=5%). Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik dari segi fisik dan kimia serta organoleptik pada penambahan pasta cabai merah 30% dan kombinasi tepung dalam proporsi tepung ketela pohon kering dan tepung mocaf (30g:70g).   Kata kunci : Cabai, Cekeremes, Lokal, Mocaf
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN SERTA PROPORSI TEPUNG MOCAF DAN PASTA LABU KUNING TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA ORGANOLEPTIK KERUPUK CEKEREMES [IN PRESS JULI 2015] Monica Virganita Puspita Rani; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa industri rumah tangga di desa Kedung Bunder Blitar menghasilkan kerupuk cekeremes. Kapasitas produksi rata – rata 15 - 20 kg/hari. Kelemahan penggunaan bahan baku tepung gaplek memiliki warna kecoklatan. Untuk meningkatkan kualitas warna , diperlukan penggantian tepung gaplek dengan tepung mocaf dan pasta labu kuning. Tepung mocaf memiliki warna putih, bau yang tidak apek dan kandungan pati yang tinggi. Pasta labu kuning sendiri mengandung provitamin A yang digunakan sebagai sumber pewana alamai untuk meningkatkan warna dan nilai gizi kerupuk cekeremes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah lama pengukusan (15 menit ; 25 menit ; 35 menit) dan faktor kedua proporsi tepung mocaf : pasta labu kuning (70 : 30 ; 60 : 40 ; 50 : 50) dengan 3 kali ulangan.   Kata Kunci : Cekeremes , Labu Kuning , Mocaf
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN SUSU KAPUR DAN STPP (Sodium Tripolyphospat) TERHADAP KUALITAS GULA KELAPA (Cocos nucifera L) [IN PRESS JULI 2015] Wirayani Febri Haloho; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi nira kelapa sebagai alternatif bahan untuk membuat gula cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi susu kapur dan STPP sehingga gula kelapa yang dihasilkan memiliki kualitas yang optimum. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor 1 yaitu konsentrasi susu kapur yang terdiri dari 3 level (12%; 17%; 22% b/v) dan faktor 2 yaitu konsentrasi STPP yang terdiri dari 3 level (200 ppm; 400 ppm; 600 ppm b/v), dengan 3 kali ulangan. Pemilihan perlakuan terbaik dengan metode Indeks Efektifitas De Garmo dan uji organoleptik pada produk gula kelapa dianalisis menggunakan uji kesukaan. Perlakuan terbaik organoleptik diperoleh pada konsentrasi susu kapur 17% dan STPP 400 ppm dan perlakuan terbaik fisiko-kimia ialah dengan kombinasi perlakuan penambahan konsentrasi susu kapur 22% dan STPP 400 ppm. Kata Kunci: Gula kelapa, STPP, Susu kapur
KARAKTERISASI HARD CANDY JAHE BERBASIS NIRA KELAPA (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI SARI JAHE) [IN PRESS JULI 2015] Illiyin Manistha Yazakka; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya produk olahan nira kelapa membuat harga jual nira kelapa cukup murah, sehingga perlu dilakukan pengembangan produk olahan nira kelapa. Salah satunya adalah pengolahan hard candy jahe berbasis nira kelapa. Pengolahan ini didasarkan kandungan sukrosa pada nira kelapa, selain itu ditambahkan jahe karena jahe mengandung senyawa fenol yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggunaan jenis dan konsentrasi penambahan sari jahe serta proporsi yang tepat untuk menghasilkan hard candy jahe terbaik. Metode penelitian dilakukan dengan Rancangan Tersarang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan metode ANOVA. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Penggunaan jenis jahe berpengaruh terhadap total fenol, aktivitas antioksidan, tingkat kecerahan (L), kemerahan (a*) dan kekuningan (b*). Konsentrasi penambahan sari jahe berpengaruh terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan. Didapatkan perlakuan terbaik dari perlakuan penggunaan jenis jahe gajah dengan konsentrasi penambahan 15% dan perlakuan penggunaan jenis jahe emprit dengan konsentrasi penambahan sebesar 10%.   Kata kunci: Hard Candy, Jahe, Nira Kelapa
