Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

OCEANARIUM DI MANADO. Waterscape Architecture Indtani Paramitha; Dwight M. Rondonuwu; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20829

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan hewan-hewan air laut yang ditempatkan dalam suatu Akuarium raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Kota Manado sebagai kota pariwisata mengalami peningkatan kujungan wisatawan  mancanegara dan domestik tiap tahunnya. Tujuan yang paling banyak diminati yaitu Taman Nasional Bunaken yang  memiliki biodiversitas kelautan  salah satu yang tertinggi di dunia. Namun untuk menikmati keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken wisatawan harus menyelam langsung untuk  menikmati keanekaragaman hayati laut tersebut. Sebuah gedung Oceanarium pada umumnya menuntut sebuah tempat dengan suasana yang berunsur air yang bersifat buatan dan dapat di terapkan dengan tema Waterscape Architecture. Tujuan dari perancangan Oceanarium ini untuk memudahkan wisatawan dalam menikmati kekayaan alam bawah laut Taman Nasional Bunaken tanpa harus menyelam, juga menjadi sarana pendidikan non-formal bagi masyarakat yang ingin mengenal kekayaan alam bawah laut Taman Nasianonal Bunaken lewat rancangan yang representatif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pilihan sarana rekreasi masyarakat dan menjadi objek utama pariwisata di Kota Manado. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterscape Architecture diterapkan pada site plan kawasan oceanarium yang mengambil bentuk alur air yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Faktor yang berkontribusi terhadap karakter air seperti pengaturan, perpindahan, penahan, pencahayaan, dan warna diterapkan pada massa bangunan dan ruang luar pada pernacangan oceanarium sebagai penerapan tema waterscape architecture.Kata kunci : Oceanarium, Kota Manado, Waterscape Architecture
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. Ekspresi Bentuk Meylita F. Munir; Vicky H. Makarau; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20839

Abstract

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang. Tanpa ilmu seseorang tidak bisa mengerti atau melakukan sesuatu. Masa nak-anak merupakan masa yang sangat penting, karena pada masa inilah intelektual anak mengalami pertumbuhan yang amat pesat yang tak akan pernah teralami lagi pada masa berikutnya. Sejak awal perkembangannya, anak perlu diberikan rangsangan-rangsangan berupa psikososial dan pendidikan agar kelak anak tersebut menjadi manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, karena bangsa ini akan menjadi kuat salah satunya adalah adanya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Maka dari itu perkembangan kreatifitas dan minat anak perlu di salurkan sejak dini.Kreatifitas dan bakat pada diri anak perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena dengan Karena dengan kreativitas dan bakat yang dimilikinya itu mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Sebagai pribadi yang kreatif ,kelak mereka bukan saja dapat meningkatkan kualitas pribadinya,tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara.Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan disegala bidang, yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, mutu, dan efisiensi kerja.(Kata kunci : Pendidikan, Anak, Kreatif)
DESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN AMURANG. Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure) Andro A. Pangaila; Dwight M. Rondonuwu; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21155

