Elida Soviana
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ASUPAN SERAT, BEBAN GLIKEMIK DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Elida Soviana; Dia Maenasari
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8936

Abstract

Penatalaksanaan terapi pada diabetes melitus ditujukan untuk mengontrol kadar glukosa darah yang dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan tinggi serat dan beban glikemik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara serat dan beban glikemik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Jasmine 2 Surakarta. Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan subjek secara consecutive sampling sebanyak 40 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data asupan serat dan karbohidrat diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) satu bulan terakhir dan pengumpulan data kadar glukosa darah puasa menggunakan metode spektrofotometri. Beban glikemik makanan didapatkan dari hasil analisis jumlah gram karbohidrat pada setiap makanan dikalikan dengan indeks glikemik makanan tersebut kemudian dibagi 100. Analisis data menggunakan software SPSS for windows versi 20 dan analisis data dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 100% subjek penelitian memiliki asupan serat yang rendah dengan rata-rata asupan serat sebesar 14,33±2,72 gram. Sebanyak 55% subjek penelitian memiliki beban glikemik yang tinggi dengan rata-rata sebesar 121,19±24,29 gram. Persentase subjek penelitian yang memiliki kadar glukosa darah puasa normal dan tinggi masing-masing sebanyak 50% dengan rata-rata kadar glukosa darah puasa sebesar 149,25±25 mg/dL. Hasil uji hubungan antara asupan serat dengan kadar glukosa darah puasa menunjukkan nilai p= 0,042, sedangkan beban glikemik dengan kadar glukosa darah puasa menunjukkan nilai p= 0,001. Terdapat hubungan antara asupan serat dan beban glikemik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Jasmine 2 Surakarta.
Efek konsumsi bahan makanan yang mengandung beban glikemik terhadap kadar glukosa darah Elida Soviana; Citra Pawestri
Darussalam Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2020): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v4i2.4047

Abstract

Latar Belakang: Gejala dan diagnosa diabetes melitus meningkat pada usia dewasa akhir, lansia awal sampai dengan usia ≤ 65 tahun. Jumlah asupan kabohidrat mempengaruhi beban glikemik secara langsung. Beban glikemik merupakan parameter untuk mengetahui kecepatan glukosa pada suatu makanan untuk masuk ke peredaran darah, jika beban glikemik yang dikonsumsi meningkat maka secara perlahan terjadi peningkatan glukosa darah dan insulin. Tujuan : mengetahui efek beban glikemik dengan kadar glukosa darah lansia. Metode: Penelitian ini termasuk studi crossectional dengan sampel 30 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Beban glikemik dihitung menggunakan food frequency questionnaire (FFQ) semi kuantitatif dengan menghitung rata-rata asupan karbohidrat selama 1 bulan terakhir. Beban glikemik didapat dari hasil kali antara karbohidrat dalam bahan makanan dengan indeks glikemik makanan tersebut. Kadar glukosa darah puasa diukur dengan menggunakan alat spektrofotometer dengan satuan mg/dL. Uji statistik yang digunakan adalah pearson product moment. Hasil: Sebanyak 20 (66,7%) responden memiliki beban glikemik kategori tinggi dan 19 ( 63,3%) responden memiliki kadar glukosa darah puasa kategori tinggi. Hasil uji analisis antara beban glikemik dengan kadar glukosa darah puasa menunjukkan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Beban glikemik berhubungan dengan kadar glukosa darah pada lansia di Paguyuban Diabetes Melitus Surakarta.Background: The symptoms and diagnosis of diabetes mellitus increased in late adulthood, early elderly up to ≤ 65 years old. The amount of carbohydrate intake directly affect glycemic load. Glycemic load is a parameter to determine the speed of glucose in a food to enter the blood circulation, if the glycemic load consumed increases, there will be an increase in blood glucose and insulin. Objective: to determine the association of glycemic load to blood glucose level in elderly. Method:This is a cross sectional study with a total of 30 respondens were chosen based on the inclusion and exclusion criteria using consecutive sampling technique. Glycemic load was obtained from the average of 1 month carbohydrate intake by using 1 month semi-quantitative food frequency questionnaire. Glycemic load is obtained by multiplying carbohydrates and the glycemic index in food. Fasting blood glucose levels were measured using a spectrophotometer by unit mg/dL. All data were analyzed using pearson product moment. Results: 20 (66.7%) respondents had a high glycemic load and 19 (63.3%) respondents had a high fasting blood glucose level. The statistical analysis shows that there is an association between glycemic load and fasting blood glucose levels (p=0.001). Conclusion: Glycemic load is related to blood glucose levels in Paguyuban Diabetes Melitus Surakarta.
Penyuluhan Pengaturan Pola Makan dan Gizi Seimbang untuk Siswa Sekolah Sepak Bola di Cilacap Selatan Elida Soviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2021): JPMI - Februari 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4

