Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : TEKNOSIAR

Kajian Tarif Angkutan Pedesaan Trayek Terminal Kota Ruteng – Satar Mese Gare, Mansuetus; Wora, Mikael
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.697 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.228

Abstract

Penelitian ini ingin menunjukkan besar tarif normal yang layak berdasarkan situasi dan kondisi saat ini. Hasil yang diperoleh BOK sebesar Rp.222.900,00 /hari/ trip, maka tariff rata-rata sebesar Rp. 12.800,00 sedangkan tariff berdasarkan Perda sebesar Rp. 13.464,00. Namun Tarif real dilapangan variasi yaitu Rp. 15.000,00 Rp. 18.000,00 dan Rp 20.000,00. Kemauan masyarakat membayar angkutan antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000 dengan rata-rata Rp 12.300,00 masih dalam batas normal, Sedangkan berdasarkan analisis dari biaya yang di keluarkan setiap kali kendaraan beroperasi yaitu sebesar Rp 18.600,00 masih jauh dari tarif tetapan pemerintah daerah yaitu sebesar Rp 13.500,00. Kemampuan membayar untuk transportasi faktual rata-rata Rp 12.300,00 Sedangkan kemampuan membayar terendah dari masyarakat sebesar Rp 10.000,00 dan kemampuan membayar masyarakat tertinggi sebesar Rp 20.000,00. Kemauan membayar tarif dari masyarakat di Ruteng dan Kecamatan Satar Mese rata-rata Rp 12.800,00 Sedangkan kemauan membayar tarif terendah sebesar Rp 10.000,00 dan kemauan membayar tarif tertinggi sebesar Rp 20.000,00. Berdasarkan analisis data pengeluaran kendaraan tiap kali beroprasi, tarif angkutan umum jurusan kota Ruteng - Satar Mese yang efektif perhari yaitu sebesar Rp 18.600,00 /pnp/rit.
Kinerja Ruas Jalan Pada Pusat Perbelanjaan Di Kawasan Pasar Inpres Ruteng Mamput, Hiasintus Regulas; Gare, Mansuetus; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.829 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.235

Abstract

Pasar merupakan tempat terjadinya aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli. Jalan merupa sarana lalu lintas bagi para pengunjung maupun pedagang. Dima terdapat aktivitas yang cukup tinggi karena pedangan maupun pengunjung selalu menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat selain pejalan kaki.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja ruas jalan pada pusat perbelanjaan dikawasan pasar Inpres Ruteng serta dampak lalu-lintas yang ditimbul akibat adanya pusat perbelanjaan. Data-data yang digunakan: geometrik jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan kendaraan. Metode pengumpulan data: observasi (pengamatan langsung) dan traffic counting. Metode analisis menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Hasil analisis menunjukan bahwa derajat kejenuhan jika tidak adanya bangkitan kendaraan masuk dalam kategori E yaitu arus tidak stabil kecepatan terkadang terhenti, permintaan sudah mendekati kapasitas, sedangkan jika adanya bangkitan kendaraan masuk dalam kategori C yaitu arus stabil, kecepatan di kontrol oleh arus lalu lintas. Tingkat pelayanan yang terjadi menunjukkan dkondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan, dimana kawasan tersebut mengalami kemacetan pada jam-jam tertentu yang disebabkan oleh hambatan samping yang sangat tinggi karena frekuensi kejadian sebesar 927,6 kejadian/jam ? 900 kejadian/jam dari standar MKJI.
Analisis Tingkat Aksesibilitas Mobil Penumpang Umum Di Kabupaten Sikka Gado, Alfridus; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 16 No. 1 (2022): Volume 16 Nomor 1 April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v16i1.2141

Abstract

Sikka Regency is one of the areas located on Flores Island, East Nusa Tenggara Province. The region has many interesting natural and cultural riches, but is still hidden due to the lack of infrastructure development. These conditions affect the accessibility of public passenger cars in the Sikka Regency area. Perforated road conditions, hilly topography and narrow roads are factors that affect accessibility in the Sikka Regency area. This study aims to assess the level of accessibility of public passenger cars in the research location. The location of this research is in Paga Sub-district, Bola District and Magepanda District. The number of samples in this study was 384 people. This study uses quantitative research methods with an analysis of the level of accessibility. The results show that the level of accessibility in Paga and Bola sub-districts is moderate, which means that public passenger car access is not smooth, while the accessibility level in Magepanda sub-district is very high, which means that public passenger car access is very smooth. Recommendations from this research for local governments and local governments need to improve public passenger car facilities and improve access road connections for people in Sikka Regency.
Analisa Kemampuan Membayar Tarif Angkutan Umum Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 16 No. 2 (2022): Volume 16 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v16i2.2610

