Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Profil Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Landep (Barleria prionitis L.) sebagai Kandidat Antidiabetes dengan Variasi Metode Ekstraksi Nastiti Utami; Susilowati Susilowati; Putu Tia Angelia; Nathania Anindya Paramesti
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 4 (2023): Jurnal Farmasetis: November 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v12i4.1580

Abstract

Makanan yang bergizi, pengendalian berat badan, dan aktivitas fisik merupakan program terapi untuk pasien diabetes melitus. Namun, banyak pasien yang sulit untuk menjalankan gaya hidup sehat tersebut, sehingga pasien harus bergantung pada obat-obatan untuk terapi. Selain pengobatan modern, pengobatan tradisional telah digunakan sejak lama dan berperan penting sebagai pengobatan alternatif. Berbagai jenis senyawa metabolit sekunder seperti tannin dan flavonoid telah diidentifikasi sebagai penghambat enzim hidrolitik α-amilase dan α-glukosidase yang membantu mempertahankan fungsi sel serta menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu tanaman yang memiliki potensi tersebut yaitu tanaman landep (Barleria prionitis L.). Penelitian ini mengevaluasi ekstrak daun landep (Barleria prionitis L.) sebagai kandidat antidiabetes dengan metode ekstraksi sokletasi dan maserasi. Simplisia daun daun landep diekstraksi menggunakan etanol 70%. Pengujian potensi sebagai antidiabetes dilakukan dengan metode Nelson Somogyi. Hasil uji fitokimia ekstrak daun landep metode maserasi (ELM) dan sokletasi (ELS) mengandung alkaloid, flavonoid, dan tannin. Efektivitas penurunan kadar glukosa berupa EC50 ELS sebesar 18,28±0,04 mg/L dan ELM sebesar 22,63±0,01 mg/L. Perbandingan kedua metode ekstraksi ini menunjukkan adanya perbedaan kualitatif dalam kandungan fenolik dan flavonoid serta efektivitas penurunan kadar glukosa. Secara keseluruhan, metode sokhletasi untuk ekstraksi daun landep dalam memperoleh zat sebagai kandidat antidiabetes lebih efektif dibandingkan dengan maserasi.
Sitotoksisitas dan Selektivitas In Vitro Daun Benalu Cengkeh (Dendrophthoe pentandra L. Miq) terhadap Sel Kanker Serviks HeLa Susilowati Susilowati; Truly Dian Anggraini; Nurul Kotimah
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13514

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian dan kematian yang tinggi. Bahan alam dapat dianggap sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk pengendalian dan manajemen kanker. Benalu cengkeh adalah salah satu tanaman parasit yang telah diketahui mengandung komponen anti kanker. Kuersetin dalam benalu cengkeh diyakini sebagai senyawa yang bertanggung jawab sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sitotoksisitas dan selektivitas daun benalu cengkeh terhadap sel HeLa. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% dan uji sitotoksik dievaluasi dengan metode MTT (3 (4,5-Dimethillitiazol-2-il) -2,5 diphenyltetrazolium bromide) pada model sel kanker Serviks HeLa dan model sel normal sel Vero. Efek sitotoksisitas diperoleh dari nilai IC50 dan selektivitas dinilai dari indeks selektivitas. Ekstrak etanol daun benalu cengkeh menurunkan viabilitas sel HeLa dengan potensi sitotoksik moderat (IC50 sebesar 43,90 μg / mL) dan selektivitas yang tinggi (SI sebesar 13,34), menunjukkan ekstrak tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk biofarmasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan potensi antikankernya secara in vivo dan untuk menjelaskan mekanisme kerjanya pada tingkat molekuler dan biokimiawi. Kata Kunci: Sitotoksik, Selektivitas, Dendrophthoe pentandra, Sel HeLa, Sel Vero, MTT  Cervical cancer is one of cancer type with a high incidence and mortality rate. Natural ingredients can be considered a promising approach to cancer control and management. Dendrophthoe pentandra is one of the parasite plants that has been known to contain anticancer component. Quercetin in Dendrophthoe pentandra is believed to be marker compound as an anticancer agent. The current study aims to detect cytotoxicity and selectivity of Dendrophthoe pentandra leaves against HeLa cell. The extraction using maceration method with 70% ethanol and cytotoxic test was evaluated by MTT (3 (4,5-Dimethillitiazol-2-il) -2,5 diphenyltetrazolium bromide). The cytotoxicity effect was obtained from IC50 values and selectivity was assessed from selectivity index (SI). The ethanol extract of Dendrophthoe pentandra leaves reduces the viability of HeLa cells with moderate cytotoxic (IC50 of 43,90 µg / mL) and high selectivity (SI by 13,34) compared to normal vero cells, indicating its potential for biopharmaceutical use. Further studies are needed to ascertain its efficacy in vivo and to elucidate its mechanism of action at molecular and biochemical levels.
Development of Isocratic High Performance Liquid Chromatography Method for Simultaneous Analysis of the Flavonol Flavonoids Crescentiana Emy Dhurhania; Susilowati Susilowati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.574

