Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MONITORING DAYA DUKUNG DAN STATUS MUTU AIR KEGIATAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI WADUK RIAM KANAN Rahayu Rahayu; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
Fish Scientiae Vol 7 No 1 (2017): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.462 KB)

Abstract

This study aims to monitor the carrying capacity of the Riam Kanan. Reservoir in the activity of Floating Net Keramba (KJA) based on the content of phosphate (P) and water quality status in Riam Kanan reservoir. The data generated from the measurements are presented in tabulations and diagrams. Data analysis using method of Beveridge(1996) and STORET method according KepMen LH number 115 year 2003 and quality standard according to PP 82 year 2001.The result of research based on water quality status criteria in Riam Kanan reservoir with calculation of water quality status criteria using STORET method at station1, 2 and 3 of total score range from -2 to -8, including class B water quality status that is good criteria of light contamination. Types of fish cultivated in at stations 1 and 2 are tilapia. The results of carrying capacity research using the Beveridge (1996) method in reservoir Riam Kanan for station 1 can be increased the number of units of KJA as much as 54 units and 2 stations 2 as many as 18 units of KJA.
Bertahan Melewati Krisis: Etnis Tionghoa Pasca Kerusuhan 23 Mei 1997 di Banjarmasin Willy Alfarius; Rahayu Rahayu; Rusdi Effendi; Daud Yahya; Heri Susanto; Helmi Akmal
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.113318

Abstract

Peristiwa 23 Mei 1997 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan merupakan kerusuhan besar yang dipicu pertikaian kampanye Pemilu 1997 dan meluas menjadi isu rasial dengan etnis Tionghoa sebagai sasaran kekerasan di tengah krisis ekonomi dan politik jelang akhir Orde Baru. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses bertahan dan membangun kembali kehidupan etnis Tionghoa pasca kerusuhan tersebut. Selama ini, kajian mengenai Peristiwa 23 Mei 1997 terbatas pada jalannya peristiwa kerusuhan saja. Dampak panjang, termasuk trauma yang menyertai korban kerusuhan bertahun-tahun setelah peristiwa, masih sangat jarang diteliti. Metode sejarah digunakan dengan sumber berupa surat kabar sezaman, laporan penelitian, dan wawancara saksi sejarah, menggunakan pendekatan sejarah sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mengalami serangan masif dan harus mengungsi, bahkan menghadapi krisis berikutnya pada 21 Mei 1998, etnis Tionghoa sebagai kelompok minoritas mampu bertahan melewati masa-masa krisis. Penelitian menyimpulkan bahwa etnis Tionghoa berhasil memulihkan kembali kehidupan sosial ekonominya seperti sebelum krisis, meskipun sebagian tidak kembali ke Banjarmasin.