Abstract

Terminal Penumpang Pelabuhan adalah fasilitas Pelabuhan didaratan. Terminal Penumpang Pelabuhan mewadahi aktifitas penumpang baik itu keberangakatan maupun kedatangan serta pengguna sebagai penjemput maupun pengantar. Kota Amurang sebagai Daerah Berkembang membutuhkan pengembangan dari segala sisi untuk kemajuan Daerah, salah satunya pengembangan Pelabuhan, pengembangan pelabuhan yang dimaksud yaitu  pengembangan Terminal Penumpang. Namun dalam Pengembangan Terminal Penumpang saat ini masih terdapat kukurangan dalam pengembangan fasilitas yang mampu menunjang aktivitas penumpang dan pengguna. Sehingga dibutuhkan Rancangan Desain Terminal Penumpang Amurang yang baru. Dengan menerapakan tema “Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)”. Optimalisasi Sistem struktur rangka ruang merupakan konsep dengan penekanan dan manipulasi pada element struktur sehingga menarik pengguna dan juga memberikan rasa aman dan nyaman. Tujuan dari perancangan Desain Terminal Penumpang Pelabuhan Amurang adalah untuk mewadahi aktifitas penumpang baik yang akan datang maupun berangkat dan pengguna antar – jemput dengan melengkapi fasilitas Terminal Penumpang pelabuhan Amurang, juga menarik minat kapal – kapal untuk bersandar Dan mimiliki prospek beberapa tahun kedepan. Pendekatan dalam perancangan melalui kajian tipologi objek, konsep tematik dan pendekatan pada analisa tapak dilakukan dengan metode perancangan proses desain generasi II. Dari hasil evaluasi ini diperoleh bentukan baru (Reimaging Representating) dan dievaluasi kembali sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Proses dilakukan berulang – ulang secara terus menerus (cylical/spiral) sampai pada keputusan untuk berhenti dalam perancangan (Decision To Stop Design). Penerapan konsep peracangan menghasilkan Implemetasi tema Struktur Rangka Ruang (Space Frame) diterapkan pada struktur atas (Upper Structure) dengan bentukan yang dinamis dan mengekspose Struktur Space Frame untuk menambah kesan kokoh, kuat dan bernilai estetika. Ruang Dalam Meliputi Layout Plan, Site plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangaunan Dan Interior. Untuk Ruang Luar Meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Eksterior Dan Perspektif.Kata Kunci : Terminal Penumpang Pelabuhan, Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)
SORONG SPORT CENTER. Hi Tech Architecture Sanny B. The; Vicky H. Makarau; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21156

Abstract

Kota Sorong menjadi salah satu pusat perkembangan Ekonomi dan Bisnis di Papua khususnya di Papua Barat, selain itu Sorong sendiri memiliki berbagai destinasi wisata yang terkenal. Semakin hari perkembangan ini semakin terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di kota Sorong. Namun perkembangan dalam bidang pariwisata berbandaing terbalik dengan perkembangan didalam bidang olahraga, Meskipun daya tarik masyarakat akan Olahraga sangatlah tinggi di kota Sorong dan berpotensi mempunyai atlet-atlet yang professional, ataupun untuk menyelenggarakan suatu event olahraga berskala nasional. Sebenarnya sudah bisa menjadi tuan rumah event-event olahraga setingkat nasional namun belum tercapainya hal tersebut dikarenakan tidak adanya wadah yang menyediakan sebuah arena bertaraf nasional yang ada di kota Sorong. Oleh karena itu dibutuhkan wadah yang dapat mewadahi event-event olahraga nasional sehingga diperlukannya bangunan Sport Center yang berfungsi sebagai tempat bertandingnya atlet nasional di kota Sorong.Sport Center secara umum merupakan gedung multifungsi yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Fasilitas Arena pertandingan disediakan untuk memenuhi event olahraga nasional yang diadakan. Pada dasarnya Arena pertandingan digunakan tidak hanya untuk melakukan pertandingan melainkan bagi pengunjung bisa menikmati tontonan menarik dari atlet nasional dan juga fasilitas penunjang seperti lapangan indoor nantinya disediakan untuk pengunjung untuk mengisi waktu luang/rekreasi atau atlet untuk tempat latihan.Untuk menciptakan bangunan Sport Center yang dapat menarik perhatian pengunjung maka penulis menggunakan pendekatan desain High Tech Architecture agar dapat memberi kesan menarik dan sesuai perkembangan zaman pada bangunan. Kata Kunci : Kota Sorong, Sport, High Tech Architecture
RUMAH SAKIT BERSALIN di KOTA MANADO. Arsitektur Perilaku Jeniver G. L. Maabuat; Vicky H. Makarau; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21300

Abstract

Peranan seorang ibu untuk sebuah Negara sangatlah penting, hal ini dikarenakan seorang ibu akan melahirkan seorang anak  yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Suatu Negara dapat dikatakan Negara maju apabila kasus kematian ibu atau Angka Kematian Ibu (AKI)  saat melahirkan berkurang setiap tahun.oleh karena itu para pemerintah semakin membenah diri dengan memperhatikan kesehatan ibu dan anak yaitu dengan prioritasnya yaitu program pelayanan kesehatan khususnya ibu dan anak. Di kota Manado sendiri ketersediaan rumah sakit bersalin masih sedikit sementara untuk fasilitasnya masih kurang memadai serta design bangunan yang belum sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan anak.Kurangnya ketersediaan fasilitas yang diperuntukan untuk ibu dan anak di kota Manado ini menjadi daya tarik untuk peulis dalam merencanakan pembangunan Rumah Sakit Bersalin di Kota Manado. Perancangan Rumah Sakit Bersalin ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk para ibu dan anak di kota Manado.Dalam perancangan Rumah Sakit Bersalin ini menggunakan  konsep “Arsitektur Perilaku” dimana design bangunan ini menguutamakan keperluan ibu dan anak yang memperhatikan perilaku dari paenggunanya.Kata Kunci : Arsitektur Perilaku, Kota Manado, Rumah Sakit Bersalin
SHOPPING MALL DI KOTAMOBAGU. Metafora dalam Arsitektur I Kadek E. Subali; Vicky H. Makarau; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23676

