Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Inovisi

IDENTIFIKASI PENYEBAB CACAT PULLEY PADA PROSES PENGECORAN DI PT HIMALAYA NABEYA INDONESIA DENGAN METODE FMEA & RCA Amperajaya, M Derajat
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFoundry atau industri pengecoran adalah salah satu industri manufacture yang berfungsi mengubahbahan baku menjadi bahan jadi dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, artinya industri iniberpotensi cukup besar untuk menghasilkan produk cacat. Sebagai salah satu pemain dibidangpengecoran logam, dalam berproduksi PT Himalaya Nabeya Indonesia banyak mengalami kendalayang terhitung sangat sering terjadi yaitu munculnya jenis cacat Rompal Pasir dan Pasir Slag yangsangat merugikan pihak perusahaan. Dengan menggunakan Pareto Chart diperoleh persentase jumlahcacat sebesar 42% untuk Pasir slag, 28.6% untuk Rompal Pasir, dan 29,4% untuk cacat lainnya.Melalui metode Fishbone didapat faktor-faktor di setiap elemen Manusia, Mesin, Material, Metode,dan Lingkungan yang menjadi penyebab cacat Rompal Pasir dan Pasir Slag tersebut. Dengan metodeFMEA (Failure Mode and Effects Analysis) dapat ditelusuri untuk setiap Modus dan Efek KegagalanPotensial berupa Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Mekanisnya, Desain Kontrol Pencegahan, DesainKontrol Deteksi, Aksi Rekomendasi, serta nilai RPN (Risk Priority Number). Melalui FMEA didapatnilai RPN terbesar untuk cacat Pasir Slag adalah 442 sedangkan untuk cacat Rompal Pasir 392. Hasilanalisis FMEA diuji menggunakan Root Cause Analysis ( RCA ) sehingga dapat disimpulkan bahwaakar permasalahan utama penyebab terjadinya cacat terbesar adalah tidak dilakukannya beberapapengujian untuk mengetahui spesifikasi pasir cetak yang dibutuhkan seperti, pengujian besar butir,pengujian kekuatan, pengujian permeabilitas, pengujian kadar air, dan pengujian kadar tanah liat.Kata Kunci: Rompal Pasir, Pasir Slag, Pareto Chart, Fishbone, FMEA, RCA
PENGUKURAN DAN UPAYA PENINGKATAN NILAI OEE MESIN SMC 2000 DST DI PT. XYZ DENGAN METODE PDCA Amperajaya, M. Derajat; Murdopo, Ragil; Erni, Nofi; Rachman, Taufiqur
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi botol plastik kemasan. Setiap bulan perusahaan  memproduksi jutaan botol plastik kemasan dengan berbagai bentuk dan warna. Permasalahan yang masih terjadi saat ini adalah ketidak-efektifan kinerja mesin. Perusahaan ini sudah mengimplementasikan Overall Equipment Effectivness, akan tetapi masih sebatas penyajian data saja. Seperti capaian rata rata nilai OEE di tahun 2017 dan 2018 adalah 69.40% yang merupakan nilai OEE dari 10 mesin Extrusion blow molding. Dari 10 mesin tersebut terdapat mesin SMC 2000 DST 3 yang mencapai nilai OEE nya paling rendah di antara yang lainnya, yaitu 57.95%. Di lakukan perhitungan OEE untuk Januari 2019 sampai November  2019  pada mesin SMC 2000 DST 3 dan hasilnya  nilai OEE nya adalah 59.70%. penyebab tidak idealnya nilai OEE mesin SMC 2000 DST 3 ini karena speed reduce lossess. Kemudian di lakukan analisis sebab akibat untuk mengetahui penyebab speed reduce lossess. Melalui brainstorming dengan para pihak terkait, dapat diperoleh potensi akar masalahnya dengan menggunakan Fishbone Diagram. Di ketahui 8 penyebab dari 4 faktor mesin , material , manusia dan metode. Selanjutnya di buat matrix critical to quality untuk menentukan rangking permasalahan. Didapatkanlah permasalahan paling dominan yaitu pendingin cetakan tidak bekerja maksimal karena diameter saluran berkurang tertutup kerak. Untuk itu di susunlah upaya perbaikan dan implementasinya menggunakan metode PDCA dengan mempertimbangkan jadwal produksi perusahaan. Dengan perhitungan diameter saluran telah dibersihkan dan telah kembali ke ukuran semula, maka cetakan tidak lagi mudah panas sehingga speed reduce losses dapat diturunkan dari 27,6% menjadi 6,92% Kata kunci : Overall Equipment Effectivness, Speed Reduce Lossess, Brainstorming, Fishbone Diagram,  PDCA , Critical to Quality.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS KOMPONEN INNER RING BEARING TIPE BB1 – 0885D 6201 DENGAN METODE DMAIC DI PT SKF INDONESIA Amperajaya, M. Derajat; Hartanto, Antonius Ferdie; Nofierni, Nofierni; Rasjidin, Roesfiansjah
