Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REDESAIN KAWASAN WISATA BENTENG MORAYA DI TONDANO: Arsitektur Historis Dina Salangka; Judy O. Waani; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Benteng Moraya merupakan salah satu objek wisata sejarah yang berada di Tondano Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Objek wisata ini dijadikan salah satu aspek penopang untuk menaikkan pendapatan daerah melalui pajak dan juga mengangkat nilai investasi di Tondano. Namun kawasan wisata Benteng Moraya saat ini belum terdapat fasilitas-fasilitas yang menampilkan latar belakang utama yang ada pada lokasi ini yaitu cerita dari sejarah Perang Tondano maka dari itu diperlukan perancangan kembali untuk memperkuat nilai sejarah dari Benteng Moraya terkait Perang Tondano yang terjadi pada abad ke-18. Objek yang dihadirkan tidak hanya berperan sebagai tempat wisata sejarah dari kawasan Benteng Moraya, namun terdapat juga fasilitas atau wadah untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan juga menjadi pusat kebudayaan dan kesenian Minahasa. Selain itu, dengan terwujudnya Redesain Kawasan Wisata Benteng Moraya dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan juga bisa memberikan peluang ekonomi untuk masyarakat sekitar sehingga pengaplikasian makna Si Tou Timou Tumou Tou dapat terwujud. Kemudian untuk penggunan tema Arsitektur Historis dalam merancang kembali kawasan wisata Benteng Moraya ini merupakan tema yang sesuai dengan tujuan perancangan. Dimana tema Arsitektur Historis ini menjadi dasar dari bentuk bangunan, sirkulasi pada tapak dan juga menampilkan serial vision pada ruang luar terkait sejarah Perang Tondano. Kata Kunci : Benteng Moraya,Tondano, Arsitektur Historis
PUSAT KEBUDAYAAN TALAUD DI MELONGUANE. Arsitektur Metafora Ananta Y. Prasetia; Vicky H. Makarau; Amanda Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25058

Abstract

Budaya adalah suatu pemikiran, adat istiadat, dan akal budi. Sedangkan turunan kata budaya yakni kebudayaan memiliki arti cara berpikir, bertindak manusia.Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara,  dengan ibu kota Melonguane. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi. Wilayah ini adalah kawasan paling utara di Indonesia timur, berbatasan dengan Kota Davao del Sur, Filipina di sebelah utara. Jumlah penduduknya sebanyak 91.067 jiwa.Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah bahari dengan luas lautnya sekitar 37.800 Km² (95,24%) dan luas wilayah daratan 1.251,02 Km2(4,76%). Terdapat tiga pulau utama di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pulau Karakelang, Pulau Salibabu, dan Pulau Kabaruan.Kondisi Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia dan masih terisolir karena berbagai keterbatasan infrastruktur dasar, ekonomi, sosial budaya, perhubungan, telekomunikasi dan informasi serta pertahanan keamanan.Oleh karena itu kebijakan pembangunan akan fasilitas yang memberikan dukungan terhadap seni dan budaya yang diharapkan dan memberikan sesuatu identitas baru terhadap suatu kabupaten dan sebagai katalisator perubahan dan pembaharuan lewat arsitektur. Juga diharapkan mampu memacu perkembangan pariwisata dan perekonomian Kabupaten Kepulauan Talaud.
ART CENTER di KOTA TOMOHON. Arsitektur Semiotik Andreano Mawuntu; Vicky H. Makarau; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25556

Abstract

Seni merupakan cermin dari kehidupan manusia, dalam dunia seni berkembang sebuah ‘pergulatan’ pemikiran tentang hubungan seni dengan realitas kehidupan manusia,baik itu seni modern maupun tradisional. Menurut sebagian insan seni, seni dipahami sebagai suatu karya yang terlepas dari kondisi masyarakat disekitarnya. Kota Tomohon dewasa ini memiliki berbagai macam kesenian yang mulai dikenal oleh banyak masyarakat didalam maupun diluar Kota Tomohon. Menurut kenyataanya, kebanyakan seniman hanya mampu menyalurkan hobby mereka lewat fasilitas seadanya saja, sebagai contoh seorang musisi yang hanya bisa menempatkan keahliannya di tempat-tempat hiburan seperti cafe, gereja, acara pernikahan, dll, dan seorang pelukis yang hanya menerima orderan lukisan jika ada konsumen yang membutuhkan lukisan itu untuk hadiah. Art Center di Tomohon adalah sebuah wadah yang menampung berbagai macam keseinian baik seni tradisional maupun seni modern. Wadah ini mampu untuk mempermudah dan membantu segala aktifitas kesenian baik sarana maupun prasarana dan juga untuk perkembangan segala jenis seni yang ada di Kota Tomohon, wadah ini juga mampu menjadi pusat perhatian dengan merancang bagian luar sebagai suatu bentuk arsitektural yang sengaja dirancang untuk kebutuhan. Pembangunan Art Center di Tomohon dengan Tema Rancangan Arsitektur Semiotik merupakan sebuah wadah yang melayani dan memudahkan para seniman untuk menyalurkan setiap hobby dan kemampuan masing-masing.. Kata kunci : Art Center, Tomohon, Semiotic Architecture.
GEDUNG OLAHRAGA BASKET DI KOTA MANADO. Arsitektur Hypersurface Henni D. Walangitan; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30163

