Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Devi Maria Tri Putri; Syamsul Arif
Basastra Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v4i2.2363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan mengubah teks wawancara menjadi paragraf narasi oleh siswa kelas VII SMP Negeri 19 Medan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one gruop pretest posttest design yaitu model eksperimen yang melibatkan perlakuan berbeda terhadap satu kelas yang sama. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 19 Medan yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 354 siswa. Berdasarkan jumlah populasi tersebut maka ditetapkan sampel sebanyak 34 siswa. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan menggunakan teknik acak kelas atau random sampling class. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan adalah tes esai. Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh, data pretes memperoleh rata-rata sebesar 65,26 dan standar deviasi sebesar 11,36 sedangkan data postes  memperoleh rata-rata sebesar 80,17 dan standar deviasi sebesar 8,61. Berdasarkan uji normalitas data pretes diperoleh Lhitung < Ltabel yaitu 0,14 < 0,15 maka dapat dinyatakan bahwa data pretes berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas yang dilakukan pada data postes diperoleh Lhitung < Ltabel yaitu 0,10 < 0,15 hal ini menunjukkan bahwa data postes berdistribusi normal. Kemudian berdasarkan uji homogenitas variabel penelitian diperoleh nilai Fhitung < Ftabel pada taraf signifikansi α = 0,05 yaitu 1,74 < 1,80, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas dilakukan maka diperoleh to sebesar 5,98 setelah to diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikasi 5% dengan dk = (n-1) = 34-1= 33, dari dk 33 diperoleh ttabel pada taraf signifikansi 5% = 2,035. Karena to yang diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 5,98>2,035, maka hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berarti model inkuiri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengubah teks wawancara menjadi paragraf narasi. Kata Kunci: model inkuiri, teks wawancara , paragraf narasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI PARAGRAF NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Devi Maria Tri Putri; Syamsul Arif
Basastra Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v4i2.2710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiriterhadapkemampuanmengubah teks wawancara menjadi paragraf narasi olehsiswakelasVII SMPNegeri 19 Medan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Desain penelitianyang digunakan adalahone gruop pretest posttest design yaitumodel eksperimen yang melibatkan perlakuan berbeda terhadap satukelas yang sama. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 19 Medan yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 354 siswa. Berdasarkan jumlah populasi tersebut maka ditetapkan sampel sebanyak 34 siswa. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan menggunakan teknik acak kelas atau random sampling class. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan adalah tes esai. Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh, data pretes memperoleh rata-rata sebesar 65,26 dan standar deviasi sebesar 11,36 sedangkan data postes memperoleh rata-rata sebesar 80,17 dan standar deviasi sebesar 8,61. Berdasarkan uji normalitas data pretes diperoleh Lhitung< Ltabel yaitu 0,14 < 0,15 maka dapat dinyatakan bahwa data pretes berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas yang dilakukan pada data postes diperoleh Lhitung< Ltabel yaitu 0,10 < 0,15 hal ini menunjukkan bahwa data postes berdistribusi normal. Kemudian berdasarkan uji homogenitas variabel penelitian diperoleh nilai Fhitung< Ftabel pada taraf signifikansi α = 0,05 yaitu 1,74 < 1,80, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel homogen.Setelah uji normalitas dan homogenitas dilakukan maka diperoleh tosebesar 5,98setelah to diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikasi 5% dengan dk = (n-1) = 34-1= 33, dari dk 33 diperoleh ttabel pada taraf signifikansi 5% =2,035. Karena to yang diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 5,98>2,035,maka hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nihil(Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterimayang berarti model inkuiriberpengaruhsignifikanterhadapkemampuan mengubah teks wawancara menjadi paragraf narasi.   Kata Kunci: model inkuiri, teks wawancara,paragraf narasi.
PENGARUH PEMAHAMAN STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ULASAN DRAMAOLEH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN Zainani Zainani; Syamsul Arif
Basastra Vol 5, No 1 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v5i1.3791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemahaman struktur dan ciri kebahasaan terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama oleh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Medan tahun pembelajaran 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI SMA Negeri 5 Medan tahun pembelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 11 kelas dengan jumlah 420 orang. Sampel yang diambil adalah 32 orang dari jumlah kelas yang telah ditentukan. Metode yang digunakan adalah metode Ex post facto. Data pemahaman isi,  ciri kebahasaan , dan kemampuan menulis teks prosedur kompleks oleh siswa dijaring dengan menggunakan objektif tes sebanyak 40 soal dan essay tes yang disusun berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa  data berdistribusi normal. Setelah dilakukan perhitungan uji normalitas Lhitung < Ltabel pada taraf signifikan. Hasil uji normalitas untuk data pemahaman struktur ( 0.1397<0.1568 ), ciri kebahasaan (0.1193<0.1568 ) dan kemampuan menulis teks ulasan drama ( 0.1520<0.1568 ). Sedangkan hasil korelasi antar variabel menunjukkan bahwa pengaruh pemahaman struktur terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama memiliki koefesien determinan korelasi ganda sebesar 15.45%, pengaruh pemahaman ciri kebahasaan terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama memiliki koefesien determinan korelasi ganda sebesar 22.37% dan pengaruh pemahaman struktur dan ciri kebahasaan terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama memiliki koefesien determinan korelasi ganda sebesar 57.60%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengaruh pemahaman struktur, ciri kebahasaan terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama oleh siswa kelas XI SMA Negeri 5 tahun pembelajaran 2015/2016.   Kata Kunci :Teks Ulasan Drama, Pemahaman Struktur, Ciri Kebahasaan,  Kemampuan Menulis Teks Ulasan Drama.
EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING SEJAK DINI DAN SEBELUM PELEPASAN KATETER URIN TERHADAP TERJADINYA INKONTINENSIA URINE PADA PASIEN PASKA OPERASI DI SMC RS TELOGOREJO Lucky Angelia Shabrini; Ismonah -; Syamsul Arif
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.409 KB)