Abstract

Pola makan yang baik dan gizi seimbang dibutuhkan oleh setiap olahragawan dan atlet untuk menunjang performa pada saat latihan maupun pertandingan. Oleh sebab itu, setiap olahragawan dan atlet harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pola makan dan gizi seimbang tersebut. Pengetahuan gizi yang kurang pada anak-anak dan orangtua menyebabkan asupan gizi inadekuat. Asupan gizi yang inadekuat pada atlet dapat menyebabkan performa atlet kurang baik, atlet Siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) SPARTAN yang bertempat di Kabupaten Cilacap mengikuti latihan sepak bola 1 minggu selama 4 kali. Pada satu tahun terakhir terdapat 32% siswa yang sakit dan kebugaran fisiknya kurang setelah melakukan latihan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan kepada orangtua siswa tentang pola makan dan gizi seimbang. Penyuluhan dilakukan kepada 55 siswa beserta orangtua mereka. Penyuluhan diberikan dengan menggunakan media leafleat dan powerpoint. Sebelum dan setelah penyuluhan para peserta mendapatkan kuesioner. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari siswa dan orang tua siswa terhadap pola makan dan gizi seimbang.
The Effect of Providing Nutritional Counseling on the Level of Knowledge, Attitudes, and Compliance with Fe Tablets Consumption for Pregnant Women with Anemia in the Grogol Community Health Center Area Suryaningrum, Aprilia; Firmansyah; Rakhma, Luluk Ria; Soviana, Elida
Media Gizi Indonesia Vol. 19 No. 1SP (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Special Issue: The 3rd Ben
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v19i1SP.8-19

Abstract

Background: Anemia contributes to maternal mortality during pregnancy, with a 2021 prevalence of 5.02% in Grogol. Non-compliance with Fe tablet consumption is a key factor. Nutritional counseling can effectively improve mothers' knowledge, attitudes, and compliance with Fe tablet intake. Objective: This study examines the impact of nutritional counseling on knowledge, attitudes, and compliance with Fe tablet consumption among anemic pregnant women at Grogol Community Health Center. Method: Using a pre-experimental one-group pre-post-test design, 35 anemic pregnant women in their second and third trimesters were randomly sampled from clinic records. They received 15-20 minutes of counseling with leaflets. Knowledge and attitudes were assessed via interviews and questionnaires, while compliance was measured using the pill count formula. The Wilcoxon Signed Rank Test evaluated changes from baseline to post-counseling. Results: Nutritional counseling increased knowledge (28.60%), attitudes (17.10%), and compliance (22.80%). Significant improvements were found in knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), and Fe tablet compliance (p=0.002). Conclusion: Nutritional counseling at the Grogol Community Health Center should be provided periodically to carry out promotive and preventive functions in the incidence of anemia in pregnant women.
Hubungan kebiasaan sarapan dan konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja di Sukoharjo, Jawa Tengah Nurfitriani, Syifa Aulia; Soviana, Elida
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i2.2798

