Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

REFLEKSI MODEL KRITIK FOTO DAN MODEL RESPONSE PADA MODEL PENCIPTAAN Zahar, Iwan; Mustaqim, Karna; Maulana, Salman; Wahyudi, Tri; Damayantie, Irma
specta Vol 9, No 1 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i1.15547

Abstract

Model kritik Feldman dan Barrett mengulas elemen seni, prinsip seni, gaya fotografi beserta konteks sosial politik, budaya, sedangkan model response untuk menangkap emosi dan pengalaman dari fotografer yang membuat. Apakah penggunaan model kritik dan model response ini akan berpengaruh pada saat penciptaan fotografi? Penulisan ini menggunakan practice-lead research dari Nelson dan wawancara tidak berstruktur dan mendalam dilakukan terhadap Oscar Motuloh dan Kusnadi untuk mengetahui proses penciptaan foto. Penciptaan foto yang dilakukan menggunakan model practice-lead research dari Nelson. Refleksi dengan model kritik Feldman dan Barrett dan response memengaruhi insight dan intuisi saat penciptaan fotografi terutama pada refleksi know what dan know-that dari model Nelson. Pengalaman estetika dan kognitif dalam merespons baik terhadap karya foto sendiri maupun karya fotografer yang menjadi inspirasi merupakan hal penting dalam penciptaan foto. Latar belakang fotografer dan jenis pekerjaan, pemilihan lokasi pemotretan, pengalaman estetika dan kognitif, konsep pendekatan pada tema memengaruhi proses penciptaan. Ulasan kritik foto yang merupakan kegiatan akademis atau know-that dalam model proses penciptaan Nelson merupakan hal yang penting dilakukan saat refleksi. Walaupun demikian, metode response dari Minor White lebih praktis digunakan untuk merefleksi interaksi fotografer dengan objek foto baik karya sendiri maupun karya fotografer lain. Reflection on the Photo Criticism Model and the Response Model in the Creative Practice Model. Feldman’s and Barrett’s models of photographic criticism examine elements and principles of art, photographic style, and sociopolitical and cultural contexts, while the response model seeks to capture the emotional and experiential dimensions of the photographer. This study explores whether the application of both criticism and response models influences the photographic creation process. Employing Nelson’s practice-led research framework, the study incorporates in-depth, unstructured interviews with photographers Oscar Motuloh and Kusnadi to gain insights into their creative processes. The photo creation process follows Nelson’s model, with reflections guided by Feldman’s and Barrett’s criticism frameworks and the response model. These reflections significantly shape insight and intuition during the creative process, particularly concerning Nelson’s "know what" and "know-that" dimensions. Aesthetic and cognitive experiences, both in responding to one's work and inspirational works by others, are essential to photographic creation. Factors such as the photographer’s background and profession, the choice of shooting location, and the thematic approach all influence the creative process. Critical review, which has been understood as a form of academic reflection or "know-that" in Nelson’s framework, plays a vital role in refining photographic practice. Nonetheless, Minor White’s response method proves more practical for reflecting on a photographer’s interaction with subjects, whether in their work or that of others.
STUDI RUANG AKOMODASI PENUMPANG PADA KENDARAAN MINI-MPV DALAM KERANGKA TUGAS KELAS STUDIO PERANCANGAN INTERIOR TRANSPORTASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMETAAN RUANG KABIN KENDARAAN Rezasyah, Erwin; Mustaqim, Karna
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i2.1749

