Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 Pada Pt Xyz Pada Objektif Apo13 Dan Dss05 Aydila, Aisyah Wulan; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Praditya, Dhata
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Di era digital yang terus berkembang, teknologiinformasi (TI) menjadi krusial bagi kelangsungan operasionalperusahaan di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis penerapan tata kelola TI di PT XYZ, terutamadalam aspek keamanan informasi, menggunakan kerangkakerja COBIT 2019. Fokus penelitian ini adalah pada objektifAPO13 (Managed Security) dan DSS05 (Managed SecurityServices). Evaluasi menunjukkan bahwa PT XYZ telahmencapai tingkat kapabilitas yang memadai di beberapa area,namun terdapat kekurangan dalam pengelolaan keamananjaringan, titik akhir, dan akses informasi. Rekomendasi yangdiberikan mencakup aspek people, process, dan technology,dengan saran untuk perbaikan kebijakan, prosedur, danpenerapan teknologi guna meningkatkan keamanan informasi.Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu PT XYZdalam mencapai standar tata kelola TI yang lebih baik danmeningkatkan daya saing perusahaan di pasar. Kata kunci— APO13, COBIT 2019, DSS05, Tata Kelola Teknologi Informasi
Implementasi It Service Management (Itsm) Pada Proses Incident Management Dan Problem Management Menggunakan Framework Itil V3 Di Diskominfo Kota Bandung Cheni, Aulia Ulfa; Santoso , Ari Fajar; Praditya, Dhata
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pada era digital saat ini, implementasiTeknologi Informasi (TI) memberikan manfaat sekaligusdampak yang besar terhadap operasi bisnis salah satunya padapenyediaan layanan (service) TI baik organisasi swasta maupunpada pemerintahan. Penyediaan layanan TI juga menjadi fokusdari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KotaBandung, yang merupakan sebuah instansi pemerintah daerahyang bertanggung jawab pada sektor komunikasi daninformatika Kota Bandung di pemerintahan Kota Bandung.Penyediaan layanan di Diskominfo Kota Bandung saat inididukung oleh aturan penerapan SPBE (Sistem PemerintahanBerbasis Elektronik) dan dengan mengadopsi ISO/IEC 20000.Pada penelitian ini dilakukan evaluasi implementasi ITSM padaDiskominfo Kota Bandung menggunakan ITIL V3 pada ServiceOperation proses Incident Management dan ProblemManagement. ITIL V3 sebagai kerangka kerja untukmelengkapi implementasi pengelolaan layanan TI. Penelitian inidilakukan dengan menganalisis gap berdasarkan hasilasseesment ITIL V3 menggunakan pengukuran CMMI yangdidapatkan dari hasil wawancara dengan stakeholder terkait.Tujuan dilakukannya implementasi ITSM menggunakan ITILV3 adalah untuk dapat meningkatkan kualitas pengelolaanlayanan TI sehingga lebih efektif dan efisien, denganmengusulkan roadmap rekomendasi yang nantinya dapatdijadikan sebagai referensi atau acuan pengelolaan insiden danmasalah TI di Diskominfo Kota Bandung. Kata kunci— ITSM, Incident Management, Problem Management, ITIL V3, Diskominfo Kota Bandung.
Implementasi IT Service Management Pada Proses Request Fulfillment dan IT Service Continuity Management Menggunakan Framework ITIL V3 Di Diskominfo Kota Bandung Hilma, Zahra; Santoso, Ari Fajar; Praditya, Dhata
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Di era yang semakin canggih dan bergantungpada teknologi ini, manajemen layanan TI sangat diperlukanpada suatu organisasi. Salah satu metode yang dapat digunakandalam proses manajemen layanan TI yaitu dengan InformationTechnology Service Management (ITSM). ITSM penting dalammenangani masalah terkait teknologi informasi sertamenciptakan layanan yang optimal sesuai dengan kebutuhanpengguna. ITSM dapat menjadi metode yang sistematis bagiinstansi seperti Diskominfo Kota Bandung untukmengoptimalkan penggunaan TI dalam memberikan layananyang lebih baik. Dalam pengelolaan layanannya, DiskominfoKota Bandung sudah memenuhi standr SPBE dan ISO 20000,namun belum menetapkan kerangka kerja ITIL. Saat ini,Diskominfo menghadapi tantangan dalam pengelolaan tingkatlayanan, seperti kurang efektifnya penanganan permintaanlayanan dan respons terhadap layanan terkait kontinuitas yangmasih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penelitian inibertujuan untuk meningkatkan pengelolaan layanan padaproses Request Fulfillment dan IT Service ContinuityManagement dengan menerapkan kerangka kerja ITIL V3sebagai panduan terbaik dalam ITSM. Metode yang digunakanpenelitian ini mencakup studi literatur, wawancara, sertapengisian assessment. Data yang diperoleh akan dianalisismenggunakan ITIL V3 untuk mengidentifikasi area yang perludiperbiki. Penlitian ini menghasilkan rekomendasi yangmencakup people aspect, process aspect, dan technology aspectuntuk menyelesaikan permasalahan yang ada, sertapenyusunan roadmap implementasi yang dapat diterapkan diDiskominfo Kota Bandung. Kata kunci— ITSM, ITIL V3, Request Fulfillment, IT ServiceContinuity Management, Diskominfo Kota Bandung.