Abstract

Background: Adolescence requires balanced nutrition. Therefore, the role of nutrition in this period is crucial to pay attention to. Breakfast is important for everyone, especially adolescents, before starting daily activities, as 20–25% of the energy requirements can be fulfilled by breakfast. Individuals who are not accustomed to breakfast tend to experience excessive hunger during the afternoon and evening, which leads to the consumption of low-nutrient, energy-dense foods and fast food, ultimately affecting their nutritional status.Objective: This study aimed to analyze the relationship between breakfast habits, fast food consumption, and nutritional status among adolescents in State Senior High School 2 Sukoharjo.Methods: This study employed an observational cross-sectional design. The study subjects were 77 eleventh-grade students of State Senior High School 2 Sukoharjo, Sukoharjo Regency, Central Java, selected through proportional random sampling. The research instruments included anthropometric measurements, a 7-day breakfast habit questionnaire, and a Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test.Results: There was a significant relationship between breakfast habits (p = 0.019; r = -0,267) and the frequency of fast food consumption (p = 0.002; r = 0,344) and the nutritional status of adolescents. Breakfast habits and frequency of fast food consumption were found to influence the nutritional status of adolescents.Conclusion: These findings highlight the importance of promoting regular breakfast habits and healthy eating patterns to improve and maintain adolescent health. 
Pengaruh Suplementasi β-Carotene terhadap Kadar Trigliserida Studi pada Tikus Wistar Diabetes Mellitus Tipe 2 yang Diberikan Pakan Tinggi Lemak dan Diinduksi Streptozotocin-Nicotinamide: The Effect of β-Carotene Supplementation on Triglyceride Levels Study on Type 2 Diabetes Mellitus Wistar Rats Fed High-Fat Diet and Induced Streptozotocin-Nicotinamide Soviana, Elida; Aviarani, Tea; Arum, Puspito
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i3.2025.496-505

Abstract

Background: Hypertriglyceridemia is associated with decreasing insulin sensitivity and increasing insulin resistance in type 2 diabetes mellitus. β-carotene has a cytoprotective effect that can improve and protect β-cells of the pancreas, resulting in increased insulin synthesis and secretion. β-carotene prevents the deleterious effects of uncontrolled glucose and lipid metabolism. Objectives: This research aimed to investigate the effect of β-carotene supplementation on triglyceride levels in high-fat diet and streptozotocin-nicotinamide induced Type 2 Diabetes Mellitus Wistar Rats. Methods: 18 Wistar rats were randomly divided into three groups: X1 (negative controls), X2 (positive controls), and X3 (STZ-NA+β-carotene 10 mg/KgBW). High-fat diet intervention was given 14 days before diabetic induction in X2 and X3 groups; the negative control group X1 was given standard feed. To condition Wistar rats to be type 2 Diabetes Mellitus, rats in groups X2 and X3 received intraperitoneal injections of Streptozotocin at a dose of 45 mg/KgBW and nicotinamide at a dose of 110 mg/kgBW. Supplementation of β-carotene was given by the nasogastric feeding tube method every 2 days within 30 days. Plasma Triglyceride levels were measured using GPO-PAP. The effect of triglyceride levels after β-carotene supplementation was tested with a statistical test using a paired t-test and one-way ANOVA. Results: Blood glucose levels in groups X2 and X3 increased by 188.34 g/dl and 186.34 g/dl after being injected with STZ and NA. There was a significant effect of triglyceride levels (p-value<0.001) after supplementation with β-carotene at a dose of 10 mg/kgBW. Serum triglyceride levels decreased by a mean of 21.90% or 28.42 mg/dl. Conclusions: This research revealed that the supplementation of β-carotene at a dose of 10 mg/kgBW every 2 days within 30 days by the nasogastric feeding tube method can lower triglyceride levels in diabetic Wistar rats.
Penguatan Literasi Kesehatan Jantung melalui Talkshow dan Skrining Kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia Soviana, Elida; Andayani, Diyah Eka; Insani, Putri Novia Choiri; Singal, Anna Maurina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Kesadaran Masyarakat mengenai faktor risiko dan deteksi dini masih rendah, sehingga menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit jantung serta mendeteksi dini risiko penyakit jantung dan penyakit tidak menular melalui edukasi dalam bentuk talkshow dan skrining kesehatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui dua pendekatan utama, yaitu pendidikan masyarakat berbentuk talkshow interaktif dan skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan glukosa darah, kolesterol total, tekanan darah, dan pengukuran lingkar perut. Edukasi diberikan oleh tim kesehatan multidisiplin dan dilanjutkan dengan sesi konsultasi individu. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 350 peserta dengan antusiasme tinggi. Hasil skrining menunjukkan mayoritas peserta memiliki faktor risiko ganda seperti 62,5% peserta mengalami hiperkolesterolemia dan 95%mengalami obesitas sentral dengan lingkar perut di atas rekomendasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya kesehatan jantung dan faktor risikonya. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai target, memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit jantung di masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan urgensi program promotif preventif berkelanjutan. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk diperluas dengan pemantauan jangka panjang guna mengukur perubahan perilaku kesehatan.