Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

16 JURUS PENULISAN JURNAL Zahar, Iwan; Pertiwi, Ratih; Marwan, Rudi Heri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v8i01.4786

Abstract

Journal writing, particularly international journal writing, is fraught with difficulties, and just a handful Esa Unggul University authors have been accepted into prestigious publications. The goal of this document is to assist authors, researchers, and lecturers in determining the best writing technique for breaking into these publications. Survey quest was used to determine whether or not the trainees had grasped the material. The technique for determining if the training was understood was to ask 51 Esa Unggul lecturers survey questions. This course will cover 16 different approaches to construct journals, including 1) journal selection. 2) Downloads of journals 3) Before being directed to the desired journal, examine and read many journals. 4) Citations account for 80% of the total, whereas books account for 20%  4) Citations account for 80% of the total, whereas books account for 20%. 5) There should be at least 20 references, and no more than 30% of the references should be cited. 6) Citation of the most recent and highest-ranking journals, from well-known and legitimate publishers, as well as well-known authors like Foucault and others. 7) Identification of issues that occur as a result of reading the journal 8) Decide on research methods 9) Choose a title (2 W + 1 H) 10) Read the journal's writing rules and, most crucially, the journal's writing style. 11) the structure of the writing 12 Pay attention to the manner of writing 13) the significance of keywords, abstracts, and the problem's background 14) the selection of Scopus and international journal rankings 15) evaluation by peer groups 16) English interpreter Keywords: scopus, international journals, writing style
PEMBELAJARAN PENGENALAN RASA PADA FOTOGRAFI Zahar, Iwan; Wahyudi, Tri; Maulana, Salman
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i02.7252

Abstract

Pembelajaran pengenalan rasa termasuk jarang dilakukan untuk  fotografer di luar  perguruan tinggi dan diadakan melalui webminar dan ulang tahun Komunitas Lubang Jarum yang ke 20.   Metode yang digunakan berupa survey melalui google form dan grup diskusi.  Hasil dari survey melalui google form secara dominan rasa sedih dan kasihan sekitar 48,6%, rasa takut 14,7%, rasa sunyi 29%. Pengenalan rasa yang berupa rasa yang umum seperti gembira, marah, depresi, feminism, sakit, kedamaian tidak menimbulkan kesulitan selama pelatihan dan peserta dapat memahaminya selama Tanya jawab.  Pelatihan rasa ini perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan pemahaman rasa yang tidak hanya bersifat umum, tetapi lebih mendalam lagi.  Pelatihan ini akan meningkatkan pelatihan rasa dan berfikir kritis dengan pemahaman terhadap foto.  
REVISIT PENGEMBANGAN TEKNIK FOTOGRAFI GAYA IMPRESSIONISME Zahar, Iwan; Mustaqim, Karna
specta Vol 8, No 2 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i2.12357