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 19, No 1 (2025): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. SKF Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan dan perakitan komponen permesinan yaitu bearing. Aspek kualitas merupakan salah satu jaminan yang harus diberikan dan dipenuhi oleh perusahaan kepada pelanggan. Kualitas adalah salah satu alasan utama pelanggan dalam memilih produk. Oleh karena itu, kehandalan bearing sangat diperlukan untuk mendukung kinerja antar komponen permesinan. Berdasarkan data yang di peroleh pada saat penelitian masih banyak ditemukannya produk cacat yang dihasilkan oleh PT. SKF Indonesia tentunya hal tersebut mengakibatkan kerugian bagi perusahaan diakarenakan tinggnya persentase Not Good (NG) sebesar Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan tindakan perbaikan untuk mengendalikan dan meminimalisir tingkat cacat. Dalam melakukan tindakan perbaikan maka digunakan metode DMAIC dan FMEA sebagai usulan perbaikan yang dapat membawa perusahaan berada pada tingkat produk cacat terendah. Tahapan yang dilakukan untuk memperbaiki permasalahan tersebut yaitu dengan menentukan sumber masalah terbesar, melakukan pengukuran, menganalisa permasalahan untuk memperoleh rencana penanggulangan sebagai dasar perbaikan yang dapat dilakukan.  
USULAN PERBAIKAN GUNA MENGURANGI CACAT PRODUK BADAN KOMPOR GAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ Amperajaya, M. Derajat; Han, Dji Bui; Gumilang, Dicky; Nofierni, Nofierni
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi produk metal berbahan dasar plat stainless steel, yaitu badan kompor gas 2 tungku. Dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan lain, konsumen adalah penentu dalam persaingan. Sehingga sangat wajar apabila PT. XYZ harus selalu menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan untuk menjaga kepercayaan dan harapan pelanggan. Hasil pengamatan menggunakan diagram Pareto didapat bahwa persentase jenis cacat yang ada yaitu cacat tekuk tidak sempurna dengan persentase 44.2%, penyok dengan persentase sebesar 29.4%, dan lubang miring dengan persentase 26.4%.  Hasil Fishbone diagram menunjukkan faktor penyebab cacat tekuk tidak sempurna disebabkan oleh 4 faktor yaitu, faktor manusia, metode, mesin, dan lingkungan. Berdasarkan analisis critical to quality yang didapat setelah analisis diagram sebab akibat dan brainstorming dengan melibatkan beberapa bagian antara lain, ketua regu produksi, supervisor produksi, Quality Assurance, ketua regu maintenance, dan kepala gudang, didapat skor tertinggi CTQ dengan nilai 20 adalah kekuatan tangan tidak stabil memegang plat saat proses perpindahan tekuk sisi kiri ke sisi bagian kanan dan pemakaian material tambahan agar gap antara dies atas dan dies bawah mencapai 50mm.FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) didapat faktor kegagalan pada proses produksi badan kompor gas 2 tungku dengan nilai resiko kegagalan terbesar dalam Risk Priority Number (RPN) adalah 392 untuk cacat tekuk tidak sempurna. Dimana penyebab kegagalan disebabkan oleh pemakaian material tambahan untuk mendapatkan settingan gap 50mm