Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PENANGANAN TEKNIS BANJIR DI DAS KALI LAMONG, KABUPATEN GRESIK – JAWA TIMUR Indrajayatama, Ridho Satria; Sholichin, Moh.; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kali Lamong merupakan salah satu sungai yang berada di Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur. Kali Lamong memiliki luas DAS sebesar kurang lebih 720 km2 dan panjang sungai sepanjang 103 km dengan 6 anak sungai utama. Perubahan tata guna lahan yang terjadi membuat tiap tahunnya terjadi banjir di Kabupaten Gresik akibat luapan Kali Lamong. Dibutuhkan upaya penanganan teknis guna menanggulangi banjir. Terdapat dua usulan teknis yang dianalisa yaitu perencanaan tanggul urugan dengan concrete sheetpile (CCSP) dan kolam retensi. Pada studi ini, dilakukan analisa hidrologi guna mendapatkan debit banjir rancangan pada lokasi studi. Selanjutnya akan dilakukan analisa hidrolika dengan program HEC-RAS 5.0.7. dengan debit banjir rencana Q25 tahun sebagai dasar perencanaan usulan teknis. Usulan pertama adalah perencanaan tanggul dengan tinggi 4,5 meter dan direkomendasikan menggunakan produk PT. Wika Beton (Persero) Tbk dengan tipe W-325. Tanggul ini memiliki efektifitas mereduksi banjir sebesar 100%. Sedangkan usulan teknis kedua adalah dengan 1 unit kolam retensi pada hulu Kali Lamong dengan tampungan total 409692 m3. Perencanaan inlet kolam retensi menggunakan pelimpah samping dan outletnya berupa pintu pengeluaran yang memiliki waktu pengurasan kolam selama 3 jam 6 menit. Kolam retensi memiliki efektifitas mereduksi banjir sebesar 11,4%. Berdasarkan efektifitas mereduksi banjir dari dua usulan teknis tersebut, penanganan teknis dengan tanggul yang dipilih guna menangani banjir di Kali Lamong. Kali Lamong is a river located in Gresik Regency, East Java Province. Kali Lamong has a watershed area of ​​approximately 720 km2 and a river length of 103 km with 6 main tributaries. Changes in land use that occur each year cause flooding in the Gresik Regency due to the overflow of Kali Lamong. It takes technical handling efforts to tackle flooding. There are two technical proposals analyzed, namely the embankment design with concrete sheet pile (CCSP) and retention ponds. In this study, a hydrological analysis was carried out to obtain the design flood discharge at the study location. Next, a hydraulic analysis will be carried out using the HEC-RAS 5.0.7 program. with the Q25 year plan flood discharge as the basis for planning technical proposals. The first proposal is to plan a dyke with a height of 4.5 meters and it is recommended to use PT. Wika Beton (Persero) Tbk with type W-325. This embankment has a flood reduction effectiveness of 100%. Meanwhile, the second technical proposal is a retention pond in the upper reaches of the Lamong River with a total storage capacity of 409692 m3. The retention pond inlet planning uses a side spillway and its outlet is a discharge gate that has a pool drainage time of 3 hours 6 minutes. The retention pond has the effect of reducing flooding by 11.4%. Based on the effectiveness of reducing floods from the two technical proposals, the technical handling with the embankment was chosen to handle flooding in Kali Lamong.
STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN EMBUNG PENIWEN DESA PENIWEN KECAMATAN KROMENGAN KABUPATEN MALANG Ferina, Marisa Ayu; Limantara, Lily Montarcih; Sholichin, Moh.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang yakni daerah agraris dengan jumlah penduduk 2.544.315 (BPS Kab Malang, 2018), oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan air baku untuk irigasi. Pengaruh perubahan iklim, air menjadi berkurang dan banyak mata air yang mati pada musim kemarau, untuk itu pembangunan embung menjadi solusi utama.Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembangunan Embung Peniwen ditinjau dari aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari analisis teknis Embung Peniwen dapat menampung volume air sebesar 52.032,55 m3 dengan areal irigasi 75 Ha. Sedangkan simulasi tampungan, Embung Peniwen dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija Dari hasil perhitungan diperoleh nilai pembangunan sebesar Rp. 6.185.840.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kondisi normal diperoleh nilai NPV=Rp. 794.466.428, B/C=1,116, EIRR=14,440%. Kondisi manfaat turun 10%, biaya tetap diperoleh NPV=Rp. 31.998.961, B/C=1,005, EIRR=12,102%. Kondisi manfaat dan biaya tetap, pelaksanaan terlambat 1 tahun diperoleh NPV=Rp. 77.759.182, B/C=1,133, EIRR=12,216%. Disimpulkan bahwa pembangunan Embung Peniwen layak secara teknis dan ekonomi untuk dibangun.Malang Regency is an agricultural area with a population of 2,544,315 (BPS Kab Malang, 2018), therefore it requires the availability of raw water for irrigation. The effect of climate change is that water is reduced and many springs die in the dry season, so the construction of embung is the main solution. This study aims to determine the feasibility of developing the Peniwen Embung in terms of technical and economic aspects. From the technical analysis, the Peniwen Embung can accommodate a volume of water of 52,032.55 m3 with an irrigation area of 75 hectares. While the storage simulation, Peniwen Embung can meet the needs of irrigation water with the cropping pattern of Rice-Padi-Palawija. From the calculation results, the development value is Rp. 6,185,840,000 including Value Added Tax (VAT). Under normal conditions, the NPV value = Rp. 794,466,428, B / C = 1,116, EIRR = 14,440%. Benefit condition decreased by 10%, fixed cost obtained NPV = Rp. 31,998,961, B / C = 1,005, EIRR = 12.102%. Conditions for benefits and fixed costs, one year late implementation, the NPV = Rp. 77,759,182, B / C = 1,133, EIRR = 12,216%. It was concluded that the construction of the Peniwen Embung was technically and economically feasible to BUILD.Kabupaten Malang yakni daerah agraris dengan jumlah penduduk 2.544.315 (BPS Kab Malang, 2018), oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan air baku untuk irigasi. Pengaruh perubahan iklim, air menjadi berkurang dan banyak mata air yang mati pada musim kemarau, untuk itu pembangunan embung menjadi solusi utama.Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembangunan Embung Peniwen ditinjau dari aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari analisis teknis Embung Peniwen dapat menampung volume air sebesar 52.032,55 m3 dengan areal irigasi 75 Ha. Sedangkan simulasi tampungan, Embung Peniwen dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija Dari hasil perhitungan diperoleh nilai pembangunan sebesar Rp. 6.185.840.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kondisi normal diperoleh nilai NPV=Rp. 794.466.428, B/C=1,116, EIRR=14,440%. Kondisi manfaat turun 10%, biaya tetap diperoleh NPV=Rp. 31.998.961, B/C=1,005, EIRR=12,102%. Kondisi manfaat dan biaya tetap, pelaksanaan terlambat 1 tahun diperoleh NPV=Rp. 77.759.182, B/C=1,133, EIRR=12,216%. Disimpulkan bahwa pembangunan Embung Peniwen layak secara teknis dan ekonomi untuk dibangun.Kabupaten Malang yakni daerah agraris dengan jumlah penduduk 2.544.315 (BPS Kab Malang, 2018), oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan air baku untuk irigasi. Pengaruh perubahan iklim, air menjadi berkurang dan banyak mata air yang mati pada musim kemarau, untuk itu pembangunan embung menjadi solusi utama.Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembangunan Embung Peniwen ditinjau dari aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari analisis teknis Embung Peniwen dapat menampung volume air sebesar 52.032,55 m3 dengan areal irigasi 75 Ha. Sedangkan simulasi tampungan, Embung Peniwen dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija Dari hasil perhitungan diperoleh nilai pembangunan sebesar Rp. 6.185.840.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kondisi normal diperoleh nilai NPV=Rp. 794.466.428, B/C=1,116, EIRR=14,440%. Kondisi manfaat turun 10%, biaya tetap diperoleh NPV=Rp. 31.998.961, B/C=1,005, EIRR=12,102%. Kondisi manfaat dan biaya tetap, pelaksanaan terlambat 1 tahun diperoleh NPV=Rp. 77.759.182, B/C=1,133, EIRR=12,216%. Disimpulkan bahwa pembangunan Embung Peniwen layak secara teknis dan ekonomi untuk dibangun.
STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN EMBUNG PENIWEN DESA PENIWEN KECAMATAN KROMENGAN KABUPATEN MALANG Ferina, Marisa Ayu; Limantara, Lily Montarcih; Sholichin, Moh.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Malang yakni daerah agraris dengan jumlah penduduk 2.544.315 (BPS Kab Malang, 2018), oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan air baku untuk irigasi. Pengaruh perubahan iklim, air menjadi berkurang dan banyak mata air yang mati pada musim kemarau, untuk itu pembangunan embung menjadi solusi utama. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembangunan Embung Peniwen ditinjau dari aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari analisis teknis Embung Peniwen dapat menampung volume air sebesar 52.032,55 m3 dengan areal irigasi 75 Ha. Sedangkan simulasi tampungan, Embung Peniwen dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija Dari hasil perhitungan diperoleh nilai pembangunan sebesar Rp. 6.185.840.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kondisi normal diperoleh nilai NPV=Rp. 794.466.428, B/C=1,116, EIRR=14,440%. Kondisi manfaat turun 10%, biaya tetap diperoleh NPV=Rp. 31.998.961, B/C=1,005, EIRR=12,102%. Kondisi manfaat dan biaya tetap, pelaksanaan terlambat 1 tahun diperoleh NPV=Rp. 77.759.182, B/C=1,133, EIRR=12,216%. Disimpulkan bahwa pembangunan Embung Peniwen layak secara teknis dan ekonomi untuk dibangun. Abstract Malang Regency is an agricultural area with a population of 2,544,315 (BPS Kab Malang, 2018), therefore it requires the availability of raw water for irrigation. The effect of climate change is that water is reduced and many springs die in the dry season, so the construction of embung is the main solution. This study aims to determine the feasibility of developing the Peniwen Embung in terms of technical and economic aspects. From the technical analysis, the Peniwen Embung can accommodate a volume of water of 52,032.55 m3 with an irrigation area of 75 hectares. While the storage simulation, Peniwen Embung can meet the needs of irrigation water with the cropping pattern of Rice-Padi-Palawija. From the calculation results, the development value is Rp. 6,185,840,000 including Value Added Tax (VAT). Under normal conditions, the NPV value = Rp. 794,466,428, B / C = 1,116, EIRR = 14,440%. Benefit condition decreased by 10%, fixed cost obtained NPV = Rp. 31,998,961, B / C = 1,005, EIRR = 12.102%. Conditions for benefits and fixed costs, one year late implementation, the NPV = Rp. 77,759,182, B / C = 1,133, EIRR = 12,216%. It was concluded that the construction of the Peniwen Embung was technically and economically feasible to build.
Aplikasi Geolistrik Resistivitas dengan Konfigurasi Schlumberger Untuk Identifikasi Air Laut di Kecamatan Jayapura Utara Kota Jayapura Yogi Ricardo P Simanjuntak; Tri Budi Prayogo; Mohammad Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.23

