Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

IMPACTS OF PATTERNS OF ECONOMIC AGENTS ACTIVITIES IN THE SEMERU VOLCANO CONSERVATION AREA Nuansa Bayu Segara; Iin Wariin Basyari
JURNAL GEOGRAFI Vol 13, No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v13i1.16540

Abstract

Semeru volcano is the most popular mount hiking tourism in Indonesia. The economic community and conservation area are affected by these activities. This research focuses on the development activities of economic agents pattern and explains the impact of high tourism in the Semeru Volcano conservation area. It was a qualitative study, and the participative observatory was a procedure for collecting the data. The location was not limited in the Semeru Volcano, but also social media, Instagram. The result of the research reveals that there are two kinds of economic agents, namely internal and external. They have positive connectedness to support hiking activities. Although there should be potential for competition between open trip services and local guides, this does not happens, due to the wisdom of internal economic actors, especially local guides. Moreover, the consequences of high tourism activities in the Semeru Volcano conservation area are waste and erosion. The article is concluded by proposing several directions for economic agents to be involved more in conservation activities and positive business in the Semeru Volcano.Key words: Semeru Volcano, economic agent, conservation area, mount tourismGunungapi Semeru merupakan wisata pendakian gunung yang paling populer di Indonesia. Aktivitas ini tentu berdampak terhadap perekonomian penduduk sekitar dan lingkungan di kawasan konservasi. Artikel ini mengkaji pola aktivitas dan pelaku ekonomi yang terlibat dalam perkembangan wisata, dan mengungkap dampak tingginya aktivitas ini terhadap Kawasan Konservasi Gunungapi Semeru itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat ekploratif. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipatif dan tidak terbatas di kawasan pendakian, namun juga melakukan observasi di media sosial instagram. Hasil penelitian menujukan pelaku ekonomi terdiri dari internal dan eksternal kawasan, yang memiliki keterkaitan positif antar pelaku ekonomi dari luar dan dalam Kawasan Pendakian. Meskipun semestinya ada potensi persaingan antara jasa open trip dengan pemandu lokal, akan tetapi hal itu tidak terjadi, karena kearifan pelaku ekonomi internal, khususnya para pemandu lokal. Dampak tingginya aktivitas wisata pendakian ini mengakibatkan dua permasalahan yang cukup serius, yaitu sampah dan erosi. Artikel ini diakhiri dengan memberikan beberapa usulan terkait dengan peningkatan keterlibatan pelaku ekonomi dalam melakukan usaha dan aktivitas konservasi di Kawasan Gunung Semeru. Kata kunci: Gunungapi Semeru, pelaku ekonomi, kawasan konservasi, wisata gunung
Daur Ulang Limbah Kertas Menjadi Media Pembelajaran Literasi Peta pada KKG SD Kota Cirebon Iin Wariin Basyari; Iis Yeni Sugiarti; Nurul Ikhsan Karimah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v2i1.149

Abstract

Limbah kertas bekas dapat dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai guna. Salah satunya pemanfaatan limbah kertas bekas menjadi bubur kertas yang dijadikan media pembelajaran literasi peta. Sasaran dalam kegiatan pelatihan ini yaitu Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 04 Kecamatan Kesambi. Dalam kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh guru dan siswa dari empat sekolah dasar yaitu SD Negeri Bima, SD Negeri Karang Yudha, SD Negeri Karyamulya 01 dan SD Negeri Karyamulya 02. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu metode ceramah, metode demonstrasi atau simulasi, metode tanya jawab dan pendampingan. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan guru dan siswa merasa senang dan antusias belajar membuat peta timbul (tiga dimensi). Karena siswa dan guru diajak untuk mengkonstruksi pengetahuan tentang peta melalui proyek membuat peta timbul (tiga dimensi). Adapun kendala dalam membuat peta diantaranya yaitu durasi pengerjaan yang lama karena dibutuhan cahaya matahari untuk proses pengeringan media peta timbul (tiga dimensi) yang dibuat siswa dan guru. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini siswa didorong untuk menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari agar informasi yang diterima mudah diserap.
MENINGKATKAN KUALITAS PERMBELAJARAN MELALUI ACTION RESEARCH Iin Wariin Basyari
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.083 KB) | DOI: 10.33603/cjiipd.v1i1.1178

