Pramita Putri Utami
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 12-24 Bulan di Desa Guntur Macan Puskesmas Gunungsari Tahun 2021 Shohipatul Mawaddah; Pramita Putri Utami; Nursabah Khaerani
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.205 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.783

Abstract

Angka kejadian status gizi kurang sering terjadi pada usia 12-24 bulan, karena pada priode ini merupakan periode penyapihan. Anak yang disapih mengalami masa transisi pada pola makannya. Keadaan ini mengakibatkan asupan makanan berkurang. Masa ini disebut masa transisi tahun kedua. Riskesdas 2018 melaporkan prevalensi status gizi di Indonesia berdasarkan pengukuran berat badan terhadap usia (BB/U) sebesar 17,7% dengan presentase kategori gizi kurang (underweight) sebesar 13,0% dan kategori gizi buruk sebesar 3,9%. Hal ini masih menjadi perhatian mengingat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan angka gizi kurang bisa mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola pemberian MP-ASI terhadap status gizi pada bayi usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 30 sampel dari 50 populasi yang terpilih secara purposive sampling. Prosedur analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Chi square dengan nilai signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI sesuai dengan standar yaitu sebanyak 66,7% dengan sebagian besar memiliki bayi dengan status gizi baik yaitu 90% dan terdapat 33,3% responden yang memberikan MP-ASI tidak sesuai dengan standar memiliki bayi dengan status gizi kurang sebanyak 50% dan 10% bayi dengan status gizi lebih. Hasil uji statistik Chi square menunjukkan nilai p value = 0,01 < α =0,05 yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi pada usia 12-24 bulan. Dari hasil penelitian diharapkan adanya informasi atau sosialisasi yang lebih mendetail terkait bagaimana pola pemberian MP-ASI yang sesuai standar menurut WHO khususnya pada ibu atau pengasuh yang memiliki bayi dan anak balita.
Birth Weight and Length of Stunting Toddlers in Working Area of Seteluk Public Health Center in West Sumbawa in 2019: A Case Study Nurul Hidayati; Ziadatul Munawarah; Pramita Putri Utami; Andy UlmiAprilani
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 5 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i5.632

Abstract

Background: Stunting is a chronic condition that describes stunted growth due to long-term malnutrition. Stunting in toddlers needs special attention because it can hamper children's physical and mental health. Low birth weight and length indicate that the child during the womb experienced a lack of nutritional intake, so the impact on growth was not optimal. Objective: To determine the birth weight and length of stunting toddlers in the working area of Seteluk Public Health Center in West Sumbawa in 2019. Methods: This study used a descriptive research method with a cross-sectional time study conducted in July 2019 in the work area Seteluk Public Health Center, West Sumbawa, West Nusa Tenggara, with a total sample of 97 children under five based on inclusion and exclusion criteria. Results: The birth weight of stunted toddlers showed that of the 97 stunting toddlers, 9 toddlers (9.3%) had abnormal birth weights and 88 toddlers (90.7%) had normal birth weights. Meanwhile, birth length showed that 28 toddlers (28.9%) had abnormal birth lengths, and 69 (71.1%) had normal birth lengths. Conclusion: Birth weight and length are not a risk of stunting, but if a toddler is accompanied by poor nutritional intake and has an infectious disease, the toddler will experience stunting. Recommendation: We hope that all midwifery can provide systematic education routinely on the importance of nutrition in babies to improve the understanding of society and prevent stunting in childhood
Hubungan Antar Diabetes Melitus Gestasional dengan Hipertensi Pada Ibu Hamil di Poli Kandungan RSUD Gambiran Kota Kediri Ziadatul Munawarah; Pramita Putri Utami; Marlia Fujiyanti
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1109