Abstract

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara. Kotamobagu termasuk kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang lumayan tinggi. Kotamobagu juga direncanakan akan menjadi ibu kota provinsi Bolaang Mongondow Raya yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya ini tentunya memerlukan sarana penunjang perokonomian dan investasi dalam bidang perdagangan dan jasa. Kotamobagu sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan penting baik dalam pemerintahan maupun kegiatan sosial ekonomi dan pusat distribusi jasa yang melayani kegiatan lokal, karena peran tersebut Kota Kotamobagu menjadi kota model jasa untuk daerah Bolaang Mongondow Raya. maka perlu dihadirkan sebuah Shopping Mall yang dapat menampung kegiatan berbelanja sekaligus refreshing. Dalam perancangan ini akan menerapkan tema Metafora dalam Arsitektur. Metafora adalah kiasan atau ungkapan bentuk yang diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang melihat atau pangguna bangunan tersebut. Perumpamaan bentuk akan diambil dari bentuk sebuah kapal, dimana kata Bolaang yang berarti perkampungan yang ada di pinggir laut, serta nenek moyang suku Bolaang Mongondow merupakan pelaut maka bentuk sebuah kapal akan menjadi acuan dari bentuk dari Shopping Mall ini, dengan harapan dapat menjadi icon baru serta dapat menunjang perekonomian daerah. Kata Kunci : Kotamobagu, Metafota, Mall
CONVENTION CENTER DI MANADO. Green Building Priscillia N. Gosal; Frits O. P. Siregar; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23827

Abstract

Kota Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara yang dikenal memiliki banyak potensi dalam pengembangan pembangunan fasilitas umum. Salah satunya menyimpan potensi sebagai destinasi MICE. Pada dasarnya dikota Manado memiliki potensi yang sangat baik untuk kegiatan konvensi bertaraf nasional maupun internasional. Pesatnya perkembangan globalisasi yang merambah sampai diseluruh pelosok kota Manado, memberikan dampak positif peningkatan permintaan yang tajam dari waktu ke waktu, terhadap penyediaan fasilitas Convention Center, namun sayangnya lonjakan permintaan penyediaan fasilitas berbasis Konvensi dikota Manado minimnya sarana dan prasarana yang memadai. Berdasarkan uraian diatas yaitu rancangan objek bangunan Convention Center ini suatu motivasi untuk dapat mengangkat kota Manado sebagai kota yang dipercayai untuk mengadakan event-event yang besar. Berbagai strategi dilakukan dalam persaingan global seperti kegiatan kepariwisataan perdagangan dan investasi serta terlebih khusus dalam hai ini yaitu peran dan ikut serta MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Exhibition) sebagai sektor usaha yang memfasilitasi wadah objek Convention Center. Kurangnya kesadaran akan lingkungan yang patut dijaga dan untuk ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan. Tema yang akan diimplementasikan pada objek Convention Center yaitu Green Building. Menciptakan objek bangunan Convention Center dengan penerapan Green Building yang ramah lingkungan serta memperhatikan aspek lingkungan yang bernuansa alam dan memberikan dampak positif disekitar lingkungan. Kata Kunci: Manado, Convention Center, MICE, Green Building
PUSAT KEBUDAYAAN TALAUD DI MELONGUANE. Arsitektur Metafora Ananta Y. Prasetia; Vicky H. Makarau; Amanda Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25058

