Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DESAIN TAS KANTOR WANITA BERBAHAN LEMBARAN SABUT KELAPA (LESKAP) Hari Purnomo; Dian Janari; Tri Apri Yudianto
Spektrum Industri Vol. 12 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v12i1.1649

Abstract

Indonesia sebagai Negara yang beriklim tropis memiliki areal perkebunan kelapa luas yang menghasilkan buah, daun dan kayu serta limbah. Limbah sabut kelapa seringkali diabaikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Daging buah adalah komponen utama buah kelapa, sedangkan sabut, tempurung, dan air buah merupakan hasil samping. Sebagian besar petani hanya membuang sabut kelapa atau memanfaatkan untuk kerajinan seperti sapu, keset dan tali tambang. Sabut kelapa jarang dimanfaatkan menjadi produk dengan sentuhan teknologi yang bernilai jual tinggi. Penelitian ini merupakan pemanfaatan limbah serat sabut kelapa dijadikan produk tas kantor wanita dengan teknologi komposit. Lembaran sabut kelapa (leskap) dengan teknologi komposit dilakukan dengan penggabungan serat sabut kelapa dengan karet alam yang di pres selama 30 menit dengan suhu 100oc. Desain tas dibuat beberapa alternatif yang selanjutnya dilakukan seleksi konsep dan dilakukan penilaian konsep dengan scoring. Hasil seleksi konsep didapat : (a) Konsep desain 5 dijadikan sebagai desain A; (b) Konsep desain 8 dijadikan sebagai desain B; (c) Konsep desain 10 dijadikan sebagai desain C; (d) Konsep desain 3, 6, 7 digabung yang dijadikan desain D. Sedangkan konsep desain 1,2,4 dan 9 tidak diikutkan dalam penilaian konsep. Berdasarkan scoring terpilih konsep desain D dengan nilai 3,0. Spesifikasi tas wanita yang terpilih adalah : (a) Model tas jinjing dan selempang; (b) Warna tas hitam dan coklat; (c) lebar atas 40 cm; (d) lebar bawah 35 cm; (d) Tali tas jinjing dan selempang warna hitam; (f) Tinggi 30 cm; (g) Panjang tali selempang 120 cm; dan (h) Panjang tali jinjing 23 cm. Kata kunci : leskap, seleksi konsep, scoring, tas kantor wanita
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS, PENGHANCUR DAN PENGAYAK SABUT KELAPA Hari Purnomo; Dian Janari
Spektrum Industri Vol. 13 No. 1: April 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v13i1.1838

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai bahan baku industri mempunyai beberapa kelebihan yaitu mudah didapatkan dengan harga yang murah, mudah diproses, densitasnya rendah, ramah lingkungan, dan dapat diuraikan secara biologi. Salah satu serat alam yang banyak terdapat di Indonesia yaitu serat sabut kelapa. Potensi sabut kelapa sangat besar, akan tetapi belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif karena kurangnya teknologi alat yang dapat memisahkan komponen-komponen buah kelapa. Tujuan penelitian ini adalah membuat mesin pengolah sabut kelapa tiga tahap dengan fungsi pengupas, penghancur sabut dan pengayak serat dalam satu konstruksi mesin menggunakan pendekatan ergonomi partisipatori. Hasil penelitian desain pengolah sabut kelapa dirancang dengan menggunakan penggerak mesin diesel 8 HP sebagai pengganti motor listrik, ukuran panjang pengayak 2m, menggunakan reducer UCF 50 untuk mengurangi kecepatan putaran menjadi 50 rpm, jaring pengayak dengan ukuran 2 cm agar pengayakan serat pendek menjadi lebih cepat, panjang handle dengan ukuran 11 cm, diameter handle dengan ukuran 3,5 cm dan tinggi handle dengan ukuran 140 cm. Rancangan mesin yang dibuat mampu mengolah 30 butir kelapa dengan waktu 43 menit atau sekitar 42 butir kelapa per jam. Kata kunci: Sabut kelapa, mesin pengolah sabut kelapa, ergonomi partisipatori.
Bibliometric Mapping and Narrative Review of Macroergonomics in Modern Industry Mohammad Fajar Nurwildani; Hari Purnomo; Hartomo Soewardi; Elisa Kusrini
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 18, No 1 (2026): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v18i1.3887

Abstract

The rapid acceleration of modern industry driven by automation and AI requires a systematic approach to aligning workers, technology, and organizations, a role addressed by macro ergonomics. This study maps the intellectual structure and evolution of macro ergonomics in modern industrial contexts through a hybrid systematic literature review and bibliometric analysis of 233 Scopus-indexed documents. Using R-based bibliometric methods, key trends, collaboration networks, and thematic clusters were identified. The findings show that macro ergonomics has evolved into a critical sociotechnical framework for Industry 4.0/5.0, supporting organizational resilience, safe human–AI integration, and the reduction of systemic risks in automated environments. Three dominant research themes emerge: digital integration, organizational optimization, and human-centered design, alongside notable gaps in global collaboration and SME applications. Overall, this study consolidates the scientific landscape of macro ergonomics and provides guidance for future research and practical implementation of holistic, adaptive, and human-centric work systems.
The Moderating Role of Digital Culture in the Relationship between Physical Ergonomics and Organizational Culture in SMI Mohammad Fajar Nurwildani; Hari Purnomo; Elisa Kusrini; Hartomo Soewardi
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): November - January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i1.2666

