Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

WUJUD KESANTUNAN IMPERATIF DALAM INTERAKSI ANTARPEMUDA DI DUSUN SIDOREJO KABUPATEN SIMALUNGUN Novi Sri Trisnawati; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v4i2.3937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Wujud Kesantunan Imperatif Antarpemuda Di Dusun Sidorejo. Populasi penelitian ini adalah pemuda di Dusun Sidorejo yang berjumlah 62 orang dan yang menjadi subjek penelitian sebanyak 26 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tehnik rekam .Dari hasil penelitian diperoleh wujud imperatif desakan, himbauan, persilaan, perintah, dan permintaan berjumlah masing-masing 4 data tuturan dengan persentase 8,51%, wujud imperatif bujukan berjumlah 3 data tuturan dengan persentase 6,38%, wujud imperatif larangan berjumlah 1 data tuturan dengan persentase 2,13%, dan wujud imperatif “ngelulu” berjumlah 2 data tuturan dengan persentase 4,26%.Penelitian ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk penelitian-penelitian selanjutnya, diantaranya kesantunan berbahasa dilihat dari daerah asal atau etnis pemudanya. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian yang asimetris antara pemuda dengan masyarakat yang lebih tinggi, seperti pengurus dusun, desa, atau, kecamatan.     Kata kunci: Kesantunan Imperatif, Interaksi, Antarpemuda.
CAMPUR KODE MASYARAKAT BATAK TOBA DI PASAR PORSEA KECAMATAN PORSEA Ruben Sitorus; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v4i2.3938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud dan faktor penyebab terjadinya campur kode dalam percakapan masyarakat Batak Toba di pasar Porsea Kecamatan Porsea. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah dengan teknik rekam, simak, dan pilah. Teknik analisis data adalah mengidentifikasi data, mentraskrip data ke dalam bentuk tulisan, mendeskripsikan data, kemudian mengemukakan faktor penyebab campur kode, selanjutnya memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 4 (empat) wujud campur kode dalam masyarakat Batak Toba di pasar Porsea yaitu, penyisapan berwujud kata, penyisapan berwujud frasa, penyisapan berwujud kata ulang, dan penyisapan berwujud ungkapan atau idiom. Faktor penyebab terjadinya campur kode masyarakat Batak Toba di pasar Porsea adalah faktor kebiasaan, adanya keinginan penutur untuk memperoleh ungkapan yang pas, adanya keinginan untuk menjelaskan, dan adanya keinginan penutur untuk lebih prestise.   Kata kunci: Campur kode, Batak Toba
CAMPUR KODE DALAM VIDEO DAKWAH USTAZ HANAN ATTAKI DI INSTAGRAM (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Ristia Ulfa; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.24 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v9i1.19128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud campur kode yang muncul dalam video dakwah Ustaz Hanan Attaki, mengetahui faktor penyebab terjadinya campur kode, dan frekuensi munculnya peristiwa campur kode dalam video dakwah Ustaz Hanan Attaki di Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari video-video dakwah yang terdapat dalam akun instagram Ustaz Hanan Attaki. Data diperoleh dari tuturan Ustaz Hanan Attaki dalam video dakwahnya dengan terlebih dahulu mengunduh video dan mengubah tuturannya ke dalam bentuk teks. Teknik analisis data adalah mendengarkan rekaman data, mentranskrip data ke dalam bentuk tulisan, kemudian mengemukakan wujud, faktor penyebab terjadinya campur kode, dan frekuensi munculnya campur kode dengan memasukkan kedalam tabel. Selanjutnya memberikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, ditemukan 4 (empat) wujud campur kode dalam video dakwah Ustaz Hanan Attaki di Instagram yaitu, penyisipan berwujud kata, penyisipan berwujud baster, penyisipan berwujud idiom, dan penyisipan berwujud frasa. Faktor penyebab campur kode dalam video dakwah Ustaz Hanan Attaki adalah faktor kebiasaan, faktor adanya keinginan penutur untuk menjelaskan, serta faktor adanya keinginan penutur untuk menunjukkan prestise. Frekuensi munculnya campur kode yaitu, berwujud kata (68,19%), baster (18, 93%), idiom (1,52%), dan frasa (11,36%). Kata Kunci: Campur kode, video dakwah, Hanan Attaki
ANALISIS MAKNA DAN NILAI-NILAI DALAM UMPASA PERNIKAHAN BATAK TOBA KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA Lola Silaban; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.768 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v7i2.11755