Abstract

Budaya adalah suatu pemikiran, adat istiadat, dan akal budi. Sedangkan turunan kata budaya yakni kebudayaan memiliki arti cara berpikir, bertindak manusia.Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara,  dengan ibu kota Melonguane. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi. Wilayah ini adalah kawasan paling utara di Indonesia timur, berbatasan dengan Kota Davao del Sur, Filipina di sebelah utara. Jumlah penduduknya sebanyak 91.067 jiwa.Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah bahari dengan luas lautnya sekitar 37.800 Km² (95,24%) dan luas wilayah daratan 1.251,02 Km2(4,76%). Terdapat tiga pulau utama di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pulau Karakelang, Pulau Salibabu, dan Pulau Kabaruan.Kondisi Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia dan masih terisolir karena berbagai keterbatasan infrastruktur dasar, ekonomi, sosial budaya, perhubungan, telekomunikasi dan informasi serta pertahanan keamanan.Oleh karena itu kebijakan pembangunan akan fasilitas yang memberikan dukungan terhadap seni dan budaya yang diharapkan dan memberikan sesuatu identitas baru terhadap suatu kabupaten dan sebagai katalisator perubahan dan pembaharuan lewat arsitektur. Juga diharapkan mampu memacu perkembangan pariwisata dan perekonomian Kabupaten Kepulauan Talaud.
ART CENTER di KOTA TOMOHON. Arsitektur Semiotik Andreano Mawuntu; Vicky H. Makarau; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25556

Abstract

Seni merupakan cermin dari kehidupan manusia, dalam dunia seni berkembang sebuah ‘pergulatan’ pemikiran tentang hubungan seni dengan realitas kehidupan manusia,baik itu seni modern maupun tradisional. Menurut sebagian insan seni, seni dipahami sebagai suatu karya yang terlepas dari kondisi masyarakat disekitarnya. Kota Tomohon dewasa ini memiliki berbagai macam kesenian yang mulai dikenal oleh banyak masyarakat didalam maupun diluar Kota Tomohon. Menurut kenyataanya, kebanyakan seniman hanya mampu menyalurkan hobby mereka lewat fasilitas seadanya saja, sebagai contoh seorang musisi yang hanya bisa menempatkan keahliannya di tempat-tempat hiburan seperti cafe, gereja, acara pernikahan, dll, dan seorang pelukis yang hanya menerima orderan lukisan jika ada konsumen yang membutuhkan lukisan itu untuk hadiah. Art Center di Tomohon adalah sebuah wadah yang menampung berbagai macam keseinian baik seni tradisional maupun seni modern. Wadah ini mampu untuk mempermudah dan membantu segala aktifitas kesenian baik sarana maupun prasarana dan juga untuk perkembangan segala jenis seni yang ada di Kota Tomohon, wadah ini juga mampu menjadi pusat perhatian dengan merancang bagian luar sebagai suatu bentuk arsitektural yang sengaja dirancang untuk kebutuhan. Pembangunan Art Center di Tomohon dengan Tema Rancangan Arsitektur Semiotik merupakan sebuah wadah yang melayani dan memudahkan para seniman untuk menyalurkan setiap hobby dan kemampuan masing-masing.. Kata kunci : Art Center, Tomohon, Semiotic Architecture.
GEDUNG OLAHRAGA BASKET DI KOTA MANADO. Arsitektur Hypersurface Henni D. Walangitan; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30163

Abstract

Olahraga basket di Kota Manado sudah tidak asing lagi. Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri memiliki beberapa klub basket yang tersebar dibeberapa kabupaten dan kota. Di Kota Manado sendiri telah banyak kompetisi basket yang telah diselenggarakan. Baik itu yang diselenggarakan oleh pihak klub PERBASI, swasta maupun pihak pemerintah Provinsi. Perlombaan yang dilaksanakan biasanya diikuti mulai dari pertandingan antar sekolah, antar universitas, antar klub daerah, maupun antar klub lainnya. Namun kurangnya fasilitas penunjang olahraga basket membuat banyak olahragawan basket dari Sulawesi Utara tidak bisa mendapat pelatihan dengan maksimal. Perancangan gedung olahraga basket ini merupakan alternatif untuk penyediaan fasilitas dan sarana kepada para olahragawan basket di Sulawesi Utara, baik dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa. Dengan tema arsitektur hypersurface yang mengutamakan tipologi bangunan, membuat bangunan ini menjadi objek baru di Kota Manado.Kata Kunci: Olahraga Basket, Arsitektur Hypersurface