Abstract

Dalam beberapa tahun belakangan telah terjadi eksodus penambahan penduduk yang sangat besar di belahan bumi, yang menyebabkan pengambilan air dalam tanah terus menanjak sangat pesat. Faktor inilah yang membuat dampak sangat jelek terhadap kuantitas dan kualitas air bawah tanah, yaitu turunnya permukaan air bawah tanah, serta fluktuasi yang sangat besar bahkan penurunan kualitas air bawah tanah, sampai terjadinya akibat dari intrusi air laut pada bawah tanah di wilayah pesisir. Dalam rangka penilitian ini, kami memakai metode geolistrik guna mengetahui pengaruh dari penurunan pada muka air bawah tanah terhadap intrusi air laut di salah satu kecamatan di Kota Jayapura yaitu Kecamatan Jayapura Utara. Jayapura Utara Metode dari  geolistrik kami gunakan untuk melihat pengaruh pada penurunan muka air bawah tanah oleh dampak dari intrusi air laut di Kecamatan tersebut.
Effectiveness of Acacia Wood Charcoal and Coconut Shell Analysis in Reducing Concentrations of Cr (VI) Pollution from Industrial Waste Using Adsorption Method at Laboratory Scale Sholichin, Moh.; Ismuyanto , Bambang; Saptati N.H , AS. Dwi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2023.014.02.6

