Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENUMPANG BERALIH MODA DARI KENDARAAN PRIBADI KE SUROBOYO BUS, DENGAN METODE STATED PREFERENCE June Ekawati; Masliyah Masliyah; Akhmat Imam Bukhori
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3168

Abstract

Untuk menarik minat masyarakat di Kota Surabaya agar beralih menggunakan angkutan umum, Pemerintah Kota Surabaya mengoperasikan Suroboyo Bus sejak tahun 2018. Namun minat masyarakat untuk beralih moda masih belum memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penumpang beralih menggunakan Suroboyo Bus dan perkiraan jumlah responden yang mau beralih moda dengan menggunakan metode Stated Preference. Hasil penelitian dari analisis terhadap data wawancara terhadap 120 responden adalah bahwa 99 orang memutuskan untuk berpindah moda ke Suroboyo Bus dan 21 orang lainnya memutuskan tetap menggunakan moda transportasi lain. Adapun faktor yang menjadi preferensi alih moda dari kendaraan pribadi ke Suroboyo Bus adalah faktor biaya sebesar 61% dan faktor waktu tempuh sebesar 47,7%.
KAJIAN RUANG TERBUKA PUBLIK RAMAH ANAK PADA TAMAN SUPERHERO KOTA BANDUNG June Ekawati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i4.3876

Abstract

Perancangan ruang terbuka publik dengan konsep ramah anak di perkotaan merupakan salah satu strategi pengembangan menuju Kota Layak Anak. Taman Superhero di Kota Bandung juga diarahkan menjadi ruang terbuka publik ramah anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan konsep desain ramah anak secara optimal pada ruang terbuka publik dalam perancangannya. Metode yang dipakai adalah pendekatan yang bersifat kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi secara langsung. Aspek analisis yang merupakan indikator perancangan yaitu aspek Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan, Aksesibilitas, Keamanan dan Keindahan menggunakan beberapa teori terdahulu dan regulasi. Komponen terdiri dari lokasi, tata letak, peralatan permainan, konstruksi dan material. Hasil dari kajian ini didapatkan bahwa sub variabel keselamatan (K1) dan kenyamanan (K3) dikategorikan “Baik”. Untuk sub variabel Kesehatan (K2), aksesibilitas (K4), keamanan (K5) dan keindahan (K6) dikategorikan “Sangat Baik”. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pemeliharaan taman secara berkala dan penerapan desain universal untuk memperluas akses bagi difabel.
Kerentanan Ekonomi di Area Permukiman Terdampak Bencana Lumpur Lapindo, Sidoarjo June - Ekawati; Eny Sulistyowati
Jurnal Permukiman Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2021.16.41-53

Abstract

Pasca bencana semburan lumpur Lapindo 14 tahun lalu, hingga kini kondisi lingkungan permukiman maupun ekonomi masyarakat di area terdampak bencana masih rentan. Ekonomi menjadi salah satu faktor terpenting penyebab timbulnya kerentanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan ekonomi di area permukiman terdampak bencana lumpur Lapindo, Sidoarjo, yang menggunakan metoda analisis kuantitatif berbasis data kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga desa yang menjadi lokasi studi (Glagaharum, Gedang dan Kalitengah) memiliki tingkat kerentanan ekonomi sedang dengan skor masing-masing 2.45, 2.27 dan 2.97. Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian diantaranya: pemerintah pusat tidak hanya berfokus pada program mitigasi bidang fisik-infrastruktur tapi juga dampak ekonomi bencana pada masyarakat, pemerintah daerah perlu memperkuat kelembagaan penanganan bencana di daerah sehingga mampu mendukung upaya pengurangan risiko bencana di bidang ekonomi dan penguatan kebertahanan masyarakat terhadap bencana yang mungkin timbul di kemudian hari. 
Pelantihan Desain Produk Furnitur dengan Penerapan Teknik Bending Triplek June Ekawati; Prabani Setio Hastorahmanto; Lucia Ina Trisyanti; Yosafat Danang Kukuh Bismoko; Andreas Andika Putra Subhagia; Patrisius Patrisius; Imelda Setiadi; Ferdinand Fernaldi Feby Boli
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.981

Abstract

Kursi merupakan tempat duduk yang pada umumnya dibuat dengan rangka yang keras, bisa berupa material kayu, besi, karet atau bahan lain. Dalam pelatihan yang dilakukan kepada mahasiswa tentang desain produk. Mahasiswa diminta membentuk kelompok untuk mendiskusikan desain kursi yang akan mereka buat. Mahasiswa bukan hanya mendesain namun memikirkan pula material, proses pembuatan, teknik sambungan, serta fungsinya.  Metode pelatihan yang dilakukan menggunakan tiga tahapan yaitu: 1) Diskusi; 2) Desain; Proses produksi.  Ketiga tahap ini dilakukan dalam konsep pelatihan yang menerapkan kemampuan tim dalam menghasilkan produk. Instruktur menjadi anggota tim yang bertujuan untuk memberikan masukan atau usulan pada saat tim mahasiswa mengalami kebuntuan dalam diskusi. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah sebuah kursi tanpa sandaran dengan lengan tangan pada sisi kanan dan kiri. Kursi tersebut menggunakan material triplek yang dilengkungkan melalui teknik laminasi dan bending triplek.  Kesimpulan dari pelatihan ini menunjukan bahwa metode pelatihan yang diterapkan mampu memberikan stimulus pada tim mahasiswa untuk melanjutkan pemikiran yang buntu atau tanpa solusi. Kebuntuan pada tim mahasiswa diakibatkan kurang pengetahuan, pengalaman serta literasi pada proses pembuatan kursi.
Analisis Lansekap Dan Sirkulasi Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Green Architecture Dan Teori Kenyamanan Ruang Luar Pada Kawasan Rsud Al Ihsan Kabupaten Bandung Al Fazri Tegar T; Salman Alfarisy; Augi Sekatia; June Ekawati
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 08 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i08.544

Abstract

This study aims to evaluate the suitability of landscape and visitor circulation at RSUD Al Ihsan, Bandung Regency, based on the principles of Green Architecture using a mixed-method approach and the Greenship Rating Tools version 1.2 developed by the Green Building Council Indonesia (GBCI). The research applies a sequential explanatory design, with a quantitative analysis conducted first using scoring indicators from the Appropriate Site Development (ASD) category, followed by a qualitative approach to explore user perceptions regarding environmental comfort. The results indicate that the hospital's site sustainability performance remains relatively low, with an average score of 56.25 out of 100. The most critical aspects include the drainage system (ASD 4) and circulation connectivity (ASD 3), which are found to be unfriendly to disabled users and lack clear wayfinding systems. Interview data revealed that over 60% of respondents expressed discomfort, particularly due to inadequate shading vegetation, frequent flooding during rainfall, and disjointed pedestrian paths. This study concludes that RSUD Al Ihsan requires comprehensive improvements in landscape and circulation design to align with green architecture principles that support thermal, visual, spatial, and ecological comfort.