Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Pencatatan dan Pelaporan Penyakit Tidak Menular Berbasis Asik di Puskesmas Gondangrejo Aulia Siti Nur Rahmah; Frieda Ani Noor; Anggi Putri Aria Gita; Oliva Virvizat Prasastin; Nella Tri Surya
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i9.572

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama, dengan diabetes dan hipertensi memerlukan perhatian khusus karena prevalensinya yang tinggi secara global. Skrining berkala penting untuk deteksi dini, namun pencatatan dan pelaporan hasil skrining di tingkat layanan kesehatan primer masih menghadapi kendala, antara lain keterlambatan pengiriman data, laporan tidak lengkap, pencatatan identitas kurang akurat, serta ketergantungan pada dokumentasi manual yang mudah hilang. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang dikembangkan Kementerian Kesehatan menawarkan peluang mengatasi persoalan tersebut melalui pencatatan digital terintegrasi dan waktu nyata, namun efektivitas penggunaannya tetap bergantung pada pengetahuan dan partisipasi tenaga kesehatan serta kader. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi tenaga kesehatan dan kader dalam pencatatan dan pelaporan skrining PTM berbasis ASIK di Puskesmas Gondangrejo. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab, pada 12 Juni 2025 di Aula Puskesmas Gondangrejo, diikuti 59 peserta (45 perempuan dan 14 laki-laki), sebagian besar bidan dan perawat. Pengetahuan peserta dinilai menggunakan pre-test dan post-test berupa sepuluh soal benar-salah, didukung presentasi PowerPoint dan leaflet “Si ASIK PTM”. Hasil menunjukkan rerata skor peserta meningkat dari 8,32 (rentang 8-9) pada pre-test menjadi 9,20 (rentang 9-10) pada post-test, atau meningkat 0,88 poin, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pencatatan dan pelaporan berbasis ASIK setelah sosialisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi media presentasi, bahan cetak, dan diskusi efektif meningkatkan pemahaman terhadap dokumentasi digital skrining PTM. Monitoring, evaluasi, dan dukungan kelembagaan berkelanjutan direkomendasikan untuk memastikan pencatatan data yang konsisten dan akurat guna mendukung perencanaan program Puskesmas dan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
Analisis Implementasi Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) di Puskesmas Purwodiningratan Surakarta Aulia Siti Nur Rahmah; Frieda Ani Noor; Oliva Virvizat Prasastin; Nella Tri Surya; Anggi Putri Aria Gita
Public Health Journal Vol. 3 No. 4 (2026): In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5ytq2z85

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat primer menggunakan sistem informasi untuk mendukung pencatatan, pelaporan, pemantauan, dan pengambilan keputusan. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) digunakan dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan skrining penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ASIK di Puskesmas Purwodiningratan Surakarta berdasarkan Teori HOT-Fit (Human, Organization, dan Technology Fit). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pengamatan terhadap enam informan yang terlibat dalam penggunaan ASIK, dengan triangulasi sumber. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa aspek manusia telah mendukung implementasi karena petugas memiliki pengetahuan yang cukup, menerima penggunaan ASIK, dan merasakan manfaatnya bagi pencatatan serta pelaporan. Aspek organisasi didukung arahan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, evaluasi capaian secara berkala, serta koordinasi yang berjalan baik. Aspek teknologi dinilai mudah digunakan, informasinya relatif lengkap, relevan, tepat waktu, dan memiliki pengamanan melalui akun pengguna. Meskipun implementasi ASIK memberikan efisiensi pencatatan, keberlanjutannya membutuhkan penguatan regulasi internal puskesmas, peningkatan stabilitas jaringan, serta pelatihan berjenjang secara terstruktur.