Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendampingan Pengelolaan Limbah Plastik Plabot Infus untuk Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Mandiri di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah Nashira, Alimatun; Vitasari, Denny; Rahmah, Anisa Ur; Asyfiradayati, Rezania
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): JIPPM - Juni 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.1157

Abstract

Maraknya kasus pengepul limbah rumah sakit illegal di Indonesia menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan dalam mengelola limbah secara mandiri dan sesuai regulasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar yang ada di Jawa Tengah dalam menerapkan sistem pengelolaan limbah plastik plabot infus non-infeksius melalui pemilahan, pencucian, disinfeksi, pengeringan, dan pelatihan operator. Sebelum kegiatan, limbah plastik dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak ketiga, sehingga rumah sakit memiliki keterbatasan kontrol terhadap proses pengolahan lanjutan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kondisi awal, pengujian parameter disinfeksi, pembangunan fasilitas, pelatihan operator, uji coba operasional, serta evaluasi dan penyempurnaan sistem bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa larutan klorin 0,5% dengan waktu kontak 30 menit efektif digunakan sebagai parameter disinfeksi. Sistem yang diterapkan mampu mengolah sekitar 6.000–7.000 plabot infus dan 250–300 jerigen hemodialisa per bulan. Setelah kegiatan, mitra memiliki sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, operator mampu menjalankan proses secara mandiri, dan tersedia Standar Prosedur Operasi, poster, serta video panduan. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas mitra dan mendukung kepatuhan terhadap Permen LHK No. 56 Tahun 2015.
Optimasi Preparasi Sampel untuk Penetapan Kadar Protein Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Ahmad Fauzi; Wahyu Utami; Denny Vitasari; Arifah Sri Wahyuni
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.12961

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang menjangkit masyarakat Indonesia dengan 500 kasus per 100.000 penduduk dengan angka kematian mencapai 5%. Pengobatan utama demam tifoid adalah menggunakan berbagai macam antibiotik. Namun masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih pengobatan alternatif atau tradisional. Salah satu obat tradisional demam tifoid adalah ekstrak cacing (Lumbricus rubellus) yang mempunyai kandungan protein sampai 71%. Kandungan protein sangat tergantung pada proses produksinya. Untuk itu diperlukan metode preparasi dan analisis untuk menentukan kadar protein yang bisa digunakan untuk menjamin mutu produk ekstrak cacing. Metode preparasi yang optimum  adalah dengan pemanasan pada temperatur 50°C selama 5 menit kemudian dianalisis kadar proteinnya dengan metode Lowry menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 650,8 nm. Metode linier, akurat dan teliti dengan batas deteksi sebesar 0,18 mg/mL dan batas kuantifikasi sebesar 0,58 mg/mL. Kata Kunci: Protein, Cacing Tanah, Spektrofotometri, Metode Lowry  Typhoid fever is a disease that affects Indonesian people with 500 cases per 100,000 population with a mortality rate of 5%. The main treatment for typhoid fever is the use of various antibiotics. However, Indonesian people prefer to use alternative or traditional medicine. One of the traditional medicines for typhoid fever is earthworm (Lumbricus rubellus) extract which has a protein content of up to 71%. Protein content is highly dependent on the production process. For this reason, preparation and analysis methods are needed to determine protein levels that can be used to guarantee the quality of the worm extract products. The optimum preparation method is by heating at 50°C for 5 minutes and then the protein is analyzed using the Lowry's method using a UV-Vis spectrophotometer at wavelength of 650.8 nm. The method is linear, accurat and presice with  detection limit of 0.18 mg/mL and quantification limit of 0.58 mg/mL.