Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE FINAL YEAR OF MEDICAL SCHOOL TOGETHER WITH THE COVID-19 PANDEMIC WAS RELATED TO EMOTIONAL EATING BEHAVIOR Muhammad Ihsan Abdurrahman; Syarif Husin; Evi Lusiana; Ardesy Melizah Kurniati; Tri Suciati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 1 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/mks.v54i1.18182

Abstract

Emotional eating, or overeating to ease unpleasant emotions, is one of the harmful impacts of stress. Students in their final year of college are more susceptible to emotional eating because their stress level is high. The main purpose of this study was to examine the association between stress and emotional eating behavior in final-year Medical Education Study Program students of Universitas Sriwijaya. Data was collected in January 2021, with as many as 121 students from the 2017 class participating. The Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire was used in this study to assess students' stress levels, while the Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) was used to assess emotional eating behavior. The Chi-square test was used to examine the data. Overall, this study discovered that 19 students (15.7 percent) were classified as having low stress, 82 students (67.8 percent) as having moderate stress, and 20 students (16.5 percent) as having high stress. Emotional eating affects up to 74 (61.2%) of students, with female students experiencing more. The Chi-square test yielded p=0.018 (p 0.05) and OR 3.282 (1.186-9.081) indicating a significant link between stress and emotional eating behavior in final-year Medical Education Study Program students of Universitas Sriwijaya.
TRADISIONAL DI PEDUKUHAN KRINJING LOR JATISARONO NANGGULAN Dwi Ratnaningsih; Tri Suciati
Jurnal Permata Indonesia Vol 14 No 2 (2023): Volume 14, Nomor 2, November 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v14i2.269

Abstract

Latar Belakang : Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian, (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pengobatan dengan bahan alami merupakan salah satu terapi atau pengobatan komplementer yang potensial untuk menyembuhkan penyakit atau menjaga kesehatan. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan obat tradisional untuk pengobatan diare di pedukuhan krinjing lor, jatisarono, nanggulan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat pedukuhan krinjing lor sebanyak 340 responden. Bahan yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan kuesioner, alat tulis. Populasi yang digunakan dengan rumus slovin dihasilkan 85 responden, pengolahan dengan menggunakan Microsoft Excel kemudian hasil penelitian dimasukkan dalam tabel. Hasil : Hasil penelitian berupa karakteristik responden rata-rata umur 42-49 (22,35%) dengan jenis kelamin perempuan (55,3%) status sudah menikah (82,35%) pendidikan SMA (42,35%) dengan pekerjaan sebagai petani (34,12%). Penelitian ini menunjukan responden yang menggunakan obat tradisional daun jambu biji untuk pengobatan diare (59,77%), diperolehdari halaman rumah/lingkungan sekitar (70,11%), dan penggunaan dengan dimakan langsung (49,41%). Motivasi penggunaan obat tradisional untuk pengobatan diare cocok dan merasa sembuh (42,42%) dan sudah cocok dengan obat tradisional (60,44%). Hambatan menggunakan obat tradisional untuk pengobatan diare yaitu tidak langsung sembuh (51,72%) dan tidak ada hambatan untuk memperoleh obat tradisional untuk pengobatan diare (58,14%). Kesimpulan : Penggunaan daun jambu biji untuk pengobatan diare (59,77%) diperoleh dihalaman rumah (70,11) dengan cara dimakan langsung (49,41%).
PENGARUH FLIPBOOK TERHADAP PRONUNCIATION BAHASA INGGRIS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK KEMALA BHAYANGKARI 3 ALAI PADANG Tri Suciati; Saridewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46971

Abstract

Introducing English to early childhood learners should involve engaging and enjoyable media that align with their learning characteristics, making instructional media an essential component in the learning process. This study aims to examine the significant effect of using flipbook media on children’s English pronunciation at Kemala Bhayangkari 3 Kindergarten, Alai Padang. The research employed a quantitative method with an experimental approach, involving a sample of 12 children from class B3. Data were collected through pretest and posttest assessments, as well as observation and documentation, and were analyzed using SPSS version 22. The findings indicate an improvement in the average scores from the pretest to the posttest, with the mean score increasing from 7 to 19. Furthermore, the results of the independent sample t-test showed a significance value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, indicating that the use of flipbook media has a statistically significant effect on children’s English pronunciation.