Abstract

Controlling the concentration of Cr(VI) in industrial wastewater is imperative to adhere to environmental quality standards and mitigate the risk of polluting river waters, ensuring the safety of living organisms and public health. Acacia wood charcoal and coconut shell charcoal have emerged as effective adsorbents capable of reducing Cr(VI) levels. This research seeks to identify the optimal adsorption pH and evaluate the impact of initial adsorbate concentration on Cr(VI) removal, comparing the efficacy of acacia wood charcoal and coconut shell charcoal. The study systematically manipulated process variables, encompassing 2, 4, and 6 pH levels and adsorbate concentrations of 30, 40, and 50 ppm. Charcoal characterization techniques, such as XRF, FTIR, and SNI, were employed alongside analyzing Cr(VI) levels utilizing UV-visible spectrophotometry. Results elucidated that coconut shell charcoal exhibited a higher percentage removal of Cr(VI) at concentrations of 30% (41%), 40% (38%), and 50 ppm (31%), outperforming acacia wood charcoal, which displayed removal percentages of 16%, 14%, and 7%, respectively. Consequently, the research underscores the superior efficacy of coconut shell charcoal in Cr(VI) removal compared to acacia wood charcoal under the specified conditions. The findings contribute valuable insights to optimizing adsorption processes for industrial wastewater treatment, promoting sustainable practices and environmental stewardship.
Reduction of Remazol Brilliant Blue-R Dye Levels Through Electrocoagulation Process at Laboratory Scale to Reduce Pollution Levels of Textile Industrial Waste in River Streams Sholichin, Moh.; Ismuyanto, Bambang; Saptati N. H., A. S. Dwi; Susilo, H.
The Journal of Experimental Life Science Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2023.013.03.07

Abstract

The textile industry produces liquid waste, which is the main cause of pollution in rivers. Textile industry wastewater has a dye content of about 40%. Electrocoagulation is one method that is able to reduce waste by using electrolysis reactions. This study aims to analyze the level of the electrode plan’s capability to reduce the level of dye waste pollution from the industry on a laboratory scale. The submerged electrode material was 7 cm x 8 cm, 7 cm x 10 cm, and 7 cm x 12 cm in dimensions. The electrocoagulation process was run for 120 minutes with a voltage of 30 volts and stirring at 200 rpm. Samples were taken at 0, 5, 15, 30, 45, 60, and 120 minutes for the electrocoagulation process. Determination of the maximum wavelength of Remazol Brilliant Blue-R was carried out by measuring 60 ppm of Remazol Brilliant Blue solution at various wavelengths in the range of 400 - 800 nm with 1 nm intervals. Measurements were carried out using a UV-Vis spectrophotometer. First-order and second-order reaction kinetics models were used to study the reaction kinetics of the Remazol Brilliant Blue-R electrocoagulation process. The highest efficiency in the Remazol Brilliant Blue-R reduction process was obtained at 86% at 120 minutes. The kinetics of the Remazol Brilliant Blue-R electrocoagulation process using aluminum-based electrodes was under the first order with an R2 value > 0.96. Keywords: Electrocoagulation, Industrial Wastewater, Remazol Brilliant Blue-R, UV-Vis Spectrophotometer.
Studi Penentuan Sebaran Kualitas Air dengan Metode DOE-WQI, IP, Oregon-WQI, dan Prati Index di Waduk Sutami Rahayu, Gayatri Putri; Sayekti, Rini Wahyu; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.37

