Claim Missing Document
Check
Articles

PENELITIAN UJI KUAT TEKAN BETON DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH AMPAS TEBU DAN ZAT ADDITIF SIKACIM BONDING ADHESIVE Agil Dwi Krisna; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.385

Abstract

Concrete has the disadvantage of having a low tensile strength and convincing brittle beams with steel inscriptions to anticipate. In this study, the concrete mixture was given additional bagasse and additives of cycacim bonding. This addition was carried out to study and study the effect of bagasse on the compressive strength of normal k300 concrete by replacing bagasse by 0%, 5%, 10% and 15% in compressive loads. Compressive strength specimens in the form of cubes with a size of 15 cm x 15 cm x 15 cm. Testing is done after 28 days. Concrete with increased bagasse of 5% is better able to produce high compressive strength values than others. The addition of bagasse resulted in an average compressive strength of 5%, 229.64 kg / cm2, 10%, 190.35 kg / cm2, 15%, 160.87 kg / cm2.Beton mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik yang rendah dan bersifat getas sehingga beton diberi tulangan baja untuk mengantisipasinya. Pada penelitian ini, campuran beton diberi bahan tambahan ampas tebu dan zat additif sikacim bonding adhesive. Penambahan ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh ampas tebu terhadap kuat tekan pada beton mutu normal k300 dengan penambahan ampas tebu sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% pada beban tekan. Benda uji kuat tekan berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Pengujian dilakukan setelah 28 hari. Beton dengan penambahan ampas tebu 5% lebih mampu menghasilkan nilai kuat tekan tinggi dari pada yang lainya. Penambahan ampas tebu menghasilakan kuat tekan rata-rata yaitu 5%,229,64 kg/cm2, 10%,190,35 kg/cm2, 15%,160,87kg/cm2.
MANAJEMEN REKAYASA LALU LINTAS PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG COKLAT Edi Hardi Suntoyo; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.389

Abstract

Responding to the development of the brown village tourist area in Golodok Blorok Kademnagan Blitar, it will cause seizures that have an impact on decreasing the performance of roads and intersections around the area, and cause a high level of accidents. can minimize the decline in the performance of roads and intersections and reduce or minimize the occurrence of accidents of visitors to the brown village area, and can provide solutions to traffic problems that occur due to the development of brown village tourism. The method used in this research is based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997) and other related regulations. This reliable step begins with conducting a traffic survey in the area that has been determined and asks for data on the number of visitors and the number of vehicles parked for 1 year to the manager of the Brown Village tourist area which then estimates the trip generation and sets the andalalin classification. After that, analyze the traffic performance on existing conditions and analyze the conditions of traffic management without and with regional development, as well as develop alternative improvements to the impact of traffic due to the development of the brown village tourist area.Menyikapi berkembangnya kawasan wisata kampung coklat di jl Golodok Blorok Kademnagan Blitar , akan menimbulkan bangkitan yang berdampak pada penurunan kinerja ruas jalan dan simpang di sekitar kawasan tersebut, serta menimbulkan tingkat kecelakaan yang tinggi, Untuk itu perlu di lakukan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) agar dapat meminimalisir penurunan kinerja ruas jalan dan simpangdanmengurangiatauminimalisirterjadinyakecelakaanpengunjungkawasan kampong coklat, serta dapat memberikan solusi pemecahan masalah lalu lintas yang terjadi akibat pengembangan wisata kampung coklat. Metode yang digunakan pada penelitia ini didasarkan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dan peraturan terkait lainya.Tahapan andalalin ini diawali dengan melakukan survei lalu lintas di area yang sudah di tentukan dan meminta data jumlah pengunjung serta jumlah kendaraan yang parkir selama 1 tahun kepada pengelola Kawasan wisata kampong coklat yang selanjutnya memperkirakan bangkitan perjalanan dan menetapkan klasifikasi andalalin. Setelah itu , menganalisa kinerja lalu lintas pada kondisi eksisting dan menganalisa pada kondisi manajemen  lalu lintas tanpa dan dengan pengembangan kawasan , serta menyusun alternatif perbaikan terhadap dampak lalu lintas akibat pengembangan kawasan wisata kampung coklat tersebut.
STUDI PERENCANAAN PENINGKATAN JALAN PADA RUAS JALAN JALUR LINTAS SELATAN GIRIWOYO – DUWET STA. 10+000 – STA. 15+000 Agung Kurniawan; Sigit Winarto; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.390

