Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP CONTINUOUS IMPROVEMENT UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN ENERGI PADA MESIN PENGERING (DRYER DEVICE) DI RTC LINE PT. HM SAMPOERNA TBK Chasbul Rizqilah; Silviana Silviana; Andy Hardianto
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.003 KB)

Abstract

PT. HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia di bawah naungan Phillip Morris Indonesia (PMI). Salah satu department, yaitu Primary Processing terdapat line bernama RTC line di mana mesin Dryer Device menggunakan energi paling tinggi berdasarkan data penggunaan energi pada week 1-13 di tahun 2018. Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini, yaitu bagaimana cara mengoptimalkan serta mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan energi pada mesin Dryer Device di RTC line dengan penerapan konsep Continuous Improvement. Tujuannya adalah untuk mengetahui penggunaan energi paling efisien dan menganalisis faktor penyebab tingginya energi di mesin Dryer Device di RTC line. Penelitian ini menggunakan penerapan Kaizen dengan tahapan PDCA (Plan, Do, Check, Action). PDCA digunakan untuk menguji dan mengimplementasikan perbaikan kinerja proses produksi kedepannya agar lebih baik. Pengumpulan data yang digunakan, yaitu data konsumsi energi dari mesin Dryer Device di RTC line dan data proses produksi di RTC line. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep Continuous Improvement mampu menurunkan penggunaan energi pada mesin Dryer Device di RTC line  dapat dilihat dari tahap Check yang dilakukan, yaitu dari 3,08 GJ/Ton menjadi 1,49 GJ/Ton atau sebesar 51,62%.
ANALISA ADJECTIVE DARI REDESAIN ALAT CETAK OPAK SINGKONG KONVENSIONAL Silviana Silviana; Naif Fuhaid; Andy Hardianto
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.223 KB)

Abstract

Peningkatan teknologi pada industri camilan krupuk menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kapasitas untuk mencapai efisiensi produksi dan jumlah output. Proses produksi opak singkong saat ini sudah menggunakan alat cetak konvensional sehingga proses produksi jauh lebih efisien secara waktu proses dan  kuantitas dalam menghasilkan output yang diharapkan. Akan tetapi ada kendala saat alat cetak tersebut dioperasionalkan, Yaitu pada saat tuas ditarik secara manual menggunakan tangan harus dengan tenaga yang sangat kuat untuk menghasilkan adonan opak singkong menjadi pipih tipis sesuai harapan. Hal ini menimbulkan kelelahan pada lengan operator saat mengoperasikan alat cetak tersebut. Berdasarkan ulasan diatas, maka perlu adanya penelitian tentang analisis redesain alat cetak opak singkong guna menganalisis dampak kelemahan alat cetak serta melakukan perbaikan. Penelitian diawali dengan penyebaran kuesioner yang bertujuan menentukan atribut-atribut yang dibutuhkan dalam perancangan ulang alat cetak opak singkong yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya. Dari hasil pengolahan data dengan metode analisis Adjective, didapatkan hasil terdapat 7 tujuh attribute yang dievaluasi dan terdapat 2 dua attribute memiliki nilai rendah atau negatif (-). Yaitu atribut Operasional Alat (-12.23) dan attribut Ukuran Hasil (-11.06). Hal ini menunjukkan bahwa atribut-atribut tersebut perlu ditingkatkan performansinya untuk mendapatkan produk seperti yang dibutuhkan dan dikehendaki oleh pengguna alat cetak opak singkong.
Perbaikan Kemasan Kerupuk Singkong (Samiler) di UKM Karya Lestari Jaya Tulungagung Dadang Hermawan; Andy Hardianto; Arief Rizki Fadhillah
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 4, No 1 (2020): EDISI JUNI 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.016 KB) | DOI: 10.33366/jast.v4i1.1473