Abstract

Penelitian yang berbasis kelas studio (Studio Learning-based research) dalam perancangan interior transportasi ini berfokus pada pembelajaran mengenai ruang okupansi dalam desain interior kabin kendaraan. Kegiatan ini melibatkan enam belas (16) mahasiswa yang diberikan instruksi untuk memetakan ruang okupansi di bagian belakang kendaraan jenis Mini-MPV berkapasitas 7 penumpang. Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal mengenai perbandingan ukuran ruang bagi penumpang di kursi baris ketiga dari berbagai merek Mini-MPV dengan konfigurasi 7 tempat duduk yang banyak beredar di Indonesia. Dalam sesi kelas sebelumnya, mahasiswa telah menerima materi tentang perancangan interior transportasi, termasuk aspek-aspek pemetaan yang perlu diperhatikan, seperti bentuk kontur kursi penumpang, lebar ruang duduk, dan tinggi tempat duduk. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepekaan masing-masing mahasiswa terhadap konsep ruang okupansi dalam kendaraan. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus berdasarkan hasil pembelajaran, dengan memilih tiga (3) mahasiswa sebagai sampel untuk bahan analisis. Dari presentasi akhir ketiga responden, ditemukan adanya perbedaan dalam hasil yang disajikan, baik dari segi detail penjelasan, kualitas penyajian data, maupun pemahaman terhadap instruksi pemetaan yang telah diberikan.
Desain Alih Wahana Novel Arwah ke Buku Komik Genre Horor Muhamad Ega Aulia; Karna Mustaqim
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2025): NJMS - Agustus 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk desain alih wahana dari novel Arwah ke buku komik genre horor melalui desain karakter sebagai upaya dalam mengenalkan cerita urban Arwah ke media lain berupa komik cetak untuk menjangkau audiens lebih luas yang kurang menyukai membaca novel karena narasinya yang panjang dan untuk menciptakan penggambaran naratif yang hidup sehingga ketegangan horor bisa tersampaikan kedalam media komik. Dalam penelitian ini menggunakan metode berupa kajian pustaka, observasi, wawancara secara mendalam kepada pemilik novel Arwah dan pakar dibidang komik, dan kuesioner untuk mengidentifikas target audience. Dalam mendesain komik dari novel fokus pada desain karakter. Desain karakter disesuaikan dengan penggambaran melalui narasi yang dijelaskan pada novel Arwah. Penggambaran karakter menggunakan gaya Manga atau komik Jepang dengan desain karakter lokal anak sekolahan di Jakarta untuk menarik minat pembaca dengan rentang usia Remaja dan Dewasa. Penelitian ini untuk memberikan kontribusi kepada industri komik dan akademis untuk memberikan referensi dalam alih wahana novel ke media lain berupa komik dengan fokus mengembangkan desain karakter berdasarkan penggambaran novel Arwah ke media komik dengan ilustrasi yang menarik.
Penerapan Metode Motion Graphic pada Video Promosi Rumah Kos Dermawan Living, Denpasar Bali Ni Putu Virginia A.S; Karna Mustaqim
Sci-tech Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Sci-Tech Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v3i1.456

Abstract

In this research, the application of the motion graphic method in making promotional videos for the Dermawan Living Boarding House in Denpasar, Bali, was explored. Motion graphics, as a visual technique that combines graphic elements, animation and text, are used to create dynamic and interesting messages. The research method involves analysing promotional videos before and after the implementation of motion graphics. Audience response, engagement level, and recall of the video are measured. The research results show that the application of motion graphics significantly increases the attractiveness of promotional videos. The use of dynamic visual elements and smooth transitions makes videos more interesting and memorable for the audience. Apart from that, motion graphics also help convey information more efficiently. In conclusion, the use of motion graphic methods in promotional videos can be an effective strategy for increasing attractiveness and communication efficiency. The practical guidance resulting from this research can help content creators optimize the use of motion graphics in promotional videos.
Perancangan Media Kampanye Sosial Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan Ujung Genteng Sukabumi Dimas Firmansyah; Karna Mustaqim
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman jenis satwa tertinggi di dunia dengan tingkat kepunahan yang cukup tinggi. Penyu adalah bagian dari keanekaragaman hayati langka di Indonesia. Penyu (Sea Turtle) termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi di seluruh dunia yang disinyalir terancam punah (Red List of Threatened Species), sehingga diperlukan langkah serius untuk melindungi hewan Penyu termasuk yang ada di Indonesia melalui suatu balai perlindungan dan penangkaran Penyu yaitu Konservasi Penyu. Konservasi Penyu sangat penting dalam hal menjaga keanekaragaman hayati alami di lautan. Sayangnya Penyu menghadapi banyak ancaman di alam liar. Ancaman tersebut meliputi hilangnya habitat, penangkapan baik sengaja maupun tidak sengaja, perdagangan Penyu peliharaan maupun konsumsi hewan Penyu oleh masyarakat tertentu. Sebagian besar spesies Penyu memiliki tingkat reproduksi yang rendah, dan hilangnya beberapa jenis ekor Penyu saja dapat berdampak drastis pada keseimbangan populasi secara keseluruhan, sehingga upaya konservasi menjadi sangat penting. Salah satu daerah konservasi Penyu di Indonesia terdapat di Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, provinsi Jawa Barat. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sukabumi sebagai pihak pengelola konservasi Penyu Pantai Pangumbahan bersama dengan komunitas Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu (KMKP) Pantai Pangumbahan mengadakan aksi kampanye sosial yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga, melindungi dan melestarikan hewan Penyu Pantai Pangumbahan dari ancaman kepunahan
Pre-Freudian recurrence: Photography and the trace before the uncanny Zahar, Iwan; Mustaqim, Karna; Maulana, Salman; Damayantie, Irma; Wahyudi, Tri
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This practice-led research proposes recurrence as a systematic photographic method, where Derrida's concept of iterability is achieved through controlled visual iteration. Through recurrence, identical objects undergo transformation across iterations because variations in light, motion and environmental conditions produce perceptual instability rather than visual sameness. This process produces uncanny effects identifiable through perceptual ambiguity (Jentsch), environmental transformation and reappearance of overlooked materials (Schelling). The work engages pre-Freudian concepts of the uncanny - Jentsch's intellectual uncertainty and Schelling's definition of the uncanny as ``something that should have remained hidden but has returned to light.'' Waste materials, typically ignored or excluded from conscious attention, return through the photographic process. Forest fire residues, overgrown with vegetation, reappear across iterations. However, uncanny effects are not uniform. Burning leaves activate Jentsch's perceptual ambiguity only. Trash can activate both Schelling and Jentsch: Schelling is always activated (revealing hidden dumping), while Jentsch is activated only when the trash is made of deformable materials (fabric, jute, thin plastic) that change shape when thrown, not from rigid materials (bottles, hard containers) that retain their form. Each image marks a moment of recurrence, where the object's appearance is reconfigured through subject selection, material intervention (burning, iterative throwing), environmental conditions (light, weather, time of day), and photographic techniques (flash, exposure control). Uncanny effects are selectively achieved through iterative trials, in which unsuccessful images fail to produce perceptual instability
Dari Kuas ke Kode: Transformasi Seni di Era AI Nurfitrianah Octavianingrum Raharjo Putri; Dewi Hermanden; Karna Mustaqim
Pantarei Vol 2 No 1 (2026): Media, Kreativitas, dan Inovasi di Era Transformasi Digital
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ptr.v2i1.336