Abstract

The design improvement of the road, and cost estimate of the south path project, segment Giriwoyo-Duwet Sta.10+000 – Sta.15+00 aims to calculate the geometric, widening, thickness of the rigid pavement, thickness of the flexible pavement overlay, and cost estimates of the improvement road project. 2017 Traffic data and California Bearing Ratio data to calculate the thickness of the rigid pavement. The method used to design the geometric is “Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Bina Marga 1997”. The thickness of the rigid paving is calculated by means of a 20-year design plan; life uses “AASHTO 1993”. The thickness of flexible pavement overlay with 20 years design life uses “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen Bina Marga 1987” and “Panduan Analisa Harga Satuan Bina Marga 1995” to calculate the cost estimation. From the calculation of the road known that thickness of rigid pavement for improvement is 15 cm with 10 cm lean mix concrete for subbase, and 5 cm with 2 meters roadside, flexible pavement for the surface. And the calculation of the flexible pavement overlay results is 6 cm. From the calculation, the cost estimation of the improvement road is IDR. 5,015,899,000Perencanaan Peningkatan Jalan Serta Rencana Anggaran Biaya Proyek Jalan Jalur Lintas Selatan Pada Ruas Giriwoyo – Duwet STA. 10+000 – STA. 15+00 bertujuan untuk menghitung pelebaran jalan, tebal perkerasan kaku jalan, tebal lapis tambahan (overlay) perkerasan lentur dan rencana anggaran biaya (RAB) proyek. Data lalu lintas tahun 2017 dan data California Bearing Ratio (CBR) untuk merencanakan tebal perkerasan kaku jalan. Metode yang digunakan untuk perhitungan tebal perkerasan kaku dengan umur rencana 20 tahun menggunakan panduan “AASHTO 1993”. Untuk perhitungan lapis tambahan perkerasan lentur dengan umur rencana 20 tahun menggunakan panduan “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen Bina Marga 1987” dan untuk rencana anggaran biaya menggunakan “Panduan Analisa Harga Satuan Bina Marga 1995”. Dari analisa perhitungan tebal perkerasan komposit untuk pelebaran jalan didapatkan  tebal pelat beton 15 cm, lapis pondasi bawah dengan campuran beton kurus (lean mix-concrete) setebal 10 cm dan lapis permukaan dari perkerasan lentur 5 cm dengan bahu jalan sepanjang 2 meter pada setiap sisi jalan. Untuk lapis tambahan (overlay) perkerasan lentur didapatkan penambahan setebal 6 cm. Untuk perencanaan peningkatan jalan seperti terdapat pada uraian diperlukan biaya sebesar Rp 5.015.899.000,-
ANALISA KEBUTUHAN AIR BAKU BERDASARKAN MATA AIR SUNGAI BAYONG ( Study Kasus di Kec. Bendungan Kab. Trenggalek ) Oky Ari Swenda; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.391

Abstract

To support the raw water development program in the Dam District, there have been many development studies and development programs and rehabilitation programs to meet the needs of the population through the Brantas River Basin Central work unit and PDAM. This region is in dire need of water to improve the welfare of the Trenggalek Regency population, most of whom are living from the farm. And also to meet raw water needs in order to support the pase of regional development and the economy in the surrounding region. Then, analyze population growth for the next 5 years based on Bayong River Springs and raw water network equipment to accommodate the plan. With the availability of bayong river springs, the average discharge per month can be calculated for 5 years. With debit data that reaches 900 liters/sec and population growth for the next 5 years with an average growth of 2% reaching 32949 people, then with consumption per person 100 liters/sec, the population needs clean water reaches 59 liters/second. To fulfill the need for raw water, so Bendungan District can be relied upon after the Bayong River Springs.Untuk mendukung program pengembangan air baku di wilayah Kec. Bendungan, telah banyak diadakan studi pengembangan dan dilaksanakan program pembangunan maupun rehabilitasi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dan PDAM setempat. Wilayah ini sangat membutuhkan air untuk meningkatkan kesejahteraan penududuk Kabupaten Trenggalek yang sebagian besar masyarakatnya adalah hidup dari pertanian itu, juga untuk memenuhi kebutuhan air baku agar dapat mendukung laju perkembangan wilayah serta perekonomian di wilayah sekitarnya. Maka menganalisa pertumbuhan penduduk sekarang sampai 5 tahun ke depan berdasarkan mata air Sungai Bayong dan perlengkapan jaringan air baku untuk mengakomodir rencana tersebut. Dengan ketersediaan mata air Sungai Bayong dihitung debit rata-rata per bulan selama 5 tahun. Dengan data debit yang mencapai 900ltr/dtk dan pertumbuhan penduduk 5 tahun kedepan dengan pertumbuhan rata-rata 2%  mencapai 32949 jiwa, maka dengan konsumsi per orang 100 ltr/dtk kebutuhan total air bersih penduduk Kec. Bendungan 59 ltr/dtk. Untuk pemenuhan kebutuhan air baku, maka di Kec. Bendungan dapat diandalkan setelah adanya mata air Sungai Bayong tersebut.
STUDI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KONSTRUKSI JALAN RAYA (MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA) PADA RUAS JALAN UMASUKAER DI KABUPATEN MALAKA Philipus Resato Nahak; Yosef Cahyo; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.393

Abstract

The increase in traffic volume will cause a decrease in service due to decreased road capacity due to an increase in side constraints and due to the increase in traffic volume itself, which will ultimately cause the level of road saturation to increase. The situation occurred in the Umasukaer road section of the Malacca Regency. Therefore it is necessary to address improvements in the quality of the road in order to meet the feasibility of transportation facilities by taking into account the existing technical requirements. The results of planning found that through the 2015 LHR survey data with a prediction of an increase in traffic density of 6% per year, the LHR was obtained with a planned age of 7 years = 2540.7 vehicles/day/department and a 20-year plan life LHR = 5419.1 ked/day / major. The results of a gradual construction planning pavement study can be concluded that the planning model that has been designed is effective in strengthening road construction in accordance with existing technical requirements and efficient in terms of financing. The final results of gradual construction pavement thickness results are: Ashburton thickness (MS 744) = 8 cm, Ashburton (MS 744) = 13 cm, broken stone (CBR 100) = 20 cm, Sirtu (CBR 50) = 10 cm and CBR subgrade 5%. Pertambahan volume lalu lintas akan menyebabkan penurunan layanan diakibatkan menurunnya kapasitas jalan karena adanya peningkatan hambatan samping maupun karena beratambahnya volume lalu lintas itu sendiri yang pada akhirnya akan meyebabkan tingkat kejenuhan jalan meningkat. Keadaan tersebut terjadi ruas jalan Umasukaer Kabupaten Malaka, oleh karena itu perlu adanya penanganan perbaikan kualitas jalan agar memenuhi segi kelayakan sarana transportasi dengan memperhatikan syarat-syarat teknik yang ada. Hasil perencanaan didapatkan bahwa melalui data survey LHR tahun 2015 dengan prediksi peningkatan kepadatan lalu lintas sebesar 6% pertahun maka didapatkan LHR dengan umur rencana 7 tahun = 2540,7 kend/hr/jurusan dan LHR umur rencana 20 tahun = 5419,1 ked/hr/jurusan. Hasil studi perencanaan perkerasan konstruksi bertahap dapat diambil kesimpulan bahwa model perencaaan yang telah dirancang efektif dalam memperkerasa konstruksi jalan sesuai dengan syarat teknis yang ada serta efisien dalam hal pembiayaan. Hasil akhir tebal perkerasan konstruksi bertahap diperoleh hasil: Ketebalan Asbuton (MS 744) = 8 cm, Asbuton (MS 744) = 13 cm, batu pecah (CBR 100) = 20 cm, Sirtu (CBR 50) = 10 cm dan CBR tanah dasar 5%.
STUDI EXPERIMEN KUAT TEKAN BETON DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KERAMIK DAN BATA MERAH Satria Febby Romaadhoni; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.394

Abstract

Normal concrete sample (1) has a compressive strength of 222.22 kg/cm, normal concrete (2) has a compressive strength of 242.933 kg/cm, concrete using a mixture of ceramic 21% and red brick 7% sample (1) has a compressive strength of 177.911 kg/cm, concrete using a mixture of 21% Ceramics and red brick 7% sample (2) has a compressive strength of 189.777 kg/cm, concrete using a mixture of 10% Ceramics and red brick 4% sample (1) has a compressive strength of 204.667 kg/cm, concrete which uses a mixture of 10% Ceramics and red brick 4% sample (2) has a compressive strength of 137,333 kg/cm. It shows that the compressive strength of concrete decreases from increasing the volume of ceramics because the ceramic surface cannot bind perfectly. The highest K-204,667 with a mixture of 10% ceramics and 4% red brick and 28-day-old concrete, while to reach the K-250, is very far away. Of the 6 samples, the average reached K-195,807.Sampel beton normal (1) memiliki kuat tekan 222,22 kg / cm, beton normal (2) memiliki kuat tekan 242.933 kg / cm, sampel beton menggunakan campuran keramik 21% dan bata merah sampel 7% (1) memiliki kuat tekan 177.911 kg / cm, sampel beton menggunakan campuran keramik 21% dan bata merah 7% (2) memiliki kuat tekan 189.777 kg / cm, sampel beton campuran 10% Keramik dan bata merah 4% (1) kuat tekan 204.667 kg / cm, sampel beton yang menggunakan campuran Keramik 10% dan sampel bata merah 4% (2) memiliki kuat tekan 137.333 kg / cm. Ini menunjukkan bahwa Kuat tekan beton semakin berkurang dari bertambahnya volume keramik, karena permukaan keramik tidak bisa mengikat dengan sempurna. K-204.667 tertinggi dengan campuran 10% keramik dan 4% bata merah serta beton berumur 28 hari, sedangkan untuk mencapai K-250 sangat jauh jauh. Dari 6 sampel tersebut rata-rata mencapai K-195.807.
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN LIMBAH TETES TEBU DARI PABRIK GULA MERITJAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON Nanda Ade Kurniawan; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.395

Abstract

Asphalt concrete as a material for road construction has long been known and used widely in road construction. Its use in Indonesia is increasing from year to year. This is because asphalt concrete has several advantages compared to other materials, including a relatively lower price than concrete, its ability to support high vehicle weight loads, and can be made from locally available materials and has good resistance to weather. The purpose of this study was to determine the effect of add sugarcane waste as a concrete asphalt mixture and look for out what percentage of the mixture of molasses waste on asphalt concrete to reach the optimum point. From the calculation of the addition of molasses to the concrete asphalt mixture with levels of 5%, 10%, and 15% yield Marshall Quotient (MQ), namely 395 kg / mm, 293 kg / mm, and 817 kg / mm. From these results, it can be concluded that the addition of molasses with a variation of 15% has an optimal result compared to 5%, 10% addition of molasses.Aspal beton sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Penggunaannya pun di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Hal ini disebabkan aspal beton mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahan-bahan lain, diantaranya harganya yang relatif lebih murah dibanding beton, kemampuannya dalam mendukung beban berat kendaraan yang tinggi dan dapat dibuat dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan limbah tetes tebu sebagai bahan campuran pada aspal beton dan Mengetahui berapa persentase campuran limbah tetes tebu pada aspal beton agar mencapai titik optimum. Dari hasil perhitungan penambahan tetes tebu pada campuran aspal beton dengan kadar 5%, 10% dan 15% menghasilkan Marshall Quotient (MQ) yaitu antara lain 395 kg/mm, 293 kg/mm, dan 817 kg/mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan tetes tebu dengan variasi 15% memiliki hasil yang optimal dibandikan dengan 5%, 10% penambahan tetes tebu.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG KETAHANAN PANGAN NGANJUK Bagus Anggoro Wiratmoko; Sigit Winarto; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.396

Abstract

This study uses library research methods. sources used in planning in the form of primary data and secondary data. Where the data includes soil data, pile data, and load data. The theoretical basis used is a static theoretical basis according to Luciano Decourt based on SPT data using manual method calculations. From the results of the calculation it can be concluded that the results of loading on the 1st floor to 4th floor are 6218.6 tons. Dimesnsi and suitable pile foundation depth are: Type1 foundation: 3.6 m long, 3.6 m wide, 0.8 m high and 1 m deep. Type2 foundation: 3.6 m long, 5.4 m wide, 0.8 m high and 1 m deep. The importance of foundation reinforcement is 70089.8 kg. Stability of control: - Against rolling = 24,620 t / m2> 1.5 t / m2 -> Safe - Against shear = 9,156 t / m2> 1.5 t / m2 -> SafePenelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka. sumber yang digunakan dalam perencanaan berupa data primer dan data sekunder. Dimana data tersebut meliputi data tanah, data tiang pancang, dan data beban. Landasan teori yang digunakan adalah landasan teori statis menurut Luciano Decourt berdasarkan data SPT dengan menggunakan metode perhitungan manual. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa hasil pembebanan pada lantai 1 sampai lantai 4 sebesar 6.218,6 ton. Dimesnsi dan kedalaman pondasi tiang yang sesuai adalah: Pondasi tipe1: panjang 3,6 m, lebar 3,6 m, tinggi 0,8 m, dan dalam 1 m. Pondasi tipe 2: panjang 3,6 m, lebar 5,4 m, tinggi 0,8 m, dan dalam 1 m. Pentingnya perkuatan pondasi adalah 70089,8 kg. Kestabilan pengendalian: - Melawan rolling = 24.620 t / m2> 1,5 t / m2 -> Aman - Terhadap geser = 9,156 t / m2> 1,5 t / m2 -> Aman
PERENCANAAN PONDASI TIANG (Studi Kasus HOTEL MERDEKA TULUNGAGUNG) Rohmat Ilyas Kurniawan; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.406

