Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA TEGALSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG dwi, hendrik; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebesar 150 lt/dt. Pada tahun 2037, Desa Tegalsari yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk sebesar 3.447 jiwa. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD, perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman HSP Kabupaten Malang dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return dan Payback Period. Total kebutuhan air rata-rata ke 3 desa yaitu yang dibutuhkan sebesar 12,214 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk 3 desa tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk 3 desa yaitu sebesar Rp. 2.898.930.882. Analisa ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% dan periode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 2.000,-/m3.   Kata Kunci: Jaringan pipa, air bersih, simulasi, rencana anggaran biaya, analisa ekoonomi ABSTRACT: Sumber Dieng is a source managed by PDAM district Malang which has a discharge of 150 lt / s . In 2037, Tegalsari Village located in Kepanjen District, Malang Regency has a population of 3,447 people. Simulation of water distribution network are using WaterCAD Program, RAB calculation is done by looking at Malang district HSP guidelines and economic analysis used, namely Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return and Payback Period. The total air demand needed in 3 villages is 12,214 lt / s. The results of the simulation with the WaterCAD v8i program show that the distribution of clean water for the 3 villages can be served 100% for the average needs and at peak hours. Budget plan for 3 villages is Rp. 2.898.930.882. Economic analysis at 9.75% interest rate and 6 year payback period with water price Rp. 2.000, - / m3. Keywords: Pipeline network, water, simulation, budget plan, economic analysis
STUDI PERENCANAAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DENGAN WATERCAD DI PERUMAHAN D’RICH GARDEN KOTA MALANG Tutuarima, Gallardio Taniago; Ismoyo, M. Janu; Sumiadi, Dr.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Air Pitu merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kota Malang yang mempunyai debit sebesar 158,38  lt/dt. Perumahan D’rich Garden terletak di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang memiliki jumlah penduduk 2620 pada tahun 2018. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD, perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman HSP kota malang dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit Cost Ratio, Net Present Value,dan Internal Rate of Return. Total kebutuhan air rata-rata di Perumahan D’rich Garden yaitu yang dibutuhkan sebesar 4,81 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk Perumahan D’rich Garden tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk Perumahan D’rich Garden yaitu sebesar Rp. 231.000.000. Analisa Ekonomi pada tingkat suku bunga 9,98% didapatkan nilai Benefit Cost Ratio sebesar 3,46 selisih Net Present Value (B–C) sebesar Rp. 247.579.209/tahun, Internal Rate of Return sebesar 61,33% dengan harga air Rp. 780,-/m3.