Abstract

Metode penciptaan karya fotografi dengan pengembangan teknik fotografi yang menggunakan inspirasi lukisan Impressionisme dan fotografer Ernst Haas masih banyak dilakukan fotografer sampai saat ini.  Eskperimen teknik foto seperti panning, multiple exposed, kecepatan lambat dan penggunaan apilkasi pengolah gambar adobe photoshop merupakan kunci dalam keberhasilan gaya foto impressionisme.  Kendala pemotretan untuk mengatasi masalah warna dengan cara pemilihan warna objek yang dipotret tidak terlalu banyak warna primer dan mengkaburkan dengan cara multiple exposed, panning dan ruang tajam  yang sempit.  Juga bantuan asap atau kabut bisa mengurangi warna primer dan mengubah ke arah pastel. Pada era digital pengembangan teknik memotret untuk mencapai gaya impressionismesemakin mudah dan lebih bervariasi dibanding di era analog; seperti penggunaan kecepatan tinggi, multiple exposed yang bisa lebih dari dua dan perangkat lunak yang memudahkan untuk pencapaian tersebut. Revisit of the development of impressionism style photography techniques. The method of creating photographic works by developing photographic techniques that use the inspiration of impressionism painting and photographer Ernst Haas is still carried out by many photographers today. Experimentation of photo techniques such as panning, multiple exposure, slow speed and the use of Adobe Photoshop image processing application are key to the success of the impressionist photo style. Shooting obstacles to overcome the color problem by choosing the color of the object being photographed is not too much primary color and blurring using multiple exposures, panning, and narrow sharp spaces.  Also, smoke or fog can reduce the primary color and change it to a pastel shade. In the digital era, the development of photographic techniques to achieve impressionism is easier and more varied than in the analog era, Such as the use of high speed, multiple exposures that can be more than two, and software that makes it easy to achieve this.
REFLEKSI MODEL KRITIK FOTO DAN MODEL RESPONSE PADA MODEL PENCIPTAAN Zahar, Iwan; Mustaqim, Karna; Maulana, Salman; Wahyudi, Tri; Damayantie, Irma
specta Vol 9, No 1 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i1.15547

Abstract

Model kritik Feldman dan Barrett mengulas elemen seni, prinsip seni, gaya fotografi beserta konteks sosial politik, budaya, sedangkan model response untuk menangkap emosi dan pengalaman dari fotografer yang membuat. Apakah penggunaan model kritik dan model response ini akan berpengaruh pada saat penciptaan fotografi? Penulisan ini menggunakan practice-lead research dari Nelson dan wawancara tidak berstruktur dan mendalam dilakukan terhadap Oscar Motuloh dan Kusnadi untuk mengetahui proses penciptaan foto. Penciptaan foto yang dilakukan menggunakan model practice-lead research dari Nelson. Refleksi dengan model kritik Feldman dan Barrett dan response memengaruhi insight dan intuisi saat penciptaan fotografi terutama pada refleksi know what dan know-that dari model Nelson. Pengalaman estetika dan kognitif dalam merespons baik terhadap karya foto sendiri maupun karya fotografer yang menjadi inspirasi merupakan hal penting dalam penciptaan foto. Latar belakang fotografer dan jenis pekerjaan, pemilihan lokasi pemotretan, pengalaman estetika dan kognitif, konsep pendekatan pada tema memengaruhi proses penciptaan. Ulasan kritik foto yang merupakan kegiatan akademis atau know-that dalam model proses penciptaan Nelson merupakan hal yang penting dilakukan saat refleksi. Walaupun demikian, metode response dari Minor White lebih praktis digunakan untuk merefleksi interaksi fotografer dengan objek foto baik karya sendiri maupun karya fotografer lain. Reflection on the Photo Criticism Model and the Response Model in the Creative Practice Model. Feldman’s and Barrett’s models of photographic criticism examine elements and principles of art, photographic style, and sociopolitical and cultural contexts, while the response model seeks to capture the emotional and experiential dimensions of the photographer. This study explores whether the application of both criticism and response models influences the photographic creation process. Employing Nelson’s practice-led research framework, the study incorporates in-depth, unstructured interviews with photographers Oscar Motuloh and Kusnadi to gain insights into their creative processes. The photo creation process follows Nelson’s model, with reflections guided by Feldman’s and Barrett’s criticism frameworks and the response model. These reflections significantly shape insight and intuition during the creative process, particularly concerning Nelson’s "know what" and "know-that" dimensions. Aesthetic and cognitive experiences, both in responding to one's work and inspirational works by others, are essential to photographic creation. Factors such as the photographer’s background and profession, the choice of shooting location, and the thematic approach all influence the creative process. Critical review, which has been understood as a form of academic reflection or "know-that" in Nelson’s framework, plays a vital role in refining photographic practice. Nonetheless, Minor White’s response method proves more practical for reflecting on a photographer’s interaction with subjects, whether in their work or that of others.
Fotografi Kontemplatif Tibet:: Bermeditasi Dengan Fotografi Kehidupan Sehari Hari Zahar, Iwan; Maulana, Salman; Wahyudi, Tri
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.2842

