Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERENCANAAN KOMPRESSOR PENGKONDISIAN UDARA RUANGAN OPERATOR CRANE DI PT. INALUM Yosua Sirait; Albert Maychardo Sipayung; Sawin Sebayang; Hotmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.622 KB)

Abstract

Kompresor adalah suatu alat yang dipasang di segala ruangan, yang bertujuan untuk mengkondisikan udara rungan supaya lebih baik dari sebelumnya. Kompresor terdiri dari sebuah silinder, piston, ring piston, pin piston, dan batang penghubung (connectingroad). Banyak yang megharapkan udara diruangan operator crane di PT INALUM lebih baik lagi, supaya sistem kerja di dalam ruangan tersebut berjalan dengan lancar menggunakan kapasitas kompresor 170,69 /jam. Perangkat yang ditambahkan di dalam penggunaan kompresor tersebut ialah tabung freon. Kompresor ini menggunakan kapasitas pendinginan 4.500 k.cal/jam dengan temperature refrigerant sebelum masuk evaporator 13 . Kompresor digerakkan oleh piston. Mengingat perkembangan dan kemajuan pengkondisian udara (AC) yang mempergunakan peralatan kompresor maka perencanaan kompresor sudah sewajarnya dikembangkan sehingga dapat diperoleh kompresor efisien, praktis pembuatannya dan mudah perawatannya. Dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini, perkembangan industry/pabrikasi untuk pemanggangan anoda di PT INALUM, digunakan crane untuk mengangkat anoda kedalam panggangan.
ANALISA PANAS YANG DIBUTUHKAN UNTUKPROSES PIROLISIS LIMBAH OLI BEKAS Chandro Dicky Laoli; Pandu Maduma Situmorang; T. Hasballah; Hotmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 4 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.52 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3342

Abstract

Penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat seiring meningkatnya daya beli masyarakat Indonesia, dan semakin mudahnya kredit kepemilikan kendaraan bermotor. Sampai saat ini jumlah kendaraan bermotor diseluruh Indonesia terus meningkat pesat, maka dari itu peningkatan jumlah limbah oli bekas pun berbanding lurus dengan hal tersebut. Limbah pelumas bekas dapat dimanfaatkan sebagai suatu bahan bakar pengganti untuk menekan pengguanan bahan bakar fosil terutama di Indonesia. Ada pun proses pengolahan limbah oli bekas tersebut agar menjadi bahan bakar alternatif dapat di lakukan dengan proses pirolisis. Analisa yang dilakukan dibatasi pada pengujian ini jumlah oli bekas yang akan di uji 5 liter dan 10 liter, pengambilan data dilakukan setiap 10 menit sekali setelah minyak keluar pada tetesan pertama. Pengukuran temperatur terhadap alat pengujian untuk melihat temperatur pada reaktor , pipa saluran, dan kompor pengujian yang dilakukan pada beberapa titik untuk setiap sudut pengujian. Dari pengujian di dapat hasil perpindahan panas reaktor pada pengujian 10 liter oli bekas terjadi perpindahan panas sebanyak 710.521,59 W dan pada pengujian dengan jumlah oli bekas sebanyak 5 liter terjadi perpindahan panas sebanyak 665.154,54 W.
RANCANG BANGUN MESIN PENUMBUK KERUPUK JENGKOL SEMI MEKANIS DENGAN KAPASITAS 5 KG/JAM Fransiskus Tiop Pandapotan Tarigan; Hendri Doyan Sinaga; T. Hasballah; Hodmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.474 KB)

Abstract

Kerupuk jengkol adalah makanan tambahan pelengkap hidangan. Kerupuk jengkol banyak sekali penggemarnya, dari kalangan anak-anak, sampai orang tua. hal ini disebabkan kerupuk jengkol itu enak, cocok buat pelengkap makanan dan dapat menyesuaikan hidangan yang di santap. Banyak industri rumahan yang menggarap usaha ini dikarenakan tingginya peminat kerupuk jengkol ini. Namun disisi lain alat penunjang produksi kerupuk ini masih terbilang belum maksimal. Pada proses produksi kerupuk ini masih dijalankan secara manual, proses pembuatannya masih dilakukan dengan tenaga manusia dan dibantu dengan alat seadanya seperti dipipihkan dengan menggunakan batu lado. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rancang bangun alat mesin penumbuk kerupuk jengkol semi mekanis dengan kapasitas 5 kg/jam. Penelitian ini meliputi pembuatan alat dan pengujian teknis serta analisis ekonomi alat. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mempermudah pengerjaan pembuatan kerupuk jengkol sehingga mampu untuk meningkatkan kapasitas kerja penumbukan kerupuk jengkol tersebut.
PERENCANAAN PESAWAT ANGKAT LORI REBUSAN TBS KAPASITAS 5000KG DENGAN KETINGGIAN ANGKAT 10METER PADA PABRIK KELAPA SAWIT Pandu Pradana; T. Hasballah; Hodmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 4 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.429 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3326

