Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Adaptasi Kebiasaan Baru Profesi Sekretaris di Tengah Pandemi Covid-19 Yohanes Adven Sarbani
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 5 No 2: September 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/0zp38541

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang Adaptasi Kebiasan Baru profesi sekretaris di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini memakai metode penelitian survei deskritif, dengan pendekatan penelitian kualitatif. Responden penelitian berjumlah 30 orang. Temuan dari penelitian ini 96,4% perusahaan responden sedang/akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru. Dalam pelaksanaannya, responden berperan antara lain dalam: (1) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan; (2) Bekerja menggunaan teknologi informasi dan komunikasi lebih intens/sering; dan (3) Berkewajiban mempelajari ilmu baru. Sekretaris membantu untuk menyosialisasikan protokol kesehatan berdasar Surat Edaran dari Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/335/2020. Selain itu, agar profesi sekretaris tetap relevan di masa pandemi dan setelahnya, responden menyarankan agar sekretaris tetap meningkatkan kompetensi baik hardskills maupun softskills-nya. Hardskills yang disarankan: pengarsipan digital, aplikasi komputer, dst. Softskills yang disarankan: tanggung jawab, kerja sama tim, integritas, dst.
HABIT, HEDONIC MOTIVATION, DAN SOCIAL INFLUENCE SEBAGAI PREDIKTOR SIGNIFIKAN NIAT PENGGUNAAN AI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MANDIRI: STUDI UTAUT3 PADA MAHASISWA ADMINISTRASI PERKANTORAN Yohanes Adven Sarbani; Anastasia Nelladia Cendra
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 11 No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/xmydm804

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang bagi mahasiswa non-jurusan bahasa untuk belajar bahasa Inggris secara mandiri. Namun faktor-faktor yang mendorong niat penggunaannya belum banyak dikaji, khususnya pada mahasiswa vokasional Administrasi Perkantoran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prediktor signifikan niat penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa Inggris mandiri pada mahasiswa D-III Administrasi Perkantoran menggunakan kerangka UTAUT3. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 34 mahasiswa yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman menggunakan AI untuk belajar bahasa Inggris secara mandiri. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa model UTAUT3 mampu menjelaskan 80,3% varians niat perilaku (R²=0,803; F(8,25)=12,773; p<0,001). Dari delapan konstruk yang diuji, tiga terbukti signifikan: Habit (β=0,481; p=0,018) sebagai prediktor terkuat, diikuti Hedonic Motivation (β=0,381; p=0,032) dan Social Influence (β=0,304; p=0,017). Temuan ini mengindikasikan bahwa niat penggunaan AI untuk pembelajaran bahasa Inggris mandiri lebih bersifat personal dan afektif, yakni ditentukan oleh kebiasaan yang telah terbentuk serta kesenangan dalam berinteraksi dengan AI, dibandingkan pertimbangan instrumental seperti kemudahan penggunaan atau ketersediaan fasilitas. Pendidik disarankan untuk merancang intervensi yang mendorong pembentukan kebiasaan penggunaan AI sejak dini dan menciptakan pengalaman belajar bersama AI yang menyenangkan, aman, dan tidak menghakimi.
Meningkatkan Kemampuan Penulisan Surat Dinas: Pelatihan Tata Surat dan Korespondensi untuk Tenaga Kependidikan Yayasan Lazaris, Surabaya Yohanes Adven Sarbani; Anastasia Nelladia Cendra; Eric Sulindra; Tuti Hartani; Andreas Emmanuel Hadisoebroto; Indriana Lestari
Journal of Applied Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Applied Community Engagement (JACE)
Publisher : ISAS (Indonesian Society of Applied Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jace.v5i1.1134

Abstract

This community service program aims to improve the ability of educational staff at Yayasan Lazaris, Surabaya, in writing official letters in accordance with the standards outlined in Ministerial Regulation No. 3 of 2021. The training was conducted in two sessions: theoretical and practical, and included a pre-test and post-test assessment. The results showed a significant improvement in participants' competence in understanding official letter formats and using email for formal correspondence. This program has proven to be applicable, relevant, and impactful in strengthening administrative governance and supporting the implementation of the Tri Dharma of Higher Education.
Literasi Digital, Lansia, dan Konstruktivisme: Pendekatan Pembelajaran untuk Meningkatkan Resiliensi Para Imigran Digital Yohanes Adven Sarbani; Heni Mulyati; Santi Indra Astuti
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.72-81

Abstract

Di era digital ini, lansia dapat masuk dalam kategori imigran digital menurut klasifikasi Mark Prensky (2001). Lansia yang terbiasa menggunakan teknologi analog, kini harus berhadapan dengan perkembangan teknologi digital, internet, teknologi mobile, bahkan serta aplikasi berbasis kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence) yang begitu canggih dan pesat perkembangannya. Akibatnya, lansia seringkali membutuhkan upaya lebih keras dalam mempelajari dan menguasai teknologi digital. Penulis dalam penelitian ini tertarik untuk menjawab pertanyaan: Pendekatan pembelajaran apa yang sesuai untuk mengajari literasi digital para lansia sehingga mereka memiliki resiliensi di era digital ini? Tujuan dari artikel ini untuk melakukan studi pustaka mengenai pendekatan pembelajaran literasi digital bagi lansia. Penulis tertarik meng­kaji pendekatan konstruktivisme sebagai metode pembelajaran literasi digital bagi lansia. Konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan buah dari konstruksi pemikiran manusia. Sebagai pendekatan dalam pembelajaran, konstruktivisme meletakkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Peserta didik difasilitasi untuk aktif meng­konstruksi pengetahuan serta keterampilannya. Dengan paradigma dan karakteristiknya, pendekatan pembelajaran konstruktivisme dapat digunakan dalam pelatihan literasi digital bagi lansia. Terdapat lima tahapan rekonstruksi pemikiran dalam pendekatan konstruktivisme yaitu pendahuluan, eksplorasi, restrukturisasi, aplikasi, review dan evaluasi. Pembelajaran kelima tahapan ini akan mampu mendorong lansia untuk merekonstruksi pemikirannya serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait literasi digital sehingga meningkatkan resilensinya. Pendekatan konstruktivisme dapat digunakan program-program pendampingan lansia dalam mempelajari literasi digital, seperti Program Tular Nalar - Akademi Digital Lansia (ADL) yang digagas MAFINDO. Penelitian ini tidak menjabarkan teknik pembelajaran literasi digital berdasarkan tiga penggolongan lansia, melainkan melihat lansia secara umumnya.