Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN HASIL HIDROPONIK TOMAT CHERRY (Solanum Lycopersicum Var Cerasiforme) DENGAN PERLAKUAN POC BERBAHAN BAKU VINASSE DAN FECES DOMBA DENGAN FERTIGASI SISTEM TETES Putra, Ilham Maldo; Sunaryo, Yacobus; Darnawi, Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam nutrisi dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dengan fertigasi sistem tetes. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai April 2020 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UST Celeban UH III, Jln. Batikan, Yogyakarta dengan ketinggian tempat sekitar 114 m dpl. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial 2 x 3, yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah macam larutan nutrisi yaitu: P1 (POC berbahan baku Vinasse dan feses domba), P2 (POC berbahan baku feses Domba), P3 (AB Mix) sebagai kontrol. Fator kedua adalah macam varietas yaitu V1 (tomat cherry jenis Ruby), V2 (tomat cherry jenis Rojita). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi intaraksi antara macam larutan nutrisi dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tomat, kecuali pada variable saat berbunga dan diameter buah. tidak terjadi beda nyata antara perlakuan macam larutan nutrisi pada komponen pertumbuhan kecuali pada diameter batang. Perlakuan AB mix menghasilkan diameter batang lebih besar daripada perlakuan larutan nutrisi yang lain. Tidak ada beda nyata antara perlakuan varietas pada komponen pertumbuhan kecuali jumlah tandan buah per tanaman. Varietas tomat Ruby menghasilkan tandan bunga lebih banyak dari pada varietas Rojita. Perlakuan POC berbahan baku vinase dan feces domba (P1V1) menghasilkan saat berbunga paling cepat, Perlakuan AB mix pada varietas Rojita (P3V2) menghasilkan diameter buah paling besar.
KETAHANAN SALINITAS TERHADAP ASPEK AGRONOMI PADI (Oryza sativa L) VARIETAS IR 64, INPARI 42, INPARI 33, NUTRI ZINK, CIHERANG Irawan, Hengki Adi; Maryani, Yekti; Darnawi, Darnawi; Arnanto, Driska
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui pengaruh cekaman terhadap 5 varietas padi dan mengetahui perbedaan respon 5 varietas tanaman padi akibat cekaman salinitas. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Asmadewa Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan varietas yang digunakan adalah varietas IR 64, Inpari 42, Inpari 33, Nutri zink, Ciherang. Penelitian ini menggunakan konsentrasi NaCl dengan perlakuan yang digunakan K0 : perlakuan kontrol, K1 : 2400 ppm, K2 : 4700 ppm, K3 7000 ppm. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi : Tinggi tanaman, Jumlah anakan, Usia tumbuh malai, Jumlah malai per tanaman, panjang malai, dan Produksi gabah kering panen. Perlakuan varietas tidak berpengaruh terhadap penampilan tanaman. Perlakuan salinitas 0 ppm memberikan penampilan terbaik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Perlakuan varietas tidak berpengaruh terhadap hasil padi. Perlakuan salinitas sampai dengan pemberian konsentrasi NaCl 8 Ms/cm memberikan hasil sama dengan kontrol.
PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN PENYIRAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI LAHAN PASIR PANTAI Septiawan, Muhammad Inti; Maryani, Yekti; Darnawi, Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik dan penyiraman air pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bungkus, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, D.I.Y. Ketinggian ± 10 m dpl dengan rata – rata curah hujan per tahun 1400 – 1900 mm3/th, pH tanah 5,6 – 6,0, kelembaban udara 65 – 85%. Jenis tanah adalah tanah berpasir, Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Split plot dengan menggunakan dua faktor dan satu kontrol yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama adalah penyiraman yang terdiri dari F1: satu kali satu hari, F2: satu kali dua hari, F3: satu kali tiga hari. Faktor kedua adalah pemberian macam pupuk organik yaitu P0: tanpa pemberian pupuk, P1: pupuk organik kompos, P2: pupuk organik kascing dan P3: pupuk organik guano fosfat. Variabel yang diamati meliputi dua fase yaitu vegetatif dan generatif. Pengamatan pada fase vegetatif yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, dan klorofil daun. Pengamatan pada fase generatif yaitu jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, dan bobot biji per hektar. Analisis data pengamatan dengan menggunakan sidik ragam pada jenjang nyata 5% sedangkan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji jarak berganda DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan macam pupuk organik dan penyiraman menunjukan tidak ada interaksi terhadap variabel pertumbuhan dan hasil. Perlakuan macam pupuk organik memberikan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi dibanding kontrol. Perlakuan penyiraman menunjukan ada beda nyata terhadap pertumbuhan. Perlakuan penyiraman 1 hari 1 kali dan 2 hari 1 kali memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan 3 hari 1 kali.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) PADA SISTEM SALIBU DENGAN PEMBERIAN PUPUK PETROGANIK DAN NPK PHONSKA PLUS Aprianto, Sigit; Zamroni, Zamroni; Darnawi, Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk Petroganik dan pupuk NPK Phonska Plus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem salibu.Penelitian telah dilaksanakan di Desa Kepuhan, Kelurahan Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, dengan ketinggian tempat ± 273 mdpl, suhu minimum 22ºC dan Suhu maksimum 30ºC. Jenis tanah Grumosol. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan desember sampai dengan bulan februari 2020. Penelitian ini telah dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk petroganik yaitu S1 : pupuk Petroganik dengan dosis 1000 kg/ha, S2 : pupuk Petroganik dengan dosis 2000 kg/ha, S3 : pupuk Petroganik dengan dosis 3000 kg/ha. Faktor kedua adalah dengan dosis pemberian pupuk NPK Phonska Plus yaitu P1 pupuk NPK Phonska Plus dengan dosis 600 kg/ha, P2 : pupuk Npk Phonska Plus dengan dosis 700 kg/ha, P3 : pupuk NPK Phonska Plus dengan dosis 800 kg/ha.berdasarkan dua faktor tersebut maka diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Variable yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat gabah per rumpun, bobot 1000 bitir, persentase gabah isi, hasil gabah per hektar Analisis data dengan menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Berdasarkan peneliitian dapat disimpulkan bahwa Perlakuan pupuk Petroganik dan pupuk NPK Phonska Plus tidak menunjukkan interaksi terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil kecuali pada variabel berat kering tanaman. Perlakuan pupuk Petroganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter tang diamati, demikian juga perlakuan pupuk NPK Phonska Plus tidak berpengaruh nyata pada parameter yang diamati.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK HAYATI (BIOFERTILIZER) DAN NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI SAWI HIJAU (Brassica Juncea L.) Junaidin, Junaidin; Maryani, Yekti; Darnawi, Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk NPK Phonska dengan pupuk Hayati evagrow terhadap hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L). Percobaan ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan Dan Pedesaan Swadaya P4S Lestari Makmur, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dengan ketinggian tempat ± 87,50 mdpl, suhu minimum 24,5ºC dan Suhu maksimum 32,5ºC. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 3 ulangan dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk Biofertilizer yang terdiri dari 2.5 g/ha, 5 g/ha, dan 7.5 g/ha. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK Phonska yang terdiri dari 200 kg/ha dan 300 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk, bobot akar, dan bobot tajuk per ha. Analisis hasil pengamatan menggunakan sidik ragam taraf 5% dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian ini yaitu perlakuan dosis pupuk Biofertilizer terdapat beda nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk, dan bobot akar. Sedangkan untuk variabel hasil bobot tajuk per hektar tidak menunjukkan ada beda nyata. Perlakuan dosis pupuk NPK Phonska terdapat beda nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan untuk variabel pengamatan bobot tajuk, bobot akar, dan bobot tajuk per hektar tidak menunjukkan ada beda nyata.
