Penyakit tidak menular (PTM) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama, dengan diabetes dan hipertensi memerlukan perhatian khusus karena prevalensinya yang tinggi secara global. Skrining berkala penting untuk deteksi dini, namun pencatatan dan pelaporan hasil skrining di tingkat layanan kesehatan primer masih menghadapi kendala, antara lain keterlambatan pengiriman data, laporan tidak lengkap, pencatatan identitas kurang akurat, serta ketergantungan pada dokumentasi manual yang mudah hilang. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang dikembangkan Kementerian Kesehatan menawarkan peluang mengatasi persoalan tersebut melalui pencatatan digital terintegrasi dan waktu nyata, namun efektivitas penggunaannya tetap bergantung pada pengetahuan dan partisipasi tenaga kesehatan serta kader. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi tenaga kesehatan dan kader dalam pencatatan dan pelaporan skrining PTM berbasis ASIK di Puskesmas Gondangrejo. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab, pada 12 Juni 2025 di Aula Puskesmas Gondangrejo, diikuti 59 peserta (45 perempuan dan 14 laki-laki), sebagian besar bidan dan perawat. Pengetahuan peserta dinilai menggunakan pre-test dan post-test berupa sepuluh soal benar-salah, didukung presentasi PowerPoint dan leaflet “Si ASIK PTM”. Hasil menunjukkan rerata skor peserta meningkat dari 8,32 (rentang 8-9) pada pre-test menjadi 9,20 (rentang 9-10) pada post-test, atau meningkat 0,88 poin, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pencatatan dan pelaporan berbasis ASIK setelah sosialisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi media presentasi, bahan cetak, dan diskusi efektif meningkatkan pemahaman terhadap dokumentasi digital skrining PTM. Monitoring, evaluasi, dan dukungan kelembagaan berkelanjutan direkomendasikan untuk memastikan pencatatan data yang konsisten dan akurat guna mendukung perencanaan program Puskesmas dan kebijakan kesehatan berbasis bukti.