Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sales Forecasting Analysis Using Trend Moment Method: A Study Case of a Fast Moving Consumer Goods Company in Indonesia Fauzan, Ammar; Rahayu, Dania Gusmi; Handayani, Annisa; Tahyudin, Imam; Saputra, Dhanar Intan Surya; Purwadi, Purwadi
Journal of Information Technology and Cyber Security Vol. 1 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Information Systems and Technology, Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jitcs.7572

Abstract

The market of Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) companies in Indonesia is enormous. Unilever has 400 brands in more than 190 countries, making it a global business that is as influential in the consumer product market as it is in Indonesia. Sales forecasting at this company is very useful for planning expenses and the company's total costs on the business strategy. This study uses trend moment method to forecast the sales and earnings of Unilever Indonesia companies at the end of the year. This article aims to test the performance of the trend moment method calculation on the prediction of net sales and profits in FMCG companies. At the end of the analysis process, it can be concluded that forecasting using trend moment method is going very well. This indicator of success is shown by the error level of MAPE, which is below 10%.
Analisis Sentimen Ulasan Pengguna Aplikasi Sinaga Mobile pada Google Play Store Menggunakan Algoritma Naive Bayes Iskoko, Angga; Tahyudin, Imam; Purwadi, Purwadi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPTI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.843

Abstract

Dalam era digital, aplikasi berbasis teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi layanan publik. Aplikasi Sinaga Mobile dikembangkan untuk membantu administrasi kepegawaian bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun masih terdapat berbagai keluhan pengguna terkait kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen ulasan pengguna terhadap aplikasi ini dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes. Data dikumpulkan melalui teknik scraping dari Google Play Store, dengan total 1003 ulasan. Setelah melalui tahapan preprocessing yang mencakup cleaning, normalisasi, tokenizing, filtering, dan stemming, data diklasifikasikan menggunakan model Naïve Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1003 ulasan, 235 sentimen positive (23,42%) dan 768 sentimen negatif (76,57%), dengan permasalahan utama terkait fitur presensi dan stabilitas sistem. Model yang digunakan menunjukkan hasil akurasi 83 %. Dengan hasil penelitian  ini, pengembang aplikasi dapat memperoleh wawasan mengenai aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan kepuasan pengguna. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan efektivitas metode pembelajaran mesin dalam menganalisis opini pengguna secara sistematis.
Analisis Tingkat Akurasi Metode Naive Bayes dan Random Forest dalam Prediksi Penjualan Emas Pandu W, Muhammad Arfianto; Saputro, Rujianto Eko; Purwadi, Purwadi; Rohmah, Umdah Aulia
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 7 (2025): JPTI - Juli 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akurasi metode Naive Bayes dan Random Forest dalam prediksi penjualan emas, yang memainkan peran penting dalam perencanaan investasi dan strategi bisnis di sektor pertambangan, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review, yang berfokus pada perbandingan dan analisis teori-teori yang ada sebelumnya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi, mengidentifikasi, dan menganalisis literatur yang relevan serta menyarikan temuan-temuan penting yang dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang topik yang dikaji. Dalam konteks ini, Naive Bayes dan Random Forest digunakan untuk meramalkan fluktuasi harga emas dan perilaku pembelian produk, dengan fokus pada pengoptimalan strategi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa Naive Bayes efektif dalam mengidentifikasi produk yang diminati dan memfasilitasi perencanaan pemasaran. Namun, Random Forest menunjukkan keunggulan dalam prediksi yang lebih kompleks, seperti perilaku repeat order pelanggan, berkat kemampuannya untuk menangani data variatif dan mengurangi risiko overfitting melalui pendekatan ensemble yang menggabungkan banyak pohon keputusan. Meskipun terdapat sedikit penurunan akurasi pada data pengujian, Random Forest tetap dapat menghasilkan prediksi yang akurat dan robust. Oleh karena itu, kedua metode ini memberikan kontribusi signifikan dalam merancang strategi bisnis dan keputusan investasi yang lebih akurat, dengan Random Forest lebih unggul dalam menghadapi data yang lebih kompleks. Kontribusi penelitian ini yakni memberikan landasan teoretis tentang penerapan algoritma pembelajaran mesin di sektor pemasaran berbasis data, serta menjadi panduan bagi praktisi dan peneliti dalam memilih metode prediktif yang tepat.
Pengembangan Aplikasi Informasi Kos Mahasiswa dengan Metode RAD di Universitas Amikom Purwokerto Ibrahim, Farrel; Karyono, Giat; Purwadi; Nurfaizal, Yusmedi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 9 (2025): JPTI - September 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.979

