Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Pengukuran tingkat kelelahan kerja teller bank menggunakan Bourdon Wiersma test Ade Sri Mariawati; Lely Herlina; Ayu Fitriyani; Ani Umyati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14432

Abstract

PT Bank X cabang Cilegon merupakan bank milik pemerintah daerah. Bagi perusahaan yang bergerak dibidang jasa, pelayanan merupakan hal yang penting, tak terkecuali bagi PT Bank X. Demi memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, para karyawan terutama teller memiliki tanggung jawab yang besar. Teller harus memiliki tingkat ketelitian dan kecepatan yang tinggi serta harus senantiasa bersikap ramah dalam melayani para nasabah. Namun saat melakukan pekerjaannya, teller dapat mengalami kesalahan sebagai akibat adanya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan yang dirasakan oleh teller bank dengan menggunakan metode Bourdan Wiersma. Bourdon Wiersma adalah metode pengukuran beban kerja secara objektif untuk mengetahui tingkat pembebanan secara mental pada pekerjaan yang memerlukan ketelitian, kecepatan dan konstansi yang tinggi maupun untuk pekerjaan yang bersifat monoton. Terdapat tiga aspek yang dihitung yaitu tingkat kecepatan, ketelitian dan konstansi. Interpretasi metode Bourdon Wiersma menggunakan nilai weighted score yang merupakan tabel norma standar pada Bourdan Wiersma test. Hasil perhitungan pada kelima teller bank menunjukkan bahwa teller yang memiliki kelelahan kerja pada tingkat kecepatan, ketelitian, dan konstansi dengan tingkat signifikansi kelelahan tertinggi adalah teller 4. Berdasarkan weighted score sebelum dan sesudah bekerja, interpretasi kelelahan kerja berada pada kategori tingkat kelelahan ringan hingga lelah berat dengan nilai weighted score nya adalah 9 sampai 11 untuk kategori kelelahan ringan dan 0 sampai 6 untuk kategori kelelahan berat.
Penentuan prosedur dan waktu baku untuk proses produksi guna standarisasi bagi IKM bahan pangan di Kabupaten Lebak (studi kasus : IKM roti) Ani Umyati; Andita Nurhikmawati; Ade Sri Mariawati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12392

Abstract

IKM Jaya Roti merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam industri makanan yang berdiri pada tahun 2014, jenis roti yang diproduksi meliputi roti goreng rasa cokelat, roti dengan isian selai rasa stroberi, cokelat, kelapa, keju, moka dan martabak rasa stroberi, namun pada saat ini IKM Jaya Roti tidak memproduksi martabak. Dalam kondisi normal jumlah produksi Jaya Roti setiap harinya rata-rata mencapai 15.000 bungkus per hari, sedangkan untuk kondisi saat ini hanya memproduksi roti sebanyak 10.000 bungkus per hari hal ini disebabkan kurangnya permintaan dari pelanggan karena Jaya Roti biasa mendistribusikan produknya ke warung, agen, kantin sekolah.  Berdasarkan hasil wawancara, IKM Jaya Roti juga belum memiliki prosedur dan waktu standar untuk setiap proses pekerjaan sehingga belum adanya acuan waktu untuk pekerja, dengan tidak adanya waktu standar ini tidak dapat mengukur kemampuan maksimal pekerja pada saat melakukan tugasnya pada masing-masing stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses produksi roti di IKM ini terdiri dari 7 operasi, yaitu pengadonan (5 elemen aktivitas), pengembangan adonan, pencetakan (4 elemen aktivitas), pembuatan selai (5 elemen aktivitas), pemanggangan/penggorengan (4 elemen aktivitas), dan pengemasan (3 elemen aktivitas. Sedangkan waktu standar untuk proses produksi roti panggang adalah selama 272,85 menit.