Abstract

Olahraga basket di Kota Manado sudah tidak asing lagi. Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri memiliki beberapa klub basket yang tersebar dibeberapa kabupaten dan kota. Di Kota Manado sendiri telah banyak kompetisi basket yang telah diselenggarakan. Baik itu yang diselenggarakan oleh pihak klub PERBASI, swasta maupun pihak pemerintah Provinsi. Perlombaan yang dilaksanakan biasanya diikuti mulai dari pertandingan antar sekolah, antar universitas, antar klub daerah, maupun antar klub lainnya. Namun kurangnya fasilitas penunjang olahraga basket membuat banyak olahragawan basket dari Sulawesi Utara tidak bisa mendapat pelatihan dengan maksimal. Perancangan gedung olahraga basket ini merupakan alternatif untuk penyediaan fasilitas dan sarana kepada para olahragawan basket di Sulawesi Utara, baik dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa. Dengan tema arsitektur hypersurface yang mengutamakan tipologi bangunan, membuat bangunan ini menjadi objek baru di Kota Manado.Kata Kunci: Olahraga Basket, Arsitektur Hypersurface
GEDUNG KESENIAN DI MINAHASA UTARA. Arsitektur Simbolisme Zainal H. Pandjab; Cindy P. Lengkong; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30874

Abstract

Gedung Kesenian merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi pada Kabupaten Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka di buat Gedung Kesenian di Minahasa Utara dengan tema simbolisme. Adapun tujuan perancangan Gedung kesenian ini untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan Minahasa Utara. Perancangan Gedung Kesenian ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi , rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian.Kata kunci : Gedung Kesenian,Simbolisme,Kebudayaan Minahasa Utara 
PASAR MODERN LIRUNG Di KABUPATEN TALAUD. Arsitektur Kontemporer Andika E. Bawontea; Vicky H. Makarau; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31012

Abstract

Perkembangan pembangunan kabupaten Talaud semakin meningkat tiap tahunnya. Khususnya sektor industri perdagangan dan jasa, pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kabupaten Talaud sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan “Pasar Moderen Lirung di Kabupaten Talaud, yang mengacu dari  kebutuhan akan barang dan jasa sebagai penunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Berangkat dari tujuan perancangan objek ini maka tema yang digunakan adalah Arsitektur Kontemporer yang diharapkan dapat menciptakan sesuatu objek yang baru dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas di pasar modern. Dengan hadirnya perancangan pasar modern di talaud ini, dapat menunjang keperluan masyarakat akan barang dan jasa, serta menambah pendapatan daerah. Pasar modern ini mampu menampung masyarakat kabupaten talaud dalam mencari kebutuhan sehari-hari, karna pasar ini dirancang sesuai dengan standard kebutuhan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Arsitektur, Kontemporer, Pasar  modern Lirung di Kabupaten Talaud
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN DI LIKUPANG, Futurism : Suggesting Speed & Motion Joshua S. Longdong; Vicky H. Makarau; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34648

