Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Paradigma Konseptual Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Global Peserta Didik Miftahul Faoz; Syaiful Hadi
Jurnal Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7670

Abstract

Fenomena kekerasan di lingkungan sekolah menjadi tantangan serius bagi pendidikan Indonesia. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi strategis untuk membentuk literasi anti-kekerasan melalui penanaman nilai moral, etika, dan sosial yang berbasis ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PAI dapat memperkuat literasi anti-kekerasan pada peserta didik, termasuk pemahaman nilai-nilai anti-kekerasan, model pembelajaran, dan strategi implementasi dalam kurikulum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research), dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan agama, kekerasan di sekolah, dan literasi moral. Analisis dilakukan dengan metode content analysis, dilengkapi triangulasi teori untuk memastikan validitas konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti rahmah, ’adl, ihsan, dan silm menjadi fondasi anti-kekerasan, namun praktik pembelajaran PAI masih dominan kognitif dan kurang kontekstual. Model pembelajaran yang efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role playing, dan proyek sosial, dengan guru sebagai teladan moral. Strategi implementasi kurikulum harus menekankan penguatan konten nilai perdamaian, metode humanistik, pembinaan budaya sekolah, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, dan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa literasi anti-kekerasan melalui PAI dapat membentuk peserta didik yang kritis, empatik, toleran, dan siap menghadapi tantangan sosial secara konstruktif.
Paradigma Konseptual Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Kemanusiaan Miftachul Khasanah; Syaiful Hadi
Jurnal Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7671

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan, termasuk kasih sayang, keadilan, kebaikan, dan perdamaian pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI berbasis nilaikemanusiaan dengan menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, serta strategi implementasi kurikulum yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan atau library research, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder yang berkaitan dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan penguatan nilai moral dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysisyang dipadukan dengan triangulasi teori untuk memastikan validitas dan konsistensi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi moral dalam pembelajaran PAI, namun praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Model pembelajaran yang dinilai efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, proyek sosial, dan refleksi moral dengan guru berperan sebagai teladan nilai dan fasilitator pembelajaran. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai kemanusiaan, pendekatan humanistik, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, serta pemanfaatan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, toleran, dan bertanggung jawab serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan masyarakat global yang kompleks sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dan spiritualitas peserta didik dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan serta mendorong praktik pendidikan yang lebih humanis dan transformatif.