Abstract

Sutami Reservoir is one of the multipurpose reservoirs used in the supply of water. The main problem that occurs is a decrease in water quality caused by sources of pollution from agricultural waste, domestic waste, and industrial waste from the upstream part of the reservoir. This study aims to determine water quality during dry season using DOE-WQI, Pollution Index, Oregon-WQI, and Prati Index with parameters based on BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, pH, NO3, and PO4, as well as to calculate the load capacity of reservoir pollution. The results obtained of water quality status using the DOE-WQI, Pollution Index, and Prati Index method is lightly polluted. Using the Oregon-WQI method, showed different results, that is heavily polluted, it was caused by differences in the use of parameters. The trophic status in the dry season of 2016 is 60%-80% Eutrophic. Total-P levels in upstream, middle, and downstream sections were 89,20 mg/m3, 86,733 mg/m3, and 76,667 mg/m3. The pollution load capacity of Sutami Reservoir in the upstream, middle, and downstream sections, are 12,448 mg/m3, 15,291 mg/m3, and 26,894 mg/m3. By comparing the value of Total-P and the pollution load capacity, it shows that Total-P exceed the limit of reservoir's pollution load capacity. Waduk Sutami menjadi salah satu waduk serbaguna yang digunakan dalam penyediaan air baku. Permasalahan utama yang terjadiialah adanya penurunan kualitas air yang disebabkan oleh sumber pencemaran limbah pertanian, limbah domestik, dan limbah industri di bagian hulu waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air pada musim kemarau dengan menggunakan metode DOE-WQI, Indeks Pencemaran,Oregon-WQI, dan Prati Index berdasarkan parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, pH, NO3, dan PO4, serta untuk menghitung daya tampung beban pencemaranwaduk. Hasil yang didapatkan dari analisis kualitas air dengan menggunakanmetode DOE-WQI,Indeks Pencemaran, danPrati Indexadalah tercemar ringan. Pada metode Oregon-WQI menampilkan hasil yang berbeda yaitu tercemar berat, hal itu disebabkan oleh adanya perbedaan penggunaan parameter. Status trofik di musim kering tahun 2016 mengalami eutrofikasi sebesar 60% - 80% Eutrof. Diketahui kadar Total-P untuk bagian hulu, tengah, dan hilir antara lain 89,20 mg/m3, 86,733 mg/m3, dan 76,667 mg/m3. Besarnya daya tampung beban pencemaran Waduk Sutami pada bagian hulu, tengah, dan hilir yaitu 12,448 mg/m3, 15,291 mg/m3, dan 26,894 mg/m3. Dengan perbandingan kadar Total-P dan nilai daya tampungnya, maka memperlihatkan bahwa kadar Total-P melampaui batas kapasitas tampungan beban pencemaran waduk
Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih di Perumahan Grand Arfa Wulandira Kabupaten Serang dengan Aplikasi WaterCAD CONNECT Edition Amrul, Muhammad Alfarisy; Haribowo, Riyanto; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.04

Abstract

Perumahan Grand Arfa Wulandira merupakan sebuah perumahan yang terletak di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Pada perumahan ini terdapat satu buah sumur bor, akan tetapi belum terdapat sebuah jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Dengan demikian, perlu diadakan perencanaan jaringan distribusi air bersih di Perumahan Grand Arfa Wulandira meliputi aspek hidrolika, kualitas air dan ekonomi. Dalam perencanaan jaringan air bersih, dilakukan dengan aplikasi WaterCAD CONNECT Edition untuk simulasi dan pemodelan kondisi hidraulik jaringan air bersih. Untuk perhitungan biaya dan analisa ekonomi dilakukan secara manual berdasarkan Permen PUPR No. 28/PRT/M/2016. Dari hasil analisa hidrolis, menunjukkan hasil perencanaan memenuhi kriteria jaringan perpipaan pada Permen PUPR No. 18/PRT/M/2007. Hasil dari perencanaan ini adalah kecepatan sebesar 0,10 m/det – 2,39 m/det, headloss gradient sebesar 0,13 m/km – 14,80 m/km dan tekanan sebesar 1,83 atm – 2,87 atm. Hasil analisa ekonomi menunjukkan biaya perencanaan sebesar Rp1.292.830.000,00 dengan penentuan harga air sebesar Rp1.667,22/m3.
Analisa Erosi di DAS Kali Lamong Menggunakan Pendekatan ArcSWAT Pane, Yasmin Pebriani Sitorus; Sholichin, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.44