STUDI PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN GUANO FOSFAT TERHADAP SERAPAN KALIUM TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Nurmaliatik, Nurmaliatik; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Anggraini, Dinna Juwita; Hidayat, Nurul; Nurhuda, Muhammad; Rokim, Anjariana Makmum; Rohmadan, Ananda Rizqi azharry; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Darnawi, Darnawi; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1278

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pupuk kandang dan guano fosfat terhadap serapan kalium tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Data pendukung diperoleh dari percobaan di Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, ketinggian ± 10 m dpl dan jenis tanah berpasir. Percobaan disusun dalam Split plot dua factor. Pertama, frekuensi penyiraman sebagai main plot, terdiri dari satu kali satu hari dan tiga hari satu kali. Kedua, pemberian pupuk kandang dan guano fosfat sebagai sub plot, yaitu tanpa pemberian pupuk, pupuk kandang kambing, pupuk kandang sapi, dan guano fosfat. Variable yang diamati: pada fase vegeratif meliputi rasio tajuk-akar segar, rasio tajuk-akar kering, kandungan kalium tersedia tanah, dan kandungan kalium jaringan tanaman. Analisis data menggunakan sidik ragam jenjang nyata 5% dilanjutkam uji jarak berganda DMRT jenjang 5%. Hasil: perlakuan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, guanofosfat memberikan kandungan kalium jaringan tanaman kacang hijau sama dengan tanpa pupuk. Perlakuan pupuk guano fosfat dan pupuk kandang sapi memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi dari pada tanpa pupuk. Penyiraman sehari sekali sehari memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi dari pada penyiraman 3 hari sekali.
STUDI PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP VIABILITAS DAN VIGORITAS TANAMAN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) Arnanto, Driska; Darnawi, Darnawi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1127

Abstract

Penyediaan benih dalam jumlah besar membutuhkan stok benih di gudang penyimpanan. Penyimpanan benih legum termasuk biji kacang pendek di wilayah tropis lembab seperti Indonesia dihadapkan pada masalah daya simpan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menentukan jenis media penyimpanan kacang pedang menengah yang baik dalam jangka panjang. (2) Menentukan pengaruh jenis media penyimpanan benih terhadap viabilitas dan vigority benih swordbean. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan, yaitu perlakuan kontrol (benih baru), perlakuan benih disimpan dalam plastik, timah, kertas dan masih dalam polong. Setiap perawatan diulang lima kali. Benih yang digunakan adalah biji pedang yang disimpan selama dua tahun (2017-2019). Pengujian yang dilakukan adalah viabilitas benih dan vigor benih. Analisis data menggunakan analisis varian dengan tingkat 5 persen , jika ada perbedaan yang signifikan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan tingkat 5 persen . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan dalam bentuk polong dan paperbag dapat menjaga viabilitas dan vigority biji biji kacang pedang.
KAJIAN PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP SERAPAN NITROGEN TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Anggraini, Dinna Juwita; Inti, Muhammad; Nurhidaya, Efan; Hidayat, Nurul; Nurhuda, Muhammad; Rokim, Anjariana Makmum; Azharry Rohmadan, Ananda Rizqi; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Darnawi, Darnawi; Maryani, Yekti Maryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1293

Abstract

Tujuan penelitian untuk kajian macam pupuk organik dan penyiraman terhadap serapan nitrogen tanaman kacang hijau. Data diperoleh dari percobaan di Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, dengan ketinggian ± 10 m dpl, pH tanah 5,6–6,0, kelembaban udara 65–85%. Jenis tanah adalah tanah berpasir. Percobaan menggunakan Split Plot dua faktor. Pertama, frekuensi penyiraman sebagai main plot, terdiri atas satu kali satu hari dan tiga hari satu kali. Kedua, pemberian pupuk organik sebagai sub plot: tanpa pemberian pupuk, pupuk kompos, pupuk kascing, dan pupuk guanofosfat. Variabel yang digunakan adalah fase vegeratif, meliputi rasio tajuk-akar segar, rasio tajuk-akar kering, kandungan nitrogen tersedia tanah, dan kandungan nitrogen jaringan tanaman. Analisis data pengamatan menggunakan sidik ragam jenjang nyata 5% dan uji jarak berganda DMRT jenjang 5%. Hasil: perlakuan pupuk guanofosfat penyiraman 3 hari sekali memberikan kandungan nitrogen jaringan tanaman kacang hijau tertinggi (2,597% per 100 g), perlakuan guanofosfat menghasilkan nitrogen tersedia tanah tertinggi, baik bentuk NO3 - (40,14 ppm) maupun NH4 + (51,10 ppm). perlakuan pupuk kompos dan guanofosfat memberikan SGR lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Penyiraman sehari sekali memberikan SGR lebih tinggi daripada penyiraman 3 hari sekali.
