Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DESAIN DAN PERFORMA SISTEM PEMANAS INDUKSI PADA REAKTOR BATCH UNTUK PRODUKSI FURFURAL Syahrizal; Bambang Dwi Argo; Yusuf Wibisono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.03.8

Abstract

Efisiensi proses dehidrasi dalam produksi furfural, sangat dipengaruhi oleh akurasi suhu. Penelitian ini bertujuan merancang reaktor tipe batch berpengaduk, menggunakan sistem “induction heating” tipe kumparan pancake coil dan kontrol suhu PID guna meningkatkan efisiensi proses dehidrasi. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu perancangan dan pembuatan prototype, serta pengujian. Bahan reaktor menggunakan stainless steel 304 dengan kapasitas 250 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemanas induksi mampu bekerja dengan baik untuk proses dehidrasi xilosa menjadi furfural pada reaktor batch pada suhu 100 °C dicapai selama 25 menit 4 detik. Suhu terbaik untuk proses dehidrasi xilosa menjadi furfural diperoleh pada suhu 150 °C, konsentrasi furfural yang dihasilkan pada suhu tersebut cenderung stabil berkisar 480–490 mg/L. Implementasi kontrol PID menghasilkan stabilitas suhu dengan deviasi ± 1 °C dari setpoint, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi reaksi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ALSAK (AL-QUR’AN SAINS DAN KARAKTER) UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR: Array Yusuf Wibisono; Dyah Ayu Retnoningsih; Winarto Winarto; Dwi Hesty K
Dialektika Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Dialektika Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58436/dfkip.v5i2.899

Abstract

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PKK), mengharuskan perguruan tinggi melaksanakan pendidikan karakter. Pertimbangan lain pentingnya pendidikan karakter adalah banyaknya kasus kriminal yang pelakunya berasal dari kalangan mahasiswa. Pendapat para ahli mengatakan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui integrasi pembelajaran atau diluar pembelajaran. Bagaimana melaksanakan pendidikan karakter yang di integrasikan dalam pembelajaran di perguruan tinggi perlu dilakukan penelitian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media bahan ajar mata kuliah konsep dasar IPA untuk calon guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah 4D dari Thiagarajan (1974). Teknik sampel yang digunakan yaitu purpossive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket dan tes. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh (1) media bahan ajar konsep dasar IPA dikembangkan berdasarkan studi pendahuluan belum tersedia media yang mengemas bahan ajar dengan pendekatan ALSAK. (2) Bahan ajar konsep dasar IPA layak dan valid digunakan berdasarkan hasil validasi media, materi dan respon siswa dengan kategori sangat baik.
Kearifan Lokal Huma Betang sebagai Basis Pendidikan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Islam Muhammad Redha Anshari; Yusuf Wibisono; Imam Basofi; Syahmidi Syahmidi
ALSYS Vol 5 No 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i6.7913

Abstract

In Central Kalimantan, values of tolerance are deeply rooted in the local wisdom of the Dayak community through the Huma Betang philosophy, which not only represents the structure of a longhouse but also symbolizes communal life grounded in the principles of togetherness, deliberation, and respect for social and religious differences. This study aims to develop an effective model of religious tolerance based on the Huma Betang philosophy within the context of Islamic higher education, with a case study on the Islamic Religious Education (PAI) Study Program in Central Kalimantan. A mixed methods approach was employed, combining qualitative techniques through interviews and observations with a quantitative survey administered to 62 students. The findings reveal that the religious tolerance model in the PAI program is built on three core pillars: (1) integration of tolerance values into the academic curriculum, (2) application of dialogical and contextual teaching strategies by lecturers, and (3) reinforcement of academic culture through interfaith student activities. Quantitative data confirm that the majority of students demonstrate increased awareness and inclusive attitudes toward religious diversity. This study underscores that the internalization of tolerance values in Islamic higher education requires the active role of institutions and lecturers in fostering a moderate, contextual, and locally grounded learning ecosystem. The implications suggest that this model is not only relevant for shaping moderate student character but also contributes to the broader goal of building a harmonious plural society in Indonesia.