Abstract

Fotografi kontemplatif Tibet ini relatif baru di Indonesia dengan adanya perkumpulan Miksang di sosial media sekitar tahun 2015. Fotografi ini menarik dipelajari karena cara dan Teknik fotografi yang digunakan berbeda dengan Teknik barat. Foto kontempelatif ini menerima lingkungan apa adanya, tidak merubah, tidak berorientasi target, tidak untuk dipamerkan pada orang lain dalam bentuk pameran foto, tidak untuk dikagumi oleh orang lain, bersifat intuitif, belajar menghargai lingkungan disekitar, subyek bisa suatu hal sehari-hari. Metoda Penelitian berbasis praktik ini mempraktekan filosofi Chögyam Trungpa Ripoche yang dibuat 3 sampai 5 level tingkat pemotretan dari yang paling sederhana dot in space sampai foto yang kompleks. Pemotretan menggunakan dua versi yaitu level 1 sd 3 versi John McQuade dan level 1 sd 5 versi Michael Wood selama 3 bulan di sekitar Tomang, Jakarta. Alat foto yang digunakan Iphone dan Nikon D50 dan tanpa menggunakan Cahaya dari lampu kilat dan menggunakan lensa normal atau sudut pandangan normal. Foto hasil selama 3 bulan ini diupload ke Miksang Indonesia dan Way of Seeing facebook. Sehingga foto dikomentar oleh pendiri Miksang Indonesia Doddy S Mawardi dan Prof John McQuade, penulis Buku Nalanda Miksang contemplative photography.
Video Pembelajaran Menarik Menggunakan Penataan Cahaya, Motion Graphics, dan Animasi Kartun pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Fadhlurrahman, Rifqi Nabil; Zahar, Iwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan video pembelajaran dilakukan dengan menggunakan penataan cahaya, motion graphics, dan animasi kartun sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik video pembelajaran. Perancangan video pembelajaran menggunakan tahapan Pra-produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Pada tahap Pra-produksi meliputi Pengumpulan Data, Storyline, Storyboard, dan Script. Tahap Produksi meliputi Crew Call, Prelight, dan Blocking. Tahap Pasca Produksi meliputi Assembly, Rough Cut, Fine Cut, Designing, dan Animation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan penataan cahaya, motion graphics, dan animasi kartun dapat meningkatkan daya tarik video pembelajaran. Video pembelajaran menjadi terlihat lebih ramah untuk anak-anak serta tidak terlihat membosankan dikarenakan peletakkan motion graphics dan animasi kartun yang tepat pada setiap sesinya.
Perancangan Video Profil pada Usaha Wedding Organizer sebagai Media Promosi Gastiadirrijal, Favian; Zahar, Iwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedding organizer saat ini menjadi sebuah usaha yang banyak diminati jasanya oleh masyarakat yang ingin mengadakan acara pernikahan. Dengan menggunakan jasa wedding organizer, calon pengantin tidak perlu lagi memikirkan rencana acara pernikahannya karena semuanya sudah diatur. Walaupun tidak perlu memikirkan rencana pernikahan, banyak calon pengantin yang memerlukan pertimbangan dalam memilih layanan jasa wedding organizer. Penggunaan video profil pada usaha wedding organizer bisa menjadi sebuah media yang tidak hanya diperuntukan untuk keperluan komersial saja, melainkan bisa menjadi media informasi mengenai bagaimana usaha ini bisa menjalankan acara pernikahannya dengan baik dan profesional, sehingga dengan begitu masyarakat bisa lebih tertarik untuk memilih wedding organizer tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dimana data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak wedding organizer. Hasil dari perancangan ini yaitu sebuah video profil pada usaha wedding organizer bernama Dindakanda Wedding Planner. Didalam video ditampilkan layanan yang dijelaskan secara langsung oleh pemilik usaha dan ditampilkan juga acara pernikahan yang pernah mereka tangani.