Abstract

The determination of public transportation rates in the North Ende District area is something that is dancingto be studied. It should be noted that the population in Ende Subdistrict consists of students, students,traders, civil servants, laborers, farmers. So there are still many variables that affect and involve variousparties. The research methodology by conducting interviews and questionnaires is spread across 7 zones.The data collected includes the desire of passengers to get the cheapest fares and public transport operators.For this reason, studies in determining the initial tariff and adjusting tariffs need to be carried outmeasurable studies. In the study, it found that the operational cost of the vehicle (BOK) was Rp.385,695.44.4% of transportation services are students with a rate of Rp.1,400 and 55.56% of general use at a rate ofRp.2,800. The average freight fare is Rp.2,175. Meanwhile, the ability of transportation users to pay tariffs isaround Rp.1,400 to Rp.2,600. And the willingness to use public transportation to pay a tariff of Rp.1,000 toRp.2,600. An average of Rp.1888 means that 24.25% of user will is below average value and 75.75% will isabove average. The conclusion of the tariff determination in North Ende sub-district is still within the normlimit where the student fare is IDR 1,400 and general passengers are IDR 2,800. It is not much different fromthe ability and willingness to use public transport.
Analisis Kapasitas Ruang Parkir Sepeda Motor Pada Pelabuhan Ipi Ende Gare, Mansuetus; Kota, Ireneus; Luis, Andreas
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.3121

Abstract

Parking is a special place for vehicles to stop for a while. Problems with the area of parking lots and the number of vehicles often occur in developing cities in Indonesia today. This has also happened in the city of Ende, especially in the Ipi harbor motorbike parking area which was affected by the increase in the number of residents and the number of vehicle activities. In order to find a safe parking space, it is necessary to do some research. This study aims to determine the value of parking characteristics and capacity (service capability) of motorbike parking spaces in Ipi Ende port. The method used in this study was direct observation (observation) which was carried out for 3 days. The data taken is in the form of parking volume, parking accumulation and parking duration. The data was then processed using "Guidelines for planning and parking facilities by the Directorate General of Land Transportation" (1998). The results of this study obtained parking volume = 126 vehicles, accumulation = 79 vehicles, average parking duration = 1.44 hours/vehicle, rate of change an = 1 vehicle/SRP/hour and parking index value = 94%. This shows that this value is close to the current parking service capacity threshold. As a suggestion, it is necessary to provide parking officers so that the provision of parking is more effective.
Evaluasi Kinerja Bus Ekonomi Rute Ende – Larantuka Gado, Alfridus; Kota, Ireneus; Tan, Valentinus; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3298

Abstract

Angkutan umum yang beroperasi pada rute Ende – Larantuka merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting keberadaanya dalam meningkatkan peretumbuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bus ekonomi angkutan umum yang beropereasi pada rute Ende – Larantuka dan sebaliknya, dilihat dari tingkat efektivitas dengan parameter faktor muat (Load Factor), Headway, kecepatan, dan waktu tempuh. Dengan menggunakan metode survei dan wawancara kepada operator atau sopir dan para penumpang angkutan umum pada rute Ende – Larantuka dan sebaliknya di dapat kisaran rata – rata faktor muat penumpang antara 62% - 66.69% Sedangkan rentangan standard yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah di atas 70%, maka factor muat penumpang rute Ende – Larantuka dan sebaliknya belum efektif. Headway yang diperoleh dari hasil pengolahan data rata-rata berkisaran anatara 7.75 menit – 25.25 menit sedangkan rentang standart yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 1 – 12 menit, headway yang diperoleh pada rute Ende – Larantuka dan sebaliknya sudah melebihi standard efektif. Untuk kecepatan perjalanan rute Ende-Larantuka dan sebaliknya berkisar antara 26 – 29 km/jam, sedangkan rentang standart yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk daerah lajur khusus adalah berkisar antara 15 – 18 km/jam. Untuk kecepatan perjalanan angkutan bus rute Ende-Larantuka dan sebaliknya sudah melebihi standart dari Direktorat Perhubungan Darat.
Evaluasi Kinerja Bundaran Simpang Lima Kabupaten Ende Gare, Mansuetus; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.3443

Abstract

In high traffic flows and congestion at intersections, the roundabout is easily blocked, which may causecapacity to be disrupted in all directions. This research study determines the performance of the EndeRegency Intersection five roundabout in current traffic conditions in terms of the level of traffic service, aswell as providing solutions to existing problems at the roundabout which are then used as a basis fordetermining the actions that need to be taken for existing problems. From the research results, it was foundthat the roundabout capacity (C) = 32.67, degree of saturation (DS) = 0.67, delay (DT) = 4.04, queuingopportunity (QPR) = 11.836, travel speed (VO) 30.00, Travel time for the single-line section (TT) = 7.07,which means that the traffic volume at the Simpang Lima roundabout is still tolerable.
Evaluasi Penerapan Manajemen Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembagunan Puskesmas Jawakisa Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo Meo, Yohanes; Gare, Mansuetus; Kota, Ireneus; Tan, Valentinus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.4035