Abstract

The foundation is a construction at the base of the building, which functions to transmit the load from the top of the building structure to the soil layer at the bottom. The pile type foundation is a foundation that is often planned in such conditions. Therefore it is necessary to calculate incorrectly in foundation planning. The method used is the method of description and observation. From the calculation results, the optimal foundation is obtained using a diameter of 40 cm with screw reinforcement D16 distance 125 with the content of 5 reinforcement. When calculating piles, it is better to use pile group control and lateral force control so that the planned foundation construction is able to support the planned load.Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan ke lapisan tanah yang berada di bagian bawahnya Pondasi jenis tiang merupakan pondasi yang sering kali direncakan pada kondisi yang demikian, maka dari itu perlu perhitungan yang tidak tepat pada perencanaan pondasi, metode yang digunakan ialah metode penjabaran dan pengamatan Dari hasil perhitungan, didapat pondasi yang optimal mengunakan diameter 40 cm dengan tulangan besi ulir D16 jarak 125 dengan isi 5 tulangan. Jika menghitung tiang pancang lebih baik menggunakan kontrol kelompok tiang serta kontrol gaya lateral agar konstruksi pondasi yang direncanakan mampu mundukung beban yang yang di rencanakan.
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN SIMPANG BRANGGAHAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI Aditiya Yayang Nurkafi; Yosef Cahyo; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.408

Abstract

The development of transportation in the Kediri Regency has an impact on increasing people's daily activities in the transportation sector. So far, the Branggahan Ngadiluwih road section at the crossroads leading to the connecting bridge between Ngadiluwih sub-district and Mojo sub-district, at certain hours, there is often traffic activity due to road performance, which plays an important role in transportation activities. This study aims to determine: the value of capacity (C), degree of saturation (DS), the queue of opportunity (QP), and the value of traffic delay (DT) at the intersection. The method used is data collection based on the MKJI 1997. Based on the results of research and discussion of the performance of the Branggahan Ngadiluwih intersection, the value of the queuing opportunity is between 52.287% - 105.135%, the average value of the delay in traffic exceeds 15 sec / SMP, the value of degrees saturation exceeds the standard, namely 1.136. To reduce the delay that occurs at the intersection. That exceeds the maximum value (> 15 sec / SMP), it is necessary to install a parking restriction and stop at an approach where there is no shoulder for parking, and a traffic light is needed.Perkembangan transportasi dikabupaten kediri berdampak pada meningkatnya aktivitas keseharian masyarakat di bidang transportasi. Sejauh ini pada ruas jalan branggahan ngadiluwih di simpang jalan menuju jembatan penghubung antara kecamatan ngadiluwih dengan kecamatan mojo pada jam tertentu sering terjadi kesibukan lalu lintas karena kinerja jalan yang menjadi peranan penting dalam kegiatan transportasi. Penelitian ini bertujuan  mengetahui: nilai kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), antrian peluang (QP) serta nilai tundaan lalu lintas (DT) pada persimpangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data yang berpedoman pada MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kinerja simpang Branggahan Ngadiluwih memiliki nilai peluang antrian disimpang tersebut antara 52,287% - 105,135%, nilai tundaan pada lalu lintas rata-rata melebihi 15 det/smp, nilai derajat kejenuhan melebihi standart yaitu 1,136. Untuk menurunkan tundaan pada simpang yang melebihi nilai maksimum (>15 det/smp) besarnya perlu dipasang larangan parkir dan berhenti di pendekat yang tidak tersedia bahu untuk parkir serta perlu pemasangan lampu lalu lintas (Traffic Light).