Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dalam bimbingan belajar santri di Pondok Pesantren Nurul Bayan Lombok Utara, menganalisis metode yang digunakan, serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai motivator yang menumbuhkan semangat belajar santri dengan pendekatan religius, emosional, dan keteladanan; sebagai fasilitator yang mengombinasikan metode tradisional dengan pendekatan partisipatif seperti diskusi dan musyawarah kitab; serta sebagai pembimbing personal yang memberi perhatian khusus kepada santri dengan latar belakang dan kemampuan berbeda. Metode ceramah dan diskusi digunakan secara terpadu, di mana ceramah meneguhkan otoritas keilmuan dan nilai normatif, sedangkan diskusi mendorong berpikir kritis dan kontekstual. Kendala yang dihadapi guru mencakup keterbatasan waktu akibat padatnya jadwal pesantren, perbedaan kemampuan santri, fluktuasi motivasi belajar, keterbatasan fasilitas, serta tingginya beban kerja guru. Meski demikian, kreativitas, keteladanan, dan dedikasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga efektivitas bimbingan belajar dan memastikan tercapainya tujuan pendidikan pesantren.