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA ARGOYUWONO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG DENGAN BANTUAN APLIKASI WATERCAD v8.i Wiguna, Adam; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang merupakan pedesaan yang terletak di kaki Gunung Semeru. Namun, di desa tersebut belum ada jaringan perpipaan. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk merencanakan jaringan perpipaan yang layak secara jangkauan pelayanan, hidraulika dan ekonomi. Data yang digunakan dalam perencanaan ini adalah peta topografi untuk perencanaan jaringan pipa, data jumlah penduduk dari tahun 2008 - 2017 untuk memproyeksikan jumlah kebutuhan air, data debit sumber mata air dengan potensi debit 6 liter/detik untuk menganalisa kondisi hidraulik di dalam pipa, dan data harga satuan bahan bangunan untuk menghitung RAB dan menganalisa kelayakan ekonomi dari rencana proyek. Dalam studi ini gambar jaringan perpipaan terlampir pada gambar 1, metode proyeksi yang digunakan adalah metode eksponensial dengan jumlah penduduk ditahun 2037 adalah 3658 jiwa, dan kebutuhan air rata-rata ditahun 2037 adalah 3,51 liter/detik. Analisa hidraulik menggunakan aplikasi WaterCAD v.8i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, velocity adalah 0,10 – 0,50 m/dt, headloss gradient adalah 0,10 – 11,57 m/km, dan pressure adalah 1,50 - 8,00 atm. RAB yang akan dibutuhkan adalah Rp 2.992.525.000,00, perhitungan analisa ekonomi dengan tingkat suku bunga 5,25% dan usia guna pembangunan 20 tahun menyatakan bahwa, nilai BCR 1,16617, nilai NPV Rp 52.204.374,37/tahun, nilai IRR 7,1%, analisa payback period adalah 9,8 tahun, dan harga jual airnya sebesar Rp 4.200,00/m3.   Argoyuwono Village, Ampelgading District, Malang Regency is a village located at the base of Semeru Mountain. However, in the village there was no pipeline. The purpose of this study is to plan a proper pipeline network in terms of service, hydraulics and economy. The data used in this plan is a topographic map for pipeline planning, population data from 2008 - 2017 to project the amount of water needed, water source data with a potential discharge of 6 liters/second to analyze hydraulic conditions in the pipeline, and unit price of building materials to calculate the budget plan and analyze the economic viability of the project plan. In this study the pipe network picture is attached in figure 1, the projection method used is an exponential method with a population of 2037 is 3658 people, and the average water demand in 2037 is 3.51 liters/second. Hydraulic analysis using the WaterCAD v8.i software shows the following hydraulic conditions, velocity is 0.10 - 0.50 meters/second, headloss gradient is 0.10 - 11.57 m/km, and pressure is 1.50 - 8.00 atm. The budget plan that will be needed is Rp 2,992,525,000.00, the calculation of economic analysis with an interest rate of 5.25% and the age of development for 20 years states that, the BCR value is 1.16617, the NPV value of Rp. 52,204,374.37/year, the value IRR 7.1%, analysis of payback period is 9.8 years, and the selling price of water is Rp 4,200.00/m3.
NERACA AIR BENDUNGAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Prijanto, Dwi; Ismoyo, M. Janu
WAKTU Vol 8 No 1 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i1.851