KAJIAN PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP SERAPAN FOSFAT TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Hidayat, Nurul; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Nurhuda, Muhammad; Rokim, Anjariana Makmum; Rohmadan, Ananda Rizqi Azharry; Anggraini, Dinna Juwita; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Darnawi, Darnawi; Maryani, Yekti Maryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji macam pupuk kandang terhadap serpan fosfat tanaman kacang hijau. Data pendukung diperoleh dari percobaan yang dilakukan di Parangtritis, kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta dengan ketinggian ± 10 meter di atas permukaan laut dan jenis tanah berpasir, Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020. Faktor pertama frekuensi penyiraman sebagai main plot dan faktor kedua macam pupuk kandang sebagai sub plot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perlakuan pupuk kandang ayam dengan frekuensi penyiraman sehari sekali memberikan kandungan fosfat jaringan tanaman kacng hijau tertinggi sebesar 0,476 %. Perlakuan pupuk kandang ayam memberikan Sum Growth Rate tanaman kacang hijau tertinggi. Frekuensi penyiraman sehari sekali memberikan Sum Growth Rate tanaman kacang hijau tertinggi dibandingkan frekuensi penyiraman 3 hari sekali.
KAJIAN STRUKTUR TANAH RIZOSFER TANAMAN KACANG HIJAU DENGAN PERLAKUAN PUPUK KANDANG DAN KASCING Nurhuda, Muhammad; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Anggraini, Dinna Juwita; Hidayat, Nurul; Rokim, Anjariana Makmum; Rohmadan, Ananda Rizqi azharry; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Darnawi, Darnawi; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1277

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji struktur tanah rizosfer tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) dengan perlakuan pupuk kandang dan kascing. Data pendukung diperoleh dari percobaan yang dilaksanakan di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, ketinggian ± 10 m dpl dan jenis tanah berpasir. Percobaan disusun dalam Split plot dua factor, yaitu frekuensi penyiraman sebagai main plot yang terdiri dari satu kali satu hari dan tiga hari satu kali. Faktor kedua pemberian pupuk organik sebagai sub plot, yaitu tanpa pemberian pupuk, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk kascing. Variable yang diamati adalah fase vegetatif (rasio tajuk-akar segar, rasio tajuk-akar kering, lengas tanah, berat volume tanah, berat kering tanaman). Data dianalisis menggunakan sidik ragam jenjang nyata 5%, perbedaan antar-perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test jenjang 5%. Hasil: perlakuan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan kascing meningkatkan daya ikat air dan memperbaiki struktur, sehingga meningkatkan bobot kering tanaman. Perlakuan frekuensi penyiraman satu kali sehari meningkatkan daya ikat air yang tercermin pada lengas tanah, sehingga meningkatkan bobot kering tanaman. Perlakuan pupuk sapi, kandang kambing dan kascing memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Penyiraman sehari sekali sehari memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi daripada penyiraman 3 hari sekali.