Abstract

This study investigates the moderating role of digital culture in the relationship between physical ergonomics, organizational culture, and the performance of Small and Medium Industries (SMI). Using survey data from 123 manufacturing SME employees in Tegal, Indonesia, the analysis employed Structural Equation Modeling (SEM-AMOS). The findings reveal that digital culture significantly moderates the relationship between physical ergonomics and organizational culture (β = 0.083; CR = 12.126; p < 0.001). However, physical ergonomics demonstrated an unexpected negative effect (β = –1.031; CR = –5.958; p < 0.001). In addition, organizational culture was found to have no significant influence on performance (β = 0.113; CR = 1.038; p = 0.299). These counterintuitive results highlight digital culture as a key moderator that strengthens the adaptive role of ergonomics. The study contributes by demonstrating the complex interplay between ergonomics, organizational culture, and digitalization, offering practical insights for SME managers to integrate ergonomic practices with digital initiatives to enhance competitiveness.
Integrating Lean Warehousing and Systematic Analysis to Minimize Waste in Finished Product Storage: A Case Study and Generalizable Improvement Framework Qurtubi; Haswika; Hari Purnomo; Pham Trung Kien
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): November - January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i1.2765

Abstract

Efficient warehouse management is critical for make-to-order production systems. This study investigates waste reduction in a metal casting company’s finished-product warehouse by applying Lean Warehousing principles. Using time-motion studies, Value Stream Mapping (VSM), Pareto diagrams, and fishbone diagrams, the research analyzed 13 workstations and identified five primary areas of waste. Simulation results demonstrated a significant cycle time reduction from 2,559 to 2,128 seconds, alongside an increased proportion of value-added activities. Although limited to a simulation, the findings highlight the effectiveness of Lean tools in standardizing work and redesigning layouts. The study concludes that continuous monitoring and Lean implementation are essential for achieving sustainable operational efficiency and reducing costs in industrial warehousing.
PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP PERSEPSI KESELAMATAN PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI INDUSTRI MINYAK DAN GAS Bagos Armansyah; Albani Musyafa; Fitri Nugraheni; Hari Purnomo
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.6971

Abstract

Occupational safety is a crucial aspect in the oil and gas industry, especially in the high-risk field construction sector. This study aims to analyze the influence of work culture on the perception of safety in field construction workers, especially in the work area of Riau province. The method used was a qualitative and quantitative approach by distributing questionnaires to 108 workers in oil and gas construction projects. The data were analyzed using linear regression to measure the relationship between work culture and safety perception. The results of the study showed that work culture has a positive and significant influence on safety perception, where work culture contributes to safety perception by 45.9%. These findings indicate that a strong work culture can improve the perception of safety, thereby reducing the risk of accidents. Therefore, companies in the oil and gas industry are advised to consistently foster a work culture that supports safety to minimize the risk of work accidents
Perancangan Ulang Warp Beam Trolley Menggunakan Ergonomic Function Deployment Eko Kurniawan; Hari Purnomo
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 20, No 2 (2021): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.20.2.44245

Abstract

Kegiatan memindahkan benda berat secara manual menggunakan alat bantu dimaksudkan untuk memudahkan dan meringankan beban kerja tubuh manusia. Unit Produksi Pertenunan di Bengkel Teknik Pembuatan Kain SMK Negeri 3 Kota Pekalongan saat ini menggunakan kereta lalatan (Beam trolley) sebagai alat transportasi gulungan benang lusi (warp beam). Beam trolley yang ada sulit dikendalikan ketika didorong dan kurang nyaman saat digunakan bahkan dapat menyebabkan permukaan gulungan benang rusak atau kotor. Tujuan penelitian ini menghasilkan rancangan Beam trolley untuk pemindahan warp beam yang ergonomis, aman dan tidak menyebabkan turunnya kualitas gulungan benang. Metode perancangan menggunakan Ergonomic Function Deployment (EFD). Hasil penelitian menggunakan metode EFD berupa  prototype Beam trolley dengan spesifikasi sebagai berikut: (1) dimensi Beam trolley 190 cm x 60 cm yang disesuaikan dengan antropometri pengguna; (2) pegangan dengan jarak 155 cm, lebar  34 cm, diameter 4 cm dan tinggi 100 cm. Pegangan berfungsi sebagai penarik atau pendorong. Prototype Beam trolley dilengkapi empat roda dinamis untuk fleksibilitas arah gerakan yang dilengkapi pengunci roda dan  memiliki alat untuk mengangkat dan menurunkan beban.