Abstract

Cassava or cassava (Manihot esculenta Crantz) is one of Indonesia's local carbohydrate sources which ranks third largest after rice and corn. One of the uses of cassava is cassava crackers (samiler). Cassava crackers (samiler) are very popular snacks among the people, made from cassava, thin round in shape and taste delicious. Production Capacity of Karya Lestari Jaya's UKM in producing cassava crackers (samiler) in 1 day is ± 20 kg of material or 5 kg of dried cassava crackers (samiler). In one month cassava cracker orders (samiler) can reach ± 80-120 kg. The production process of cassava crackers (samiler) goes through several stages, including: raw material process, printing process, steam process, drying process and packaging process. The problem that can be identified in the field of production is the limited equipment in the packaging process and weighing the samiler cassava crackers. Karya Lestari Jaya's UKM partners in calculating product prices per package have not met the break even point (BEP) standard, so it cannot be maximized in business management. From the above conditions, the method and results of this service are providing technology transfer by providing vaccum sealer machines, continuous band sealers, and digital scales as well as training in the use of tools and training in Break Even Point (BEP) so as to increase production efficiency of cassava crackers (samiler). ABSTRAKSingkong atau ubikayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber  karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelah padi dan jagung. Salah satu pemanfaatan singkong adalah kerupuk singkong (samiler).  Kerupuk singkong (samiler) adalah makanan ringan yang sangat populer dikalangan masyarakat, terbuat dari singkong , berbentuk bundar tipis dan rasanya gurih. Kapasitas Produksi UKM Karya Lestari Jaya dalam memproduksi kerupuk singkong (samiler) dalam 1 hari sebanyak ± 20 kg bahan atau 5 kg kerupuk singkong (samiler) kering. Dalam satu bulan pesanan kerupuk singkong (samiler) dapat mencapai ± 80-120 kg. Proses Produksi kerupuk singkong (samiler) melalui beberapa tahapan, antara lain : proses bahan baku, proses pencetakan, proses steam, proses penjemuran dan proses pengemasan. Permasalahan yang dapat diidentifikasi dalam bidang produksi adalah keterbatasan peralatan dalam proses packaging dan penimbangan kerupuk singkong samiler. Mitra UKM Karya Lestari Jaya dalam melakukan perhitungan harga produk per kemasan belum memenuhi standar break even point (BEP), sehingga tidak dapat maksimal dalam pengelolaan usaha. Dari kondisi diatas maka metode dan hasil dari pengabdian ini adalah memberikan transfer teknologi dengan memberikan Mesin vaccum sealer, continuous band sealer, dan timbangan digital serta melakukan pelatihan penggunaan alat dan pelatihan Break Even Point (BEP) sehingga meningkatkan efisiensi produksi Kerupuk singkong (samiler).
Analisis Mesin Mixer Pakan Ternak Dengan Metode Six Big Losses, FMEA dan LTA (Studi Kasus pada Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Unit Sarana Produksi Pakan Ternak - SAPRONAK) Hardianto, Andy; Alvianto, Yudha; Silviana
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i2.7283

Abstract

Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK) adalah sebuah perusahaan dibidang manufaktur yang memproduksi pakan ternak sapi perah dan sapi potong. Mesin produksi yang digunakan yaitu mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer dengan kapastias 2.000 kg per batch serta memiliki 6 buah paddle. Perusahaan mengalami downtime tepatnya 1 tahun terakhir, yang mana pada bulan Januari 2022 – Januari 2023 sebesar 3.420 menit. Dengan adanya latar belakang permasalahan tersebut, penulis ingin melakukan analisis penyebab permasalahan yang menyebabkan downtime dengan menggunakan fishbone diagram. Dari hasil analisis, faktor yang dominan yang menyebabkan paddle mixer patah disebabkan oleh faktor mesin. Berdasarkan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer di Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK) yaitu sebesar 72.39% dengan availability sebesar 96.40%, performance sebesar 74.90% dan quality rate sebesar 99.98%. Hasil perhitungan nilai Six Big Losses masing-masing yaitu Reduced Speed Losses sebesar 23.90%, Idling and Minor Stoppages 5.27%, Breakdown Losses sebesar 3.30%, Setup and Adjustment sebesar 0.28%, Reject Losses sebesar 0.01%. Dari nilai ini dapat dilihat bahwa faktor Reduced Speed Losses dan Idling and Minor Stoppages Losses merupakan faktor losses dengan nilai tertinggi. Untuk mengidentifikasi failure mode menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dari hasil analisis FMEA diperoleh 4 failure mode yang terdiri dari patah pada paddle mixer, tombol panel listrik rusak dan kabel panel putus, rotor coil terbakar, motor housing pecah, roller bearing rusak dan kipas/fan rotor rusak, rumah gear box pecah, bearing macet, oli habis dan roda gigi aus. Untuk menentukan konsekuensi kegagalan yang ditimbulkan dari failure mode dan menentukan kebijakan preventive maintenance yang efektif untuk setiap mesin disesuaikan dengan klasifikasi LTA. Failure mode kategori A dilakukan dengan pengoperasian mesin sesuai SOP, kategori B dilakukan pemeriksaan mesin dan persiapan spare part dan kategori C dilakukan pemasangan yang tepat, pelumasan dan pembersihan.
Pengembangan UKM dalam Bidang Pertanian Mikroalga (Spirulina) di Daerah Urban Berbasis Internet of Things (IoT) Suwandono, Purbo; Priyandoko, Gigih; Prihandarini, Ririen; Hardianto, Andy
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v5i2.2772