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan nilai-nilai dalam umpasa pernikahan Batak Toba dengan teori Endraswara untuk membahas pesan-pesan yang terkandung dalam sastra lisan umpasa pernikahan Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis atau dekumentasi. Teknik ini memperoleh data secara detail dan menyeluruh. Dari hasil penelitian “Analisis Makna dan Nilai-Nilai dalam Umpasa Pernikahan Batak Toba Kajian Antropologi Sastra” diperoleh bahwa terdapat makna simbolik pada sastra lisan umpasa pernikahan Batak Toba dan memiliki lima unsur nilai budaya Batak diantaranya, nilai hagabeon, nilai hamoraon, nilai religi, nilai kekerabatan, dan nilai hasangapon. Melalui hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sastra lisan umpasa merupakan tradisi lisan sekaligus sastra lisan Batak Toba yang digunakan setiap upacara adat, khususnya upacara adat pernikahan Batak Toba. Terdapat makna simbolik pada sastra lisan umpasa pernikahan Batak Toba memiliki lima unsur nilai budaya Batak diantaranya, nilai hagabeon, nilai hamoraon, nilai religi, nilai kekerabatan, dan nilai hasangapon. Makna simbolik dan lima unsur nilai budaya batak dalam umpasa pernikahan Batak Toba telah mempengaruhi kehidupan masyarakat Batak Toba dalam menjalankan tradisi adat-istiadat. Sebab masyarakat Batak Toba percaya umpasa adalah doa, harapan dan cita-cita.Kata kunci: umpasa, pernikahahan batak toba, budaya.
HATA ANDUNG DALAM OPERA BATAK SIBORU TUMBAGA Hema Desti Aningsih Sinambela; Syamsul Arif; Malan Lubis
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.315 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v11i2.42558

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk, fungsi serta makna penggunaan eufemisme dalam opera Batak Siboru Tumbaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana bentuk metode penelitian kualitatif digunakan sebagai prosedur untuk memecahkan masalah yang diteliti dengan menggambarkan atau mendeskripsikan permasalahan yang sumber utamanya adalah tindakan atau kata-kata dan tambahan lainnya seperti dokumen-dokumen yang berkaitan (dalam Moleong, 2006:157). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam opera Batak Siboru Tumbaga terdapat empat bentuk eufemisme, yaitu (1) ekspresi figuratif, (2) metafora, (3) sirkumlokusi, (4) satu kata menggantikan kata lainnya. Selain bentuk, ditemukan juga lima fungsi penggunaan eufemisme dalam opera tersebut yaitu sebagai; (1) eufemisme untuk kesopanan dan kenyamanan, (2) menghindari malapeteka, (3) menyamarkan makna, (4) mengurangi rasa malu, (5) melaksanakan perintah agama. Adapun makna penggunaan eufemisme dalam opera Batak Siboru Tumbaga disesuaikan dengan konteks dari setiap tuturan oleh para tokoh dalam opera tersebut. Kata kunci: eufemisme, opera dan makna eufemisme
ANALISIS NILAI-NILAI MORAL DALAM SASTRA ANAK PADA SURAT KABAR ANALISA EDISI DESEMBER 2017 – JANUARI 2018 Devi Yuyun Sari; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.327 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v7i2.11749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam cerita anak pada surat kabar Analisa Desember 2017 – Januari 2018. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan, dengan mengadakan studi pustaka. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kalimat-kalimat yang ada dalam cerita anak pada surat kabar Analisa Desember 2017 - Januari 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang menggambarkan atau melukiskan gejala dan fakta secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam cerita anak pada surat kabar Analisa Desember 2017 – Januari 2018 terdapat 22 data yang mengandung nilai moral diantaranya, 3 data wujud nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, 8 data wujud nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan 11 data wujud nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain. Sementara itu, 3 cerita anak memuat pesan moral secara langsung dan 5 cerita anak memuat pesan moral secara tidak langsung.Kata kunci : Surat kabar, Cerita anak, dan Nilai moral
KARAKTERISTIK RAGAM BAHASA WARIA PERIAS PENGANTIN DI KOTA MEDAN Nur Indah Mayang Sari; Syamsul Arif
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.888 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v7i2.11758

Abstract

 Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahasa waria perias pengantin di kota Medan serta untuk mengetahui karakteristik bahasa waria yang mereka gunakan sebagai penunjang dalam profesinya. Data diambil dari ucapan-ucapan dalam komunikasi waria perias pengantin di Komunitas Katalia Medan yang ditranskip dalam bentuk kata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripstif. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang objektif menjelaskan data-data yang ada. Dalam penelitian ini data yang akan dideskriptifkan berupa kata-kata yang merupakan karakteristik ragam bahasa waria perias pengantin di Komunitas Katalia Medan. Karakteristik bahasa waria perias pengantin di kota Medan menggunakan ragam bahasa “akhiran –se”, “akhiran –ang”, “akhiran –ing”, dan “akhiran –ong”. Sedangkan apabila dilihat dari segi gejalanya, karakteristik bahasa waria perias pengantin di kota Medan sering menggunakan penghilangan fonem, penambahan fonem tanpa mengubah kata dasar, perubahan fonem tanpa mengubah huruf awal, perubahan fonem tanpa mengubah huruf awal, perubahan fonem awal dan akhir, dan metatesis (pertukaran letak suatu fonem). Karakteristik bahasa yang digunakan waria perias pengantin di kota Medan bertujuan sebagai penunjang profesinya. Melalui bahasa yang dibuat sendiri oleh sekompok waria akan menjadi daya tarik serta keunikan tersendiri untuk penunjang profesi sebagai pekerja rias. Kata kunci: Karakteristik, bahasa, waria
Pengambangan Materi Ajar Teks Cerita Rakyat (Hikayat) Berbantuan Aplikasi Macromedia Flash Kelas X SMA Rika Wahyuni Harahap; Syamsul Arif
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v2i2.718