Abstract

AbstrakTujuan penulisan makalah ini adalah  untuk mengembangkan wawasan teoritis tentang Class Action Research. Secara teoritis Class Action Research dapat berkontribusi terhadap upaya meningkatkan  kualitas pembelajaran. Sebab produk penelitian ini memberikan informasi praktis untuk mengatasi berbagai masalah hambatan belajar dan pembelajaran di kelas.   Makalah disusun melalui studi literature serta pengalaman penulis sebagai peneliti. Ada tiga hal penting yang dipaparkan dalam makalah ini. Pertama, konsep dan teori tentang Class Action Research. Kedua, menjawab pertanyaan bagaimana prosedur menyelenggarakan Class Action Research. Ketiga, mengeksplorasi keunggulan dari Class Action Research. Karena sifat dan karakteristiknya maka Class Action Research  dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian  kualitatif, yang bersifat naturalistic, reflektif, kolaboratif dan cyclical. Keunggulan pendekatan jenis penelitian  ini adalah memiliki  meaningful  yang langsung dapat dirasakan dan dipraktikkan dalam penyelenggaraan pembelajaran sehari-hari bagi seorang guru maupun dosen. Semakin sering  guru atau dosen melakukan penelitian melalui pendekatan  ini, akan semakin cepat guru atau dosen dalam memperkaya kompetensi pedagogisnya. Kata Kunci: Class Action Research; meaningful; penelitian kualitatif; naturalistic; reflektif; cyclical.
Dampak Ekonomi Dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Cibuntu Kuningan Melalui IPS Terpadu Tiara Gianti; Wahyuni; Alia Sukowati; Rahmah Dwi Indriyanti; Iin Wariin Basyari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15647

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis dampak ekonomi desa wisata terhadap perekonomian masyarakat lokal dan strategi pemberdayaan masyarakat Desa Cibuntu. Lokasi studi adalah Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, dengan subjek penelitian meliputi perangkat desa, pelaku usaha homestay, dan anggota Kelompok Wanita Tani. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil studi menunjukkan dampak ekonomi langsung berupa berkembangnya 60 unit homestay dengan 110 kamar, peningkatan warung dari 4 menjadi 21 unit, dan berkembangnya UMKM berbasis produk lokal. Dampak tidak langsung meliputi berkembangnya kerajinan tangan, pemanfaatan lahan pertanian sebagai wisata edukasi, dan integrasi peternakan melalui Kampung Domba. Strategi pemberdayaan dilakukan melalui lima pendekatan: pengelolaan homestay partisipatif, pemberdayaan pedagang lokal, pemberdayaan seniman, pemberdayaan petani-peternak, dan pemberdayaan KWT dalam UMKM kuliner.
Local Culture-Based Civics Learning Resources for Elementary School: an Ethnopedagogical Study of Topeng Tumenggung Cirebon Performing Arts Hikmah Aulia Nur Faidah; Malik Fauzi; Ade Subangkit; Iin Wariin Basyari; Auliya Aenul Hayati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.51524

Abstract

Today's young generation faces great challenges in maintaining cultural identity and building character amid the rapid flow of globalization and technological advancement. Character education through a local culture-based approach is an alternative solution in strengthening the nation's identity. This research focuses on identifying the symbolic meaning and values of local wisdom in the culture of the Tumenggung type Cirebon mask performance art, which can be used as a learning resource for PPKn in elementary schools. The research uses a qualitative approach with interpretive descriptive methods. The research site is the Panji Asmara Art Studio in Bulak Village, Cirebon Regency. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation studies. The main informant is the Cirebon mask artist, a cultural expert. The data analysis technique uses the interactive model of Miles and Huberman, while meaning analysis employs a hermeneutic approach with "thick description" by Geertz. The results of the study show that the performance art of the Tumenggung mask contains values of local wisdom, which include cultural preservation, religious values, character education, and leadership values integrated into elements of movement, accompaniment, costumes, and masks. The conclusion is that the value of local wisdom contained in the performing art of the Tumenggung Cirebon mask can be used as a source of PPKn learning in schools using an ethnopedagogical approach.
A Critical Study Of The Sodaqoh Tradition From The Perspective Of Character Education: A Phenomenological Study Of The Sunan Gunung Jati Burial Complex, Cirebon Ditta Septiani Putri; Sabina Octavia Rachman; Annisa Putri Winarti; Iin Wariin Basyari; Iis Yeni Sugiarti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.51525

Abstract

This study aims to analyze the influence of the sodaqoh tradition on the formation of the independence character of elementary school-age children involved in the practice of begging at the Sunan Gunung Jati Cemetery Complex, Cirebon. The sodaqoh tradition that has taken root in this society not only contains cultural and spiritual values, but also has the potential for negative impacts on the development of children's character, especially in terms of independence, morality, and ethical attitudes. The research uses a qualitative approach with phenomenological methods and a single case study. Data collection techniques were carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consisted of cultural experts, tomb managers, pilgrims, and children who were active in asking for sodaqoh, selected through purposive techniques and snowball sampling. The research instruments include interview guidelines, observation sheets, and documentation. Data were analyzed using a qualitative descriptive approach through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn, with validity tested through triangulation of sources and techniques. The results of the study show that the phenomenon of begging visitors/tourists is a tradition in the community in the Suanan Gunungjati Cirebon cemetery complex. From 3 case studies of elementary school-age children who are directly involved as shodaqoh requesters, it shows a lack of independent character among them.
REKONTRUKSI SEJARAH LOKAL DAN JEJAK PERKEMBANGAN DESA WISATA: DARI TRADISI KE DESTINASI WISATA (PERSPEKTIF ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU) Iin Wariin Basyrari; Salsa Nur Aidila; Alifiyah Rizki; Lebie Diefa Salsabila; Alyda Maqriz An-Nahwa
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.686-698