Penggunaan Gaya Pop-Art terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah Makanan Cepat Saji Witarsa, Christoper; Zahar, Iwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman membuat lebih banyak orang melek dengan seni, dan seni yang mereka suka atau tidak disukai semakin beragam, Ditengah banyaknya jenis seni ada satu seni yang selalu berputar dan juga mengulang hal yang sama yaitu seni popular atau yang kita ketahui pop-arts. Penggunaan seni ini mulai meningkat pada tahun 1970 an dan mulai popular pada tahun 1980 an di Indonesia pada waktu itu gaya ini disebut juga “Pop Melayu”. Penelitian ini berfokus kepada penggunaan gaya pop-art beserta penggunaan atau pemilihan warna yang pas untuk Ilustrasi UMKM yang menjual makanan cepat saji dengan menggunakan proses desain Alina Wheeler. metode pengumpulan data berupa kualitatif dan kuisioner serta melakukan wawancara kepada narasumber tertentu. Dengan gaya pop ini diharapkan Generasi millennial penerus bangsa akan menjadi lebih terbuka dengan banyaknya aliran seni dan juga menjadi lebih kreatif
Perancangan Media Pendukung sebagai Media Promosi Animasi 2D Pembelajaran “Menggambar” untuk Siswa Sekolah Taman Kanak-Kanak Marcellina, Ventya; Zahar, Iwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggambar menjadi salah satu aktivitas yang baik untuk membangun kreativitas anak sejak usia dini. Di usia anak masuk ke tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan usia anak melalui masa pengembangan kognitif, emosi dan kreativitas. Belajar menggambar bukan hanya sekedar mengisi waktu luang, namun juga dapat dijadikan kegiatan yang mendukung tumbuh kembang optimal pada anak-anak. Melalui menggambar, mereka akan dapat menyalurkan emosi, ide, sekaligus bakat seni yang mungkin terpendam dalam diri mereka masing-masing. Dengan menggunakan cara mengedukasi kepada siswa TK melalui media explainer yang bersifat edukatif dan informatif, diharapkan dapat mempermudah pemahaman mereka mengenai pelajaran menggambar. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah animasi explainer “Pembelajaran Menggambar untuk Siswa TK” yang memberikan informasi mengenai penjelasan dan manfaat menggambar bagi mereka.
Perancangan Logo dan Slogan pada Film Dokumenter Kesenian Tari Sintren Cirebon sebagai Media Promosi Wardatissholikah, Nisa; Zahar, Iwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31208

Abstract

Tari Sintren ini tarian tradisional yang tumbuh di masyarakat Pantai Utara Pulai Jawa seperti Cirebon dan sekitarnya. Tarian ini memiliki unsur mistis yang di kaitkan pada kepercayaan masyarakat Jawa. Sintren di anggap kurang menarik karena kurangnya promosi. Maka dari itu dibuatlah perancangan Logo dan Slogan pada Film Dokumenter Kesenian Tari Sintren Cirebon, sebagai media promosi dengan metode Analisis SWOT dan metode 5 langkah dari Robin Landa. Data sekunder di dapat dari study pustaka tema Tari Sintren dan perancangan logo, sedangkan data primer di kumpulkan melalui wawancara para Seniman Sintren di Kota Cirebon. Menghasilkan bahwa Sintren berasal dari jawa dan kurungan yang di tutupi kain hitam adalah ciri khasnya, maka hasil logonya ialah kurungan yang di tutupi kain hitam dengan slogan “Ngruwat Sintren Budaya Ing Cirebon” menggunakan Bahasa jawa, dengan makna “Merawat Sintren Budaya Dari Cirebon” warnanya hitam dan putih agar terlihat kontras.