Abstract

This research aims to determine (1) The form of teaching materials in folklore texts (saga) assisted by the Class X Macromedia Flash application (2) The process of developing teaching materials in folklore texts (saga) assisted by the Class on folklore texts (saga) assisted by the Class X Macromedia Flash application (4) effectiveness of teaching materials on folklore texts (saga) assisted by the Class The trial was carried out in class X MIA at MAS Miftahul Falah Diski. The object of this research is folklore text teaching material assisted by the Macromedia Flash application. The results show 1) The validity of the teaching materials developed is included in the valid category with an average value of total material validity of 88.3% from material experts and 87.5% from media experts. 2) The effectiveness of classical completeness reached 86.4%, that is, it had met the completeness criteria, namely ≥ 85% of students reached the KKM. 3) Student responses show interest in learning with teaching materials developed with the help of Macromedia Flash on folklore (saga) text material seen from the average student response questionnaire score in product trials of 89.20% in the interesting category.
Pengaruh Model Pembelajaran Jurisprudential Inquiry Terhadap Kemampuan Menulis Teks Editorial Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Tanjung Morawa Kristina Damai Yanti Simorangkir; Syamsul Arif
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v2i2.707

Abstract

This research was carried out with the aim of finding out the effect of the jurisprudential inquiry learning model on the ability to write editorial texts. The population of this study was all class XII of SMA Negeri 2 Tanjung Morawa, totaling 7 classes. The sample was taken with no more than 40 students per class, so class XII Science 2 had 35 students as the experimental class and class XII Science had 34 students as the control class. The instrument used is a test of the ability to write editorial texts. Data measurements were carried out twice, namely measurements in the experimental class and the control class. From the data processing, it shows that the ability to write editorial texts in class .05, standard deviation 13.15. This can be seen in the normality test, the jurisprudential inquiry learning model is Lcount < Ltable namely 0.205 < 0.337. Then in the conventional learning model Lcount < Ltable, namely 0.192 < 0.319. Because Lcount is smaller than Ltable, the two data above are said to be normally distributed. Likewise, the results of the data homogeneity test are Fcount < Ftable , namely 0.54 < 0.56, so the data comes from a homogeneous population. After testing normality and homogeneity, hypothesis testing was carried out, obtained tcount > ttable with hypothesis test results of 6.35 and significance a = 0.05 and df = 35+34-2 = 67, so at the 5% level we obtained ttable = 1.99601. Thus it can be concluded that tcount > ttable , namely 6.35 > 1.99601, so the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This proves that the jurisprudential inquiry learning model is more influential in improving the editorial text writing skills of class XII students at SMA Negeri 2 Tanjung Morawa.
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PENGEMBANGAN KUALITAS SDM DI SMAN 3 TANJUNG JABUNG TIMUR Syamsul Arif
Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : MGMP PAI SMP Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61816/jaq.v2i2.61

Abstract

Pengembangan kualitas SDM menjadi sangat penting. Hal ini tak bisa dipungkiri mengingat abad XXI sebagai era globalisasi dikenal dengan situasinya yang penuh dengan persaingan (hypercompetitive situation). Terobosan paling menggairahkan dari abad XXI bukan karena teknologi, melainkan karena konsep yang luas tentang apa artinya manusia itu. Pengembangan kualitas SDM bukan persoalan yang gampang dan sederhana, karena membutuhkan pemahaman yang mendalam dan luas pada tingkat pembentukan konsep dasar tentang manusia serta perhitungan yang matang dalam penyiapan institusi dan pembiayaan. Manajemen Pendidikan Islam (MPI), diperlukan strategi dan solusi untuk melihat peluang dan tantangan zaman yang dapat berkontribusi kepada publik. MPI merupakan dinamika dari aktualiasi keilmuan yang masuk pada sistem tatanan kehidupan masyarakat dan negara secara otomatis dituntut membentuk sebuah perubahan dan inovasi. Inovasi yang dimaksud adalah menciptakan terobosan baru yang berbasis digital.