Abstract

Keberadaan Pelabuhan di Indonesia sangat di butuhkan mengingat Indonesia sebagai Negara kepulauan dalam menghubungkan antar pulau untuk keperluan pengembangan ekonomi daerah, kebutuhan pariwisata dan menghubungkan orang dari pulau satu ke pulau yang lain. Redesain kembali Terminal Penumpang Pelabuhan di Likupang adalah upaya untuk menunjang sarana perhubungan dalam hal meningkatkan pelayanan pariwisata dan perkembangan ekonomi. Perancangan ini juga sebagai suatu daya tarik bagi wisatawan baik dalam hal arsitekturnya sehingga memberikan wajah baru bagi kabupaten Minahasa Utara tepatnya di Likupang. Selain untuk memberikan fasilitas utama dan pendukung yang mampu menunjang aktifitas yang ada perancangan Terminal Penumpang ini akan mengangkat tema futuristik yang fokus ke suggesting speed & motion. Dalam perancangan Redesain Terminal Penumpang Pelabuhan di Likupang ini dilakukan pendekatan rancangan terhadap 3 poin utama yaitu terhadap tipologi objek, tema perancangan dan kajian tapak dan lingkungan yang ada. Hasil rancangan Redesain Terminal Penumpang Pelabuhan di Likupang ini akan menghadirkan suatu bentukan dan suasana Bangunan Terminal yang baru serta memberikan kontribusi yang besar dalam hal mengangkat kepariwisataan Kabupaten Minahasa Utara tepatnya di Likupang dan pengembangan ekonomi daerah.Kata Kunci : Likupang, Redesain Terminal Penumpang Pelabuhan, Futurism, Suggesting Speed & Motion
GEDUNG KESENIAN DI MINAHASA UTARA: Arsitektur Simbolisme Cindy P. Lengkong; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau; Zainal H. Pandjab
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Kesenian merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi pada Kabupaten Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka di buat Gedung Kesenian di Minahasa Utara dengan tema simbolisme. Adapun tujuan perancangan Gedung kesenian ini untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan Minahasa Utara. Perancangan Gedung Kesenian ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi, rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian. Kata kunci : Gedung Kesenian,Simbolisme,Kebudayaan Minahasa Utara
ARSITEKTUR HIGH TECH PADA BANGUNAN OTOMOTIF Georgy S.V. Watung; Vicky H. Makarau
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 3 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i3.4119

Abstract

Bidang otomotif dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan bertambahnya jumlah kendaraan di kota manado ini bangunan-bangunan yang menampung aktifitas otomotif juga semakin dibutuhkan. Saat ini desain arsitektur tidak bisa terlepas dari pengaruh teknologi dan perilaku manusia yang cenderung mengikuti perkembangan jaman juga ikut mempengaruhi keiinginan mereka untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang berteknologi tinggi dan mempermudah aktifitas diberbagai tempat yang mereka kunjungi. Disinilah peran dari para arsitek dan desainer dibutuhkan, yaitu dengan merancang suatu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan konsumerisme manusia akan teknologi terkini dan kemudahan fasilitas. Arsitektur high tech memiliki karakter yang transparan dengan penggunaan material baja dan kaca, menunjukan struktur dari bangunan, serta menggunakan kecanggihan teknologi untuk menunjang pengoprasian dari bangunan high tech itu sendiri. Penggunaan warna mencolok untuk elemen bangunan agar perbedaan fungsi menjadi hal yang jelas.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DI KOTA TOMOHON Dandy F. Tulung; Roosje J. Poluan; Vicky H. Makarau
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37036

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk kawasan perkotaan di Kota Tomohon mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat seperti Kawasan permukiman. Seiring dengan adanya pertumbuhan jumlah penduduk, menyebabkan penambahan jumlah kawasan terbangun, untuk itu perlu diidentifikasi daya dukung lahan di Kota Tomohon. Tujuan penelitian untuk menganalisis daya dukung lahan dan menganalisis arahan pengembangan permukiman berdasarkan daya dukung lahan di Kota Tomohon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survey langsung untuk melihat kondisi eksisting dan pengambilan data sekunder di instansi yang berkaitan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis spasial dan analisis proyeksi geometri guna mendapat hasil proyeksi 20 tahun kedepan. Dari hasil analisis didapatkan hasil daya dukung lahan kelas 1 (kawasan pengembangan) memiliki luas ratio tutupan lahan eksisitng 99.42% atau 535.97 Ha, kelas 2 (kawasan kendala I) 8.48% atau 291.76 Ha, kelas 3 (kawasan kendala II) 7.63% atau 551.52 Ha, kelas 4 untuk ratio tutupan lahannya 0%, ditetapkan sebagai kawasan lindung dan limitasi. Diketahui kebutuhan luas lahan permukiman pada tahun 2039 di Kota Tomohon adalah 48.04 Ha dan luas daya dukung lahan yang masih dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman ada pada kelas 2 dan kelas 3 dengan total luasanya adalah 2320.12 Ha sehingga Kota Tomohon masih dapat memenuhi kebutuhan lahan untuk pengembangan permukiman.