Abstract

Quercetin, rutin, and myricetin are flavonoids belonging to the flavonol subclass, commonly found in a variety of fruits, vegetables, and medicinal plants. However, a validated isocratic High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method for the simultaneous analysis of these compounds has not yet been established. Therefore, the development of a robust isocratic HPLC method enabling the concurrent quantification of quercetin, rutin, and myricetin within a relatively short analysis time is warranted. The method development process necessitates an initial optimization phase to establish ideal analytical conditions. Therefore, the development of analytical methods in this research begins with the optimization stage aimed at producing ideal conditions during the analysis process. This study commenced with the determination of the optimal detection wavelength for the HPLC detector, followed by the optimization of mobile phase compositions and their respective ratios, as well as the evaluation of acceptance criteria based on column efficiency parameters. The mobile phase consisting of methanol:0.1% phosphoric acid (70:30), at a flow rate of 1 mL/min, produced chromatograms with satisfactory separation. This was evidenced by the resolution factor (R) and the number of theoretical plates (N), both of which met the established acceptance criteria, resolution factor exceeding 1.5 and theoretical plate number above 2000, along with relatively short retention times (Tr). Furthermore, the peak symmetry factors for myricetin and quercetin were within acceptable limits, approaching the ideal value of 1. However, the peak symmetry of rutin requires further refinement to attain an optimal symmetry factor. The mobile phase of methanol:0.1% phosphoric acid (70:30) with a rate of 1 ml/min is most suitable for the simultaneous analysis of quercetin, rutin, and myricetin in the isocratic HPLC method.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN RAMUAN JAMU REBUSAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN DIABETES MILITUS DI KELURAHAN JOYOTAKAN SURAKARTA Susilowati Susilowati; Nastiti Utami; Imelda Cantika P; Annisa Azzahwa; Auralita Khoiri G.S; Bagos Razwa K; Diana Ihwana A; Herlina Dwi P; Istiqomah Putri W
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang angka kejadiannya terus mengalami peningkatan dan berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat. Kelurahan Joyotakan merupakan wilayah yang dekat area perkotaan Surakarta dan Solo Baru serta memiliki potensi risiko terjadinya diabetes melitus sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat dan ramuan jamu saintifik sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi kesehatan serta pelatihan pembuatan ramuan jamu saintifik untuk diabetes melitus dengan komposisi daun salam (Syzygium polyanthum), sambiloto (Andrographis paniculata), kayu manis (Cinnamomum burmannii), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Metode yang diterapkan mencakup penyuluhan, sesi diskusi, dan praktik pembuatan ramuan jamu. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan terhadap tingkat pengetahuan menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta tingkat kepuasan menggunakan survey kepuasan. Program dilaksanakan kepada 20 anggota PKK di Kelurahan Joyotakan, Surakarta. Peserta sangat antusias dengan pelaksanaan kegiatan dan hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan tingkat pengetahuan peserta sebesar 12,5%. Selain itu, hasil penilaian kepuasan peserta menunjukkan skala kepuasan sebesar 4,56 dengan kategori sangat puas. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan ramuan jamu saintifik efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus.