Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS SISTEM PERSAMPAHAN DI KECAMATAN AMURANG TIMUR DAN KECAMATAN TUMPAAN Reynaldo Tampinongkol; Windy Mononimbar; Vicky H. Makarau
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37038

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu masalah utama di Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya pada kawasan perkotaan Amurang dan Tumpaan. Kecamatan Tumpaan dan Amurang Timur merupakan pintu masuk ke kawasan perkotaan Turangga terlihat banyak sampah-sampah berserakan di pinggir jalan, pinggir pantai, di badan sungai bahkan di kawasan pertokoan. Hal ini diduga selain disebabkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan, juga karena sistem pengelolaan persampahan oleh pemerintah yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Sistem persampahan di Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran dan fakta-fakta akurat terkait penelitian dan analisis distribusi frekuensi dilakukan dengan tujuan mengolah data dengan perhitungan statistik sederhana. Dari hasil analisis yang dilakukan didapati, pertama teknik operasional persampahan Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan secara keseluruhan belum maksimal karena terdapat beberapa desa/kelurahan yang belum tersedia tempat pewadahan sampah komunal, pengumpulan dan pengangkutan sampah, untuk di kawasan permukiman dan sebagaian masyarakat di pesisir pantai di semua kelurahan/desa belum tersedia pewadahan tong/TPS dan pelayanan pengangkutan sampah sehingga masyarakat masih membakar sampah, membuang sampah di selokan/sungai  membuang sampah di pantai yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kemudian yang Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah yang masih terdapat masalah seperti budaya dan perilaku masyarakat, timbulan dan karakteristik sampah, sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan, pembuangan akhir sampah, biaya yang tersedia, dan peraturan daerah.
CHRISTIAN CENTER DI KOTA TOMOHON: Optimalisasi Material Kayu dalam Gubahan Bentuk dan Ruang Arsitektural Andrew Posumah; Sonny Tilaar; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan salah satu kota yang memiliki potensi sumber daya dan pariwisata yang walaupun telah terkelola dengan baik, namun masih memiliki potensi untuk lebih dikembangkan. Selain itu, kota Tomohon juga menjadi salah satu pusat perkembangan Kristianitas di Sulawesi Utara dimana kehadiran Kantor Sinode GMIM menjadi bukti nyata eksistensi sosial-budaya yang telah berpadu dengan Kristianitas. Namun sejauh ini, di Sulawesi Utara dan Tomohon sendiri, belum didapati fasilitas yang mengakomodasi kebutuhan interdenominasi gereja (interdenominasi). Christian Center terpilih sebagai objek yang memfasilitasi aspek sosial-spiritual, guna mewadahi kegiatan yang berbentuk rohani-edukatif, rekreatif, maupun sosial secara terpusat. Dalam konteks proyek Christian Center Di Kota Tomohon, penggunaan material kayu pada elemen-elemen struktural dan dekoratif telah berhasil menciptakan tampilan arsitektural yang modern dan minimalis, dengan nuansa alami yang hangat. Material kayu juga telah digunakan secara optimal untuk memaksimalkan penggunaan ruang dalam gereja, menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi jemaat. Kayu adalah bahan yang bisa didaur ulang sehingga bersifat ramah lingkungan dan bersifat berkelanjutan dan selain memperindah dan memberi nilai jual lebih terhadap suatu objek, material kayu lebih efisien dalam fungsinya sebagai kontruksi tahan gempa. Kata Kunci: Kristianitas, Pusat, Kayu