IMPLEMENTATION OF IT SERVICE MANAGEMENT (ITSM) IN SERVICE LEVEL MANAGEMENT AND CAPACITY AND PERFORMANCE MANAGEMENT PROCESSES Rahmasari, Ardia Cahyani; Santoso, Ari Fajar; Praditya, Dhata
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v6i2.2230

Abstract

IT Service Management (ITSM) is essential for organizations to address IT challenges and deliver services that meet user needs, improve quality, and reduce costs. For government agencies like Diskominfo Kota Bandung, ITSM offers a structured approach to optimizing IT in service delivery. While Diskominfo follows the Electronic-Based Government Letter (SPBE) guidelines aligned with ISO 20000, it has yet to implement ITIL standards. The organization faces challenges in managing service levels, including the absence of precise Service Level Requirements (SLR) and Service Level Agreements (SLA), and struggles with managing service capacity and performance. These challenges highlight the need for improvements in their ITSM processes. This study evaluates and enhances the ITSM processes at Diskominfo Kota Bandung, focusing on Service Level Management and Capacity and Performance Management, using the ITIL V3 framework as a best practice model. The research adopts a Design Science Research (DSR) methodology to create innovative, actionable solutions. Data was collected through interviews and assessments and analyzed using Capability Maturity Model Integration (CMMI) to identify improvement areas based on ITIL V3. The results show that the Service Level Management process is at Level 1 (Initial), while Capacity and Performance Management is partially at Level 2 (Repeatable). Recommendations are provided for improvements across people, processes, and technology to optimize ITSM practices and achieve higher maturity levels aligned with ITIL V3.
Strategi Terintegrasi Perancangan Framework AI Readiness untuk Meningkatkan Kesiapan Organisasi dalam Mengadopsi Kecerdasan Buatan Rahmadhini, Indryana; Praditya, Dhata; Fajar , Ari
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi salah satupendorong utama transformasi di berbagai sektor, membawaperubahan besar pada cara organisasi menjalankan operasinya.Penerapan AI yang sukses dapat menghasilkan efisiensi,inovasi, dan keunggulan kompetitif. Namun, di tengah potensiini, banyak organisasi menghadapi tantangan signifikan dalammenilai kesiapan mereka untuk mengadopsi AI, terutama padatahap awal (pre-adoption). Tantangan ini mencakup berbagaiaspek, seperti kesiapan data, kecukupan teknologi, danpengembangan keterampilan tenaga kerja. Penelitian inibertujuan mengembangkan sebuah Framework Kesiapan AIyang komprehensif dengan fokus pada enam aspek utama:Kesiapan Data, Infrastruktur dan Teknologi, Tenaga Kerja danKeterampilan, Tata Kelola dan Strategi Organisasi, Etika,Kepercayaan, dan Manajemen Risiko, serta Kasus Bisnis danPenyesuaian Nilai. Framework ini dirancang untuk menjadialat strategis bagi organisasi dalam menilai kesiapan merekasecara sistematis, mengidentifikasi kesenjangan yang ada, sertamerancang strategi adopsi yang efektif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa framework ini tidak hanya relevan diberbagai sektor, tetapi juga menekankan pentingnya adopsi AIyang etis, terukur, dan berkelanjutan. Pendekatan inidiharapkan dapat mendorong organisasi memanfaatkan AIsecara optimal, sekaligus memitigasi risiko yang mungkintimbul dari penerapannya. Kata kunci— Kecerdasan Buatan, Framework Kesiapan AI,Pre-Adoption.