Abstract

Keterbatasan informasi mengenai tempat kos di sekitar Universitas Amikom Purwokerto menjadi tantangan bagi mahasiswa dalam menemukan hunian yang sesuai. Permasalahan ini mendorong perlunya solusi teknologi yang efisien, akurat, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi mobile berbasis Android yang menyajikan informasi kos secara lengkap dan terintegrasi. Metode pengembangan yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) dengan fitur utama berupa pencarian kos, detail informasi, integrasi Google Maps, serta komunikasi langsung melalui WhatsApp dengan pemilik kos. Uji coba aplikasi dilakukan terhadap 47 mahasiswa pengguna melalui User Acceptance Testing. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95,7% responden menyatakan aplikasi mudah digunakan, 91,4% menyatakan fitur sesuai dengan kebutuhan, dan 93,6% menyatakan informasi dalam aplikasi jelas dan mudah dipahami. Instrumen survei juga telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,822 yang menunjukkan bahwa instrumen tergolong reliabel. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem informasi berbasis mobile yang mendukung kebutuhan mahasiswa dalam pencarian tempat tinggal. Aplikasi ini juga berpotensi diadaptasi secara lebih luas untuk meningkatkan efisiensi pencarian informasi hunian di lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia.
Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Pada Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas Melalui Pelatihan Canva untuk Promosi Digital Purwadi, Purwadi; Pinilih, Muliasari; Andina, Anisa Nur; Saputra, Dhanar Intan Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2070

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in local economic growth, but they still face limitations in accessing wider digital markets, particularly in visual promotion capabilities. This community service program aimed to empower the Banyumas Business Actors Association (PPUB) through training on the use of Canva as a digital promotion design tool integrated with social media. The program was held on Saturday, August 9, 2025 at the Digital Business Laboratory, Universitas Amikom Purwokerto, involving 30 MSME participants from PPUB. A learning by doing approach was applied, combining theoretical instruction with hands-on practice. Participants were trained to create promotional content such as posters, flyers, and social media posts using various Canva features, followed by mentoring sessions on optimizing Instagram as a marketing platform. The results showed a significant improvement in participants’ skills, as indicated by an increase in the average score from 46.25% (pre-test) to 85.25% (post-test) on indicators including Canva feature utilization, typography, color composition, and product photo editing. Post-training monitoring also indicated higher audience engagement on social media, marked by an increase in likes, positive comments, and orders from new customers. Participants gave positive feedback, noting that the training materials were easy to understand and directly applicable to their business. These findings highlight that Canva training effectively enhances MSMEs’ digital capacity and supports product promotion, while encouraging greater self-reliance in technology-based marketing. This program thus contributes to the development of a more digitally adaptive MSME ecosystem that is better prepared to compete in an increasingly competitive market.ABSTRAKPelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses pasar digital yang lebih luas, khususnya dalam hal kemampuan promosi visual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas (PPUB) melalui pelatihan penggunaan Canva sebagai sarana desain promosi digital berbasis media sosial. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada Sabtu, 09 Agustus 2025 di Laboratorium Bisnis Digital, Universitas Amikom Purwokerto, dengan metode learning by doing yang menggabungkan penyampaian teori dan praktik langsung. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 20 pelaku UMKM anggota PPUB dari berbagai bidang usaha. Peserta dilatih membuat konten promosi berupa poster, pamflet, serta desain unggahan media sosial dengan memanfaatkan fitur-fitur Canva, kemudian dilakukan pendampingan untuk optimalisasi akun Instagram sebagai media pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta secara signifikan, terlihat dari kenaikan rata-rata skor pre-test 46,25% menjadi post-test 85,25% pada pemahaman fitur Canva, tipografi, perpaduan warna, dan pengelolaan foto produk. Selain itu, pemantauan pascapelatihan mengindikasikan peningkatan interaksi audiens di media sosial, ditandai dengan bertambahnya jumlah likes, komentar positif, serta adanya pesanan dari konsumen baru. Peserta memberikan tanggapan positif terhadap pelatihan yang diikuti karena materi mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan Canva efektif dalam meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM, mendukung promosi produk secara mandiri, serta mendorong kemandirian dalam pemasaran berbasis teknologi. Program ini berkontribusi pada terciptanya ekosistem UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pengembangan Animasi Edukatif Berbasis Cerita Rakyat untuk Pelestarian Budaya Lokal Atiqah Noor Zhaafirah; Adhisa Nanda Kurnia; Purwadi Purwadi
Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jutiti.v5i3.6286

Abstract

This study aims to analyze the development of educational animation based on Indonesian folklore as a medium for preserving local culture. The method used is a systematic literature review (SLR) of various national and international journal publications from 2021 to 2025 that discuss educational animation, local wisdom, and cultural preservation. Data were collected from ScienceDirect, ResearchGate, and SINTA databases using the keywords “educational animation,” “folklore,” and “cultural preservation.” The data were analyzed qualitatively using content analysis and thematic mapping techniques to identify key themes and recent research directions. The results show that educational animation based on folklore significantly contributes to enhancing cultural awareness, character education, and student engagement in learning. Most studies emphasize that digital media—especially animation—play an important role in transmitting cultural and moral values to younger generations. However, research gaps remain, as most existing studies still focus on the entertainment aspect rather than educational integration. In conclusion, the development of educational animation based on folklore has the potential to serve as a strategic medium for intangible cultural heritage preservation while promoting creative and contextual learning in the digital era.
Modeling EMIS Adoption with PLS-SEM: Integrating the Government Adoption Model and DeLone–McLean IS Success Model Mardiyanto Mardiyanto; Berlilana Berlilana; Purwadi Purwadi
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 1 (2026): February
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i1.1445

