Erika Laras Astutiningtyas
Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LOGARITMA PADA SISWA KELAS X PPLG 3 SMK MUHAMMADIYAH 1 SUKOHARJO Muhamad Dwi Zaenuri; Erika Laras Astutiningtyas
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v9i1.3605

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal logaritma. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu 3 siswa X PPLG 3 SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, wawancara, doumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu kesalahan kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas X PPLG 3 SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo adalah karena 1) siswa melakukan kesalahan konsep dimana siswa tidak mengetehaui sifat mana yang di gunakan, 2) siswa melakukan kesalahan prosedur dimana siswa sering mengabaikan langkah langkah yang penting, dan 3) siswa melakukan kesalahan teknik dimana siswa kurang cermat dalam melakukan perhitungan baik penjumlahan maupun pengurangan.
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Garis Singgung Lingkaran Dian Elyana; Erika Laras Astutiningtyas; Herry Agus Susanto
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.2106

Abstract

Garis singgung lingkaran merupakan salah satu materi dimana siswa banyak melakukan kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu 29 siswa kelas VIII B pada salah satu SMP Negeri di Ngargoyoso. Teknik pengumpulan data diambil dari hasil tes dan wawancara terhadap siswa. Data dianalisis dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran yaitu kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Kesalahan-kesalahan tersebut diakibatkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal seperti rendahnya kemampuan pemahaman, dan faktor eksternal seperti kurangnya konsentrasi. Kesalahan yang terjadi beserta penyebabnya dapat lebih diperhatikan oleh guru untuk meningkatkan penguasaan materi garis singgung lingkaran. The tangent to the circle is one of the materials in which students make many mistakes. The purpose of this research is to find out the types of errors in solving problems on the subject of circle tangents and the factors that cause them. This research is a qualitative descriptive study with research subjects namely 29 students of class VIII B at one of the State Middle Schools in Ngargoyoso. Data collection techniques were taken from the results of tests and interviews with students. Data were analyzed by data triangulation. The results showed that there were three types of errors in solving questions on the topic of tangent lines, namely conceptual errors, principal errors, and operational errors. These errors are caused by two factors, namely internal factors such as low understanding ability, and external factors such as lack of concentration. Errors that occur and their causes can be paid more attention to by the teacher to improve mastery of the tangent to a circle material.
Analisis Kemampuan Problem Solving Mahasiswa Pada Mata Kuliah Analisis Kompleks Ditinjau dari Kemampuan Awal Annisa Prima Exacta; Krisdianto Hadiprasetyo; Afif Afghohani; Erika Laras Astutiningtyas
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v1i2.86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan problem solving mahasiswa ditinjau dari kemampuan awal. Penelitian ini dilakukan di progdi pendidikan matematika Universitas Veteran Bangun Nusantara pada mata kuliah Analisis Kompleks dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data tentang kemampuan awal diperoleh dari pre-test, sedangkan data tentang kemampuan problem solving diperoleh dari hasil tes uraian dan hasil wawancara. Pengambilan subyek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data didapat kemampuan problem solving mahasiswa ditinjau dari kemampuan awal sebagai berikut. Mahasiswa dengan kemampuan awal tinggi berada pada kategori kemampuan problem solving completion, substance, dan approach. Sedangkan, mahasiswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah berada pada kategori kemampuan problem solving substance, approach, dan result. Kata kunci : problem solving, kemampuan awal, analisis kompleks
Mathematical Literacy Analysis of Class XI Students of the PISA Model in View of Adversity Quotient (AQ) Elisabet Putri Wardani; Herry Agus Susanto; Erika Laras Astutiningtyas
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 9, No. 2, November 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v9i2.17529