Abstract

Spirulina (Arthrospira platensis) is blue-green algae (cyanobacteria) that contains the ideal nutrients for humankind even though consumed only in small quantities. The commodity has a lucrative business prospect for Indonesia in the future. VerteBleue (VB Spirulina Farm) is a business entity engaged in agriculture, situated in urban areas of Malang City. Recently, the production capacity of VB Spirulina can produce 40 gr of dry spirulina products every week, which is extremely small. The empowerment program is focused on breeding micro-scale spirulina culture in urban areas. The solution to the partner problem is the construction of a spirulina pond greenhouse based on IoT so that various parameters can be appropriately controlled. The result is increased production capacity to produce spirulina commodities with optimal quality and economical prices. The practicality of the IoT system helps farmers to control spirulina culture remotely. The implementation of this project allows the production of dry spirulina up to 108 g dry / day previously only able to produce dry 7g / day. The practicality IoT system helps farmers to control spirulina culture remotely.ABSTRAKSpirulina (Arthrospira platensis) adalah bakteri hijau-biru atau cyanobacteria yang mengandung nutrisi paling lengkap bagi makhluk hidup khususnya manusia walau hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil yang relative kecil;. Komoditas tersebut memiliki prospek bisnis yang lukratif untuk Indonesia pada masa depan. VerteBleue (VB Spirulina Farm) adalah usaha kecil menengah yang bergerak di bidang agrikultur di daerah urban dalam wilayah Kota Malang. Pada saat ini, kapasitas produksi yang dimiliki VB Spirulina dapat menghasilkan 40 gr produk spirulina kering setiap minggunya. Program pemberdayaan difokuskan pada wacana pengembangbiakan kultur spirulina skala mikro di daerah urban. Solusi dari permasalahan mitra adalah pembangunan greenhouse kolam spirulina yang berbasis IoT sehingga berbagai parameter dapat dikontrol dengan baik. Peningkatan modal capital dibutuhkan oleh mitra untuk pembelian alat produksi. Luaran yang dihasilkan adalah peningkatan kapasitas produksi untuk menghasilkan komoditas dengan kualitas optimal dan harga yang ekonomis. Implementasi greenhouse dan kolam spirulina sudah sesuai dengan rancangan awal. Sistem IoT sangat berguna bagi petani dalam melakukan proses monitoring kultur dari jarak jauh. Greenhouse dan kolam spirulina mampu memproduksi spirulina kering hingga 108 g kering/hari yang sebelumnya hanya mampu memproduksi 7 g kering/hari.
Analisis Perawatan Mesin Mixer Pakan Ternak dengan Metode Overall Resource Effetiveness Albertus Niko Kristian Hartanto; Hardianto, Andy; Restu Wardhani, Arie
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.13262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggunakan metode Overall Resource Effectiveness (ORE) pada mesin horizontal mixer tipe paddle mixer di Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah. Berdasarkan hasil pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE), diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,39%, yang masuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan perlunya analisis lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja mesin. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data primer, seperti observasi langsung dan wawancara dengan teknisi, serta data sekunder berupa catatan historis kerusakan dan produksi (Januari 2022–Januari 2023). Analisis akar penyebab kerusakan menggunakan fishbone diagram, sedangkan pengukuran efektivitas mesin dilakukan dengan metode ORE yang mencakup tujuh faktor utama: Readiness (R), Availability of Facility (Af), Changeover Efficiency (C), Availability of Material (Am), Availability of Manpower (Amp), Performance Efficiency (P), dan Quality Rate (Q). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ORE mampu mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas mesin, termasuk waktu henti, cacat produksi, dan efisiensi operasional. Dengan memahami faktor-faktor ini, penelitian memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi proses produksi secara keseluruhan.
Inovasi Mesin Tempering Coklat Berbasis IoT untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Kualitas Produk pada UKM Tithiek Tenger Hardianto, Andy; Hermawan, Dadang; Iriananda, Syahroni; ., Silviana; Kautzar, Galuh Zuhriah; Hartanto, Albertus Niko Kristian; wardhani, arie restu; Cahyo, Agung Dwi
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v7i2.6489

