Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ekstraksi Virgin coconut oil (VCO) dengan Penambahan Cuka Apel (Kajian Konsentrasi dan Waktu Pengadukan) Mahardika, Fyona Yaniar; Rahmah, Nur Lailatul; Sukardi, Sukardi; Pulungan, Maimunah Hindun
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera L.) adalah tanaman tropis yang dapat dijadikan sebagai Minyak Kelapa Murni atau Virgin coconut oil (VCO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan cuka apel dan waktu pengadukan santan kelapa pada proses ekstraksi VCO sehingga mendapatkan rendemen dan kualitas yang baik. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial. Faktor yang digunakan ada 2. Faktor I adalah konsentrasi cuka apel (b/v) 10%, 15%, dan 15%, faktor II adalah lama waktu pengadukan 5, 10 dan 15 menit. Diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 9 interaksi dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Campuran santan dan cuka apel didiamkan dalam suhu ruang selama 16 jam. VCO hasil penelitian dianalisis dengan analisis ANOVA yaitu pada data nilai rendemen, kadar air, FFA, dan bilangan peroksida. Hasil perlakuan dianalisis dengan metode Zeleny (1984) dan diperoleh hasil perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan penambahan cuka apel 10% dan lama pengadukan. Pada perlakuan tersebut rendemen yang diperoleh rata-rata sebanyak 16,33%, kadar air 2,62%, FFA 0,3573%, dan bilangan peroksida 12,56 mg ev/kg. Hasil perlakuan terbaik dilakukan uji organoleptik dengan panelis ahli 3 orang. Hasil uji organoleptik menyimpulkan bahwa VCO memiliki karakteristik warna sangat jernih, aroma harum didominasi tengik dan rasa agak tengik.
Penambahan Ampas Tebu dan Jerami Padi pada Medium Tanam Serbuk Gergaji Kayu Sengon (Albizia chinensis) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Adawiyah, Robiatul; Hidayat, Nur; Rahmah, Nur Lailatul
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.787 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2017.006.03.7

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih dari medium tanam campuran sengon, ampas tebu dan jerami padi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)tersarang dimana perbedaan komposisi medium tanam sebagai faktor utama dan waktu panen (panen pertama, kedua, ketiga) merupakan faktor tersarang. Komposisi medium tanam terdiri dari 4 perlakuan yaitu A (serbuk gergaji 100%, tanpa ampas tebu dan jerami padi), B (serbuk gergaji 50%, ampas tebu 25% dan jerami padi 25%), C (serbuk gergaji 25%, ampas tebu 50%, jerami padi 25%) dan D (serbuk gergaji 25%, ampas tebu 25%, jerami padi 50%). Analisis data menggunakan ANOVA, jika terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut DMRT. Pertumbuhan miselium tercepat pada medium C dengan kecepatan laju pertumbuhan 0,71 cm/hari selama 28 hari. Lama waktu panen berhubungan dengan pertumbuhan miselium dimana miselium baglog C lebih cepat panen daripada baglog lainnya. Hasil produktivitas dari medium tanam D memiliki hasil yang paling baik dibandingkan dengan medium tanam lainnya. Hasil berat segar dan produktivitas lebih tinggi pada panen pertama dan mampu menghasilkan berat segar jamur sebesar 177,8100 gram dan produktivitas jamur mencapai 11,7100 gram/hari.Kata kunci: ampas tebu, jerami padi, Pleurotus ostreatus, serbuk gergaji AbstractThis study aims to determine the growth and productivity of white oyster mushrooms from the medium planting of sengon wood dust, sugarcane bagasse and rice straw mixture. The research method used Complete Randomized Design where the difference of cropping medium composition as the main factor and harvest time (first, second, the third harvest) as the nested factor. The composition of plant medium consists of 4 treatments there are A (100% wood dust), B (50% wood dust, 25% sugarcane bagasse and 25% rice straw), C (25% wood dust, 50% sugarcane bagasse, 25% rice straw) and D (25% wood dust, 25% sugarcane bagasse, 50% rice straw). ANOVA used to analyze the data and DMRT used for a further test if there is a real difference. The fastest mycelium growth in medium C with a growth rate of 0.71 cm/day for 28 days. The harvest time relates to the growth of the mycelium where the baglog C harvests faster than other baglogs. The yield of productivity from planting medium D has the best result compared to another planting medium. The result of fresh weight and productivity is higher at first harvest and able to produce a fresh weight of mushroom equal to 177.8100 gram and mushroom productivity reach 11.7100 gram/day.Keywords: Pleurotus ostreatus, rice straw, sugarcane bagasse, wood dust
STRENGTH-WEAKNESS-OPPROTUNITY-THREAT (SWOT) ANALYSIS TO ENHANCE PRODUCTIVITY OF BATIK INDUSTRY CENTRE IN EAST JAVA PROVINCE INDONESIA Dewi, Ika Atsari; Wijana, Susinggih; Nurmansyah, M. Andhy; Setiawan, Romy; Rohmah, Wendra G.; Rahmah, Nur Lailatul; Sari, Rheysa Permata
Journal of Community Research and Service Vol. 1 No. 2: July 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v1i2.9800

Abstract

AbstractIt is acknowledged that the struggle faced by the batik industry, particularly in the Province of East Java, dealing with growth challenges caused by several factors: less attractive design, the conventional use of manual handling, and less governmental-institutional support. The purpose of thisstudy is to analyze the performance of centers of Batik industry in Sampang, Trenggalek and Tuban Regencies highlighting their related-production quality and quantity. The location selection of batik production centers is based on coordination with Department of Industry and Trade in each area. Data is collected through surveys and interviews. This study concludes several things. There are six production system elements analyzed in this research included technology (production capacity of batik), funding, raw material, human resources, marketing, and pattern design.Keywords: batik pattern, micro small medium entreprises, productivity
PERENCANAAN PRODUKSI BUAH PEPINO (Solanum muricatum) PADA INDUSTRI SKALA MIKRO Nugroho, Aditya; Wijana, . Susinggih; Rahmah, Nur Lailatul
Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN, EKONOMI DAN AKUNTANSI 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pepino merupakan buah yang termasuk dalam family solanaceae dan dapat dikembangkan sebagai bahan dasar pembuatan sirup. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kualitas produksi sirup buah pepino pada peningkatan skala dan mendapatkan perencanaan produksi pada industri skala mikro. Penelitian dilakukan dengan melakukan peningkatan skala penelitihan terdahulu, yaitu sirup buah pepino dengan penambahan karaginan 0,4 % (b/v), dan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Hasil pengujian kimia menunjukkan bahwa total padatan sirup sebesar 69,15 brix, viskositas sebesar 1,53 cps, vitamin C sebesar 3,02 mg/ 100ml, dan total gula sebesar 66,4%. Uji fisik menggunakan paired comparisen test menunjukkan hasil dari skala industri mikro tidak berbeda dengan hasil dari penelitian pendahuluan. Kebutuhan utilitas meliputi air sebesar Rp 24.743,00/ bulan, listrik sebesar Rp 37.033,00/ bulan, dan LPG sebesar Rp 246.093,00/ bulan. Analisis Finansial meliputi penetapan HPP sebesar Rp 1.240,94/ botol, BEP unit yang dicapai pada saat volume penjualan 1689 unit, dan payback period selama 2 tahun 3 bulan 18 hari.