PEMBUATAN GULA KELAPA DARI NIRA TERFERMENTASI ALAMI (KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ANTI INVERSI DAN NATRIUM METABISULFIT) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Ferry Pratama; Wahono Hadi Susanto; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula kelapa merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Anti inverse merupakan suatu bahan pengawet yang dicampur dengan larutan penyangga yang mampu menjaga kestabilan pH dan menurunkan aktivitas enzim. Natrium Metabisulfit termasuk salah satu pengawet yang sering digunakan dalam pembuatan gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman bumbung dengan larutan anti inversi dan penambahan konsentrasi natrium metabisulfit terhadap nira kelapa terfermentasi secara alami selama 8 jam pada pembuatan gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik dari segi fisik, kimia diperoleh pada perlakuan anti inversi 3000 ppm dan natrium metabisulfit 500 ppm yaitu kadar air (5.01%), gula reduksi (3.67%), sukrosa (77.67%), pH (6.54), kecerahan (48.93), kemerahan (28.10), kekuningan (33.13), residu sulfit (79.52 ppm), rendemen (17.01%), dan kadar abu (1.80%). Untuk parameter organoleptik diperoleh pada perlakuan anti inversi 2000 ppm dan natrium metabisulfit 300 ppm yaitu warna (4.50), rasa (4.50), aroma (4.65) dan tekstur (4.55).   Kata Kunci: Anti Inversi, Gula Kelapa, Natrium Metabisulfit
PENGARUH UMUR FERMENTASI TEMPE DAN PROPORSI DEKSTRIN TERHADAP KUALITAS SUSU TEMPE BUBUK [IN PRESS JANUARI 2014] Duta Pakerti Darajat; Wahono Hadi Susanto; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe adalah makanan tradisional khas Indonesia yang memiliki nutrisi yang berkualitas. Kandungan nutrisi yang terkandung dalam tempe antara lain adalah protein, asam amino, lemak dan lain sebagainya. Pengolahan tempe saat ini cukup digoreng saja, sehingga akan terjadi penurunan nutrisi pada tempe akibat proses pemanasan. Usaha untuk menjaga nutrisi pada tempe adalah pembuatan susu bubuk. Permasalahan susu bubuk adalah jumlah rendemen yang rendah, sehingga perlu dilakukan penambahan dekstrin untuk menghasilkan susu bubuk dengan kualitas yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur fermentasi tempe dan proporsi dekstrin untuk mendapatkan susu tempe bubuk dengan nilai terbaik dari segi kualitas dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Susu tempe bubuk perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan umur fermentasi tempe 36 jam dan proporsi dekstrin 7.5%.Kata kunci: Susu tempe bubuk, Umur fermentasi tempe, Proporsi dekstrin
PEMBUATAN SARI APEL (Malus sylvestris Mill) DENGAN EKSTRAKSI METODE OSMOSIS (KAJIAN VARIETAS APEL DAN LAMA OSMOSIS) Dhita Aprillia; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel dapat diolah menjadi sari apel alami dengan penambahan gula dan asam sitrat. Ekstraksi dengan metode osmosis akan menghasilkan sari apel dengan mutu yang baik serta dapat memberi nilai tambah dari segi ekonomi, kesehatan dan kualitas produk dengan berbahan baku apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama osmosis tersarang dalam varietas apel terhadap kualitas sifat fisik, kimia dan organoleptik pada sari apel. Metode penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Varietas apel berpengaruh sangat nyata terhadap VMSA, vitamin C, total fenol, aktivitas antioksidan, gula reduksi, nilai pH dan warna. Perlakuan lama osmosis berpengaruh sangat nyata terhadap VMSA, vitamin C, total fenol, aktivitas antioksidan, gula reduksi, nilai pH dan warna. Perlakuan terbaik menurut parameter organoleptik yaitu sari apel varietas Manalagi dengan lama osmosis 24 jam dengan penilaian warna 4.10 (suka), rasa 3.80 (suka) dan aroma 3.90 (suka). Kata kunci : Apel Afkir, Ekstraksi Osmosis, Sari Apel
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS DAN KONSENTRASI PASTA (SANTAN DAN KACANG) TERHADAP KUALITAS PRODUK GULA MERAH [IN PRESS JANUARI 2014] Clara Dea Nastasia Sutrisno; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula merah tebu merupakan alternatif yang dapat dipilih untuk memenuhi kebutuhan gula di Indonesia. Komposisi gula merah tebu seperti lemak dan protein lebih sedikit dibandingkan gula merah kelapa. Sehingga dilakukan perbaikan mutu gizi terhadap gula merah tebu dengan penambahan pasta santan dan pasta kacang. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan mutu kandungan gula merah tebu serta menentukan proporsi pasta santan dan pasta kacang yang tepat pada gula merah tebu. Penelitian menggunakan Rancangan Tersarang dengan dua faktor yaitu jenis pasta dan konsentrasi pasta. Jenis pasta terdiri dari dua level yaitu pasta santan dan pasta kacang sedangkan konsentrasi pasta terdiri dari tiga level yaitu 20%, 30%, 40% dengan 3 kali pengulangan. Hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik menurut parameter fisik dan kimia adalah jenis pasta santan konsentrasi 40% sedangkan perlakuan terbaik menurut parameter organoleptik adalah jenis pasta santan konsentrasi 20%. Kata kunci: Gula Merah Tebu, Pasta Santan, Pasta Kacang, Lemak, Protein
