Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Mewujudkan Ketahanan Keluarga Long Distance Marriage (LDM) Perspektif Mubādalah Faqihuddin Abdul Qadir Putri, Suci Ramadhani; Mulhimmah, Baiq Ratna; Nizamudin
MAHAKIM Journal of Islamic Family Law Vol 9 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mahakim.v9i1.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mewujudkan ketahanan keluarga pada pasangan long distance marriage (LDM) melalui perspektif mubādalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Qadir. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data utama berasal dari karya Qirā’ah Mubādalah serta literatur hukum keluarga Islam, tafsir, dan psikologi keluarga yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga dalam konteks LDM dapat diwujudkan melalui penerapan lima pilar mubādalah, yaitu: komitmen pada ikatan janji yang kokoh (mitsāqan ghalīzhan), prinsip berpasangan dan berkesalingan (zawaj), sikap saling memberi kenyamanan (tarādhin), saling memperlakukan dengan baik (mu’āsyarah bil ma’ruf), dan musyawarah dalam pengambilan keputusan keluarga (musyawarah). Implementasi prinsip tersebut memperkuat ketahanan emosional, komunikasi, serta keseimbangan peran antara suami dan istri dalam menghadapi tantangan keterpisahan fisik. Perspektif mubādalah tidak hanya menekankan kesetaraan dan keadilan gender, tetapi juga menghadirkan solusi teologis, yuridis, dan praktis bagi keluarga LDM dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip kesalingan dan keadilan menjadi dasar penting dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Sidikare as Kinship-Based Dispute Resolution of Sasak Muslim within the National and Islamic Law Framework Jalilah, ⁠Nisfawati Laili; Mulhimmah, Baiq Ratna; ⁠Syukri; Angriani, ⁠Parida
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v20i2.17220

Abstract

The existence of Sidikare as a dispute resolution mechanism within the Sasak Muslim community in Lombok offers a more efficient, affordable, and culturally appropriate alternative to formal litigation. Emphasizing kinship-based mediation and communal dialogue, Sidikare reflects local values while avoiding unnecessary external intervention. This research aims to 1. examine Sidikare as a kinship-based dispute resolution mechanism practiced within the Sasak Muslim community while identifying it in the context of Indonesia’s national legal system, 2. analyze how Sidikare functions as an effective alternative to formal legal mechanisms in resolving family-related conflicts, 3. explore the alignment between Sidikare and Islamic legal principles (ṣulḥ, ‘urf, maṣlaḥah). It employs a normative and sociological legal approach with an empirical juridical methodology. Data were collected through non-participatory observation, unstructured interviews, and documentation in the village of Binneneman Mantang, Central Lombok. The findings reveal that Sidikare is not only effective in addressing communal conflicts but is also perceived by locals as embodying Islamic moral and ethical values, despite its non-formal status. While its legal power remains weak under national customary law politics, Sidikare fulfills the legal needs of the community by offering swift, harmonious, and non-adversarial dispute resolution. The study concludes by recommending the formal recognition and preservation of Sidikare as a complementary Islamic-local institution within Indonesia's plural legal landscape, especially amid modern legal demands.
PENGUATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH Azkar, Muhammad; Zulpawati, Zulpawati; Hanafi, Syahrul; Mulhimmah, Baiq Ratna; Murtiani, Murtiani; Rohiman, Rohiman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37670

Abstract

Abstrak: Koperasi dibentuk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, seringkali koperasi dikelola secara tidak professional sehingga mengakibatkan kinerja keuangan koperasi menjadi buruk. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill dan hard skill dengan memberikan pelatihan kepada SDM Koperasi Desa Merah Putih yang berada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terkait pengelolaan keuangan koperasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode PAR dan dibangun melalui proses (1) Sosialisasi pengelolaan keuangan koperasi yang dimatangkan dengan materi analisis risiko pada pengelolaan keuangan; and (2) Pada hari kedua, materi diperkuat dengan meningkatkan pemahaman para pengelola koperasi melalui Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) mengenai manajemen keuangan koperasi. Peserta pelatihan sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 40 orang pengurus koperasi desa merah putih Desa Manggala dan 10 orang tokoh masyarakat Desa Manggala. Evaluasi pelaksanaan pengabdian menggunakan angket yang diisi saat pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada beberapa aspek, yakni (1) perencanaan keuangan meningkat 15%; (2) pengelolaan dana meningkat 11%; (3) pelaporan keuangan meningkat 5%; dan (4) pengawasan dan audit meningkat 7%.Abstract: Cooperatives are formed to improve the community's economy. However, they are often managed unprofessionally, resulting in poor financial performance. This community service program aims to improve soft skills and hard by providing training in financial management for the human resources of the Koperasi Merah Putih in North Lombok. Community service activities were carried out using the PAR method and built through the following process (1) Socialization of cooperative financial management and risk analysis material on financial management; and (2) On the second day, the material was strengthened by increasing the understanding of cooperative managers through Focus Group Discussions (FGD) regarding cooperative financial management. The training participants were 50 participant, consisting of 40 administrators of the koperasi desa merah putih Desa Manggala and 10 community leaders of Desa Manggala. The evaluation of the community service implementation used questionnaires during the pre-test and post-test. The results of the community service showed an increase in participants' understanding in several aspects, namely (1) financial planning increased by 15%; (2) fund management increased by 11%; (3) financial reporting increased by 5%; and (4) supervision and auditing increased by 7%.