Abstract

In order to identify the requirement, balance and availability analysis of water balance in theTeritip Dam to fulfill the raw water required at administration region of the river basin of the teritipdam. Data which used in this study is Balikpapan’s hidroclimatology, Then the data analysed, toget 10 daily stream discharge with Model F.J. Mock. After got the result of analysis from the wateravailibility, then continued with dependable discharge analysis with Basic Moon method that useLogarithm Pearson type III distribution, and also tested with Smirnov kosmogorof test. We get the99 % dependable discharge from year 1983 up to year of 2007 from this calculation that representthe discharge inflow to the dam that represent the dam water availability. The amount of waterrequired is amount of water required in administration region staying Teritip Dam Basin, thatlocated at east Balikpapan District, for example ; Countryside Manggar, Countryside ManggarBaru, Countryside Lamaru, Countryside Teritip to fulfill domestic, industry and non-domestic waterrequirement untill year of 2015. The Result of this study indicate that the Terit ip Dam water supplycan supply the demand of Domestic, non-domestic, and industrial water requirement with 100%reliability, at 2010. The Teritip Dam water supply can supply the demand of Domestic, nondomestic,and industrial water requirement with 100% reliability, at 2011. The Teritip Dam watersupply can supply the demand of Domestic, non-domestic, and industrial water requirement with100% reliability, at 2012. The Teritip Dam water supply can only supply the demand of Domestic,non-domestic, and industrial water requirement with 83% reliability, at 2013. The Teritip Damwater supply can only supply the demand of Domestic, non-domestic, and industrial waterrequirement with 69% reliability at 2014 The Teritip Dam water supply can only supply thedemand of Domestic, non-domestic, and industrial water requirement with 61% at 2015.
STUDI POLA OPERASI IRIGASI TAMBAK KOMODITAS UDANG VANNAMEI DI KOTA PROBOLINGGO Kevin Caesar Perdhana, Dewana Nugraha; Ismoyo, M. Janu; Dara Lufira, Rahmah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya udang merupakan suatu usaha budidaya perairan yang terkait dengan pemeliaraan udang sejak penetasan telur hingga siap dipanen untuk konsumsi manusia. Udang yang dibudidayakan dapat berupa udang tawar maupun air laut, dengan lokasi pembudidaya tergantung syarat hidup dari udang terkait. Pada kegiatan budidaya, pola operasi irigasi tambak adalah salah satu untuk meningkatkan hasil produksi udang. Studi yang dilakukan di UPT Perikanan Air Payau dan Laut Probolinggo Laboratorium FPIK Universitas Brawijaya memiliki luas 7000 m2 terbagi 4 kolam dengan 3 fungsi yang berbeda yaitu sebagai Kolam Tandon, 2 Kolam Pembesaran dan Kolam Pembuangan. Kolam Pembesaran memiliki central drain untuk membuang sisa-sisa polutan dari hasil produksi agar lebih praktis. Akan tetapi pada budidaya tersebut kurang maksimal dalam penentuan pola operasi tambak. Dalam hal ini disebabkan tambak beroperasi dengan memanfaatkan air laut sebagai sumber air dan fluktuasi pasang surut untuk memenuhi kebutuhan irigasi tambak. Dalam studi ini direncanakan perbaikan elevasi tambak dan elevasi bangunan pintu agar memenuhi kebutuhan. Selain itu bangunan pintu eksisting menggunakan pintu skot balok sering terjadi hambatan dalam pengoperasiannya, maka direncanakan pintu klep otomatis agar mempermudah dalam pengoperasiannya. Dari hasil analisa kebutuhan irigasi tambak (IR) didapatkan 0,368 m3/dt. Direncanakan perbaikan elevasi dasar bangunan pintu klep otomatis +1,60, elevasi dasar Kolam Tandon +1,30, elevasi pematang +3,40, elevasi dasar Kolam Pembesaran +2,20 dan elevasi dasar Kolam Pembuangan +1,60. Simulasi pola operasi irigasi tambak yang telah dilakukan pada awal tanam pada bulan Juli hingga udang dipanen didapatkan waktu 96 hari. Shrimp farming is an aquaculture activity that is concerned with keeping shrimp from hatching until it is ready to be harvested for human consumption. It can be freshwater shrimp or seawater shrimp, depending on the location of the culture for the life requirements of the shrimp. In cultivation activities, the pond irrigation operation patterns is one of the ways to increase shrimp production. The study was carried out at UPT Brackish Water and Marine Fisheries in Probolinggo, the Laboratory of FPIK University of Brawijaya, with an area 7000 m2 divided into 4 ponds with 3 different functions, namely as a reservoir pool, 2 enlargement ponds and a dumping pond. The enlargement pond has a central drain to remove residual pollutants from the production results to make it more practical. However, in this cultivation, it is not optimal in determining the pattern of pond operations. Because the pond operates by utilizing sea water as a source of water and tidal fluctuations to meet the irrigation needs of the pond. In this study, it is planned to improve the elevation of the pond and the elevation of the door building in order to meet the needs. In addition, the existing door building using a block beam often occurs obstacles in its operation, so an automatic valve door is planned to make it easier to operate.. From the analysis of pond irrigation needs (IR), it was obtained 0,368 m3/s. It is planned to improve the basic elevation of the automatic valve door building +1,60, the base elevation of the reservoir pond +1,30, the embankment elevation +3,40, the base elevation of the enlargement pond +2,20 and the base elevation of the dump pond +1,60. Simulation of pond irrigation operation patterns that have been carried out at the beginning of planting in July until the shrimp is harvested obtained 96 days.
Upaya Pengendalian Genangan Berbasis Konservasi di Kecamatan Blimbing Kota Malang Furqani, Fahma; Andawayanti, Ussy; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.07