Abstract

Diabetes Melitus Gestasional adalah merupakan gangguan metabolisme yang ringan, tetapi hiperglikemia ringan tetap dapat memberikan penyulit pada ibu, berupa hipertensi, preeklampsi, polihidramnion, infeksi saluran kemih, persalinan seksiosesaria, trauma persalinan akibat bayi besar (Sarwono, 2006). Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan (preeklampsi-eklampsi) preeklampsi/Hipertensi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas yang relatif tinggi di Indonesia setelah perdarahan (Depkes RI, 2010).Studi pendahuluan yang dilakukan di ruang Poli Kandungan RSUD Gambiran Kota Kediri menunjukkan bahwa pada 10 ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 6 orang mengalami dan sebanyak 4 ibu hamil. Maka disimpulkan bahwa terdapat masalah yang ada pada ibu hamil yang mengalami Diabetes Melitus Gestasional dan hipertensi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara Diabetes Melitus Gestasional dengan Hipertensi pada ibu hamil di Poli Kandungan RSUD Gambiran Kota Kediri Tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross secsional. Populasi dalam penelitianini I65 orang dengan sampel 165 orang dengan teknik simple random sampling.Variabel yang diukur adalah Diabetes Melitus Gestasional sebagai independent, Hipertensi sebagai variabel dependent. Hasil dari penelitian ini adalah ibu hampir setengahnya ibu hamil dengan Diabetes Melitus yang mengalami Hipertensi Tingkat 1 sebanyak 23 atau (32,0,6%). Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Koefisien Kontingensi diperoleh nilai ρ = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05) dapat dikatakan ρ < α maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara Diabetes Melitus dengan Hipertensi di Poli Kandungan RSUD Gambiran Kota Kediri tahun 2013. Kekuatan korelasi dinyatakan oleh correlation coefficient sebesar 0,671 yang berarti tingkat hubungan antara Diabetes Melitus dengan Hipertensi di Poli Kandungan RSUD Gambiran Kota Kediri tahun 2013 dalam kategori Kuat. Berdasarkan hasil penelitian perlu cara mengatur diet makanan, cukup istirahat dan pengawasan antenatal atau pemeriksaan antenatal dan juga dari pihak petugas kesehatan untuk lebih mendeteksi secara dini tanda Diabetes Melitus Gestasional dan hipertensi pada ibu hamil dan segera mengobatinya apabila ditemukan.
LIFESTYLE OF POLYCYSTIC OVARY PATIENTS IN TRESNA MATERNITY HOSPITAL, MATARAM CITY IN 2020 Pramita Putri Utami; Nurul Hidayati; Ziadatul Munawarah
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 7 No 1 (2023): VOLUME 7 ISSUE 1 APRIL 2023
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2023/Vol7/Iss1/457

Abstract

Not a few married couples have to wait a long time to have children, some have even given up on having a baby because they have been married for a long time, and the wife has not yet conceived. This situation is usually called infertility or in medical language is known as infertile. One of the factors that cause infertility comes from an unhealthy lifestyle. The number of infertile couples is one of them Polycystic Ovary (PCO) at Tresna Maternity Hospital based on information from existing data. PCO are small follicles measuring 5-7 mm or 0.5-0.7 cm. This study aims to determine the lifestyle of patients Polycystic Ovary at Tresna Maternity Hospital Mataram City in 2020. This research was included in a descriptive design study which was conducted on 6-20 September 2020 at Tresna Maternity Hospital, Mataram City. The population in this study were mothers who had Polycystic Ovary with a sample of 26 people with a sampling technique total sampling where the sampling technique uses the total population. Data analysis using univariate analysis. Research that has been conducted on 26 samples can be seen that most of the mothers suffer from it Polycystic Ovary 18 samples (69.2%) are aged 20-35 years and the majority of mothers who have a healthy lifestyle are 22 samples (84.6%). Conclusion, suffering mother Polycystic Ovary already live a healthy lifestyle, so it is hoped that mothers will pay more attention to their lifestyle such as exercise and food consumed so that their lifestyle will be better.
Status Perkawinan dan Pekerjaan Pasien Dengan IVA (+) Positif di Poli KB dan Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Pramita Putri Utami; Heru Supriwandani; Ziadatul Munawwarah
JIKF Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i2.2037