Abstract

Pasien yang dilakukan kateter urine pada paska operasi dapat mengalami kesulitan untuk berkemih baik terjadi inkontinensia ataupun retensi urine. Tujuan bladder training adalah untuk memperpanjang interval antara urinasi klien, menstabilkan kandung kemih dan menghilangkan urgensi. Umumnya bladder training dilakukan dengan cara kateter diklem selama dua jam dan dilepas setelah satu jam dan bladder training tersebut dilakukan sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini mengukur tingkat efektivitas bladder training sejak dini dan sebelum pelepasan kateter urin terhadap terjadinya inkontinensia urine. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah pasien paska operasi yang terpasang kateter urine di SMC RS. Telogorejo sebanyak 30 responden. Berdasarkan hasil uji beda dengan Mann Whitney pada table diatas dapat dilihat nilai p= 0.004, karena nilai p≤ 0.05, maka terdapat perbedaan yang antara bladder training sejak dini dengan bladder training sebelum pelepasan. Dapat dilihat juga pada perbandingan nilai rerata, pada nilai rerata bladder training sejak dini 10.93 dengan bladder training sebelum pelepasan 20.07 terbukti bahwa latihan bladder training sejak dini lebih baik daripada dengan bladder training sebelum pelepasan. Saran dalam penelitian ini diharapkan agar rumah sakit dapat memasukkan tindakan bladder training kedalam Standar Operasional Prosedur untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada pasien paska operasi.   Kata kunci: bladder training, kateter urin, inkontinensia
PENGARUH MOBILISASI DINI ROM PASIF TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN PASKA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI UMUM DI SMC RS TELOGOREJO Daru Eko Sriharyanti; Ismonah -; Syamsul Arif
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.078 KB)