PENGARUH pH NIRA TEBU (Saccharum officinarum) DAN KONSENTRASI PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP KUALITAS GULA MERAH [IN PRESS JULI 2014] Maya Dwi Erwinda; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu sangat potensial dikembangkan di Indonesia, salah satunya yaitu mengolahnya menjadi gula merah. Kualitas gula merah yang dihasilkan dipengaruhi oleh bahan baku utamanya yaitu nira tebu. Sifat nira tebu mudah rusak karena memiliki pH asam. Cara untuk menghilangkan sifat asam larutan dengan menambahkan bahan yang bersifat basa yaitu kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan susu kapur yang sesuai dan diharapkan gula merah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) atau DMRT (Duncane Multyple Range Test). pH nira tebu dan konsentrasi penambahan kapur berpengaruh terhadap kualitas  fisik,  kimia  dan  organoleptik  gula merah.  Parameter terbaik  kimia  dan  fisik yaitu nira tebu pH 5.5 (± 0.1) dengan konsentrasi penambahan kapur 0.05%, sedangkan gula merah  terbaik  menurut  organoleptik  yaitu nira tebu pH 5.5 (± 0.1) dengan konsentrasi penambahan kapur 0.075%.   Kata kunci: Gula merah, Kapur, Nira tebu, Tebu
Co-Authors Abdullah Hafidz Imaduddin Achmad Fajar Maulana Achmad Fajar Maulana Anasthasia Ananta Carolina Titi Ola Aninditya Puspitasari Annisa Ayu Pratiwi Aprodhyta Christy Kusuma Putri Aprodhyta Christy Kusuma Putri Ardhia Deasy Rosita Dewi Ardhia Deasy Rosita Dewi Atika Yahdiyani Ikhsani Atika Yahdiyani Ikhsani Bagus Rakhmad Setyohadi Cahya Alfiah Cahya Alfiah Chandra Maysasri Trisshanti Chandra Maysasri Trisshanti Choiriya Tri Wahyuningtias Clara Dea Nastasia Sutrisno Clara Dea Nastasia Sutrisno Crysse Zuliana Crysse Zuliana Della Putri Arumsari Dewi Prima Lestari Dewi Prima Lestari Dewinta Ayu Prista Dewinta Ayu Prista, Dewinta Ayu Dhita Aprillia Diah Erika Pangestu Duta Pakerti Darajat Duta Pakerti Darajat Ellen Demi Winata Ellen Demi Winata Elok Waziiroh Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Eni Suryani Eni Suryani Febri Nuron Amanu Febri Nuron Amanu Feby Cahya Feby Cahya Feronika Heppy Sriherfyna Ferry Pratama Ferry Pratama Fredi Eka Permana Fredi Eka Permana, Fredi Eka Fuadiyah Nila Kurniasari Gaby Novitalia Putri Hamita Rahmasari Hamita Rahmasari Hani Rachmayati Herdimas Wuryantoro Herdimas Wuryantoro Illiyin Manistha Yazakka Illiyin Manistha Yazakka Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Kharis Izzul Sulthoni Kharis Izzul Sulthoni, Kharis Izzul Khoirina, Adhian Dini Khoirina Kiki Diah Amalia Lionny Candra Dewi Lionny Candra Dewi M Roekaqo Taufiqul M Roekaqo Taufiqul Maria Pesona Nuansa Maria Pesona Nuansa Maulida Alexianingrum Maya Dwi Erwinda Maya Dwi Erwinda Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mita Widyaningtyas Mita Widyaningtyas Moch Agung Puji Saputro Moch Agung Puji Saputro Monica Virganita Puspita Rani Monica Virganita Puspita Rani Muhammad Rajif Achdiatsyah Muhammad Rajif Achdiatsyah, Muhammad Rajif Muhammad Yudda Rahardian Mulyana Mulyana Mulyana Mulyana Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Ovrida Wahyu Nilasari Panji Prasetyo Panji Prasetyo Priyantini Kurniawati Priyantini Kurniawati Rifqi Thirafi Ramadhana Rizky Febriyanti Rizky Febriyanti Rositha Adryana Christanti Rr. Astri Inneke Yunita Wijayanti Rudi Gunawan Septian Ulul Albab Septian Ulul Albab, Septian Ulul Shinta Rosalia Dewi Siska Tresna Yuliwaty Siska Tresna Yuliwaty Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Ulfah Regiarti Ulfah Regiarti Umi Nadhiroh Wahyu Remadani Wahyu Remadani, Wahyu Wirayani Febri Haloho Wirayani Febri Haloho Yeni Kurniati Yeni Kurniati Yunda Aria Distira Yunda Aria Distira Zerlin Ulfa Shabrina