Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REVISIT PENGEMBANGAN TEKNIK FOTOGRAFI GAYA IMPRESSIONISME Zahar, Iwan; Mustaqim, Karna
specta Vol 8, No 2 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i2.12357

Abstract

Metode penciptaan karya fotografi dengan pengembangan teknik fotografi yang menggunakan inspirasi lukisan Impressionisme dan fotografer Ernst Haas masih banyak dilakukan fotografer sampai saat ini.  Eskperimen teknik foto seperti panning, multiple exposed, kecepatan lambat dan penggunaan apilkasi pengolah gambar adobe photoshop merupakan kunci dalam keberhasilan gaya foto impressionisme.  Kendala pemotretan untuk mengatasi masalah warna dengan cara pemilihan warna objek yang dipotret tidak terlalu banyak warna primer dan mengkaburkan dengan cara multiple exposed, panning dan ruang tajam  yang sempit.  Juga bantuan asap atau kabut bisa mengurangi warna primer dan mengubah ke arah pastel. Pada era digital pengembangan teknik memotret untuk mencapai gaya impressionismesemakin mudah dan lebih bervariasi dibanding di era analog; seperti penggunaan kecepatan tinggi, multiple exposed yang bisa lebih dari dua dan perangkat lunak yang memudahkan untuk pencapaian tersebut. Revisit of the development of impressionism style photography techniques. The method of creating photographic works by developing photographic techniques that use the inspiration of impressionism painting and photographer Ernst Haas is still carried out by many photographers today. Experimentation of photo techniques such as panning, multiple exposure, slow speed and the use of Adobe Photoshop image processing application are key to the success of the impressionist photo style. Shooting obstacles to overcome the color problem by choosing the color of the object being photographed is not too much primary color and blurring using multiple exposures, panning, and narrow sharp spaces.  Also, smoke or fog can reduce the primary color and change it to a pastel shade. In the digital era, the development of photographic techniques to achieve impressionism is easier and more varied than in the analog era, Such as the use of high speed, multiple exposures that can be more than two, and software that makes it easy to achieve this.
REFLEKSI MODEL KRITIK FOTO DAN MODEL RESPONSE PADA MODEL PENCIPTAAN Zahar, Iwan; Mustaqim, Karna; Maulana, Salman; Wahyudi, Tri; Damayantie, Irma
specta Vol 9, No 1 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i1.15547

Abstract

Model kritik Feldman dan Barrett mengulas elemen seni, prinsip seni, gaya fotografi beserta konteks sosial politik, budaya, sedangkan model response untuk menangkap emosi dan pengalaman dari fotografer yang membuat. Apakah penggunaan model kritik dan model response ini akan berpengaruh pada saat penciptaan fotografi? Penulisan ini menggunakan practice-lead research dari Nelson dan wawancara tidak berstruktur dan mendalam dilakukan terhadap Oscar Motuloh dan Kusnadi untuk mengetahui proses penciptaan foto. Penciptaan foto yang dilakukan menggunakan model practice-lead research dari Nelson. Refleksi dengan model kritik Feldman dan Barrett dan response memengaruhi insight dan intuisi saat penciptaan fotografi terutama pada refleksi know what dan know-that dari model Nelson. Pengalaman estetika dan kognitif dalam merespons baik terhadap karya foto sendiri maupun karya fotografer yang menjadi inspirasi merupakan hal penting dalam penciptaan foto. Latar belakang fotografer dan jenis pekerjaan, pemilihan lokasi pemotretan, pengalaman estetika dan kognitif, konsep pendekatan pada tema memengaruhi proses penciptaan. Ulasan kritik foto yang merupakan kegiatan akademis atau know-that dalam model proses penciptaan Nelson merupakan hal yang penting dilakukan saat refleksi. Walaupun demikian, metode response dari Minor White lebih praktis digunakan untuk merefleksi interaksi fotografer dengan objek foto baik karya sendiri maupun karya fotografer lain. Reflection on the Photo Criticism Model and the Response Model in the Creative Practice Model. Feldman’s and Barrett’s models of photographic criticism examine elements and principles of art, photographic style, and sociopolitical and cultural contexts, while the response model seeks to capture the emotional and experiential dimensions of the photographer. This study explores whether the application of both criticism and response models influences the photographic creation process. Employing Nelson’s practice-led research framework, the study incorporates in-depth, unstructured interviews with photographers Oscar Motuloh and Kusnadi to gain insights into their creative processes. The photo creation process follows Nelson’s model, with reflections guided by Feldman’s and Barrett’s criticism frameworks and the response model. These reflections significantly shape insight and intuition during the creative process, particularly concerning Nelson’s "know what" and "know-that" dimensions. Aesthetic and cognitive experiences, both in responding to one's work and inspirational works by others, are essential to photographic creation. Factors such as the photographer’s background and profession, the choice of shooting location, and the thematic approach all influence the creative process. Critical review, which has been understood as a form of academic reflection or "know-that" in Nelson’s framework, plays a vital role in refining photographic practice. Nonetheless, Minor White’s response method proves more practical for reflecting on a photographer’s interaction with subjects, whether in their work or that of others.
STUDI RUANG AKOMODASI PENUMPANG PADA KENDARAAN MINI-MPV DALAM KERANGKA TUGAS KELAS STUDIO PERANCANGAN INTERIOR TRANSPORTASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMETAAN RUANG KABIN KENDARAAN Rezasyah, Erwin; Mustaqim, Karna
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i2.1749