Abstract

This study examines the transformation of visual art practices in the era of artificial intelligence, particularly through text-to-image generative technologies. The research aims to analyze differences between manually created artworks and AI-generated images, focusing online quality, visual logic, and color application. A qualitative descriptive approach based on practice-based research was employed. The researcher produced watercolor paintings as primary references and then recreated them using AI platforms such as ChatGPT and Gemini through structured prompts. The findings indicate that AI demonstrates strong capabilities in producing visually realistic compositions with aesthetically pleasing color harmonies. However, AI-generated images tend to exhibit compositional inconsistencies, random variations, and the addition of unintended elements. In terms of line quality, AI lacks gestural expressiveness and fails to reflect artistic intention. Similarly, while color outputs appear harmonious, they often lack emotional depth and contextual sensitivity. These results suggest that AI operates based on generative logic rather than intentional artistic reasoning. Therefore, although AI can function as a supportive tool in visual exploration, the role of human artists as creators of meaning and aesthetic experience remains irreplaceable.
Perancangan Desain Karakter Animasi 2D Pendekar Cisadane Cerita Rakyat Kota Tangerang Matthew Kristofer; Karna Mustaqim
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 2 (2024): NJMS - September 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang karakter animasi 2D berdasarkan cerita rakyat Pendekar Cisadane dari Kota Tangerang, sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode seperti kajian pustaka, analisis arketipe, wawancara mendalam dengan pakar animasi, dan kuesioner untuk target audiens. Proses perancangan difokuskan pada empat karakter utama, termasuk protagonis, dua karakter pendukung, dan seorang antagonis. Karakter-karakter tersebut dirancang dengan mempertimbangkan gestur, ekspresi, atribut, dan elemen visual lainnya yang relevan dengan budaya Betawi dan Sunda, sambil disajikan dengan gaya modern untuk menarik minat remaja. Hasil akhir dari penelitian ini adalah video animasi 2D pendek yang menampilkan karakter-karakter yang menarik secara visual yang selaras dengan narasi cerita. Penelitian ini juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri animasi dan akademisi dengan memberikan referensi untuk pengembangan karakter dalam animasi berdasarkan cerita rakyat. Selain itu, rekomendasi diberikan untuk pengembangan lebih lanjut, khususnya dalam hal rigging dan konsistensi desain, untuk memastikan animasi tersebut diselesaikan secara efektif pada tahap produksi berikutnya