Perbandingan Keamanan Siber: Integrasi Strategi Proaktif untuk Meningkatkan Kesiapan Organisasi Larasati, Larasati; Praditya, Dhata; Santoso, Ari Fajar
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan siber menjadi tantangan utama di eradigital, dengan ancaman yang terus berkembang sepertiransomware, serangan berbasis trojan, dan phishing. Berbagaiframework seperti COBIT 2019, NIST CybersecurityFramework (CSF), dan MITRE ATT&CK telah banyakditerapkan untuk membantu organisasi mengelola risiko danmelindungi aset digital mereka. Namun, setiap frameworkmemiliki kekuatan dan kelemahan, sehingga integrasi elementerbaik dari masing-masing framework menjadi penting untukmenciptakan kerangka kerja yang lebih efektif. Artikel inimembahas perbandingan dan integrasi framework-frameworktersebut untuk membangun kerangka kerja keamanan siberyang proaktif dan holistik. Framework hasil integrasi inimencakup empat aspek utama: Data Security, Application andEndpoint Security, Network and Perimeter Security, sertaHuman Layer. Integrasi ini memadukan tata kelola strategisdari COBIT 2019, modularitas dan fleksibilitas NIST CSF, sertapendekatan berbasis ancaman dari MITRE ATT&CK.Hasilnya adalah solusi komprehensif yang tidak hanyameningkatkan efisiensi manajemen risiko tetapi juga dapatdisesuaikan dengan kebutuhan sektor pemerintahan,pendidikan, layanan keuangan, dan industri lainnya.Framework ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapankeamanan siber organisasi secara signifikan, mengurangikerentanan, memprioritaskan mitigasi risiko, serta merancangstrategi perlindungan yang adaptif terhadap ancaman yangterus berkembang.Kata kunci— Keamanan Siber, Framework Terintegrasi,Tingkat Kematangan, Framework Keamanan Siber
Strategi Terintegrasi Dalam Perancangan Assessment Pelindungan Data Pribadi Lestari , Mutiara Oktaviena; Praditya , Dhata; Santoso, Ari Fajar
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan dan pelindungan data pribadimenjadi perhatian di era digital, terutama denganmeningkatnya ketergantungan pada teknologi dan penetrasiinternet di Indonesia serta perlunya kepatuhan terhadapUndang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi parameter yang mampumengukur tingkat kesiapan organisasi dalam mematuhiUndang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Pendekatan inimelibatkan proses agregasi berbagai standar dan frameworkseperti SKKNI, COBIT 2019, DAMA-DMBOKv2, ASEAN DataManagement Framework (DMF), NIST Privacy Framework,dan CIPM Body of Knowledge dalam menciptakan kerangkakerja. Kerangka kerja yang dirancang berfokus pada limaaspek Data Privacy Governance, Legal basis and ConsentManagement, Data Security, Audit Trail dan IncidentManagement. Melalui validasi dengan metode Best-Worst,framework ini dirancang untuk dapat memberikan pandungandalam meningkatkan kepatuhan terhadap Undang-UndangPerlindungan Data Pribadi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kerangka kerja yang dirancang dapat relevanmembantu organisasi dalam meningkatkan kepatuhan.Framework ini menyajikan pendekatan strategis untukmengatasi tantangan operasional terkait pelindungan data.Framework ini diharapkan dapat menjadi alat yangbermanfaat bagi organisasi di Indonesia dalam melindungi datapribadi, sekaligus mendukung implementasi dari UndangUndang Pelindungan Data Pribadi.Kata kunci— Pelindungan Data Pribadi, Keamanan Data,Kerangka kerja, Metode Best-Worst
Perancangan dan Analisis Enterprise Architecture pada Divisi Operasi di PT XYZ Menggunakan TOGAF ADM Akbar , Bintang Anugrah; Dewi, Fitriyana; Praditya, Dhata
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Perusahaan-perusahaan saat ini selalu berupayauntuk beradaptasi pada lingkungan bisnis dengan tantangandistrupsi digital, sehingga perusahaan harus menyesuaikanaktivitas mereka dengan perubahan yang terjadi. PT XYZmerupakan perusahaan yang mempunyai jasa pemasanganjaringan baru dan pemeliharaan jaringan dan pada saat ini PTXYZ belum bisa mencapai sasaran salah satu Key PerformanceIndicator (KPI). Dampak dari kegagalan pencapaian sasarannilai dari KPI yang telah ditetapkan berpotensi menurunkanindeks kepuasan pelanggan, dan ketidakefisienan secara biayadan waktu. Untuk menjawab persoalan tersebut, perusahaanmembutuhkan framework yang terintegrasi agar perusahaandapat mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikan solusidari permasalahan yang sedang dihadapi, maka dari itupenelitian ini menggunakan Enterprise Architecture (EA)sebagai framework untuk mengatasi masalah yang sedangdihadapi. Kata kunci— Enterprise Architecture, TOGAF ADM, blueprint.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 Pa-da Risk Profile (Enterprise/IT Architecture, Hardware Incidents, IT Opera-tional Infrastructure Incidents, dan IT-Investment Decision Making, Port-folio D Khairunnisa, Suffy Aurora; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Praditya, Dhata
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6485

Abstract

PT. XYZ, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat, membutuhkan manajemen risiko teknologi informasi yang efektif untuk mendukung operasionalnya. Seiring dengan perkembangan pesat teknologi informasi dan internet, peran TI menjadi semakin penting. Saat ini, PT. XYZ belum memiliki kerangka kerja formal untuk manajemen risiko TI, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisisnya menggunakan framework ISO/IEC 27005:2018. Penelitian ini melibatkan proses identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan risiko sesuai dengan panduan ISO/IEC 27005. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Penilaian risiko dilakukan dengan mengacu pada COBIT 2019, mencakup aspek seperti Enterprise/IT Architecture, Hardware Incidents, IT Operational Infrastructure Incidents, dan IT-Investment Decision Making, Portfolio Definition and Maintenance. Implementasi manajemen risiko ini membantu mengatasi berbagai risiko yang ditemukan. Dari penilaian yang dilakukan, teridentifikasi 21 risiko, dengan delapan (8) di antaranya berisiko tinggi, lima (5) berisiko sedang, dan delapan (8) lainnya berisiko rendah. Mitigasi risiko dilakukan dengan mengikuti panduan dari COBIT 2019 untuk mendukung kelancaran operasional dan mengurangi dampak negatif dari risiko TI. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi perusahaan dan peneliti di masa depan.
ANALISIS IT RISK MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 Pada Risk Profile Logical Attacks, Program and Projects Lifecycle Management, Software Adoption/Usage Problems, dan Unauthorized Actions (Studi Kasus: PT XYZ) Fawwazdzaky, Raif; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Praditya, Dhata
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6484

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan yang beroperasi di bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). PT XYZ memiliki divisi ERM yang mengelola risiko, namun belum ada pendekatan khusus untuk mengelola risiko di unit IT. Hal ini dapat menyebabkan risiko terkait teknologi informasi belum terkelola dengan baik dan berpotensi mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi potensi risiko yang mungkin muncul dalam kegiatan operasional unit IT PT XYZ, serta memberikan rekomendasi untuk menerapkan rekomendasi untuk penerapan manajemen risiko yang efektif. Dalam penelitian ini, framework ISO 27005 dipilih sebagai standar untuk pengelolaan risiko, sementara identifikasi risiko dilakukan dengan mengadopsi COBIT 2019 sebagai referensi daftar risiko. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dengan stakeholder terkait. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 23 risiko, terdiri dari 8 risiko yang memiliki tingkat risiko Low, 7 risiko yang memiliki tingkat risiko Medium, 5 risiko yang memiliki tingkat risiko High, dan 3 risiko yang memiliki tingkat risiko Crisis. Dari total 23 risiko tersebut, 15 diantaranya akan diprioritaskan untuk penanganan dengan kontrol yang sesuai menggunakan framework COBIT 2019 dan NIST SP 800-53 sebagai panduan tambahan. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa risiko-risiko tersebut dapat dikelola secara efektif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional unit IT di PT XYZ, meminimalkan potensi gangguan, dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.