Abstract

Penelitian yang berbasis kelas studio (Studio Learning-based research) dalam perancangan interior transportasi ini berfokus pada pembelajaran mengenai ruang okupansi dalam desain interior kabin kendaraan. Kegiatan ini melibatkan enam belas (16) mahasiswa yang diberikan instruksi untuk memetakan ruang okupansi di bagian belakang kendaraan jenis Mini-MPV berkapasitas 7 penumpang. Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal mengenai perbandingan ukuran ruang bagi penumpang di kursi baris ketiga dari berbagai merek Mini-MPV dengan konfigurasi 7 tempat duduk yang banyak beredar di Indonesia. Dalam sesi kelas sebelumnya, mahasiswa telah menerima materi tentang perancangan interior transportasi, termasuk aspek-aspek pemetaan yang perlu diperhatikan, seperti bentuk kontur kursi penumpang, lebar ruang duduk, dan tinggi tempat duduk. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepekaan masing-masing mahasiswa terhadap konsep ruang okupansi dalam kendaraan. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus berdasarkan hasil pembelajaran, dengan memilih tiga (3) mahasiswa sebagai sampel untuk bahan analisis. Dari presentasi akhir ketiga responden, ditemukan adanya perbedaan dalam hasil yang disajikan, baik dari segi detail penjelasan, kualitas penyajian data, maupun pemahaman terhadap instruksi pemetaan yang telah diberikan.
Desain Alih Wahana Novel Arwah ke Buku Komik Genre Horor Muhamad Ega Aulia; Karna Mustaqim
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2025): NJMS - Agustus 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk desain alih wahana dari novel Arwah ke buku komik genre horor melalui desain karakter sebagai upaya dalam mengenalkan cerita urban Arwah ke media lain berupa komik cetak untuk menjangkau audiens lebih luas yang kurang menyukai membaca novel karena narasinya yang panjang dan untuk menciptakan penggambaran naratif yang hidup sehingga ketegangan horor bisa tersampaikan kedalam media komik. Dalam penelitian ini menggunakan metode berupa kajian pustaka, observasi, wawancara secara mendalam kepada pemilik novel Arwah dan pakar dibidang komik, dan kuesioner untuk mengidentifikas target audience. Dalam mendesain komik dari novel fokus pada desain karakter. Desain karakter disesuaikan dengan penggambaran melalui narasi yang dijelaskan pada novel Arwah. Penggambaran karakter menggunakan gaya Manga atau komik Jepang dengan desain karakter lokal anak sekolahan di Jakarta untuk menarik minat pembaca dengan rentang usia Remaja dan Dewasa. Penelitian ini untuk memberikan kontribusi kepada industri komik dan akademis untuk memberikan referensi dalam alih wahana novel ke media lain berupa komik dengan fokus mengembangkan desain karakter berdasarkan penggambaran novel Arwah ke media komik dengan ilustrasi yang menarik.
Penerapan Metode Motion Graphic pada Video Promosi Rumah Kos Dermawan Living, Denpasar Bali Ni Putu Virginia A.S; Karna Mustaqim
Sci-tech Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Sci-Tech Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v3i1.456

Abstract

In this research, the application of the motion graphic method in making promotional videos for the Dermawan Living Boarding House in Denpasar, Bali, was explored. Motion graphics, as a visual technique that combines graphic elements, animation and text, are used to create dynamic and interesting messages. The research method involves analysing promotional videos before and after the implementation of motion graphics. Audience response, engagement level, and recall of the video are measured. The research results show that the application of motion graphics significantly increases the attractiveness of promotional videos. The use of dynamic visual elements and smooth transitions makes videos more interesting and memorable for the audience. Apart from that, motion graphics also help convey information more efficiently. In conclusion, the use of motion graphic methods in promotional videos can be an effective strategy for increasing attractiveness and communication efficiency. The practical guidance resulting from this research can help content creators optimize the use of motion graphics in promotional videos.