Abstract

Didunia industri salah satunya pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang sacara horizontal pasti membutuhkan suatu alat yang disebut dengan pesawat angkat Hoisting Crane. Penulisan ini merupakan perencanaan pesawat angkat untuk mengangkat lori dari stasiun rebusan menuju stasiun tresher dengan kapasitas produksi 30 Ton/jam. Pesawat angkat (hoisting crane) yang direncanakan mempunyai tinggi angkat 10 meter, maka waktu siklus yaitu pembagian kapasitas pabrik dibagikan kapasitas lori dan waktu dalam 1 jam. Hosting crane yang direncanakan menggunakan jenis Tali Baja = 6 x 37 = 222 + 1C Diameter tali 15 mm, Drum d= 270mm, p = 1046 mm, tebal 16 mm dengan bahan besi cor serta menggunakan motor penggerak dengan Daya = 20 HP (15 KW), Putaran 750 rpm.
RANCANG BANGUN MESIN PENCETAK ARANG BRIKET DENGAN KAPASITAS 15 KG/JAM Muhammad Fadillah; Minanda Syahputra; T. Hasballah; Hodmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.718 KB)

Abstract

Briket tempurung kelapa dan serbuk gergaji merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berasal dari biomassa, sehingga mengurangi ketergantungan energi fosil. Dengan ini kebutuhan energi yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan manuisa.Oleh karena itu, dengan perkembangan teknologi yang merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan, yang digunakan untuk membuat/menciptakan suatu mesin yang berguna untuk memenuhi kebutuhan energi melalui pencetakan briket arang. Prinsip kerja mesin ini yaitu dengan menggunakan poros screw conveyor dengan tahanan reduksi untuk menekan arang kecetakan sehingga berbentuk briket, dimana putaran screw conveyor tersebut ditransmisikan melalui poros yang merupakan hasil dari putaran pully yang digerakkanke gearbox (reducer). Dari hasil perancangan pembuatan mesin briket ini, briket yang dihasilkan dengan diameter 23 mm. mesin pencetak briket ini menggunakan daya motor penggerak ½ Hp dan putaran sebesar 2800 rpm.
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS BUAH AREN SEMI MEKANIS DENGAN KAPASITAS WAKTU PRODUKSI 80 KG/JAM JChevin Leo Nardo Hutagalung; Andri Muliadi; Enzo W.B Siahaan; Hodmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 4 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.148 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3344

Abstract

Banyak sekali permasalahan yang timbul yaitu dalam proses pengupasan kulit buah aren masih menggunakan cara yang terbilang tradisional atau manual. Untuk mendapatkan kolang kaling dibutuhkan proses yang cukup panjang dimulai dari proses pemilihan buah aren, perebusan, pengupasan, dan perendaman. Proses pengupasan buah aren merupakan proses yang menghabiskan waktu cukup lama serta dibutuhkan banyak sekali tenaga kerja. Maka dalam hal tesebut penulis merancang sebuah mesin pengupas buah aren dengan kapasitas waktu 80 kg/jam menggunakan penggerak motor listrik yang diharapkan penulis sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mempermudah pekerjaan. Maka pembahasan laporan tugas akhir ini memahami prinsip konsep operasi mesin, perhitungan elemen utama mesin, proses pembuatan mesin, anggaran mesin, diharapkan mampu menerapkan disiplin ilmu yang telah diperoleh, dapat membuat sebuah mesin yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan baik dan turut serta memberikan teknologi yang tepat guna.
ANALISIS KINERJA MESIN PENGUPAS BIJI KOPI BASAH DENGAN PENGGERAK PULI DAN V-BELT Angge Christanti B Sinaga; T. Hasballah; Hotmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.936 KB)

Abstract

With the existence of a wet coffee bean peeler machine that has been made and the engine performance has been analyzed, the main purpose of making the machine is to simplify and meet the needs of coffee bean peeler machines for farmers throughout Indonesia. With this machine, it is hoped that it can also help the process of stripping coffee beans, making it easier for coffee farmers. The stages in making a coffee bean peeler machine consist of machine design ideas, data collection and then designing a coffee machine product properly so that it can be used as a technical object. Analysis is also needed in terms of machine performance so that the wet coffee bean peeler machine is suitable for use by farmers to facilitate the work of farmers. And the last or final step is to test the feasibility of the tool and after that conclude the results of the wet coffee bean peeler machine. The specifications of this wet coffee bean peeler machine with a capacity of 720 kg/hour, using a 5.5 hp gasoline motor as a driver using a speed of 3600 Rpm, and the frame on the machine using 32 x 32 mm elbows, the type of V belt used is type A 71 and 2 shaft D = 20 mm.
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING BIJI PINANG MENGGUNAKAN PENGERING TIPE HOHENHEIM DENGAN KOLEKTOR SURYA BERKAPASITAS 5 KG/JAM Rizky Ramadhan; Deby Syahputra; Enzo W.B Siahaan; Hodmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.009 KB)

Abstract

Proses pengeringan biji pinang pada umumnya masih dilakukan secara manual atau tradisional yaitu dengan cara menjemurnya langsung dibawah terik matahari. Penanganan pengeringan biji pinang dengan cara tersebut sangat berpengaruh pada kualitas biji pinang dan kurang efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lumayan lama. Disamping itu pengeringan tempat terbuka memungkinkan terkena debu dan dihinggapi lalat sehingga kebersihan biji pinang tidak terjamin dengan baik (Hasniah Aliah, 2015). Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, penulis membuat alat berupa “Rancang Bangun Alat Pengering Biji Pinang Menggunakan Alat Pengering Tipe Hohenheim Dengan Kolektor Surya berkapasitas 5 kg/jam” yang akan mempermudah penggunaan dan pengeringan pada biji pinang. Perancangan alat pengering biji pinang menggunakan pengering tipe hohenheim dengan kolektor surya ini dilaksanakan dibengkel las yang terletak dijalan penggalangan, Tebing Tinggi. Perancangan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 sampai dengan selesai.
RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS PISANG VERTIKAL UNTUK KERIPIK MENGGUNAKAN MATA PISAU PIRING ROTARY KAPASITAS 20 KG/JAM Rio Andri Noven Sinaga; Roy Frengki Alianda Sinaga; Enzo W.B Siahaan; Hodmiantua Sitanggang
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 4 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.131 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3334

Abstract

Keripik pisang adalah salah satu makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat mulai dari masyarakat perkotaan sampai masyarakat pedesaan. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat akan makanan ringan yaitu keripik pisang, maka berbagai cara dan bentuk mesin pengiris pisang pun muncul. Ada beberapa mesin yang digerakkan dengan tangan atau manual tentunya dengan kapasitas yang kecil, ada pula yang digerakkan oleh motor dan tentunya dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Maka penulis merancang mesin pengiris pisang untuk keripik dengan kapasitas 20 kg/jam menggunakan plat penekan sebagai penekan pisang yang akan diiris agar mudah dalam pengerjaannya. Plat penekan digerakkan oleh ulir penekan dengan panjan ulir penekan yang direncanakan 180 mm dan berdiameter 25 mm. Plat yang digunakan adalah plat yang terbuat dari stainless steel dengan ketebalan 3 mm, lebar plat penekan 100 mm, panjang plat penekan 350 mm. Diameter piringan pembawa pisau pengiris 350 mm, panjang pisau pengiris 120 mm, lebar pisau pengiris 20 mm. Poros menggunakan bahan baja karbon yang difinishing dingin yaitu S35C-D.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP HASIL PIROLISIS OLI BEKAS Enzo W.B Siahaan; Heri Andi Sitompul; Hodmiantua Sitanggang; Maria A. Kartawidjaja; Melisa Mulyadi
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 3 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i3.3377

Abstract

Oli pelumas bekas merupakan limbah industri otomotif dalam jumlah besar yang berbahaya bagi lingkungan apabila dibakar atau langsung dibuang ke lingkungan. Berbagai metode digunakan untuk mendaur ulang minyak pelumas bekas, antara lain: proses acid-clay (proses filtrasi), proses ekstraksi pelarut (solvent extract process), dan pirolisis. Pada penelitian ini, proses pirolisis dilakukan dengan memanaskan minyak pelumas bekas di atas temperatur jenuhnya dalam reaktor bebas oksigen. Suhu pirolisis bervariasi antara 250 °C, 300 °C, 350 °C. Pirolisis dimulai pada suhu kamar (33,2 °C) dan suhu secara bertahap dinaikkan dengan laju pemanasan konstan sampai suhu pirolisis tertentu tercapai. Setelah suhu pirolisis tertentu tercapai, suhu dijaga konstan hingga proses pirolisis selesai. Hasil dari pirolisis adalah gas yang dapat terkondensasi, gas yang tidak dapat terkondensasi dan residu padat. Gas yang dapat terkondensasi kemudian dikondensasi dalam kondensor untuk menghasilkan produk cair yang berharga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu pirolisis 250 °C, 300 °C, dan 350 °C, dihasilkan produk cair berturut-turut mulai dari 270 mL, 400 mL, dan 600 mL dari semula 20.000 mL minyak pelumas bekas tanpa katalis. waktu ujian adalah 60 menit. Setiap 10 menit suhu diukur dan hasil yang diperoleh dalam pengujian juga diambil.