Abstract

Flood on the downstream and sedimentation at the bottom of the river often occured in Kali Lamong Watershed. From those problems to reduce problems occurin in Kali LamongoWatershed, need new landuse method (scenario) using ArcSWAT as a conservation. To get the result of runoff, erosion, and sedimentation ArcSWAT program need 4 processes : watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU), input database, and simulation. The results showed an average runoff rate of 55.369 mm/tahun, average erosion rate of 31.578 ton/ha/tahun, and average sedimentation rate of 67576.11 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Indekx by Hammer (1981), shows that the index at low level (index , 1.0) in an area of 20239.267 ha, medium level (index 1.01-4.0) in an area of 27999.556, high level (index 4.01 – 10.0) in an area of 24166.261 ha. With the conservation that was adjusted to the land capacity of Kali Lamong Watershed, the new land use could reduce runoff by 22.92%, erosion of 22.01%, and sedimentation of 44.55%. Using new land use shows that  the Erosion Hazard Index Kali Lamong Watershed was at low level and medium level. DAS Kali Lamong sering mendapat bencana seperti banjir pada bagian hilir serta pendangkalan dasar sungai akibat laju sedimentasi. Dari permasalahan tersebut maka untuk mengurangi permasalahan pada DAS Kali Lamong diperlukan usaha konservasi dengan merencanakan tata guna lahan yang baru menggunakan model ArcSWAT. Untuk mendapatkan hasil limpasan, erosi, dan sedimentasi model ArcSWAT memerlukan 4 proses yaitu pembuatan delineasi DAS, pengolahan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan database, dan melakukan simulasi. Dari analisa menunjukkan rerata limpasan 55.369 mm/tahun, rerata erosi 31.578 ton/ha/tahun, dan rerata sedimen 67576.11 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi oleh Hammer (1981) diperoleh indeks dengan kriteria rendah (indeks < 1.0) seluas 20239.267 ha, kriteria sedang (indeks 1.01-4.0) seluas 27999.556, kriteria tinggi (indeks 4.01 – 10.0) seluas 24166.261 ha. Hasil dari skenario pembuatan tata guna lahan baru yang disesuaikan dengan kemampuan lahan DAS Kali Lamong menunjukkan penurunan limpasan sebesar 22.92%, erosi sebesar 22.01%, dan sedimentasi sebesar 44.55%. Menggunakan tata guna lahan baru kriteria Indeks Bahaya Erosi DAS Kali Lamong berada di kriteria rendah dan sedang. 
Studi Sebaran Karakteristik Kualitas Air dengan Parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, dan pH di Waduk Sutami Nathania, Nadya Ayu; Sayekti, Rini Wahyu; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.45

Abstract

Sutami Reservoir is a multipurpose reservoir with a water supply from Brantas River. The problem that occurs in the Brantas River is the decline in water quality due to the high discharge of agricultural, domestic, and industrial waste. The purpose of this study is to determine the distribution of water quality in 2015-2020 for the dry season using the Pollution Index, determine the regression model that best suits the variation of the pollution index value, and determine the pollution load capacity for Total-P in 2016 based on its trophic status. This research was conducted at the Upper, Middle, and Downstream Monitoring Stations at depths I (0.3 m), II (5 m), and III (10 m) for parameters BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, and pH. From this study, it was found that the distribution of water quality of the Sutami Reservoir in 2015-2020 was classified as lightly polluted with the most appropriate regression model, namely the polynomial regression model. By comparing the pollution load capacity for Total-P in 2016 with the level of Total-P that enter the Sutami Reservoir, it was found that the level of Total-P that entered in the Sutami Reservoir had exceeded its proper capacity. Waduk Sutami merupakan waduk multiguna dengan pasokan air dari Sungai Brantas. Permasalahan yang terjadi di Sungai Brantas yaitu menurunnya kualitas air akibat tingginya buangan limbah pertanian, domestik, dan industri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan sebaran karakteristik kualitas air dimusim kemarau tahun 2015-2020 dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran, menentukan model regresi yang paling sesuai dengan variasi nilai indeks pencemaran, serta menentukan daya tampung beban pencemaran Total-P tahun 2016 berdasarkan status trofiknya. Penelitian ini dilakukan pada Stasiun Monitoring Waduk Sutami Hulu, Tengah, dan Hilir pada kedalaman I (0.3 m), II (5 m), dan III (10 m) untuk parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS dan pH. Dari penelitian ini didapatkan hasil sebaran karakteristik kualitas air Waduk Sutami tahun 2015-2020 tergolong tercemar ringan dengan model regresi yang paling sesuai yaitu model regresi polinomial. Dengan membandingkan nilai daya tampung beban pencemaran Total-P tahun 2016 dengan kadar yang masuk ke Waduk Sutami didapatkan bahwa kadar Total-P yang masuk ke Waduk Sutami telah melebihi daya tampung yang seharusnya.