Abstract

A puddle is a condition where the water stops flowing in a certain area that is not a water body. In theory, a boezem building in Blimbing Village can help control the inundation and soak it into the ground. However, until now, there are still cases of inundation in Blimbing District. Therefore, this study aims to determine the existing conditions of drainage and boezem, and plan alternative buildings that can help the performance of boezem as a conservation-based inundation controller. From the analysis, the existing drainage and boezem cannot fully accommodate the design discharge. The inability of the existing boezem to accommodate all the total design flows leaves an inundation of 2,076 m3/s with a 2-year return period and 2,551 m3/s with a 5-year return period. Two conservation-based alternatives are offered to control the inundation. Based on technical and economic analysis, a 595-unit infiltration well was chosen in the boezem catchment area with total flood reduction of 22% and Rp's total fund. 3,276,869,973.16.Genangan merupakan kondisi dimana air berhenti mengalir pada suatu area tertentu yang bukan merupakan badan air. Adanyan bangunan boezem di Kelurahan Blimbing secara teori dapat membantu mengendalikan genangan dan meresapkannya ke dalam tanah, namun sampai saat ini masih terjadi kasus-kasus genangan di Kecamatan Blimbing. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kondisi eksisting drainase dan boezem serta merencanakan alternatif bangunan yang dapat membantu kinerja boezem sebagai pengendali genangan berbasis konservasi. Dari hasil analisa, drainase dan boezem eksisting tidak dapat sepenuhnya menampung debit rancangan. Ketidakmampuan boezem eksisting dalam menampung seluruh debit rancangan total menyisakan genangan sebesar 2.076 m3/dt dengan kala ulang 2 tahun dan 2.551 m3/dt dengan kala ulang 5 tahun. Untuk mengendalikan genangan tersebut ditawarkan dua alternatif berbasis konservasi. Berdasarkan analisa teknis dan ekonimis dipilihlah pembangunan 595-unit sumur resapan pada catchment area boezem yang dapat mereduksi 22% debit genangan dengan total dana sebesar Rp. 3,276,869,973.16.
Evaluasi Sistem Distribusi Air Bersih Zona Rumah Pompa Pradah Kota Surabaya Hafsari, Vinda; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.14

Abstract

Pradah Pump House functioned as a clean water distribution lane in one of Surabaya City zones, which goes towards customers directly. This study aims to figure out the existing condition and developing condition of Pradah Pump House’s clean water distribution in terms of water availability, hydraulics, water quality, and fire extinguishing wells condition. Simulation method by using WaterCADv8i software. In the existing condition, the aspect of water availability had a deficit of 282 l/s, pressure condition in 100% peak hour became insufficient, velocity condition of 49.45% did not meet the criteria, headloss gradient of 13% became insufficient, and the water quality condition in the furthest did not meet the requirement. In developing conditions, the study continues with adding one pump and 31 parallel pipes simulated in WaterCADv8i software with three conditions, i.e., reducing customer water supplies standards, doing a rotation of water distribution, and reducing customer coverage area. These simulations show that the average pressure score is 0.5-10 atm, velocity 0.3-6 m/s, headloss gradient 0-15 m/km, and the fire extinguishing wells’ simulation indicates that the average results of the well did not replenish at 12:00-16:00.
Studi Penentuan Tingkat Pelayanan Irigasi Dengan Metode MASSCOTE Berdasarkan Rapid Appraisal Procedure (RAP) Sebagai Penunjang Keputusan Kinerja Irigasi Daerah Irigasi Makam Sukowono Kabupaten Jember Permatasari, Titania Intan; Sayekti, Rini Wahyu; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.24