Abstract

This study explores the key factors influencing the adoption of the Education Management Information System (EMIS) within Indonesia's Ministry of Religious Affairs (Kemenag), which is vital for managing data and distributing Teacher Professional Allowances (TPG). Data inconsistencies have been a significant challenge, leading to delays in TPG disbursement. To understand the determinants of EMIS adoption, this study integrates the Government Adoption Model (GAM) and DeLone & McLean’s (D&M) Information Systems Success Model. A quantitative approach was used, collecting data from 328 valid responses from MTsN teachers in Kebumen Regency, analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that Perceived Uncertainty (PU), Perceived Security (PSC), and Perceived Privacy (PP) positively contribute to Perceived Trust (PT). Additionally, Information Quality (IQ) emerged as the strongest predictor of EMIS adoption, followed by System Quality (SYQ), Service Responsiveness (PSR), and Trust. The study emphasizes that improving data accuracy (IQ), ensuring system reliability (SYQ), and strengthening security measures (PSC) are critical for accelerating EMIS adoption. The findings offer practical implications for Kemenag to optimize the implementation of EMIS, ultimately improving the efficiency and timeliness of TPG disbursements for educators.
IT Governance Audit Using COBIT 5: A Case Study of Banyumas Regency Regional Library Desi Riyanti; Purwadi Purwadi; Debby Ummul Hidayah
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 1 (2026): February
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i1.1457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat implementasi tata kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi beberapa isu yang diidentifikasi terkait dengan responsivitas layanan TI, manajemen kontinuitas, tata kelola risiko, dan optimasi sumber daya, yang sangat penting untuk memastikan layanan perpustakaan yang andal dan berkelanjutan. Pendekatan studi kasus deskriptif digunakan, yang melibatkan pengumpulan data melalui tinjauan pustaka, observasi langsung, wawancara terstruktur, dan kuesioner yang dibagikan kepada 16 responden yang terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan, dan staf TI. Penilaian difokuskan pada empat proses COBIT 5, yaitu DSS02 (Manajemen Permintaan Layanan dan Insiden), DSS04 (Manajemen Kontinuitas), EDM03 (Optimasi Risiko Terjamin), dan EDM04 (Optimasi Sumber Daya Terjamin). Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kemampuan rata-rata yang diperoleh dari semua domain penilaian adalah 4,06, menunjukkan proses yang dapat diprediksi di mana praktik tata kelola TI telah didefinisikan dengan baik, diukur, dan diimplementasikan secara konsisten. Skor kemampuan tertinggi dicapai pada DSS02 (4,24), sedangkan DSS04 mencatat skor terendah (3,95), yang menyoroti kelemahan dalam pemulihan bencana dan manajemen keberlanjutan bisnis. Keunikan studi ini terletak pada penerapan pengukuran tingkat kemampuan COBIT 5 dalam konteks perpustakaan umum, yang memberikan bukti empiris dan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kematangan tata kelola TI dan mendukung penyediaan layanan publik yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai.
Cold-Start Generalization in Educational Interaction Data: Comparing Student-Wise and Question-Wise Splits with Probabilistic Calibration Purwadi Purwadi; Othman Bin Mohd; Nor Azman Bin Abu
International Journal of Machine Learning (IJOML) Vol. 1 No. 1 (2026): IJOML Volume 1, Number 1, June 2026
Publisher : APJIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66472/ijoml.v1i1.4

Abstract

Predictive models in Intelligent Tutoring Systems often face performance degradation due to sparse data and the cold-start problem, further compounded by a lack of probability calibration in standard evaluations. This study bridges this gap by systematically evaluating the trade-off between discriminative accuracy and probabilistic reliability through student-wise and question-wise splits, utilizing interaction data from the MathE platform across eight countries. By comparing identifier-based and metadata-based Logistic Regression models under a Leave-One-Country-Out protocol, we assessed generalization capabilities against distribution shifts. The results reveal a fundamental dichotomy: while identifier-based models achieve superior precision (AUC 0.687) and calibration in scenarios with historical context, they suffer from significant performance drops in student cold-start settings and exhibit negative transfer during cross-country deployment. Conversely, metadata-based models demonstrate higher robustness and invariance across varying demographics. We conclude that relying solely on accuracy metrics masks model uncertainty in new domains and recommend a "safe-start" strategy that prioritizes metadata-based features for system initialization to ensure reliable pedagogical decision-making before personalizing based on accumulated user history.