Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Matematika UNAND

BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINGKARAN SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA Fadhila Radiah Anas; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.2.33-36.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k:cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk))dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Tak Terhubung, Graf Lingkaran, Komponen
PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF KORONA Cn J Km ANDRI YUNADI; SYAFRIZAL SY; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.4.13-17.2019

Abstract

Misalkan G(V, E) adalah suatu graf dengan himpunan titik V dan sisi E. Banyaknya titik di G adalah |V (G|, dan banyak sisi di G adalah |E(G)|. Pelabelan total sisi-ajaib pada graf G dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G) adalah suatu pemetaan fungsi bijektif f : V (G) ∪ E(G) → {1, 2, · · · , |V (G)| + |E(G)|} dengan sifat bahwa untuk setiap sisi xy di G berlaku f(x) + f(xy) + f(y) = k, untuk suatu konstanta tetap k. Jika f(V (G)) → {1, 2, · · · , |V (G)|} maka disebut pelabelan total sisiajaib super. Dalam tulisan ini diperoleh bahwa graf Cn JKm mempunyai pelabelan total sisi-ajaib super dengan konstanta ajaib k = 5 2 n + 2nm + 3 2 .Kata Kunci: Pelabelan graf, pelabelan total sisi-ajaib super, graf korona
Bilangan Kromatik Lokasi pada Graf Prisma Berekor Eka Rahayu Nengsih A; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.56-61.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, ..., Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik. Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k: cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), ..., d(v, Sk)) dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Prisma Berekor, Kode warna
PENENTUANBILANGANKROMATIKLOKASIGRAF PRISMA C n;n;n YOZA DELLA SYAUMI; NARWEN NARWEN; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.1.62-69.2020

Abstract

Misalkan G = (V, E) graf terhubung. Bilangan kromatik dari graf G adalah bilangan asli terkecil k sedemikian sehingga G mempunyai suatu pewarnaan-k titik sejati. Bilangan kromatik dari G dinotasikan dengan χ(G). Misalkan χ(G) = k, ini berarti titiktitik di G paling kurang diwarnai dengan k warna dan tidak dapat diwarnai dengan k − 1 warna. jika titik-titik di G diwarnai dengan k warna maka tidak ada titik yang bertetangga mempunyai warna yang sama. Kelas warna pada G dinotasikan dengan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} merupakan partisi terurut dari V (G). Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai k-vektor, cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk)) dimana d(v, Si) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi. Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi graf prisma Cn,n,n yang dibentuk dari tiga graf lingkaran Cn, untuk n ≥ 3.Kata Kunci: kelas warna, kode warna, bilangan kromatik lokasi
PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB SUPER PADA GRAF C(7, N) ASEP TRI SAPUTRA; NARWEN NARWEN; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.1.54-61.2021

Abstract

Pelabelan merupakan pemetaan bijektif yang memasangkan unsur-unsur graf (titik atau sisi) dengan bilangan bulat positif. Pelabelan ajaib adalah pelabelan yang mengakibatkan bobot semua titik sama. Bobot titik merupakan jumlah label titik tersebut dengan semua sisi yang terkait dengan titik tersebut. Salah satu jenis graf yang paling umum yaitu graf reguler, yaitu graf dengan derajat semua titiknya sama. Graf reguler berderajat tiga juga biasa disebut dengan graf kubik. Graf C(7, n) dikontruksi dengan cara menghubungkan tujuh buah graf siklus sedemikian sehingga membentuk graf kubik. Dalam tulisan ini akan dibahas pelabelan total titik ajaib super untuk graf kubik C(7, n).Kata Kunci: Pelabelan Total Ajaib, Graf Reguler
BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINTASAN DAN LIMA BINTANG GANDA SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA MUHAMMAD AZHARI; DES WELYYANTI; EFFENDI EFFENDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.3.256-261.2020

Abstract

Misalkan H adalah graf tak terhubung dan c adalah pewarnaan-k titik pada H yang menginduksi partisi Π = {C1, C2, · · · , Ck} dari V (H). Kode warna dari titik v ∈ V (G) adalah (d(v, C1), d(v, C2), · · · , d(v, Ck)) dengan d(v, Ci) = min{d(v, x)|x ∈ Ci} dan d(v, Ci) < ∞ untuk 1 ≤ i ≤ k. Pewarnaan c dikatakan pewarnaan k-lokasi jika semua kode warna dari semua titik di H berbeda. Bilangan kromatik lokasi dari graf tak terhubung H yang dinotasikan sebagai χ 0 L (H), adalah bilangan bulat terkecil k sedemikian sehingga H mempunyai k-pewarnaan lokasi. Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi graf tak tehubung dengan graf lintasan dan lima graf bintang ganda sebagai komponen-komponennya.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf tak Terhubung, Graf Lintasan, Graf Bintang Ganda
BILANGAN RAMSEY MULTIPARTIT HIMPUNAN UNTUK KOMBINASI GRAF LINTASAN $P_3$ DENGAN GRAF POHON Asyraf Mardhiyah; EFFENDI EFFENDI; SYAFRIZAL SY
Jurnal Matematika UNAND Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.11.1.25-31.2022

Abstract

Misalkan K_{k x j} notasi dari graf multipartit seimbang lengkap yang terdiri dari k himpunan partit yang setiap partit memuat j titik, setiap titik bertetangga kecuali pada himpunan partit yang sama. Misalkan j>= 2 adalah bilangan asli. Untuk graf G dan H, bilangan Ramsey multipartit himpunan M_j(G,H) adalah bilangan asli terkecil p sedemikian sehingga setiap pewarnaan merah-biru pada sisi K_{kx j} senantiasa terdapat G berwarna merah atau H bewarna biru sebagai subgraf. Dalam penulisan ini, penulis menentukan nilai-nilai dari bilangan Ramsey multipartit himpunan M_j(G,H) dimana G adalah graf lintasan P_3 dan H adalah graf pohon T_n.