Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Diferensiasi Konten Digital dalam Ekosistem Multiplatform: Analisis Produksi, Distribusi, dan Audiens Firmansyah; Muhammad Anshar Akil
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara konten diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi konten digital dalam ekosistem multiplatform dengan menelaah keterkaitan antara proses produksi, mekanisme distribusi, dan karakter audiens pada berbagai platform media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka melalui kajian terhadap jurnal dan literatur ilmiah yang relevan dengan komunikasi digital dan media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa diferensiasi konten digital tidak dapat diterapkan secara seragam karena setiap platform memiliki tuntutan produksi, pola distribusi, serta karakter audiens yang berbeda. Instagram menekankan kekuatan visual dan kedekatan sosial, TikTok mengandalkan distribusi terbuka dan audiens partisipatif, Facebook berbasis jejaring dan komunitas, YouTube mendukung distribusi jangka panjang dengan audiens yang berorientasi pada kedalaman informasi, sementara X menekankan distribusi cepat dan respons kritis terhadap isu aktual. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi digital dalam ekosistem multiplatform sangat bergantung pada kemampuan penyesuaian konten terhadap karakter platform, distribusi, dan audiens.
Penerapan Prinsip Etika Keadilan dalam Praktik Jurnalistik Radio Digital di Era Multimedia Firmansyah; Muhammad Anshar Akil
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi praktik jurnalistik, termasuk pada media radio yang kini berkembang menjadi radio digital berbasis multimedia. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi proses produksi dan distribusi informasi, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan etis dalam pelaksanaan fungsi jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip etika keadilan dalam praktik jurnalistik radio digital di era multimedia, khususnya yang berkaitan dengan keberimbangan, hak jawab dan hak koreksi, serta akurasi dan verifikasi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai jurnal nasional yang membahas jurnalistik digital, etika media, radio digital, dan perkembangan media multimedia di Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa prinsip etika keadilan tetap menjadi landasan penting dalam praktik jurnalistik radio digital meskipun terjadi perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi. Penerapan prinsip keberimbangan, hak jawab dan hak koreksi, serta akurasi dan verifikasi informasi berperan dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pemberitaan. Namun demikian, implementasi prinsip-prinsip tersebut menghadapi berbagai tantangan, seperti dilema antara kecepatan dan akurasi informasi, tekanan algoritma dan persaingan perhatian audiens, serta upaya penerapan hak jawab dan hak koreksi di era digital. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan jurnalistik radio digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan teknologi multimedia, tetapi juga oleh komitmen dalam menerapkan prinsip etika keadilan guna memenuhi hak masyarakat atas informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Multimedia Information Virality Versus Privacy Protection: An Ethical Study of News Visualization in Multimedia Journalism Ali, Afifah; Muhammad Anshar Akil
International Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2026): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the dilemma between the phenomenon of information virality and the protection of individual privacy within the ethics of news visualization in multimedia journalism in the new media era. Employing a qualitative approach through the Systematic Literature Review (SLR) method, secondary data were collected from books, scholarly journals, academic articles, and relevant journalistic ethical regulations published within the last five years. The findings reveal that the characteristics of digital media and social media platform algorithms have contributed to the increasing culture of information virality through the utilization of emotional elements (emotion) and narratives (stories) within the STEPPS framework. In practice, media orientation toward speed and engagement often leads to privacy violations, such as the publication of photographs or videos of accident victims, individuals experiencing traumatic situations, and the identities of minors without proper censorship or consent. This unethical visual exploitation has negative psychological and social impacts, including trauma, cyberbullying, stigmatization, and reputational damage caused by permanent digital footprints. Based on the Social Responsibility Theory of the Press, press freedom in fulfilling the public interest must be balanced with respect for human dignity and individual privacy rights. Therefore, this study emphasizes the importance of implementing ethical measures through visual identity protection (censorship/blurring), mandatory content verification, enforcement of the Journalistic Code of Ethics, and prioritizing the protection of vulnerable groups in order to establish healthy and responsible multimedia journalism within the digital environment.