Abstract

Program pemberdayaan berbasis masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi UKM Tithiek Tenger, yang berlokasi di Kota Malang. UKM ini memproduksi berbagai makanan ringan, terutama coklat dengan motif topeng Malangan. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan alat produksi manual yang mempengaruhi efisiensi dan kapasitas produksi. Program ini berfokus pada pengembangan mesin tempering coklat berbasis IoT yang dirancang untuk meningkatkan produksi dan kualitas coklat dengan kontrol suhu yang lebih akurat. Selain itu, pelatihan manajemen perawatan mesin dan manajemen kualitas coklat juga diberikan kepada mitra untuk memastikan pemeliharaan dan peningkatan cita rasa produk. Implementasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UKM dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat serta memberikan pengalaman praktik bagi dosen dan mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PERAWATAN PREVENTIF DAN KOREKTIF EXCAVATOR PADA PT X Rudenti, Anggraeni Ningtyas; Putri, Chauliah Fatma; Hardianto, Andy
Prosidia Widya Saintek Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan biaya perawatan preventif (Preventive Maintenance/PM) dan korektif (Corrective Maintenance/CM) pada unit excavator di PT. X. Studi ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya operasional akibat kerusakan mendadak alat berat yang berdampak pada produktivitas proyek. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus, didukung uji statistik t-paired, visualisasi grafik, serta analisis cost–benefit. Data dikumpulkan melalui dokumentasi log biaya perawatan dan downtime unit excavator, serta wawancara dengan tim teknis perusahaan. Hasil menunjukkan bahwa biaya CM secara signifikan lebih tinggi dari PM, dengan rasio 2,5:1 dan perbedaan biaya yang signifikan (p < 0,001). Selain itu, downtime akibat CM menimbulkan kerugian ekonomi yang substansial. Perbandingan dengan unit sejenis mengonfirmasi temuan bahwa strategi PM yang konsisten lebih efisien secara finansial. Kesimpulannya, peningkatan frekuensi dan kualitas PM direkomendasikan sebagai langkah strategis untuk efisiensi biaya dan peningkatan ketersediaan alat.
PENERAPAN METODE SYSTEMATIC HUMAN ERROR REDUCTION AND PREDICTION APPROACH (SHERPA) DAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) GUNA ANALISA HUMAN ERROR. Hardianto, Andy; Silviana, Silviana; Wardhani, Arie Restu; Sukoco, Rizki Anggara
Prosidia Widya Saintek Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kegagalan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan tertentu (atau melakukan tindakan yang tidak sah) yang dapat mengganggu jadwal operasi atau mengakibatkan kerusakan pada objek dan peralatan Metode SHERPA (Systematic Human Error Reduction and Prediction) adalah metode yang digunakan untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja, tujuannya untuk mengevaluasi kemungkinan terjadi kesalahan manusia dalam menyelesaikan tugas tertentu. Metode JSA (Job Safety Analysis) merupakan suatu prosedur yang digunakan untuk mengkaji ulang metode dan mengidentifikasi pekerjaan yang dilakukan dan mengkoreksi sebelum terjadi kecelakaan. dapat diketahui bahwa pada proses Pengecoran, revisi Molding area, Corridor area, serta pemasangan wide flange dan Galvalum replace mempunyai tingkat human error yang tinggi
PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE WISE UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN KERJA DI PERUSAHAAN BATU BATA Widodo, Eko; Putri, Chauliah Fatma; Hardianto, Andy
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada UD Siari Jaya, salah satu UKM yang bergerak dalam industri batu bata. Dalam proses produksi batu bata ini, banyak tahapan aktivitas yang memiliki risiko kecelakaan kerja. Banyaknya kecelakaan kerja yang terjadi menjadi indikasi bagi pentingnya evaluasi penerapan program Kecelakaan dan Kesehatan Kerja (K3) pada perusahaan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko K3 di UD Siari Jaya, melakukan penilaian tingkat risiko, mengevaluasi penerapan K3 dengan menggunakan WISE, dan menyusun rekomendasi perbaikan atas permasalahan penerapan K3 di UD Siari Jaya guna meningkatkan produktivitas. Evaluasi penerapan program K3 ini menggunakan metode Work Improvement in Small Enterprises (WISE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program K3 masih belum diterapkan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya kecelakaan kerja/ gangguan kesehatan karyawan yang sebagian besar disebabkan oleh unsafe action dan juga oleh unsafe condition. Potensi bahaya yang menyebabkan risiko kecelakaan kerja meliputi bahaya mekanikal, kimia, fisik, ergonomi, kebakaran, biologi dan bahaya sengatan listrik.