Abstract

Assesment Performance based on Permen PUPR No. 12/PRT/2015 is a indicator to description irrigation system management made to the 6 (six) parameters including; Physical Infrastructure, Plant Productivity, Supporting Facilities, Personnel Organization, Documentation and Water User Association (P3A), whereas the assessment is carried out by evaluation method of MASSCOTE with Rapid Appraisal Procedure (RAP) which is a set of systematic procedures to diagnose obstacles, performance and level services in the system irrigation to 4 (four) main indicators include; Service Indicator, P3A Indicator, Human Resource of Operator Indicator, and Channel Operations Modernization indicator, performance assessment are taken by surveyor of respondents Operator irrigation, and farmers P3A, Show performance index by Permen PUPR No. 12/PRT/2015 gave the value 64.22% which has Less Well Performance Operations and Maintenance of Makam Sukowono Irrigation, while the MASSCOTE methode show Performance 2,99 in level of Service which has Less Well Performance of Service and Operations Irrigation Channels. Based on the path analysis found significant influence with 4 (four) main indicator variables X1, X2, X3 and X4 to irrigation system performance variable (Y) of 0.750 or 75%.Penilaian kinerja berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/2015 merupakan suatu indikasi dalam rangka menggambarkan suatu pengelolaan sistem irigasi, dilakukan terhadap 6 (enam) parameter yaitu; Prasarana Fisik, Produktivitas Tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), sedangkan pendekatan Metode MASSCOTE dilakukan dengan evaluasi Rapid Appraisal Procedure (RAP) yang merupakan seperangkat prosedur sistematis untuk mendiagnosa hambatan, kinerja dan tingkat layanan dalam sistem irigasi terhadap 4 (empat) indikator utama yaitu; Indikator Pelayanan, Indikator P3A, Indikator SDM Operator, dan Indikator Modernisasi Operasi Saluran. Penilaian kinerja dilakukan melalui survei terhadap petugas OP irigasi dan petani P3A yang menunjukkan indeks kinerja sebesar 64,22% atau kategori Kurang Baik terhadap kinerja Operasi dan Pemeliharaan berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/2015, sedangkan indeks kinerja sebesar 2,99 berdasarkan Metode MASSCOTE dengan evaluasi RAP menunjukkan Level of Service pada kategori Kurang Baik terhadap kinerja Operasi Saluran dan Pelayanan Irigasi. Berdasarkan analisis jalur didapatkan pengaruh signifikan secara bersama variabel indikator utama X1,X2,X3 dan X4 terhadap variabel kinerja sistem irigasi (Y) sebesar 0,750 atau 75%.
Studi Evaluasi Kebutuhan Air Irigasi dan Penyusunan Jadwal Pembagian Air pada Daerah Irigasi Nglirip Kabupaten Tuban Farid, Mochammad Nur Fahrudin; Sayekti, Rini Wahyu; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.09

Abstract

Daerah Irigasi Nglirip memiliki luas baku sawah sebesar 1292 hektar. Permasalah yang terjadi pada Daerah irigasi Nglirip adalah kekurangan air pada musim kemarau dan debit sungai berlebih ketika musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air irigasi menggunakan metode Water Balance, kemudian direncanakan pola tata tanam rencana untuk meningkatkan intensitas tanam ketika debit air berlebih dan merencanakan jadwal pembagian air rotasi menggunakan faktor K. Dari studi ini didapatkan besarnya debit andalan maksimum sebesar 2695,57 lt/dt dan minimum 485,64 lt/dt, Luas intensitas tanam eksisting sebesar 274,94% dan rencana 275%, dari neraca air eksisting terjadi defisit air sebanyak 19 kali dan surplus air 17 kali sedangkan dari neraca air rencana terjadi 19 kali defisit dan 17 kali surplus air dari 36 kali periode tanam, pembagian air rotasi dengan faktor K(0,25-0,5) sebanyak 9 kali, faktor K (0,5–0,75) 7 kali, dan Faktor K > 0,75 20 kali.
Studi Evaluasi Kebutuhan Air Irigasi dan Penyusunan Jadwal Pembagian Air pada Daerah Irigasi Kedungrejo Kabupaten Madiun Winanto, Bernardinus Yoga; Sayekti, Rini Wahyu; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.02

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Kedungrejo Kabupaten Madiun memiliki luas baku sawah 1.538 ha. Daerah Irigasi Kedungrejo memiliki beberapa problematika yaitu Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang dibuat oleh Dinas Pengairan tidak terlaksana dengan baik di lapangan,  debit sungai berlebih ketika musim hujan dan debit sungai minim ketika musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air eksisting menggunakan metode Water Balance kemudian merencanakan pola tata tanam rencana untuk meningkatkan intensitas tanam ketika debit berlebih dan merencanakan jadwal rotasi pembagian air dengan menggunakan faktor K. Dari studi ini didapat hasil perhitungan debit andalan 80% maksimum sebesar 4.533,50 lt/dt dan minimum sebesar 0,00 lt/dt, lalu hasil evaluasi kebutuhan air eksisting dengan kondisi surplus air sebanyak 18 kali (50%) dan defisit air sebanyak 18 kali (50%) di mana intensitas tanam kondisi eksisting tahun 2014-2019 mencapai 284,32%. Untuk kebutuhan air dengan pola tata tanam rencana kondisi surplus air sebanyak 32 kali (89%) dan defisit air sebanyak 4 kali (11%) di mana intensitas tanam rencana dibuat sebesar 155,27%. Lalu rotasi pembagian air dengan faktor K terjadi sebanyak 4 kali.