Abstract

Berdasarkan data World Health Organizaiton (WHO), jumlah pasien yang mengalami IVA (+) positif terus meningkat dengan perkiraan 9 juta orang pada tahun 2015 dan 11,4 juta penderita IVA (+) positif pada tahun 2030. IVA (+) positif merupakan beban masalah serius pada kesehatan reproduksi perempuan di seluruh dunia, meskipun faktanya hal tersebut dapat dicegah. Makin dini pemeriksaan IVA dilakukan maka makin baik prognosisnya, sehingga deteksi dini dan pengobatan pada pasien IVA (+) positif perlu menjadi prioritas untuk mengurangi angka kematian pada pasien IVA (+) positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status perkawinan dan pekerjaan pasien dengan IVA (+) positif di Poli KB dan Kandungan RSUD NTB Provinsi NTB. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel 168 orang yang diambil dengan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan wawancara dan diolah menggunakan uji chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa dari 168 Sampel yang mengalami IVA (+) positif, sebagian besar ditemukan pada responden yang telah menikah sebanyak 135 Sampel (80,4%) dan sebagian kecil ditemukan pada responden yang berstatus janda sebanyak 9 Sampel (5,3%). Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa IVA (+) positif lebih tinggi terjadi pada orang yang belum menikah, bercerai, atau orang yang terpisah dari keluarganya bila dibandingkan dengan orang yang sudah menikah. Sering ditemukan pula pada kelompok dengan status sosial ekonomi rendah atau kurang.
Pengaruh Tekhnik Rebozo Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Kehamilan Trimester III di Polindes Batu Kuta Lombok Barat Nurul Hidayati; Ziadatul Munawarah; Pramita Putri Utami; Firdaus Mubayyina
JIKF Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v12i1.2242

Abstract

Ibu hamil trimester III mengalami masalah yang terjadi berulang kali. Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil pada trimester III, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kenyamanan sehari-hari. Di Indonesia 60- 80% sakit punggung dialami diakhir trimester kehamilan. Teknik Rebozo adalah metode perawatan yang diimplementasikan sebagai pereda ketidak nyamanan umum wanita hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekhnik rebozo terhadap penurunan nyeri punggung pada kehamilan trimester III. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-eksperiment dengan desain penelitian one grup pretest posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Analisis data penelitian menggunakan univariat dan bivariat Mann-Whitney.Hasil analisis univariat menunjukkan Bahwa distribusi responden sebelum dilakukan tes sesuai dengan skala nyeri sedang yang didominasi Oleh skala 4 yang terdiri Dari sejumlah 18 orang (60%),skala 5 yang terdiri Dari 8 orang(26,67%). Dan skala terendah 6 Untuk 4 Orang (13,33%).Selanjutnya Dilakukan intervensi tekhnik rebozo (post test) yang hasilnya masuk kategori “nyeri ringan”yaitu H.Pada skala 3 sebanyak 3orang (10%),Pada skala 2 sebanyak 14 orang(46,67%) dan pada skala 1 sebanyak 13 orang (43,33%). Uji Statistic Mann-Whitney menunjukkan sig(-2tailed)=0.0020 <;0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi tekhnik rebozo berpengaruh sebagai penurun keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester akhir.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebersihan Genitalia Eksterna Dengan Terjadinya Keputihan Patologi Di Puskesmas Karang Taliwang Kota Mataram Tahun 2024 UTAMI, PRAMITA PUTRI
JIKF Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v12i2.2422

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2020 di 8 kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Banjarmasin dan Makasar dengan mengambil sampel sebanyak 1000 orang ibu hamil ditemukan 823 orang (82,3%) yang mengalami keputihan (Indarti, 2018). Berdasarkan survey pendahuluan yang penulis lakukan terhadap 11 orang ibu hamil tentang hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kebersihan genitalia eksterna dengan terjadinya keputihan patologi ternyata yang memiliki kategori baik terdapat 2 orang, cukup 4 orang, dan kurang 5 orang, berdasarkan hasil survey tersebut didapatkan bahwa 8 ibu hamil yang mengalami keputihan dan yang tidak mengalami keputihan yaitu 3 ibu hamil, hal ini di akibatkan kurangnya pengetahuan tentang merawat organ genetalia eksterna. Desain penelitian yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian adalah penelitian analitik. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan di Puskesmas Karang Taliwang pada bulan Februari tahun 2024 sebanyak 67 orang.Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki umur <20 tahun sebanyak 13 orang, tidak bekerja 25 orang (60,98%),41 orang memiliki pengetahuan dengan kategori baik, yang tidak mengalami keputihan patologi sebanyak 32 orang (78,05%), p value < α (0,1) yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan Ibu hamil tentang kebersihan genitalia eksterna dengan terjadinya keputihan patologi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda-tanda Bahaya Persalinan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Mubayyina, Firdaus; Utami, Pramita Putri; Wigati, Dewi Endah
JIKF Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v12i2.2435