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani dengan membuat sayatan dan dalam pembedahan serta memerlukan tindakan anestesi. Salah satu pengaruh dari agens anestesi adalah dapat menghambat impuls saraf parasimpatis ke otot usus, sehingga memperlambat atau menghentikan gelombang peristaltik.Upaya untuk membantu memulihkan peristaltik usus dapat dilakukan tindakan mobilisasi dini ROM pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini ROM  pasif terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska pembedahan dengan anestesi umum di SMC RS Telogorejo. Rancangan penelitian menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian pretest- posttest design with control dan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Uji statistik yang digunakan menggunakan Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh mobilisasi dini ROM pasif terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska pembedahan dengan anestesi umum di SMC RS Telogorejo dengan nilai p = 0,000. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar dan menghomogenkan jenis pembedahan sehingga didapatkan hasil lebih baik.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP VASKULARISASI EKSTREMITAS BAWAH PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SRONDOL Syamsul Arif; Tri Wiji Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.745 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sejumlah gangguan yang memiliki ciri – ciri meningkatnya kadar glukosa dalam darah (Maulana, 2009). Salah satu komplikasi yang menimbulkan permasalahan yang besar adalah terjadinya gangguan vaskularisasi ekstremitas bawah. Untuk menghindari komplikasi tersebut, maka perlu adanya upaya-upaya pencegahan salah satunya dengan melatih senam kaki diabetik. Tujuannya adalah untuk mengetahui Efektivitas Senam Kaki Diabetik Dengan Frekuensi Yang Berbeda Terhadap Vaskularisasi Ekstremitas Bawah Pada Klien Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Srondol. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan pre and post test control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil uji dependen t-test kelompok 1 diperoleh nilai signifikan p = 0,053 artinya tidak terdapat perbedaan nilai ABI. Sedangkan pada kelompok 2 & 3 dengan nilai signifikan 0,001 & 0,000. Hasil uji one-way ANOVA dan uji Post Hoc menunjukkan nilai p = 0,000. Dengan perbedaan nilai ABI pada kelompok 1 & 3 sebesar 0,000 diikuti kelompok 2 dan 3 sebesar 0,002. Disarankan agar frekuensi senam kaki diabetik selama 3 kali dalam seminggu menjadi pertimbangan untuk meningkatkan vaskularisasi ekstremitas bawah.
HUBUNGAN PENGUASAAN STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS OLEH SISWA KELAS X MAS AL-WASHLIYAH 22 TEMBUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Ummi Kalsum Lubis; Syamsul Arif
Kode : Jurnal Bahasa Vol 4, No 3 (2015): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v4i3.3830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penguasaan struktur  dan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks dengan kemampuan menulis teks prosedur kompleks kelas X MAS Al-Washliyah 22 Tembung Tahun Pembelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini berjumlah 32 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dari analisis data yang diperoleh: 1) hubungan antara penguasaan struktur teks prosedur kompleks dengan kemampuan menulis teks prosedur kompleks memiliki korelasi parsial ditemukan koefisien korelasi antara variabel sebesar 0,553. Dan diuji keberhasilan koefisien parsial diperoleh harga thitung 3.633 > ttabel 2,042. 2) hubungan antara penguasaan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks dengan kemampuan menulis teks prosedur kompleks memiliki korelasi parsial ditemukan koefisien korelasi antara variabel sebesar 0,593. Dan diuji keberhasilan koefisien parsial diperoleh harga thitung 0,593 > ttabel 0,349. 3) hubungan antara penguasaan struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks dengan kemampuan menulis teks prosedur kompleks berdasarkan perolehan data siswa hasil penelitian yang menyatakan terdapat hubungan yang positif dan berarti antara penguasaan struktur (X1) dan penguasaan ciri kebahasaan (X2) dengan kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan nilai Fhitung> Ftabel ( 12,258> 3,327). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan  yang positif antara penguasaan struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks dengan kemampuan menulis teks prosedur kompleks oleh siswa kelas X MAS Al-Washliyah 22 Tembung Tahun Pembelajaran 2014/2015. Kata Kunci : Ciri kebahasaan, menulis teks, teks prosedur kompleks.
ANALISIS SOAL BAHASA INDONESIA KELAS X, XI, DAN XII BERDASARKAN KLASIFIKASI LEVEL KOGNITIF SMK-TR SINAR HUSNI Rizki Shofia Nadila; Syamsul Arif
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 2 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.596 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i2.18568

Abstract

Klasifikasi level kognitf merupakan alat yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa berdasarkan dimensi proses berpikir Taksonomi Bloom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendistribusian, jumlah, dan persentase level kognitif pada soal ujian semester genap kelas X dan XI, ujian sekolah kelas XII SMK-TR Sinar Husni. Berdasarkan hasil penelitian, soal kelas X, XI, dan XII memiliki 5, 6, dan 1 soal level LOTS proses berpikir mengingat. Level kognitif MOTS pada soal kelas X terdapat 2 proses berpikir memahami dan 3 proses berpikir mengaplikasi. Soal kelas XI memiliki 1 proses berpikir memahami dan 3 proses berpikir mengaplikasi. Soal kelas XII memiliki 29  proses berpikir memahami dan 18 proses berpikir mengaplikasi. Tidak terdapat level kognitif HOTS pada kelas X. Soal kelas XI dan XII memiliki 1 dan 2 level kognitif HOTS proses berpikir menganalisis. Soal kelas X berjumlah 5 soal atau 50% LOTS, 5 soal atau 50% MOTS. Soal kelas XI berjumlah 6 soal atau 60% LOTS, 3 soal atau 30% MOTS, dan 1 soal atau 10% HOTS. Soal kelas XII berjumlah 1 soal atau  2% LOTS, 47  soal atau 94% MOTS, dan 2 soal atau 4% HOTS. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru lebih banyak memuat level kognitif rendah dan menengah serta belum memasukkan semua dimensi proses berpikir. Guru harus lebih banyak memasukkan soal kemampuan berpikir tingkat tinggi.  Kata kunci : HOTS, LOTS, MOTS, Kognitif
Urgensi Pendidikan Tekan Pernikahan Dini Fitri Raya; Syamsul Arif; Annisa Febriyanti; Mumtazal Shafa Salsabila; Arika Pratiwi Handayani; Syifah Shofiyah Aulia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v15i1.5943