Abstract

This study aims to describe the mathematical literacy of grade XI students of SMA Negeri 2 Karanganyar in solving the PISA problem model in terms of the Adversity Quotient. For some students, mathematical concepts can be difficult to grasp, causing frustration and disinterest with the subject. For others, external factors such as lack of resources, inadequate teaching methods, and inadequate support can contribute to poor math performance. This research is included in qualitative research. The data used were obtained from test results and interviews. The subjects of the study were carried out by grade XI students of SMA Negeri 2 Karanganyar. Data analysis procedures in this study are data collection, power reduction, data presentation, and conclusion pulling. Checking the validity of power in this study using triangulation techniques/methods. The results showed that (1) Students with climber type AQ were able to explain answers fluently and clearly, able to mention after facts, solve problems with simple strategies in solving problems. (2) Students with campers-type AQ are capable and some are unable to explain answers fluently and clearly, solving problems with simple strategies in solving problems. The types "climber" and "camper" are often used to describe patterns of behavior that can be observed in the context of AQ, there may not be a "quitter" type listed because the main focus of AQ is on the positive and adaptive aspects of facing challenges and difficulties.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Statistika ditinjau dari Gaya Belajar Deporter dan Hernacki Anggita, Linda; Susanto, Herry Agus; Astutiningtyas, Erika Laras
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 5 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v6i5.20531

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di SMP Negeri 7 Wonogiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 7 Wonogiri dalam menyelesaikan soal statistika ditinjau dari gaya belajar DePorter dan Hernacki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket, tes tertulis, dan wawancara. Subjek penelitian ini berjumlah 9 peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa subjek dengan gaya belajar visual dengan kategori tinggi dan sedang mampu melalui keempat tahapan pemecahan masalah Polya dengan baik sedangkan subjek dengan gaya belajar visual kategori rendah hanya mampu melalui satu tahapan pemecahan masalah Polya. Subjek dengan gaya belajar auditorial dengan kategori tinggi dan sedang mampu melalui keempat tahapan pemecahan masalah Polya dengan baik sedangkan subjek dengan gaya belajar auditorial kategori rendah hanya mampu melalui satu tahapan pemecahan masalah Polya. Subjek dengan gaya belajar kinestetik dengan kategori tinggi dan sedang mampu melalui keempat tahapan pemecahan masalah Polya dengan baik sedangkan subjek dengan gaya belajar kinestetik kategori rendah hanya mampu melalui satu tahapan pemecahan masalah Polya. Hasil dari penelitian  menunjukkan bahwa subjek dengan kategori tinggi dan sedang pada setiap gaya belajar mampu memecahkan permasalahan dengan baik daripada subjek dengan kategori rendah.
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Garis Singgung Lingkaran Elyana, Dian; Astutiningtyas, Erika Laras; Susanto, Herry Agus
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1226

Abstract

Garis singgung lingkaran merupakan salah satu materi dimana siswa banyak melakukan kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu 29 siswa kelas VIII B pada salah satu SMP Negeri di Ngargoyoso. Teknik pengumpulan data diambil dari hasil tes dan wawancara terhadap siswa. Data dianalisis dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran yaitu kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Kesalahan-kesalahan tersebut diakibatkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal seperti rendahnya kemampuan pemahaman, dan faktor eksternal seperti kurangnya konsentrasi. Kesalahan yang terjadi beserta penyebabnya dapat lebih diperhatikan oleh guru untuk meningkatkan penguasaan materi garis singgung lingkaran. The tangent to the circle is one of the materials in which students make many mistakes. The purpose of this research is to find out the types of errors in solving problems on the subject of circle tangents and the factors that cause them. This research is a qualitative descriptive study with research subjects namely 29 students of class VIII B at one of the State Middle Schools in Ngargoyoso. Data collection techniques were taken from the results of tests and interviews with students. Data were analyzed by data triangulation. The results showed that there were three types of errors in solving questions on the topic of tangent lines, namely conceptual errors, principal errors, and operational errors. These errors are caused by two factors, namely internal factors such as low understanding ability, and external factors such as lack of concentration. Errors that occur and their causes can be paid more attention to by the teacher to improve mastery of the tangent to a circle material.
EXPLORING ETHNOMATHEMATICS IN THE TRADITIONAL GAME NAMED ENGKLEK Afghohani, Afif; Cahyaningrum, Fatwiyati Sholikhah; Astutiningtyas, Erika Laras
Ethnomathematics Journal Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Ethnomath Association in cooperation with Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ej.v5i2.66609