Abstract

Praktik Kuliah Lapangan (PKL) ini mengkaji rekonstruksi sejarah lokal dan jejak perkembangan Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, dari komunitas agraris tradisional hingga menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Tujuan studi pada subtema ini adalah menggali asal-usul dan perkembangan historis Desa Cibuntu, mengidentifikasi peran tokoh serta peristiwa penting dalam pembentukan identitas desa, serta menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Lokasi PKL dilaksanakan di Desa Wisata Cibuntu dengan subjek penelitian meliputi tokoh masyarakat, aparat desa, pengelola desa wisata, dan warga setempat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk merekonstruksi sejarah lokal secara komprehensif. Hasil studi menunjukkan bahwa Desa Cibuntu memiliki akar sejarah panjang yang ditandai oleh temuan artefak prasejarah, peran tokoh seperti Eyang Sicatuhu dan Kiai Idin, serta transformasi sosial sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2012. Perkembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat berdampak positif terhadap ekonomi, pelestarian budaya, dan penguatan identitas lokal. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas pengelolaan desa wisata, pendokumentasian sejarah lokal secara sistematis, serta pemanfaatannya sebagai sumber belajar IPS kontekstual untuk mendukung pendidikan berbasis kearifan lokal dan pembangunan desa berkelanjutan
KEARIFAN LOKAL DAN TRADISI BUDAYA SEBAGAI DAYA TARIK SERTA IDENTITAS DESA WISATA CIBUNTU, KABUPATEN KUNINGAN (PERSPEKTIF ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU) Iin Wariin Basyari; Dita Novika Yani; Mely Hanisya; Marshaniswah Alfrida; Priska Riyani Agustin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.608-619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal dan tradisi budaya sebagai daya tarik serta identitas Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terpadu. Fokus utama penelitian ini adalah tradisi sedekah bumi yang menjadi warisan budaya masyarakat dan masih dilestarikan hingga saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola desa dan masyarakat setempat, serta dokumentasi kegiatan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sedekah bumi tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, tradisi ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata berbasis budaya yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa. Kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun juga berperan dalam memperkuat identitas Desa Wisata Cibuntu serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dalam perspektif IPS terpadu, tradisi sedekah bumi dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Dengan demikian, kearifan lokal dan tradisi budaya tidak hanya bernilai sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media edukatif dan strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
Struktur Sosial, Peran Komunitas dan Modal Sosial dalam Pengelolaan Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan Adang Setiawan; Dewi Pauziyah; Yasmin Nazmi A; Iin Wariin B
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5693

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial, partisipasi masyarakat, dan modal sosial dalam pengelolaan Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, dengan menggunakan perspektif IPS Terpadu. Penelitian ini dilakukan di Desa Wisata Cibuntu yang melibatkan masyarakat sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial di Desa Wisata Cibuntu terorganisir dengan baik, di mana berbagai lapisan masyarakat bekerja sama dalam pengelolaan pariwisata. Partisipasi masyarakat sangat luas, dengan kontribusi signifikan dari berbagai kelompok, seperti Karang Taruna, kelompok wanita tani, dan pelaku UMKM. Modal sosial yang terbentuk, seperti kepercayaan antarwarga dan norma gotong royong, memperkuat kerjasama antar masyarakat dalam mengelola desa wisata. Namun, terdapat tantangan dalam sistem penunjukan kepengurusan dan kesulitan dalam memenuhi standar pengelolaan homestay. Rekomendasi yang dihasilkan adalah pentingnya pembaruan sistem rotasi kepengurusan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan homestay oleh warga, serta memperluas promosi untuk menarik lebih banyak wisatawan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di desa lain dengan potensi serupa.
Kebijakan Pemerintah dan Tata Kelola Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan (Studi Desa Wisata Perspektif IPS Terpadu) Aprilia Nuraeni; Vina Fitria Rahmah; Cecillia Asano; Lusi Yani Indah; Iin Wariin Basyari
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah desa dan tata kelola Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Cibuntu dan pihak pengelola desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa berperan strategis dalam pengelolaan desa wisata melalui kebijakan yang menempatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola utama aset dan usaha pariwisata. Pengelolaan desa wisata melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui Pokdarwis dan kelompok seni lokal dengan pola kerja sama berbasis komunitas. Namun demikian, penelitian ini menemukan kendala berupa rendahnya keterlibatan generasi muda dan koordinasi antarlembaga yang belum terlembaga secara formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola Desa Wisata Cibuntu mencerminkan praktik pariwisata berbasis masyarakat yang berpotensi menjadi sumber pembelajaran kontekstual IPS Terpadu di Sekolah Dasar.