Abstract

Pernikahan merupakan suatu kegiatan yang merubah suatu hal yang haram menjadi halal dengan syarat sah sebuah pernikahan telah terpenuhi. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh seorang remaja laki-laki dan perempuan dibawah umur 19 tahun. Pernikahan dini tidak dianjurkan karena akan mengorbankan masa depannya. Upaya perlindungan terhadap anak perlu dilakukan sedini mungkin, yaitu sejak dari janin dalam kandungan sampai umur 18 tahun. Undang-Undang Perlindungan Anak harus meletakkan kewajiban memberikan perlindungan anak berdasarkan asas non-diskriminatif, kepentingan yang terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak. Setiap anak mempunyai hak dalam keberlangsungan hidupnya, diantaranya hak pendidikan, hak kesehatan reproduksi, hak bebas dari kekerasan, dan hak perlindungan dan eksploitasi. Pendidikan merupakan salah satu faktor mempengaruhi presepsi seseorang, dengan pendidikan tinggi seseorang akan lebih mudah menerima atau memilih suatu perubahan yang lebih baik. Tingkat pendidikan menggambarkan tingkat kematangan kepribadian seseorang dalam merespon lingkungan yang dapat mempengaruhi wawasan berfikir atau merespon pengetahuan yang ada disekitarnya. Tingkat pendidikan orang tua pun sangat mempengaruhi anaknya untuk tidak melakukan pernikahan usia dini, karena jika orang tua yang memiliki pendidikan rendah kurang memiliki pengetahuan dan wawasan tentang dampak dari pernikahan dini sehingga orang tua juga mendukung anaknya untuk melakukan pernikahan dini. Pun juga seorang anak (laki-laki atau perempuan) menjadi hal yang penting juga, karena antara orang tua dan anak harus seirama dalam mencegah terjadinya pernikahan di usia muda.
DEIKSIS DALAM PENGGUNAAN BAHASA JAWA DI DESA GEDANGAN KECAMATAN PULO BANDRING KABUPATEN ASAHAN Jakaria Jakaria; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.741 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v6i2.7770

Abstract

ABSTRAKJakaria. Nim 2122210004. Deiksis dalam Penggunaan Bahasa Jawa di Desa Gedangan Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan. Program Studi Sastra Indonesia/S-1. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan.                                                                                                    Deiksis yaitu penunjukan melalui bahasa, baik dalam bentuk kata atau frase yang dapat diketahui berdasarkan pemahaman yang sama antara pembicara dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis persona, bentuk-bentuk deiksis ruang, dan bentuk-bentuk deiksis waktu yang digunakan dalam bahasa Jawa di Desa Gedangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa ujaran bahasa Jawa yang dituturkan informan yang mengandung kata atau frase yang deiktis. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data terdapat 51 bentuk deiksis dalam penggunaan bahasa Jawa di Desa Gedangan. Bentuk-bentuk tersebut berupa kata. Masing-masing bentuk dirinci menjadi: 24 bentuk termasuk dalam deiksis persona, 15 bentuk termasuk dalam deiksis ruang, dan 12 bentuk termasuk dalam deiksis waktu. Penggunaan deiksis dalam bahasa Jawa di Desa Gedangan memiliki persamaan dan perbedaan dengan deiksis dalam bahasa Indonesia baik dari segi bentuk maupun maknanya. Selain itu, terdapat beberapa bentuk deiksis yang mengalami perubahan dan pergeseran. Faktor penyebab yang paling dominan adalah perpindahan penduduk ke luar dari daerah asal karena pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan sebagainya. Pengaruh dari perpindahan tersebut menambah beberapa bentuk deiksis bahasa Indonesia ke dalam penggunaan deiksis bahasa Jawa di Desa Gedangan. Bentuk-bentuk tersebut di antaranya; kami, kita, kamu, kalian, sini, abang dan kakak. Di lain sisi, terdapat beberapa bentuk deiksis bahasa Jawa, seperti kakang, mas, dan kae yang sangat sedikit digunakan dalam tuturan sehari-hari sehingga memungkinkan bentuk kakang, mas, dan kae akan hilang dalam penggunaan deiksis bahasa Jawa di Desa Gedangan pada generasi berikutnya. Kata Kunci: Jenis dan Bentuk Deiksis Persona, Ruang, dan Waktu.