Abstract

This study examines some mathematical objects can be learned from the traditional engklek game activities in Kampung Dolanan Sidowayah. Specifically, the purpose of this study is to find out the mathematical elements that exist in the traditional game engklek, Using a descriptive approach, the subjects of this study were Budayawan, Kampung Dolanan Sidowayah Manager, and children around Kampung Dolanan Sidowayah. Data was studied using techniques following the Spradley model include domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis. The results showed that the traditional game engklek contains mathematical elements, namely flat planes, semicircular elements, cube webs, congruence, geometric transformations, angles, relationships between lines, line segments, flat plane area, sets, odds, permutations, numerations, distances, and implications. Having this traditional game, students might develop perspective of mathematics in their culture.
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Belajar Teori Statistika Inferensial Yahya, Sofia; Afghohani , Afif; Astutiningtyas, Erika Laras
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan memahami materi dan menyelesaikan soal Statistika Inferensial Teoritis dapat menjadikan mahasiswa mengalami kecemasan pada mata kuliah Statistika Inferensial Teoritis. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa pada mata Kuliah Statistika Inferensial Teoritis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data kecemasan dari hasil kuesioner HARS Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika semester V Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo dengan sebanyak 14 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1 mahasiswa yang mengalami tingkat kecemasan sangat tinggi atau dengan persentase 0,07%, 8 mahasiswa yang mengalami kecemasan tinggi atau dengan persentase 0,57%, 4 mahasiswa yang mengalami kecemasan rendah atau dengan persentase 0,29%, dan 1 mahasiswa yang mengalami sangat rendah atau dengan persentase 0,07%. Faktor penyebab kecemasan tersebut diantaranya karena belum memahami materi yang diajarkan, mengalami kesulitan dalam pengerjaan soal maupun dalam memahami materi, belum menemukan metode belajar yang cocok, kurangnya rasa percaya diri, dan di beberapa materi harus membutuhkan tutor sebaya.
Pemecahan Masalah Menurut Teori Polya, Dewey, Krulick, Dan Rudnick Berdasarkan Kecerdasan Logis Matematis Juliarti, Iftitah; Susanto, Herry Agus; Astutiningtyas, Erika Laras
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v15i2.189

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sebagai hal terpenting pada matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Diskrit. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif yang diadakan di Universitas Veteran Bangun Nusantara. Subjek dalam penelitian adalah lima mahasiswa terdiri dari mahasiswa tingkat kecerdasan logis matematis sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, tes, dan wawancara.  Teknik analisis data yang digunakan adalah merangkum data, menyajikan data, dan pembuatan kesimpulan. Hasil analisis data diperoleh bahwa (1) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis sangat tinggi mampu melalui semua tahapan pemecahan masalah, (2) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi  dan sangat rendah mampu melalui semua tahapan pemecahan masalah pada soal nomor 2, akan tetapi hanya mampu sampai pada tahap memilih strategi pada soal nomor 1 dan 3, (3) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis sedang hanya mampu menyelesaikan pemecahan masalah sampai pada tahap ke tiga saja yaitu tahap memilih strategi pada soal nomor 1, 2, dan 3, (4) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis rendah mampu melalui semua tahapan pemecahan masalah pada soal nomor 1, akan tetapi hanya mampu sampai pada tahap memilih strategi pada soal nomor 2 dan 3.
Eksplorasi Etnomatematika Pada Batik Samer Jumputan Di Sentra Batik Ayu Kedunggudel Sukoharjo Nazahra, Sevia; Astutiningtyas, Erika Laras
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Derivat (April 2025) In Press
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/j.derivat.v12i1.7642

Abstract

Abstract This study aims to explore the concept of ethnomathematics in Samer Jumputan batik at Sentra Batik Ayu, Kedunggudel, Sukoharjo. This motif combines Javanese and Kalimantan cultural elements, such as wajik, jumputan, samer, bulu ruai, and wallet. The research employs a qualitative method with an ethnographic approach, including observation, interviews, and documentation to obtain comprehensive data. The study reveals the concepts of geometric transformation, including translation, reflection, rotation, dilation, and transformation combinations in batik patterns. The findings indicate that the Samer Jumputan motif can be used as a contextual medium in mathematics learning, particularly in geometric transformation concepts. In addition to enhancing students' understanding of mathematical concepts, this study also strengthens appreciation for local culture. Thus, batik serves as an effective educational tool while enriching culture-based learning.  Keywords: Batik Samer Jumputan, ethnomathematics, geometric transformation, culture-based learning