Abstract

Salah satu faktor tingginya AKI di Indonesia adalah disebabkan karena relatif masih rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Indikator ini masih menjadi indikator porsi kematian ibu (AKI) yang penting dan baik serta selalu diperhatikan dalam beberapa bahasan. Semakin tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan semakin rendah risiko terjadinya kematian Pada tingkat pengetahuan masih banyak keluarga yang belum mengetahui mengenai pentingnya melakukan persalinan yang sehat dan aman oleh tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian cross sectional dengan pendekatan observasional analitik dengan mengambil data ibu hamil TM III dengan populasi sebanyak 1.035 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 sampel ibu hamil trimester III. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan ibu yang memilih tempat persalinan yang faskes lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 16 orang (69,6%) dan ibu yang memilih tempat persalinan non faskes lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan cukup dan kurang sebanyak 3 orang (42,9%). Jadi dapat disimpulkan bahwa dari tingkat pengetahuan yang dimiliki, ibu cenderung memilih tempat persalinan faskes. Berdasarkan uji statistic mengguanakan chi-square, didapatkan hasil p value 0,034 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda-tanda Bahaya Persalinan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Mubayyina, Firdaus; Utami, Pramita Putri; Wigati, Dewi Endah
JIKF Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v12i2.2435

Abstract

Salah satu faktor tingginya AKI di Indonesia adalah disebabkan karena relatif masih rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Indikator ini masih menjadi indikator porsi kematian ibu (AKI) yang penting dan baik serta selalu diperhatikan dalam beberapa bahasan. Semakin tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan semakin rendah risiko terjadinya kematian Pada tingkat pengetahuan masih banyak keluarga yang belum mengetahui mengenai pentingnya melakukan persalinan yang sehat dan aman oleh tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian cross sectional dengan pendekatan observasional analitik dengan mengambil data ibu hamil TM III dengan populasi sebanyak 1.035 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 sampel ibu hamil trimester III. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan ibu yang memilih tempat persalinan yang faskes lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 16 orang (69,6%) dan ibu yang memilih tempat persalinan non faskes lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan cukup dan kurang sebanyak 3 orang (42,9%). Jadi dapat disimpulkan bahwa dari tingkat pengetahuan yang dimiliki, ibu cenderung memilih tempat persalinan faskes. Berdasarkan uji statistic mengguanakan chi-square, didapatkan hasil p value 0,034 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan.
Duration of Early Breastfeeding Initiation for Hypothermia Prevention at Karang Taliwang Health Center in 2024 Utami, Pramita Putri; Hidayati, Nurul; Supriwandani, Heru
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2536

Abstract

One of the advantages of IMD is preventing hypothermia in newborns. Hypothermia contributes to 7% of infant mortality in Indonesia. This is related to the importance of IMD to preventing hypothermia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the duration of Early Breastfeeding Initiation on preventing Hypothermia at the Karang Taliwang Health Center in 2024. The study was conducted in September 2024, the researcher used an observational pre-experimental research design in the form of a design using the One Group Pretest Posttest design. In this study, the sampling technique used was Accidental Sampling. The number of respondents in this study was 14 samples of normal newborns. From the results of the study, was obtained before IMD was carried out, there were 2 samples with hypothermia criteria (14.29%), 12 samples with cold stress criteria (85.71%), and no samples with normal temperature criteria. And the data after early breastfeeding initiation was carried out, there were no respondents with hypothermia criteria (0%), 5 samples with cold stress criteria as many as (35.71%), and 9 samples with normal temperature criteria as many as (64.29%). The results of the Wilcoxon Signed Ranks analysis test 0.002, are smaller than the error limit of α = 0.05, meaning that H1 is accepted and H0 is rejected, which means that the duration of early breastfeeding initiation is effective in preventing hypothermia at the Karang Taliwang Health Center in 2024.