Abstract

The construction of the Jawakisa Health Center is located in Tengatiba Village, South Aesesa District, Nagekeo Regency, in the implementation process did not meet the planned time, so the development project experienced delays. The purpose of this research is to evaluate the estimated costs and completion time for the construction of the project. This research uses quantitative methods by evaluated cost and time estimates for work that has been completed, and that has not been completed. The results of analysis using the value of results method are very effective in evaluating costs and time on the project. With the BCWS value for week 21 amounting to IDR 1,727,185,767.85, BCWP value for week 24 IDR 1,527,868,528.23, ACWP week 24 amounting to IDR 1,419,717,920.89, SV value – IDR 199,317.23, indicating the actual schedule is behind the planned schedule, CV value IDR 108,150.60, indicating the costs obtained is greater than the costs incurred, the SPI value for the 24th week is 0.88 indicating poor cost performance and wasteful compared to the planned schedule, the CPI value = 1.07 which means good and economical cost performance and shows the time needed for work that has not yet been completed. completed was 4.54 weeks while the total time to complete the entire project was 28.5 weeks and the estimated cost for the remaining work was Rp. 186,277,791.91 and the estimated total cost to complete all the work was Rp. early to optimize project results to the maximum.
Analisis Pengaruh Konektivitas Jaringan Jalan Terhadap Peningkatan Jumlah Kendaraan Di Kabupaten Sikka Gado, Alfridus; Tan, Valentinus; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4649

Abstract

Kondisi jalan yang sempit, klasifikasi jalan negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten yang kurang seimbang, tata guna lahan, pemilihan moda angkutan pribadi yang meningkat, waktu tempuh yang lama dan jarak dari desa ke daerah perkotaan yang jauh. Jumlah jaringan jalan yang minim, kondisi topografi yang berbukit, jalan yang sempit, menyebabkan konektivitas jaringan jalan yang mendukung mobilitas kendaraan dalam membantu pergerakan masyarakat memiliki tingkat pelayanan yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji konektivitas jaringan jalan yang meliputi jumlah jaringan jalan dan Panjang jalan dan hubungannya dengan peningkatan kendaraan di Wilayah Kabupaten Sikka Provinsi NTT dari tahun 2018 -2023 yang disesuaikan dengan kondisi eksisting lokasi penelitian. Analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linear untuk mendapatkan hubungan antara variabel independen yaitu jumlah jaringan jalan dan jumlah kendaraan sebagai variabel dependen di wilayah Kabupaten Sikka dari tahun 2018-2023. Hasil penelitian menunjukan konektivitas jaringan jalan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan peningkatan jumlah kendaraan dengan nilai korelasi 0,978 dan konektivitas jaringan jalan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah kendaraan dengan nilai signifikansi 0,009. Rekomendasi bagi pemerintah setempat agar dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan baik di pusat kota maupun di daerah-daerah pelosok sehingga dapat meningkatkan konektivitas jaringan jalan di Kabupaten Sikka.
Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Pelayanan Angkutan Umum Perkotaan Di Kota Ruteng Katur, Ferdinandus Adijaya; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4688

Abstract

Sarana transportasi yang dipilih dalam pola pergerakan lalulintas di kota Ruteng adalah angkutan umum jenis mini bus, berupa bemo. Dalam pengguna jasa angkutan umum pihak pengguna jasa mengharapkan diperoleh tingkat pelayanan yang sebaik-baiknya, yaitu adanya tingat pelayanan dari angkutan umum cukup memadai baik waktu tempu, tata kerama, kesopanan, kebersihan, kenyamanan, keamanan, juga mempunyai beberapa kebutuhan dan keinginan antara lain, tepat waktu, kecepatan perjalanan dari cuaca yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner terhadap 120 responden, selanjutnya dilakukan pengujian instrumen dan analisis data dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menggunakan program sowftare SPSS versi 24. Berdasarkan hasil perhitungan nilai tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan angkutan umum di kota Ruteng sebesar 64,63%, yang artinya responden cukup puas dengan layanan yang diberikan oleh peyedia jasa. Hasil analisis nilai kinerja dan kepentingan/harapan tiap indikatator dan variabel diperoleh nilai rata-rata jawab responden, dengan nilai rata-rata, perolehan nilai rata-rata jawaban responden dilakukan perbandingan sehingga diperoleh tingkat kesesuaian variabel kinerja dan kepentingan yang disesuaikan dengan kriteria penilaian yakni tingkat kesesuaian < 85 %, berarti kualitas pelayanan yang diberikan melebihi apa yang dianggap penting oleh pengguna jasa angkutan, maka pelayanan dianggap sangat puas, dapat dilihat pada pertanyaan 1 yaitu sebesar 90,45%, pertanyaan 2 sebesar 87,34% pertanyaan 10 sebesar 87,44% dan pertanyaan 11 sebesar 85,86% dari tingkat kesesuaian variabel dengan bantuan program SPSS versi 24, diperoleh titik diagram kartesius yang berada pada kategori kuadran I, II, III, dan IV.